
Selama di dalam kelas Lala nampak tidak fokus. Fikiran nya terus tertuju pada gambaran yang ia lihat tadi di dalam mobil. Suara ledakan ,api yang membumbung tingga serta jeritan ketakutan terdengar meraung-raung di telinga nya.
Ia semakin gelisah ketika ia juga melihat Azzam yang bersimbah darah. Hatinya tiba-tiba kalut.
"Ya Tuhan, jangan biarkan sesuatu yang buruk menimpa nya " Batin nya
Beberapa saat kemudian Lala selesai kelas ,ia masih harus mengikuti kelas satu jam lagi. Saat ini Lala sudah berada di kantin bersama Azzam. Mata nya tak pernah berhenti menatap suaminya itu.
"Kamu dari tadi liatin aku terus sih,aku jadi malu jadi nya" Ucap Azzam seraya balas menatap istrinya,namun kedua mata Lala malah berkaca-kaca
"Cih,kalian ini tak tau apa,ada para jomblo di sini" Cetus Ovan
"Kalian jadian saja kalau gitu,biar gak jomblo lagi " Ucap Azzam dengan terus menatap Lala
"Idih ,ogah amat " Mila mencebik
"Gak usah begitu Mil,nanti kualat loh,yang ada nanti kamu malah cinta mati sama aku " Ovan mengulum senyum
"Ishhh....apa sih ,gak jelas banget ! Udah lah aku pergi saja ,kalian ini pada gak jelas " Mila beranjak dan berlaku begitu saja
"Eh, Mila tunggu dong ,aku mau bicara sesuatu sama kamu " Seru Ovan mengejar Mila
Azzam menggeleng kan kepala melihat kedua sahabatnya pergi ,ia kemudian beralih menatap Lala yang kini sudah berurai air mata.
"Loh kamu kenapa? Kok nangis ?" Tanya Azzam terkejut. Ia segera membantu menghapus air mata nya
"Aku takut "Lirih Lala
"Ada apa ?"Tanya Azzam lembut. Kini ia menggeser tempat duduk nya menjadi lebih dekat dengan Lala
"Aku ,....aku melihat ada api besar ,ledakan,dan ,....dan...." Tenggorokan Lala tercekat
"Dan apa ?"Tanya Azzam sabar
"Aku,....lihat kamu berlumuran darah. Aku takut terjadi sesuatu sama kamu,aku mohon batalkan kepergian mu ke Bogor ,sungguh perasaan ku sangat tidak enak " Lala mulai terisak
"Astaghfirullah......" Lirih Azzam pelan
"Istighfar,sayang,itu cuman penglihatan mu saja ,belum tentu itu jadi kenyataan. Kalaupun terjadi mungkin semua sudah takdir dari Allah,kita tidak bisa mencegah nya , meskipun aku berusaha menghindari tapi jika sudah waktunya aku terkena musibah,ya musibah bisa terjadi di mana saja " Ucap Azzam
"Tapi aku gak mau kehilangan kamu " Lirih Lala kembali
"Aku juga gak mau ninggalin kamu,kita berdoa saja semoga Allah selalu menjaga kita dimana pun kita berada. Sudah ya ,jangan nangis lagi" Azzam membawa Lala ke dalam pelukan nya
Semua orang yang berada di kantin memperhatikan ke arah mereka.
"Kenapa tuh ?"
"Berantem kali "
Beberapa dari mereka berbisik membicarakan Lala, sementara di sudut lain seseorang nampak menghela nafas melihat nya.
"Ternyata bener kan ,mereka ada sesuatu hubungan ,berarti rumor tentang pernikahan mereka juga,mungkin benar adanya" Gumam nya pelan
__ADS_1
"Gus,ternyata Lo di sini,gue cariin juga daritadi " Ucap teman nya Bagus lalu duduk di berhadapan dengan nya
"Ada apa nyariin gue,kangen ?"Tanya bagus datar
"Cih,najis gue kangen Lo. Ini gue diminta untuk kasih proposal ini sama Bu Jamilah "
"Kok gue ?"
"Ya meneketehe , Lo tanya sendiri saja sono sama Bu Jamilah ,udah ya gue pergi " Teman nya itu langsung pergi meninggalkan Bagus
"Ya salam...ini berarti aku harus nemuin tuh dosen genit,akh.... ada-ada saja " Bagus pun beranjak ,lalu ia menoleh pada Lala dan Azzam yang saat itu juga sudah beranjak dari tempat duduk mereka
"Huuuuh...belum apa-apa bendera putih sudah berkibar " Lirih nya seraya menyentuh bagian d*da nya. Setelah itu Bagus pun pergi meninggalkan kantin
"Kita mau kemana ? Sebentar lagi kelas ku dimulai "Tanya Lala ketika Azzam membawa nya ke parkiran
"Ke mini market dulu,aku mau cari makanan buat nanti nunggu kamu " Jawab Azzam asal
"Kenapa mesti jauh-jauh ke mini market ,di kantin juga kan makanan sudah tersedia?" Tanya Lala bingung
"Gak apa-apa,aku mau saja ke sana"
"Ya sudah " Lala pun tak lagi bertanya ,meski kini hatinya sudah lebih tenang tapi tetap saja kekhawatiran tetap menyelimuti hati nya
"Oh iya ,kata Mila Sarah mau nikah sama bang Iqbal " Ucap Lala ,Azzam seketika menoleh pada Lala
"Oh,ya...bagus dong,kapan ?" Sahut Azzam merasa senang
"Minggu-minggu ini "
"Ya,aku juga gak tahu ,tapi baguslah lebih cepat kan lebih baik ,nanti rencana nya aku mau jadi Bridesmaids nya Sarah ,boleh ya ?" Pinta Lala
"Boleh dong,masa enggak sih"
"Makasih "Lala tersenyum menatap Azzam
Sementara itu Mila kini seperti sedang main petak umpet ,Ovan yang kebingungan mencari keberadaan nya mendudukan diri nya di lantai kampus yang panas karena terkena terik nya matahari.
Sedangkan Mila yang tengah bersembunyi tak menyadari jika dibelakang nya ada Ovan.
"Syukur deh ,dia gak ngejar lagi, BeTe banget sih kalau ingat itu" Mila yang kesal gara-gara teringat dengan Ovan yang sudah menghamili perempuan lain ,rupanya ia belum tahu kebenarannya.
Saat itu tiba-tiba saja Roy datang menyapa Mila.
"Hai Mila,sedang apa kamu di sini ?"
Mendengar nama Mila di sebut Ovan menoleh. "Lah dia di cari ternyata ada di sini " Gumam nya pelan ,ia kemudian bersembunyi dibalik pot bunga besar
"Eh,hai juga. Gak ngapa-ngapain cuman duduk saja sambil nunggu kelas dimulai " Jawab Mila
"Boleh gabung gak nih?"
"Tentu saja boleh " Sahut Mila nampak tak keberatan
__ADS_1
"S*al,ngapain itu kadal buntung deketin Mila " Geram Ovan
"Habis kuliah kita jalan yuk !" Ajak Roy
"Maaf banget Roy,gak bisa " Tolak Mila
"Memang nya kamu sibuk apa sih,kok tiap aku ajak jalan nolak terus ?" Tanya Roy merasa kesal
"Aku kerja" Jawab Mila singkat
"Bagus Mil,jangan mau diajak pergi kadal buntung" Batin Ovan bersorak
"Kerja ?" Kening Roy berkerut
"Iya,aku kan bisa kuliah berkat beasiswa,sedangkan untuk makan sehari-hari aku harus mencari sendiri,gak mungkin lah aku minta orang tua aku. Sedangkan orangtua aku hanya petani biasa" Tutur Mila tanpa menoleh pada Roy
Tiba-tiba sudut bibir Roy terangkat."Gimana kalau kamu jadi cewek aku,semua biaya hidup kamu akan aku penuhi,kau mau belanja apapun bebas tinggal bilang ke aku " Ucap Roy percaya diri,ia sangat yakin jika Mila akan mau menerima tawaran nya. Karena setiap wanita yang ia dekati selalu luluh dengan diiming-imingi uang.
"Emang kamu fikir aku cewek apa an? Maaf Roy aku tersinggung dengan ucapan mu. Permisi aku mau ke kelas " Tanpa mendengar jawaban Roy ,Mila buru-buru pergi meninggalkan Roy
"Sok jual mahal ,dasar cewek miskin tak tahu diri ,ditawari yang mudah malah nolak " Roy kesal karena tawaran nya ditolak mentah-mentah. Selama ini tak ada wanita yang menolak pesona uang nya,para wanita yang berhasil ia kencani pun selalu rela memberikan apapun yang diminta Roy termasuk kehormatan nya sebagai seorang wanita ,sebagai bentuk timbal balik uang yang sudah ia gelontorkan untuk wanita-wanita itu.
Ovan mengepal kan tangan kuat-kuat mendengar nya,ia bersumpah untuk selalu melindungi Mila dari rencana busuk Roy.
Kini Lala dan Azzam sedang dalam perjalanan kembali ke kampus ,Azzam sudah membeli makanan yang ia inginkan.
"Jauh-jauh ke minimarket cuman buat beli kripik singkong,ya Allah Zam,kaya di kantin gak ada saja ,heran aku " Ucap Lala menggeleng
"Kan rasanya beda sayang ,tingkat kerenyahan nya pun berbeda " Sahut Azzam santai
"Ya jelas lah ,orang yang di minimarket bikin nya pakai mesin ,beda dengan yang di kantin yang dibuat secara manual" Balas Lala
"Siapa bilang,justru ini dibuat manual" cetus Azzam
"Darimana kamu tahu ?" Tanya Lala menautkan alis
Namun bukan nya Azzam menjawab ,ia malah tersenyum.
"Cih,dasar aneh " Lala berdecih
"Kamu percaya gak ,kalau keripik ini punya aku ?"
"Hah? Maksud nya ?" Tanya Lala
"Kita gak perlu buka usaha ya,uang warisan kakek kamu kita simpan saja ,buat jaga-jaga jika ada hal urgen. Alhamdulillah aku punya bisnis kecil-kecilan,dan keripik singkong ini contoh nya , sebenarnya aku tidak terjun langsung dalam pengolahan nya ,hanya saja aku sudah punya beberapa pegawai untuk mengerjakan ,aku hanya memeriksa dan mendapatkan untung nya saja" Tutur Azzam yang sungguh membuat Lala melongo
"Sayang,ku serius? Sejak kapan ?" Tanya Lala
"Sebenarnya usaha aku dimulai sudah dari satu tahun yang lalu, alhamdulilah semua berjalan lancar ,bahkan kini penjualan sudah nyebar ke berbagai kota dan pelosok , sementara pabrik nya sendiri ada di Sumedang,hanya butuh setengah jam perjalanan mobil dari rumah"jelas Azzam
"Terus apa bapak dan ibu tahu? Kok mereka gak pernah bilang "Tanya Lala lagi
"Belum tahu,rencana nya aku mau ngasih mereka kejutan. Kamu gak keberatan kan kalau aku nyisihin uang dari hasil penjualan buat biaya umroh nya bapak dan ibu?" Tanya Azzam hati-hati,ia khawatir jika Lala akan keberatan
__ADS_1
"Masya Allah Azzam.....aku bener-bener bingung harus berkata apa ,aku gak nyesel jadi istri kamu. Tentu saja aku tidak keberatan,aku justru akan mendukung niat kamu berangkat kan ibu dan bapak umroh " Saking terharu nya Lala sampai menitikkan air mata ,ia lantas memeluk Azzam dari samping karena Azzam tengah menyetir.
Bersambung....