
Jalanan pagi ini nampak basah setelah salaman di guyur hujan. Azzam mengantarkan Lala ke kampus nya setelah itu ia pergi ke kosan Ovan untuk mengambil motor nya. Kelas pun akan dimulai sekitar satu jam lagi,Lala berangkat lebih awal karena ada urusan bersama dosen nya.
"Gimana rasanya nikah muda ?" Tanya Ovan .Mereka sudah berada di kosan Ovan
"Gimana ya,susah jelasin nya " Jawab Azzam sambil mengecek kondisi motor nya
"Motor nya baik-baik saja kok ,aku gak berani pake " Ucap Ovan,Azzam hanya menoleh sekilas
"Terus rasanya nikah sama temen sendiri tuh gimana?" Tanya nya lagi
"Karena aku udah tahu sifat dan sikap nya Lala sih jadi tak terlalu sulit menghadapi nya" Jawab Azzam seadanya
"Kalian kan udah saling naksir dari dulu jangan fikir aku gak tahu ya ,dari gelagat kalian aku bisa menebak kalau diantara kalian tuh ada rasa yang berbeda dari sebatas pertemanan "
"Sok tahu " Azzam mencebik
"Lah bukan nya sok tahu, orang-orang juga ngira kalian pacaran saat itu,tapi ya sudah lah toh sekarang kalian udah nikah juga. Jadi malam pertama nya lancar kan ,gak ada canggung atau malu gitu "Ovan terkekeh,ia jadi membayangkan bagaimana Azzam dan Lala ketika malam pertama
"Jangan berfikiran ngeres" Azzam melempar kain lap hingga menutupi kepala Ovan
"Hehehe...dikit "Ovan nyengir sambil menarik kain lap tersebut
"Terus gimana ....."
"Nanya lagi aku tampol ya,daritadi banyak nanya terus " Potong Azzam yang mulai jengah karena daritadi Ovan terus bertanya ,apalagi pertanyaan nya semakin menjurus
"Udah yuk berangkat ,keburu siang entar telat "Ajak Azzam seraya menghidupkan motor nya
"Eh Zam ,si Lala udah tahu kamu pindah kuliah?" Tanya nya
"Belum,rencana nya nanti siang habis selesai kelas aku akan ngasih tahu ,sekalian bikin kejutan. Awas kalau berani ngebocorin"Ancam nya
"Iya iya aku tutup mulut "
Saat keduanya hendak pergi ,datang seorang laki-laki yang langsung menghajar Ovan
Bruukk'
"Ternyata kamu sembunyi di sini hah ! Dasar pengecut !" Pria itu kembali meninju Ovan yang sudah terkapar di jalan
Azzam yang terkejut pun segera membantu Ovan
"Hentikan ! Ada apa ini ?" Azzam menarik Ovan dan menjauhkan dari pria itu
"Jangan ikut campur ,biar aku habisi dia ! Kurang ajar ! Sudah berbuat malah lari dari tanggung jawab " Umpat pria itu kembali hendak memukul Ovan
"Cukup ! Kita selesaikan baik-baik, sebenarnya ada apa ini?" Tanya Azzam menghalangi pria itu
"Dia sudah menghamili adik ku "
"Apa?" Azzam begitu terkejut mendengar nya,ia lantas menoleh pada Ovan yang tengah meringis kesakitan
"Itu tidak benar " Sangkal Ovan
"Maling mana ada mau ngaku !" Maki pria itu
"Aku sudah katakan yang sebenarnya,tapi kalian tak percaya " Ucap Ovan
"Kalau kamu merasa tak salah kenapa kamu lari hah ,bangs*t ! Dengan kamu lari berarti kamu sudah mengakui nya ,sekarang juga ikut dengan ku ,atau kamu aku laporkan ke polisi " Ancam pria itu dengan wajah sangar nya
__ADS_1
"Ok ,lebih baik aku dipenjara daripada mengakui sesuatu yang aku tidak lakukan " Ucap Ovan
"Sebaiknya kita bicarakan masalah ini baik-baik,kita dengarkan penjelasan nya dulu,aku percaya teman ku tidak akan melakukan perbuatan hina itu "Azzam memang tak mau percaya begitu saja ,karena ia sudah mengenal Ovan sejak mereka masih kecil.
"Huh ,percuma dia gak bakal mau ngaku "
"Apa yang harus aku akui ,memang aku gak pernah melakukan nya kok " Ucap Ovan
"Apa susah nya sih ngaku bangs*t !" Umpat nya lagi
"Cukup! Kita bicarakan di tempat lain ,jangan di sini " Azzam merasa tak enak pada orang-orang yang mulai berdatangan karena keributan tersebut
Di sinilah mereka berada saat ini. Di Sebuah kafe tak jauh dari kampus.
"Jadi bagaimana cerita nya ?" Tanya Azzam menatap Ovan
Ovan menatap pria yang menghajar nya tadi.
"Pada tanggal lima belas mei hari sabtu malam Minggu ,aku masih ingat hari dan tanggal nya dengan jelas ...
"Jangan bertele-tele,cepat ceritakan "Potong pria itu
"Sabar dong ,dengarkan dulu! Malam itu,aku menghadiri entah acara apa aku tak begitu faham ,karena aku tidak diundang oleh si pemilik acara ,aku pergi karena diajak Sinta. Awal nya aku nolak tapi ia tetap memaksa dengan alasan dia tak berani berangkat sendiri. Acaranya di puncak. Di villa itu kami melakukan pesta kembang api ,lalu bakar-bakaran,di sana hanya aku yang tidak minum alkohol,meski ditertawakan karena tak minum aku tak perduli. Sinta pun memberikan ku es jeruk aku terima dan langsung meminum nya. Selang beberapa menit aku merasa ngantuk,aku masih ingat kalau aku berbaring di kursi kayu di belakang villa sebelum mataku terpejam. Akan tetapi saat terbangun aku sudah berada di kamar dengan Sinta yang berada di samping ku. Tentu aku terkejut sebab kami dalam keadaan telanjang. Kalau pun aku mabuk saat melakukan nya itu tak masuk akal karena aku sama sekali tak minum ,dan jika pun benar aku mabuk aku pasti akan mengingat setiap adegan nya ,tapi aku sama sekali tak ingat apapun selain kepala ku yang sakit" Tutur Ovan menjelaskan yang sebenarnya
"Jadi kamu mau bilang kalau adik ku yang menjebak mu ! Begitu? Jangan sembarangan kau fikir adik ku perempuan macam apa hah !" Pria itu nampak tak terima dengan penjelasan Ovan tadi
"Terserah mau percaya atau tidak ,yang jelas aku sudah mengatakan yang sebenarnya,dan kalau pun dia hamil oleh ku ,mungkin usia kandungan nya masih satu mingguan saat dia mengatakan dia hamil waktu itu ,tapi nyatanya saat itu usia kehamilan nya sudah memasuki tiga bulan. Yang benar saja kejadian saat itu baru satu mingguan tau-tau sudah tiga bulan " Pria itu terdiam mendengar penjelasan Ovan
"Tapi apa yang di ceritakan Sinta tidak seperti itu ,kalian melakukan nya atas dasar suka sama suka,kamu jangan banyak alasan ya "
"Kalau begitu kita lakukan sumpah pocong " Cetus Ovan tiba-tiba
"Biarkan saja ,biar terbukti mana yang benar dan tidak ,aku berani melakukan nya karena aku memang tak bersalah" Ucap Ovan yakin
Pria itu nampak terdiam , seperti nya ia tengah memikirkan sesuatu.
"Kalau ternyata dia benar ,bagaimana nasib Sinta? Orang-orang pasti aka menggunjing nya " batin nya
"Kita lakukan sumpah pocong di lapangan saja biar ditonton banyak orang " Ucap Ovan lagi ,ia yakin jika pria itu akan keberatan
"Jangan! jangan lakukan itu ,baiklah jika memang kamu benar-benar tidak bersalah ,tapi apa tidak sebaiknya kamu menolong Sinta ,kasihan dia , orang-orang pasti akan mencibir nya " Ucap pria itu panik
"Minta tolong bagaimana?" tanya Azz menarik satu alis nya
"Tolong nikahi Sinta ,minimal sampai bayi nya lahir setelah itu kamu bisa menceraikan nya "
"Maaf ,pernikahan bukan untuk main-main,saya tidak mau" Tolak Ovan
"Begini saja,kita lakukan tes DNA,sekarang usia kandungan nya sudah lebih dari tiga bulan kan ,jadi saya rasa sudah bisa melakukan nya ,jika terbukti kalau bayi itu memang hasil perbuatan teman saya maka kamu mau tidak mau harus bertanggung jawab menikahi nya " Ucap Azzam memberi solusi
"Tapi Zam aku benar-benar tidak melakukan nya ,mama mungkin bisa cocok tes DNA nya " Seru Ovan
"Ya kalau kamu merasa tidak melakukan nya harus nya kamu tenang " Ucap Azzam
"Yang benar saja " Gumam Ovan
Sementara itu Lala sudah berada di dalam kelas , sebentar lagi kelas nya dimulai.
"Si Ovan kok belum datang "Ucap Lala pelan
__ADS_1
Beberapa saat kemudian dosen memasuki ruang kelas. Kuliah pun segera dimulai. beberapa menit kemudian seseorang mengetuk pintu.
"Maaf pak ,saya terlambat "Ucap nya
"Ya ,duduk lah " sahut sang dosen
"Dari mana saja kok baru datang?" Tanya Lala berbisik
"Biasa lah ada urusan sedikit " Jawab Ovan
Lala mengangguk dan tak lagi bertanya karena suara dosen nya di depan tengah menjelaskan materi pembelajaran.
Sekitar satu jam kemudian kelas selesai,Lala berjalan di koridor namun ia mendengar suara para mahasiswi yang membicarakan mahasiswa baru.
"Dengar-dengar ada mahasiswa baru ya ,jurusan apa sih ?"
"Entahlah,kalau gak salah jurusan pendidikan gitu,tapi gak tahu juga sih "
"Eh itu bukan sih ? Ganteng banget "
"OMG ! Dia jalan ke arah sini "
Semua kaum hawa di sana pada heboh saat Azzam tengah berjalan ,mereka menatap penuh harap pada pria itu ,bahkan ada juga yang nekat mencegat langkah nya hanya untuk berkenalan. Hal itu membuat langkah nya terhenti. Dan jadilah mereka semua merapat dan mengerubungi Azzam.
Jangan ditanya bagaimana Lala saat ini. Ia benar-benar merasa jengah dan kesal. Dengan sekuat tenaga ia menarik satu persatu wanita-wanita itu.
"Minggir ! Kalian menghalangi jalan ku !"
"Aww...."
"Aduh "
"Hai ,sudah selesai kelas nya?" Tanya Azzam ketika Lala sudah berada di depan nya
Para mahasiswi di sana nampak kasak-kusuk melihat Azzam yang begitu hangat menyapa Lala.
"Kamu pindah kuliah ke sini?" Tanya Lala
"Iya ,demi kamu ,aku tak bisa kalau harus terus berjauhan dari istri ku "
"HAH... ISTRI...!!!" Mata mereka melotot dengan mulut ternganga
"Uluh uluh....manis nya suami ku ini " Lala mencubit pipi Azzam gemas ,hal itu membuat para kamu hawa gigit jari
"Ya sudah yuk kita pergi " ajak Azzam seraya meraih tangan Lala
"Yuk ! " Kedua nya pun pergi diiringi tatapan penuh iri dari para kaum hawa yang melihat
"Kok bisa ya Lala dapet cowok ganteng gitu"
"Beneran gak sih ,kalau mereka suami istri?"
"Tadi kan kalian denger sendiri yang dikatakan cowok nya "
"Pantas saja penampilan nya berubah drastis "
"Hm,...sekarang gimana dengan nasib ku,si Azzam sih pake ngusulin tes DNA segala ,udah bagus sumpah pocong saja ,kalau tiba-tiba hasil nya cocok gimana"
Ovan menatap kepergian dua sejoli yang jadi pusat perhatian saat ini. Pria itu merasa galau meski ia yakin tidak melakukan nya entah kenapa hati nya sangat khawatir jika hasil nya malah cocok ,padahal ia tak perlu takut karena kalau ia bukan ayah biologisnya sudah pasti hasil nya pun akan beda.
__ADS_1
Bersambung....