Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Hanya sahabat


__ADS_3

Malam berganti pagi. Kini Lala dan rombongan yang lain sudah siap untuk mendaki. Jalur yang mereka lewati melalui jalur Bambangan yang memakan waktu hingga sepuluh jam lama nya untuk mencapai puncak. Karena lamanya perjalanan,mungkin mereka akan berkemah di beberapa pos untuk kemudian melanjutkan kembali pendakian. Karena apabila dipaksakan mereka akan kelelahan sebelum menuju puncak.


"Apa semuanya sudah siap?" Seru Bagus


"Siap !" Sahut mereka


"Gimana La,kita mulai saja sekarang?"Tanya Bagus


"Iya ,mumpung masih pagi,kita juga kan sudah sarapan juga "Sahut Lala


"Baiklah ,kalau gitu sebelum kita berangkat kita berdoa terlebih dahulu sesuai keyakinan masing-masing. Berdoa dimulai !" Bagus pun meminta Lala untuk membimbing doa,namun Lala justru meminta Azzam yang memimpin


Setelah selesai berdoa,Mereka pun memulai berjalan menuju jalur pendakian.


"Bismillah....." Gumam Lala ,entah kenapa tiba-tiba perasaan nya mulai tak enak


"Kalian masih ingat kan larangan selama kita melakukan pendakian ?" Tanya Lala sambil berjalan


"Iya ,inget " Sahut teman-teman nya di belakangnya


Sebelumnya,sudah ada yang mengarahkan kemana mereka harus berjalan. Di setiap jalan nya juga sudah di tandai area-area yang tak boleh tersentuh manusia.


"Ini bener jalan nya ?" Tanya Wika


"Iya bener,coba lihat benar kan? Seharusnya setelah belokan dan tanjakan itu kita sudah sampai di pos satu " Jawab Lala sambil memperlihatkan sebuah peta rute perjalanan mereka


"Kita akan beristirahat sebentar di pos satu "Ucap Robin


Bagus dan Lala saling bertatapan. " Baru pos satu udah mau istirahat saja,kapan nyampe nya " Batin Bagus sambil melirik Lala ,seakan mengerti isi hati Bagus Lala pun mengedikan bahu


Tanpa menyahuti ucapan Robin,Lala dan Bagus berjalan kembali. Wika yang saat itu merasa ingin buang air kecil terpaksa menahan nya karena takut ketinggalan jika ia nekat buang air kecil.


"Duh ,masih kama gak sih pos satu nya ,udah berasa di ujung nih " Gumam nya


"Huaaa.....ada ular !" Tiba-tiba ada yang berteriak ketika tak sengaja ia melihat ular di cabang pohon


Sontak semua nya menghentikan langkah karena ikut terkejut.


"Mana...mana...ular nya ?" Tanya Wika


"Itu di pohon itu !" Tunjuk nya pada pohon yang berada di sebelah kiri nya


"Yah elah, To ular di pohon saja kamu mah lebay banget,kirain ular nya mau makan kamu " Seru teman nya sambil menoyor kepala Toto


Tiba-tiba Lala mendengar suara gemuruh seperti angin ribut ,namun suasana saat itu sangat cerah dan tak ada tanda-tanda angin yang meresahkan. Bulu kuduk nya pun merinding.


"Hus,jaga bicaramu ,jangan sembarangan " Seru Lala memperingati


"Kenapa? Aku gak bicara sembarangan " Ucap nya yang tak merasa bicara sembarangan


"Udah-udah ,gak usah diperpanjang,lagian ular nya juga di pohon. Lebih baik kita lanjutkan perjalanan,pos satu sudah di depan mata, nanti kita istirahat sebentar " Ucap Robin lagi

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan lagi perjalanan. Yang paling belakang nampak nya selalu bercanda,hingga sesekali mereka tersandung karena tak fokus pada apa yang ia pijak.


Lala hanya menggelengkan kepala. Selama mereka tak melanggar aturan ,maka Lala ataupun Bagus tak akan menegur nya. Namun berbeda dengan Robin yang selalu meneriaki teman-teman nya itu agar tak bercanda. Sikap nya yang seperti itu karena ia ingin terlihat seperti pemimpin yang berwibawa.


Selama perjalanan,Azzam mencoba untuk bisa berjalan di dekat Lala ,namun rupanya itu tak semudah yang di bayangkan. Karena Lala selalu saja berada di dekat Bagus. Bahkan saat Lala kesulitan melangkah karena medan yang dilalui nya, Bagus selalu lebih cepat membantu Lala ,karena memang Bagus lah yang paling dekat degan nya.


Hingga tak terasa mereka sampai di pos satu. Robin dan teman-teman nya segera beristirahat sesuai yang Robin katakan tadi. Wika yang sudah tak tahan pun pergi ke toilet umum yang sengaja di buat untuk para pendaki yang ingin buang air kecil maupun besar.


"Ah....lega nya " Gumam nya setelah ia keluar dari dalam toilet


"Kamu dari mana ?" Tanya Lala


"Dari toilet . Kamu mau ke toilet juga ?" Tanya Wika


"Iya nih ,kenapa gak bilang sih ,tahu gitu kita barengan tadi " Ucap Lala


"Ya udah yuk aku anterin "


"Eh gak usah ,aku bisa kok sendiri,kamu tunjukan saja dimana letak nya " Tolak Lala


"Ya udah ,tuh kamu belok saja di belakang pos,di sana juga ada penjaga nya " Ucap Wika sambil menujuk ke belakang pos satu. Di setiap pos memang ada penjaga nya, jadi jika para pendaki ada masalah maka para penjaga di setiap pos akan membantu.


Melihat Lala berjalan ke belakang pos, Azzam pun beranjak menghampiri nya.


"Mau kemana?" Tanya nya


"Ke toilet "sahut Lala singkat


"Eh, gak usah. Malu tahu masa di temenin "Tolak Lala


"Maksud aku,aku tunggu di luar toilet,kan siapa tahu kalau ada yang berani macam-macam "Ucap Azzam


"Jangan su'udzon loh,ingat untuk selalu menjaga hati biar bersih dari fikiran negatif"


"Bukan su'udzon tapi jaga-jaga " Ralat Azzam


"Ya sudah,kamu tunggu di luar "Lala pun masuk ke dalam toilet


Tak jauh dari toilet nampak sosok tinggi besar berwarna hitam ,Azzam sampai mendongak untuk melihat kepala nya,namun saking tingginya sosok itu, Azzam sampai tak dapat melihat nya. Hanya bagian kaki sampai panggul nya saja yang nampak.


Azzam tak merasa berbuat yang aneh-aneh pun hanya diam dengan santai. Sesekali ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.


Beberapa saat kemudian Lala sudah selesai. Keduanya pun kembali ke rombongan.


Setelah beberapa menit beristirahat,mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.


Ckreekkk ... Ckreekkk


Azzam mengambil beberapa gambar dengan kamera nya. Ia sengaja membawa kamera untuk mengambil gambar yang menurut nya menarik. Namun lebih banyak gambar Lala yang ia ambil. Tentunya tanpa sepengetahuan gadis itu.


Azzam tersenyum ketika melihat gambar Lala yang sedang menguap. Panas nya matahari masih sangat menyengat meski hati sudah mulai sore. Rasa lelah ,lapar ,dan haus mengharuskan mereka kembali beristirahat. Mereka sudah melewati beberapa pos dan kini mereka sedang membangun tenda. Malam ini mereka akan menginap untuk besok kembali melanjutkan pendakian.

__ADS_1


"Ih susah banget "Gumam Lala ketika sedang membangun tenda


"Katanya kita nginap satu malam ,kalau sekarang saja kita udah nginap bisa jadi beberapa hari kita mendaki " Gerutu Wika yang turut membantu Lala


"Hoooaammm......" Lala kembali menguap


"Kamu ngantuk ?" Tanya Wika


"Enggak ,cuman kalau aku lelah ya suka begini " Jawab Lala


"Oh "gumam Wika


"Sini biar aku saja " Azzam mengambil alih pekerjaan Lala


"Hehe...makasih ya " Ucap Lala


"Si Azzam kok sama Lala beda banget ya,biasa nya juga dia orang nya cuek-cuek aja " Batin Wika sambil memperhatikan Azzam


"Sudah. Sana kamu istirahat " Ucap Azzam seraya menepuk-nepuk tangan nya


"Ok ,makasih ya Zam " Ucap Lala langsung masuk ke dalam tenda.


Setelah Lala masuk ,Azzam pun beralih ke tenda nya. Wika yang masih berdiri itu pun segera masuk setelah Azzam berlalu.


"Kalian ada hubungan apa sih sebenarnya? Kok aku perhatiin dia care banget sama kamu " Tanya Wika


Lala yang baru merebahkan tubuh nya pun kembali duduk " Kita kan berteman,lebih tepat nya sahabat,hanya saja jarak yang memisahkan kita " Jawab Lala apa adanya


"Yakin cuman sahabat ?" Tanya Wika ragu


"Tapi perhatian nya lebih dari sahabat loh " Tambah nya


"Dia kan orang nya memang baik,jadi gak heran kalau menurut ku " Tutur Lala


"Tapi baik nya kebangetan "


"Apa sih ,ga jelas ! Udah ah aku mau tidur dulu ,nanti bangunin kalau sudah masuk waktu nya shalat ashar !" Ucap Lala


Azzam yang saat itu hendak memberikan minum pada Lala pun,seketika terdiam saat mendengar ucapan Lala.


"Jadi ternyata selama ini dia hanya nganggap aku hanya sahabat " Gumam nya membatin


Sementara itu dua orang teman nya diam-diam pergi dari lokasi mereka mendirikan kemah.


"Kamu yakin kita akan aman Yu?"


"Halah ,itu kan cuman mitos gak bakal terjadi apa-apa. Percaya deh "


Kemudian salah satu dari mereka mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana nya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2