Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Calon mempelai


__ADS_3

Azzam membawa Lala menuju parkiran.


"Loh kok ke sini,mobil nya kan di sana "Ucap Lala ketika Azzam membawa ke parkiran motor


"Mobil nya udah di rumah ,kita naik motor " Kata Azzam


"Loh kok bisa ?" Azzam malah tersenyum menanggapi


"Yuk !" Azzam menarik lengan Lala untuk segera menaiki motor


Lalu kuda besi itu pun meluncur meninggalkan area perkampusan. Nampak Mila dan Sarah yang melihat hanya bisa tersenyum.


"Gemes banget sih sama mereka "Ucap Mila


" He'em "


"Mila,temenin aku yuk !" Ajak Ovan tiba-tiba


"Kemana ? Gak ah ngapain " tolak nya


"Ketemu dosen "


"Lah kalau mau ketemu dosen ya ketemu saja ,kenapa mesti diantar sih ?" Keluh Mila nampak enggan


"Dosen nya centil,aku takut digodain " Ovan nampak tak nyaman dengan dosen perempuan itu


"Oh ,Bu Jamilah " Ucap Mila


"Bu Jamilah memang terkenal genit sih "Timpal Sarah


"Nah itu,Sarah tau ,udah yuk nanti aku antar kamu pulang " Tanpa mendengar persetujuan dari Mila,Ovan langsung menarik lengan Mila,terdengar suara Mila yang nampak protes tapi tak diindahkan oleh pria itu ,Sarah pun hanya menggelengkan kepala nya


Saat Sarah sedang berjalan hendak menunggu angkutan umum, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan nya.


"Bang Iqbal "Kening Sarah berkerut dengan kedatangan polisi muda itu. " Mau apa dia ?" fikir nya


"Mau pulang ?" Tanya Iqbal basa basi


"Iya " jawab Sarah


"Bisa minta waktu nya sebentar,ada yang mau aku omongin sama kamu " Ucap pria itu berdiri di depan nya


"Ada apa ya ?" Tanya Sarah


"Kamu ikut aku yuk ,jangan bicara di sini "Iqbal membukakan pintu depan mobil nya agar Sarah mau ikut dengan nya. Dengan canggung Sarah pun melangkah masuk kedalam mobil


"Kita mau kemana ?" tanya nya


"Kita bicara sambil makan ,aku belum sempat makan tadi pagi" Ucap Iqbal seraya mencari kafe atau restoran


"Belum makan dari pagi? Jangan bohong bang,ini sudah lewat tengah hari makan siang pun sudah kelewat masa Abang belum sarapan " Ucap Sarah merasa tak percaya


"Iya ,maklum lah aku sedang menangani kasus baru. Kamu tahu kasus bom bunuh diri? Yang terjadi di kompleks perumahan depan rumah anak dan menantu pengusaha terkaya saat ini?" Tanya Iqbal


"Iya tahu ,jadi beneran itu bom bunuh diri ?" Tanya Sarah nampak penasaran


"Bukan. Dari hasil penyelidikan rupanya dia korban penculikan. Akar masalah nya sih karena masalah bisnis,si pelaku merasa kalah maka dia menculik anak nya ,tadinya anak remaja itu hendak di kirim ke luar kota untuk dijual ,tapi karena lagi-lagi dia kalah maka dia nekat buat bunuh anak itu dengan menggunakan bom " Tutur Iqbal menjelaskan


"Ih ,kok sampai segitu nya sih,jadi takut punya suami pengusaha " lirih Sarah


"Emang kamu ada cita-cita punya suami pengusaha?" Tanya Iqbal melirik gadis di samping nya


"Eh ,enggak kok,cuman asal bicara saja "Sarah nampak gelagapan


"Terus apa pelaku nya sudah di tangkap ?" Pertanyaan yang bodoh sebenarnya,tapi karena Sarah merasa gugup jadi ia tak bisa berfikir secara benar

__ADS_1


"Sudah ,kalau belum aku gak bakal tahu kalau itu bukan pelaku bom bunuh diri dan tahu kejelasan kasus nya " Sahut Iqbal sambil terus mengemudikan mobil nya


"Eh,i...iya juga ya " Sarah nampak kikuk lalu menoleh ke luar


Singkat cerita mereka sudah berada di sebuah kafe.Beberapa makanan dan minuman sudah tersaji di meja.


"Ayo temani aku makan " Ucap Iqbal


Meski malu dan canggung,Sarah berusaha mengusir kecanggungan nya,ia mulai meraih makanan di depan nya.


Sedang ia makan , tiba-tiba Iqbal berucap yang membuat Sarah tersedak


"Besok orang tua aku datang "


"Lalu ?"Tanya Sarah


"Mereka ingin menjodohkan ku. Aku tak mau,kamu mau kan berpura-pura jadi pacar aku ?"


"Uhhuukk..... Uhhuukk......"


Sementara itu Lala dan Azzam sudah sampai di sebuah pusat perbelanjaan.


"Kita mau apa di sini ?" Tanya Lala


"Belanja lah emang mau ngapain lagi ?" Ucap Azzam segera membawa Lala masuk


"Ya tapi ,belanja apa ?" Tanya Lala bingung


"Belanja bahan makanan ,sama belanja bulanan " jawab Azzam


"Owh..." Lala mengangguk faham


Keduanya lalu memasuki pusat perbelanjaan tersebut . Mereka membeli beras ,sayuran ,daging ,telur ,mie instan,dan makanan kalengan.


"Terus ini gimana bawa nya ?" Tanya Lala


"Gampang lah ,kita gunakan jasa ojol saja" Ucap Azzam seraya mengotak atik ponsel nya ,lalu kembali menyimpan nya di saku jaket setelah selesai


Tak lama kemudian ojol pesanan pun datang. Beberapa saat kemudian mereka pun sampai ,Azzam segera memberikan uang , meski ia sudah bayar lewat aplikasi.


Setelah ojol pergi ,keduanya segera membawa barang-barang belanjaan mereka ke dapur lalu menata nya.


"Kamu mandi saja dulu ,ini biar aku yang bereskan " ucap Azzam


"Enggak , kita kerjakan bersama " Tolak Lala lalu meraih kardus mie instan dan menata mie instan tersebut ke dalam lemari kabinet


Lala menggunakan kursi plastik tanpa sandaran untuk bisa menjangkau lemari kabinet tersebut.Akan tetapi lala hilang keseimbangan hingga ia pun hampir terjatuh ,beruntung ada Azzam yang segera menangkap tubuh nya hingga ia tak jatuh ke lantai.


"Kamu gak apa-apa? Aku kaget banget tadi " Tanya Azzam seraya mendudukan Lala di kursi


"Aku juga kaget .Makasih sudah menangkap ku" Ucap Lala


"Iya ,beruntung aku ada di dekat kamu dan pas lihat kamu mau jatuh coba kalau


enggak ,lain kali lakukan yang mudah-mudah saja ,jangan naik kursi lagi"ucap Azzam mengambil minum


"Ish ,aku kira minum nya mau dikasih ke aku " Lirih Lala ketika melihat Azzam yang meminum air nya


"Hihihi,kamu mau juga ,nih bekas aku mau?" Tawar nya. Tanpa menyahut Lala segera meraih gelas di tangan Azzam lalu meminum nya


"Kita belanja banyak banget emang ini gak bakal busuk kalau terlalu lama "Lala memperhatikan belanjaan nya di atas meja


"Kita akan masak buat di bagi-bagi pada tetangga terdekat ,walau bagaimanapun kan kita hidup bertetangga,ada apa-apa pasti tetangga yang lebih dulu ketimbang keluarga kita yang jauh " Ucap Azzam


"Iya juga sih,tapi yang masak siapa ? Aku kan gak bisa masak "Tanya Lala

__ADS_1


"Aku yang masak kamu bantu potong-potong sayuran sama kupas bawang saja "


"Emang bisa ?"


"Kamu lihat saja nanti " Ucap Azzam sambil mengedipkan mata


"Loh mau kemana katanya mau masak ?" Tanya Lala ketika Azzam malah beranjak


"Besok saja ,sekarang sudah sore,besok kan hari minggu ,nanti setelah isya kita ke rumah pak RT"


"Mau ngapain ?" Tanya Lala ikut beranjak


"Kita silaturahmi,kita kan belum lapor RT sini" Sahut Azzam merangkul Lala


"Owh "


Keduanya kemudian membersihkan diri mereka secara bergantian. Di tempat lain , Sarah baru pulang ke kosan diantar Iqbal. Setelah dari kafe tadi,Iqbal membawa Sarah ke pusat perbelanjaan untuk membeli baju untuk digunakan Sarah nanti ketika menemui otangtua nya. Meski tak enak tapi akhirnya Sarah menerima baju tersebut.


"Nanti aku kabari lagi kalau orangtua ku sudah tiba" Ucap Iqbal


"Iya,kalau gitu aku masuk ,makasih udah diantar pulang " Ucap Sarah lalu membuka pintu mobil. Iqbal hanya tersenyum,lalu ia menjalankan kembali mobil nya setelah Sarah masuk ke kosan nya


"Huuuuuffftt.......Ya ampun kenapa dengan jantung ku" Ucap Sarah seraya menyandarkan punggung nya pada pintu


Tak sadar bibir nya tersenyum ketika mengingat saat Iqbal memilih kan pakaian dan sepatu untuk nya.


"Ih,apa sih kamu Sarah, dia kan cuman minta tolong saja ,jangan baper deh" Maki nya pada diri nya sendiri


"Gak mungkin juga kan bang Iqbal menyukai ku "lirih nya


Sarah lalu pergi ke kamar nya untuk menyimpan tas dan barang belanjaan nya.


"Mandi dulu deh " gumam nya lalu beranjak ke kamar mandi


"Gara-gara si Mila pindah aku jadi sendirian kan " Gadis itu terus saja berbicara sendiri sampai akhir nya ia selesai mandi


Kembali pada Lala dan Azzam.


Setelah selesai melaksanakan shalat isya ,keduanya pergi menuju rumah pak RT. Azzam sudah bertanya pada warga yang tak sengaja melintas di depan rumah nya beberapa hari yang lalu,jadi ia tak terlalu kesulitan mencari rumah pak RT.


"Ini rumah nya ?" Tanya Lala


"Kaya nya sih iya , satu-satunya rumah berpagar ungu dan cat ungu memang rumah ini " Sahut Azzam


"Seperti nya RT di sini penyuka warna ungu deh ,lihat saja sampai kendaraan nya pun warna ungu" Ucap Lala


"Kita ke sana atau nanti saja ?" Tanya Lala


"Nanti saja deh gak enak seperti nya sedang ada acara keluarga " Jawab Azzam ,Lala pun menyetujui nya


Saat keduanya hendak pergi seseorang tiba-tiba keluar dari rumah RT tersebut dan menyalimi Azzam juga Lala.


"Alhamdulillah, akhirnya datang juga ,sudah di tunggu dari tadi ,ayo silahkan masuk ! Tapi ini kok cuman berdua,yang lain nya mana ?Ini pasti adik nya ya,ayo masuk !" Azzam dan Lala saling tatap dengan kening berkerut


Bingung. Tentu saja keduanya bingung.Saat hendak berbicara,pria berpeci itu kembali bersuara dan membawa Azzam masuk ,mau tidak mau Lala pun turut di belakang nya.


"Pak,calon mempelai nya sudah datang ,keluarga nya mungkin masih di jalan " Ucap nya ketika mereka memasuki rumah


"Calon mempelai" Gumam Lala dan Azzam saling pandang


"Ayo nak ,duduk,kita tunggu keluarga nya sebelum akad di mulai " Ucap pria paruh baya yang mengenakan pakaian batik


"Tunggu pak ! Ini maksud nya apa ?" Tanya Azzam


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2