
"Toloooong.....tolong kami....."
Lala terbangun dari tidur nya dengan keringat yang sudah membasahi wajah nya. Nafas nya pun tersengal-sengal. Wika yang tidak tidur pun terkejut karena tiba-tiba saja Lala terbangun.
"Kamu kenapa?" Tanya nya
"Astaghfirullah.....ternyata cuman mimpi "Lirih nya. Gadis itu pun menghirup oksigen sebanyak mungkin dan menghembuskan nya perlahan untuk meredakan debaran di d*da nya
"Kamu mimpi buruk ?" Tanya Wika lagi. Lala menoleh lalu mengangguk
"Iya. Mimpi nya aneh banget. Banyak orang minta tolong. Mereka .... "
"Itu kan hanya mimpi , sudahlah jangan terlalu difikirkan" Ucap Wika
Sementara itu.
Kedua mahasiswa yang bernama Wahyu dan Didin nampak memisahkan diri dari rombongan.
Kemudian Didin mengeluarkan sesuatu dari balik baju nya.
" Wuiiihhh ...ajiiib ... gokil ! "Seru Wahyu saat melihat Didin mengeluarkan sebuah bungkusan kecil serbuk berwarna putih
"Gimana ,ok gak?" Tanya Didin
"Lebih dari ok ! Kenapa kamu sampai kefikiran bawa gituan ?" Tanya Wahyu
"Hehehe....iya dong,kamu mau ?" Tanya nya
"Mau lah " Jawab Wahyu
Keduanya lalu menghisap serbuk putih tersebut dengan bantuan alat hisap yang mereka rakit terlebih dahulu.
Ketika malam sudah tiba ,tim nya Azzam tengah kebingungan sebab mereka kehilangan dua teman mereka.
"Gimana ? Ketemu mereka ?" Tanya Robin
"Kita udah muter-muter area sini,tapi gak ketemu" Jawab Bagus
"Astaga....pergi kemana mereka ?" Gumam Robin frustasi. Mereka sudah mencari dua teman nya yang tak lain dan tak bukan adalah Wahyu dan Didin
Mereka baru sadar jika kedua orang itu tak ada ketika hendak menyiapkan makanan.
"Memangnya gak ada yang lihat mereka pergi nya kemana ?" Tanya Robin lagi
Semua nya menggeleng. Maklum saja sehabis mereka mendirikan tenda,mereka segera beristirahat dan baru bangun ketika matahari hampir tenggelam.
Mereka mengumpulkan ranting dan daun kering di sekitar mereka untuk menyalakan api untuk merebus mie instan. Saat itu lah Robin dan yang lain baru menyadari jika kedua teman nya Wahyu dan Didin tak ada.
"Ya sudah lebih baik kita isi dulu perut kita,aku sudah lapor petugas. Sembari menunggu petugas kita makan dulu "Ucap Bagus
"Ya sudah. Ada-ada saja pake acara ngilang segala , menyusahkan sekali " Gerutu Robin
Dari tadi Lala hanya diam. Perasaan nya mulai was-was apalagi ketika kembali teringat akan mimpi nya tadi.
"Ya Allah semoga tidak terjadi apa-apa "lirih nya membatin
Mie instan sudah matang,mereka pun segera memakan mie nya masing-masing. Namun Lala merasa ada sesuatu yang kurang.
"Huuuuuffftt.....gak ada nasi. Pasti beberapa jam juga lapar lagi. Begini nih susah nya kalau lagi ada acara kaya gini" Gerutu nya dalam hati
__ADS_1
Azzam memperhatikan Lala yang seperti tak berselera makan. Kemudian Azzam tersenyum saat menyadari apa yang membuat gadis itu terlihat tak bersemangat makan.
Azzam meraih sesuatu di dekat nya,lalu mendekat pada Lala.
"Mau pake nasi ?" Tawar nya
"Kamu bawa nasi?" Tanya Lala
"Iya ,tadi sebelum berangkat aku beli nasi timbel. Lumayan lah ,nasi nya juga gak basi udah aku angetin kok tadi " Tutur Azzam
"Waahhh.....makasih ,tahu saja kalau aku gak bisa kenyang tanpa nasi " Ucap Lala tak ingin menolak nya
"Eh ,tapi kamu angetin nya gimana ? Kan gak ada peralatan nya ?" Tanya Lala
"Ada deh. Udah kamu makan saja,jangan fikirkan apa-apa"
"Tapi ini kebanyakan,kita bagi dua ya" Ucap Lala
"Iya " Azzam pun menerima nasi yang sudah diambil setengah nya oleh Lala
Semua teman-teman nya nampak memperhatikan tanpa ingin berkomentar apa-apa. Namun dalam hati mereka mempertanyakan kedekatan kedua nya.
Setelah mereka selesai makan ,para petugas pun datang. Tepat saat itu matahari sudah tenggelam.
"Kalian jangan ada yang pergi kemanapun ! Untuk teman kalian yang hilang biar jadi tugas kami yang mencari " Ucap salah sagu petugas
"Baiklah pak,saya percayakan kedua teman saya pada bapa dan tim,tolong temukan mereka" pinta Robin
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan teman-teman kalian. Kalian doakan saja semoga kedua teman nya bisa segera ditemukan"
Setelah para petugas pergi ,mereka berkumpul.
"Ya ! Aku gak mau ambil resiko kalau kita ikut mencari. Kita tidak tau apa yang ada di depan kita, sementara mereka tentu lebih faham dan mengetahui seluk beluk tempat ini" Tutur Bagus
"Apa yang dikatakan nya benar. Lebih baik kita menunggu saja " Timpal Azzam
"Baiklah" Sahut Robin
"Barra ,Heru , Yogi ,dan kamu Hamdan ! Kita harus bergantian berjaga ! Aku dan kita semua tak boleh terlalu tidur dengan pulas ,sebab kita tak tahu saat kita sedang tidur akan ada apa di sekitar kita " Ucap Bagus memberi arahan
"Ok ,tapi siapa dulu yang jaga ?" tanya Hamdan
"Untuk dua jam pertama biar aku sama Robin dan Azzam yang berjaga ,dua jam berikut nya kamu dan Yogi ,lalu dilanjutkan dua jam lagi oleh Heru dan Barra " Jawab Bagus
"Lah terus kita berdua?" Tanya Lala menunjuk dirinya juga Wika
"Kalian kan cewek ,udah mending diem aja biar kita para cowok yang jaga " Sahut Bagus
"Tapi kalau ada apa-apa cepat bangunkan kami " Sahut Wika menimpali
"Iya "
"Ya udah yuk tidur ! Aku udah ngantuk ini " Ajak Wika
"Ya udah ,guys aku duluan ya " Ucap Lala namun matanya melirik Azzam
"Jadi kita juga tidur deh biar nanti pas giliran jaga gak ngantuk " Ujar Barra
"Ya udah sana, kalian pada tidur " Ucap Bagus
__ADS_1
Kini hanya tinggal Azzam,Bagus ,dan Robin yang berada di luar.Sambil mengawasi sekeliling, mereka tetap menjaga api agar tidak padam.
Plak'
Robin menepuk keningnya saat merasa sesuatu menggigit nya.
"Nyamuk nya gede banget " Gumam nya sambil memperhatikan nyamuk di telapak tangan nya yang sudah mati
"Kira-kira dua teman kalian itu pergi kemana ya ?" Ucap Bagus
"Tahu lah ,mereka emang suka cari masalah saja,dibilang gak usah pada ikut juga "Sahut Robin kesal
"Mungkin mereka hendak buang air kecil terus malah kesasar " Ucap Azzam
"Mungkin " Sahut Robin
Malam kian larut,udara dingin mulai membuat tubuh menggigil. Dua jam pun sudah berlalu.
"Dan.... Gi....ayo bangun ,sekarang giliran kalian yang jaga " Bagus mengguncang tubuh kedua teman nya
"Eh udah dua jam ya ,duh rasanya cepet amat " Hamdan pun segera bangun
"Gi....Yogi..."
"Hm....sebentar lagi mi..." Ucap Yogi
"Dih dasar anak mami ! Woy....bangun...! " Bagus menepuk tubuh Yogi hingga pria itu seketika terbangun
"Ah sue kamu ,aku fikir apa an ,bikin kaget saja "Keluh Yogi
"Lagian dibangunin daritadi susah bener. Sana cepat gantian jaga " Ucap Bagus lagi
"Ok ok " Yogi pun beranjak ke luar
malam semakin dingin.
"Gi.....kamu ngerasa sesuatu gak ?" tanya Hamdan yang tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh
"Sesuatu apa an? Jangan nakutin lah " Ucap Yogi yang tiba-tiba merinding
"Kaya ada yang ngawasin gitu " Bisik Hamdan
"Ah,cuman perasaan mu saja kali,udah deh jangan mikir macam-macam " Ucap Yogi yang tak ingin mendengar hal aneh-aneh
Mereka pun kembali terdiam dengan fikiran nya masing-masing.
"Gw pernah beberapa kali naik gunung tapi yang ini bener-bener horor rasanya" batin Hamdan sambil bergidik ngeri
Tiba-tiba sesuatu melintas,Hamdan pun menoleh.
"Kok berasa ada yang lewat " Batin nya
"Gi...kamu lihat gak ?" Tanya Hamdan. Namun yang ditanya nampak diam menunduk
"Ye ditanya malah diem aja ! Yogi !" Seketika Yogi pun menoleh
"Astaga...Yo...Yogi....."
bersambung...
__ADS_1