Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Perhatian Azzam


__ADS_3

Jika saja tak ada bayi, Sri mungkin sudah memeluk putrinya erat. Namun yang ia lakukan saat ini hanya terus mengelus kepala putri nya dengan linangan air mata. Tak pernah terbayangkan jika seandainya ia akan kehilangan putrinya,meski mereka tinggal berjauhan tapi kasih sayang nya terhadap putri semata wayangnya itu tak dapat dipertanyakan lagi. Sama dengan seorang ibu lain nya yang menyayangi dan mencintai anak nya dengan setulus hati.


"Terima kasih Ya Allah....." Lirih Sri dalam hati


"Mama udah ih jangan nangis terus ,aku loh udah gak apa-apa,aku risih lihat nya tau gak " Ucap Lala seperti biasa ia selalu seperti itu


"Sayang ..." Tegur Azzam menggeleng kan kepala


"Hehehe....bercanda " Cengir Lala


"Gak apa-apa Zam , istri kamu memang seperti ini,mama sudah biasa. Justru yang gak biasa itu kalau istri kamu bersikap kalem lemah lembut sama mama,itu patut dicurigai,karena pasti nya dia sedang ada mau nya " Ucap Sri masih terisak ,ia tidak pernah merasa sakit hati dengan segala sikap Lala padanya ,karena memang interaksi mereka seperti itu. Karena Lala yang tak mempunyai saudara jadi Sri selalu memposisikan dirinya seperti sahabat ,namun meski begitu Lala tidak pernah bersikap kurang ajar dan tak sopan pada nya.


"Kamu tahu gak ...."


"Enggak " Sahut Lala cepat


"Dengerin dulu ,mama belum selesai bicara udah main potong saja " Seru Sri dengan masih terisak


Susi hanya menggelengkan kepala melihat nya.


"Iya maaf " lirih Lala


"Sini,biar Azlan tidur di box " Ucap Azzam meminta baby Azlan yang sudah selesai menyusu dan kini sudah kembali tidur


Azzam pun meletakan bayi nya dengan sangat hati-hati. Melihat dari cara Azzam menggendong dan meletakkan bayi nya membuat Lala juga Sri takjub.


"Kamu kok gak keliatan takut apa kagok gendong bayi,biasa nya kan para papa muda suka takut-takut buat gendong "Ucap Sri


"Dia mah,udah pro masalah ngurus bayi. Arkan saja lebih sering diurus sama Azzam,ketimbang saya,dari mandi nya,ganti popok ,bikin susu tengah malam,jemur pagi-pagi,sampai imunisasi pun Azzam yang antar ke bidan. Sampe orang yang gak tahu dikira anak nya. Pokok nya Lala jangan khawatir,suami mu bisa diandalkan. Kamu mah tinggal makan,nyusui,sama bobo cantik saja " tutur Susi


"Tapi kan katanya wanita yang baru melahirkan tidak boleh kebanyakan tidur apalagi di siang hari " Cetus Lala


"Kata siapa ?" Tanya Sri dan Susi bersamaan


"Kata tetangga " Jawab Lala


"Tetangga siapa,tetangga kamu apa tetangga ibu di kampung?" Tanya Susi


"Tetangga ibu,itu loh yang penampilan nya selalu full color " Jawab Lala lagi


"Oh....itu pasti Bu Eros" Tebak Susi


Beberapa waktu lalu saat usia kehamilan Lala lima bulan ,ia dan Azzam pulang kampung. Saat itu Lala sedang jalan-jalan pagi bersama Azzam. Nah,bertemu tuh dengan Bu Eros. Penampilan nya yang full color membuat para tetangga memanggil nya pelangi berjalan. Bagaimana tidak begitu sebab dari ujung kepala sampai ujung kaki warna nya penuh dan berbeda. Rambut di cat sebelah kuning sebelah hijau muda,atasan dan bawahan warna nya pun tabrak-tabrakan.


"Terus apa kata nya?" Lanjut Susi


"Kalau kebanyakan tidur siang katanya darah putih akan naik ke kepala jadinya pusing,gitu katanya " tutur Lala


"Halah, mitos itu ! Yang ada nanti malah sakit karena kurang tidur. Udah mah,malam harus begadang masa siang juga gak boleh tidur. Tapi tidur nya juga gak boleh kelamaan juga " Ucap Susi


"Hmmm....mama juga pernah ngalamin hal seperti itu. Nenek kamu suka ngelarang-larang mama ,gak boleh tidur siang dengan alasan yang tadi kamu katakan,tau aja kalau mama ngantuk nenek kamu langsung ngasih mama kerjaan lipat pakaian ,katanya biar gak ngantuk"Sambar Sri,ia yang tadi hendak berbicara pada Lala pun jadi teralihkan


"Udah?" Tanya Azzam ketika Lala menolak menerima suapan nya


"Udah. Udah kenyang aku " Jawab Lala


"Terus, terus mah ?" tanya Lala antusias ,kini ia sedikit lebih segar dari sebelum nya

__ADS_1


"Ya akhirnya mama curi-curi waktu buat tidur,saat nenek kamu pergi ke warung kan suka lama tuh,mama memanfaatkan waktu itu buat tidur meski sebentar ,bibi kamu suka bangunin kalau nenek datang "Tutur Sri


"Situ sih mending cuman dilarang tidur siang,nah aku gak dibolehin makan yang enak-enak. Katanya di dalam perut,rahim nya luka kalau makan-makanan itu luka nya makin parah. Mertua selalu ngasih aku makan pakai bakar bawang putih ,terasi bakar ,sama kacang-kacangan sangrai gitu gak tau lah apa namanya ,rasanya pahit dan sepet. Karena takut kena marah akhirnya aku nurut " Tutur Susi mengingat kenangan masa lalu nya bersama ibu mertua ,saat itu ia dan Damar masih tinggal menumpang


"Memang nya makanan nya apa saja Bu?" Tanya Lala


"Ikan , daging-dagingan, pokoknya yang enak-enak semua dilarang,tapi kamu jangan khawatir ibu gak akan seperti itu. Itu hanya kepercayaan orang tua zaman dulu, malah ikan dan daging kan bagus buat kelancaran asi "


"Memang nya asi ibu dulu gak lancar ?" tanya Lala lagi


"Bukan nya gak lancar,tapi malah gak keluar sama sekali , meskipun keluar yang keluar nya pun warna nya bening bukan putih " Jawab Susi lagi namun kini ekspresi nya berubah


"Seandainya waktu bisa ku putar,pasti kamu masih bersama kami nak " Lirih nya dalam hati


"Ibu kenapa ?" tanya Lala


Susi nampak mengerjapkan kedua mata nya ,"Enggak kok,gak apa-apa.Sudah sebaiknya kamu istirahat,ibu mau nyusulin bapak dulu,mereka kok lama banget " Ucap Susi menghindari pertanyaan menantunya


"Lah iya,aku baru sadar kemana suami kita ?" Tanya Sri


"Papa dan bapak sedang cari makanan mah " ucap Azzam


"Kok papa tega sih ninggalin aku ,awas aja ya kalau kembali " Gerutu Sri dalam hati


Susi segera pergi , sementara Sri pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.


"Oh iya sayang,Arkan mana ?" Tanya Lala


"Ada di kampung ,sama nenek dan bibi " Jawab Azzam


"Ya udah kamu istirahat ya,mumpung Azlan juga tidur " Ucap Azzam menyentuh pipi Lala


Lala mengangguk ,namun tiba-tiba matanya tak sengaja melirik pada kalender yang tertempel di dinding.


"Kok tanggal lima,bukan nya kemarin tanggal dua puluh tujuh ?" Tanya nya bingung


"Kamu koma delapan hari sayang "Ucap Azzam


"Delapan hari ?" Kejut nya


"Iya,sudah lah,kamu istirahat saja jangan berfikir yang macam-macam"


"Maaf ya ,mungkin aku sudah membuat kamu dan yang lain khawatir " Lirih Lala


"Iya,kamu udah bikin aku takut tau gak. Aku gak mau sampai terjadi sesuatu pada mu,aku belum siap kehilangan kamu. Kamu harus janji ya untuk selalu bersama ku ,jangan pernah kamu tinggalkan aku juga anak kita " pinta Azzam dengan menggenggam tangan Lala


"Kamu tau? Selama kamu koma aku merasa dunia aku runtuh,aku tak tau apa yang akan aku lakukan jika kamu benar-benar pergi meninggalkan aku " lirih nya


"Sebegitu takutkah kamu kehilangan aku ?" Lala merasa terharu


"Sangat ,sangat takut. Jadi,aku mohon setelah ini jangan lagi membuat aku ketakutan,aku gak akan sanggup sayang " Azzam memeluk Lala erat seakan ia tak rela melepas nya


"Sayang,jangan terlalu kencang meluk nya,aku gak bisa nafas " Lirih Lala


"Astaghfirullah,maaf " sontak Azzam melepaskan pelukan nya


Namun Lala malah terkekeh melihat wajah panik suami nya " hehehe....maaf ,bercanda "

__ADS_1


"Astaga sayang ,kamu bikin aku jantungan deh ,kirain beneran " ucap Azzam lemas


Di ambang pintu kamar mandi,nampak Sri terharu melihat perhatian Azzam pada Lala. Ia tak menyangka jika Azzam begitu mencintai putri nya.


"Semoga kalian selalu rukun dan hidup bahagia " Batin nya


***


Keesokan harinya


Para sahabat nya datang menjenguk setelah tahu jika semalam Lala sudah sadar dari koma. Tadinya mereka ingin langsung datang melihat kondisi Lala ,namun karena malam sudah sangat larut membuat mereka sepakat untuk datang pagi-pagi.


"Assalamualaikum" Ucap mereka begitu memasuki ruangan rawat


"Waalaikumsalam, ayo masuk semua nya " Sri dan Susi mempersilahkan mereka masuk


"Nah,karena sekarang ada kalian ,kami keluar dulu ya,mau ngisi perut dulu" Ucap Banu


"Iya , paman silahkan " Sahut Deni


Setelah para orangtua keluar ,mereka pun berbincang-bincang


"Alhamdulillah La,kami lega lihat kamu sekarang " Ucap Sarah


"Aku baru kemarin loh tau kamu masuk rumah sakit terus koma ,emang bener-bener mereka kompak banget rahasiain kondisi kamu"Sarah mengadu


"Maaf ,kita kan gak mau kamu kefikiran nanti ngaruh juga ke kandungan kamu " Ucap Mila


"Apa yang dilakukan Mila bener Sarah ,aku kalau ada di posisi Mila juga akan ngelakuin hal yang sama. Cukup aku saja yang mengalami hal seperti ini,kamu jangan " Ucap Lala


"Aaaahhh.... kalian emang bestie-bestie aku ,makin sayang deh " Sarah memeluk Lala dan Mila bersamaan dengan posisi Lala di tengah karena ia yang berada di atas tempat tidur


Deni dan Ovan menghampiri Azzam yang tengah menimang Azlan. Tadi Azlan rewel setelah menyusu.


"Duplikat kamu banget ini mah " Ucap Ovan


"Iya dong,aku kan bapak nya " Ucap Azzam bangga


"Oh iya ,besok aku balik lagi ke LN " Ucap Deni


"Besok ,cepet amat ?" Tanya Lala


"Cepet apa nya ,aku di sini udah hampir dua Minggu " Sahut Deni


Namun saat itu Sarah tiba-tiba terlihat gelisah. Lala yang sadar pun bertanya,"Kamu kenapa Sarah ?"


Mereka kemudian menoleh pada Sarah.


"Kamu kok keringetan ?" Tanya Mila


"gaeesss.... seperti nya aku bakal nyusul Lala deh " Ucap Sarah meringis


"Maksud kamu ?" tanya Mila


"Perut aku.... sakit,aduhhh....."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2