Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Balada kacang tanah


__ADS_3

Siang ini Lala dan Azzam sudah berada di rumah orangtua Azzam. Lala sedang menunggu bumbu rujak yang sedang dibuatkan Susi di dapur sambil memperhatikan Azzam yang sedang bermain bersama Arkan di depan rumah.


Di sana terdapat perosotan dan ayunan yang Azzam belikan untuk Arkan. Azzam membawa Arkan menaiki perosotan yang tidak terlalu tinggi,dengan memangku nya Azzam meluncur.


"Hahaha....." Tawa ringan dan renyah Arkan terdengar sangat merdu ditelinga Azzam hingga pria itu merasa gemas dan terus menciumi anak itu


Puas dengan perosotan,Azzam membawa Arkan menuju ayunan dan mengayun Arkan secara perlahan. Akan tetapi Arkan tidak betah berlama-lama bermain ayunan. Bocah itu meminta turun.


Saat Azzam menurunkan Arkan,bocah itu ternyata sudah dapat berdiri sendiri dan berjalan perlahan , meski belum bisa berjalan dengan lancar.


"Wah, pintar nya kakak sudah bisa belajar jalan rupanya "Azzam merasa terharu melihat nya sampai-sampai ia menitipkan air mata


"Ya Allah,terhadap adik angkat nya saja dia bisa sangat menyayangi nya dengan tulus,apalagi sama anak kandung nya sendiri,beruntung banget kamu nak,punya ayah Azzam " Lirih Lala sambil mengusap perut rata nya


Saat itu Damar baru saja pulang dari toko nya ,ia terkejut melihat ada anak dan menantu nya di depan rumah , karena pada saat mereka datang Damar tidak ada di rumah.


"Assalamualaikum,Zam kalian kapan datang kok gak bilang-bilang kalau mau pulang ?" Tanya nya setelah ia turun dari mobil


"Waalaikumsalam pak,kita baru saja sampai kok " Sahut Azzam lalu meraih tangan Damar untuk menyalimi nya diikuti Lala kemudian


"Gimana kandungan kamu ,sehat kan ?"Tanya Damar pada Lala


"Alhamdulillah pak,kandungan nya sehat " Jawab Lala tersenyum


"Alhamdulillah kalau begitu , ibu mana ?" Tanya nya


"Ibu di sini ,kenapa kangen ya " Canda Susi sambil membawa nampan. Di atas nya terdapat cobek tanah yang berisi bumbu rujak serta buah kedondong yang sudah di kupas dan dipotong-potong


"Waduh seger nih kayanya,cocok nih buat yang lagi ngidam " Cetus Damar


"Iya pak,Lala memang kepingin makan kedondong " Ucap Azzam


"Iya,padahal sih gak usah bikin bumbu rujak ,kan aku mau nya makan kedondong nya doang,jadi ngerepotin ibu kan " Ucap maka tidak enak hati


Memang sebenarnya bukan Lala yang ingin makan rujak melainkan Azzam. Lala hanya ingin memakan kedondong nya saja.


"Enggak apa-apa,ibu gak repot kok,justru ibu senang bisa nyiapin nya ,ibu jadi keinget waktu dulu ngidam pas hamil Azzam " Ucap Susi dengan mata yang tiba-tiba berembun


"Ibu kenapa ?" Tanya Lala


"Ah,tidak. Tidak apa-apa ya sudah yuk dimakan " Ucap Susi segera mengerjapkan mata


Jika Lala dan Azzam tengah menikmati rujak,lain hal nya dengan Iqbal. Selama proses rekonstruksi berjalan ia nampak gelisah dan tidak fokus. Fikiran nya terus berpusat pada Sarah yang sampai saat itu belum ada kabar dari teman nya.Ponsel Sarah pun tak dapat dihubungi.


"Kenapa Wuri belum mengabari ya ,apa dia udah jemput Sarah atau belum" Gumam nya


Setelah beberapa adegan berhasil diperagakan,Iqbal kembali menghubungi Sarah ,namun lagi-lagi yang menjawab bukan Sarah melainkan suara perempuan lain yang mengatakan jika nomor telpon yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan ,mohon coba beberapa saat lagi.


Iqbal mendengus kesal, akhirnya ia memutuskan untuk pergi. Namun tentunya ia berpamitan dulu pada yang lain. Setelah berada di jalan,Wuri menelpon nya.


"Gimana ,kau sudah menjemput istri ku ?" Tanya Iqbal langsung


"Cepat kembali ! Istri mu di klinik "


"Apa ? Dia kenapa ?"Tanya nya panik


"Nanti saja aku jelaskan ,sekarang cepat lah datang " Ucap Wuri sengaja ingin membuat Iqbal khawatir

__ADS_1


"Kamu jangan nakut-nakutin aku dong,katakan saja ada apa dengan istri ku ,apa dia sakit,kecelakaan atau apa ?" Tanya Iqbal tak sabar


"Aku gak mau bilang sekarang karena takut kamu kefikiran dan kenapa-kenapa dijalan. Sudahlah jangan banyak tanya,sekarang juga cepatlah kemari,istri mu menunggu ,ada yang ingin dia katakan padamu " Ucap Wuri lagi


"Ya udah iya,iya ....aku sekarang di jalan ,kamu katakan saja dimana klinik nya ,aku kesana sekarang " Ucap Iqbal dengan wajah panik


"Iya,tapi ingat hati-hati dijalan jangan ngebut ,kamu harus sampai dengan selamat jika masih ingin melihat istri mu "Ucap Wuri sebelum Iqbal benar-benar mengakhiri panggilan telpon nya


"Ya Allah , astaghfirullah halazim ada apa sebenarnya,Sarah kamu kenapa , apa yang terjadi padamu " lirih Iqbal dengan hati yang sudah kalut


Wuri akhirnya mengetahui jika Sarah berada di klinik setelah ia bertanya pada orang-orang kampus. Ia sempat merutuki kebodohan nya karena tak mengecek orang yang pingsan tadi.


Di klinik tempat Sarah dirawat


"Apa gak apa-apa kita ngerjain bang Iqbal mbak ?" Tanya Sarah pada Wuri


"Hihihi...udah kamu gak usah khawatir,aku paling suka lihat dia panik " Wuri nampak cekikikan membayangkan bagaimana panik nya Iqbal saat ini


"Tapi kasihan bang Iqbal, dia pasti khawatir aku takut dia kenapa-kenapa di jalan " lirih Sarah


"Udahlah ,jangan fikirkan itu ,doakan saja dia akan cepat sampai " Ucap Wuri lalu tatapan nya beralih pada Bagus yang masih berada di sana


"Kamu ngapain masih di sini ? Mau kamu dijadiin perkedel sama Iqbal,dia itu kalau udah cemburu bisa bikin kacau semua nya "


"Masa sih mbak ?" Tanya Sarah tak percaya


"Iya ,aku tuh udah kenal Iqbal sejak SMP,kita satu angkatan ,sampai SMA juga kita barengan lagi,jadi aku sudah hafal betul gimana dia" Sahut Wuri


"Kalau dia cemburu apapun dan siapa pun bisa jadi sasaran kekesalan nya, sampai-sampai cowok satu sekolahan tidak ada yang berani mendekati pacar nya dulu " lanjut nya


"Mungkin bang Iqbal memang orang nya cemburuan ,tapi apa mungkin dia cemburu dengan Bagus " gumam Sarah membatin


"Maaf ya,aku tidak bermaksud....."


"Ah ,tidak apa-apa kok. Itu kan hanya masa lalu ,aku justru penasaran dengan cerita nya ,bisa ceritakan masa lalu bang Iqbal "Pinta Sarah


"Beneran gak apa-apa?" Tanya Wuri ragu


"Beneran ,siapa tahu dari cerita itu aku bisa memetik hikmah nya,dan bisa belajar juga dari pengalaman nya " Ucap Sarah membuat Wuri merasa takjub


"Biasa nya cewek lain selalu gak mau membahas masa lalu cowok nya termasuk aku ,tapi dia ternyata lain " Batin Wuri


"Apa bang Iqbal dulu nya bucin ?" Tanya Sarah karena Wuri tak kunjung bercerita


"Hm,....iya dia sangat bucin saking bucin nya semua orang merasa eneg liat nya "


Sarah tersenyum kaku mendengar nya,pasalyia merasa jika Iqbal biasa saja terhadap nya.


Wuri kemudian menceritakan masa lalu Iqbal tanpa ada yang ditambah dan dikurangi menurut sepengetahuan nya.


Di tempat lain ada Azzam dan Lala yang sedang jalan-jalan sore bersama Arkan. Sepanjang jalan banyak warga yang menyapa mereka.


"Kararacang kacang kacaaanggg.....!" teriak ibu paruh baya membawa bakul yang di gendong menggunakan kain panjang


"Sayang,kamu mau kacang ?" Tawar Azzam


"Kacang rebus ?" Tanya Lala

__ADS_1


"Iya ,mau gak ?" Tanya Azzam lagi


"Arkan mau ?"Tanya Lala ,anak itu mengangguk saja


"Iya sayang ,aku mau " Ucap Lala


Azzam pun lalu memanggil ibu itu." Bu, sini !"


Ibu itu menghampiri dan tersenyum saat menaruh bakul nya.


"Eh,nak Azzam ya ,kapan datang duh makin ganteng saja,ini teh Lala cucu nya Mbah Arum itu ya ,yang katanya istrinya nak Azzam ?"Tanya ibu itu


"Iya ,Bu. Kami baru saja datang tadi siang " Jawab Azzam


"Ini juga makin ganteng saja" Ucap nya pada Arkan


"Kalian sudah cocok loh gendong bayi,apa belum ada tanda-tanda nih,nikah nya kan udah lumayan lama masa belum mau punya bayi " ucap ibu itu lagi


"Nih orang mau jualan apa ghibah sih ,perasaan dari tadi nyerocos saja " batin Lala,hingga kemudian ia terkesiap lalu mengusap perut nya


"Astaghfirullah,maaf nak ,mama bukan jengkel sama ibu ini,cuman gemas saja ,mohon jangan ikut-ikutan ya " batin Lala


"Mohon doa nya saja ,biar kami mendapat bayi yang lucu " Ucap Azzam


"Iya Bu,ini kacang rebus nya berapaan ?" Tanya Lala


"Sepuluh ribu satu kilo ,tapi mentah " Ucap ibu itu seraya menunjukan dagangan nya


"Hah ,mentah ? Jadi belum direbus ?" Tanya Lala


"Iya,kalau jualan yang udah direbus suka sayang kalau gak habis,mending jualan yang mentah ,kalau gak habis pun masih bisa disimpan buat besok nya gak bakal basi " Jawab ibu itu


"Gimana sayang,mau jadi beli gak ?" Tanya Azzam


"Ya sudah deh ,beli dua kilo saja " Sahut Lala


"Kok dua kilo ,mending tiga apa empat kilo saja,sayang uang kota kalau gak dikeluarin ,biar ibu bisa ngerasain uang kota " cetus ibu itu


"Lah ,kok gitu " batin Lala mengerutkan kening


"Ya sudah empat kilo deh " Ucap Azzam


"Sayang ,itu empat kilo banyak loh,nanti mau diapain kacang sebanyak itu ?" Tanya Lala


"Kan bisa kita kasih ke nenek sebagian,sayang. Sudah lah gak apa-apa anggap saja sedekah " Ucap Azzam sambil merogoh dompet di saku celana nya


Ibu itu sedikit mengintip pada isi dompet Azzam.


"Woow....uang nya merah dan biru semua " batin nya


"Ini Bu "Azzam memberikan uang lima puluh ribu


"Aduh gak ada kembalian nya ,ini cuman ada lima ribu,baru saja keluar rumah belum ada yang kejual" Ucap ibu itu


"Atau gini saja ,gimana kalau kacang nya ditambah satu kilo lagi ,jadi kan pas lima puluh ribu ,biar kita sama-sama enak,ibu dapet untung,kalian dapet kacang lima kilo " Cetus ibu itu seraya menyiapkan kantung kresek yang agak besar lalu memasukan kacang tanah itu yang sebelum nya sudah dikemas satu kilo tiap kantung nya


Lala dan Azzam sampai tak bisa berkata-kata dengan kelakuan ibu penjual kacang tanah itu.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2