
Satu Minggu sudah berlalu,Deni sudah berhenti bekerja.Ia pun sudah memberi tahu keluarga nya jika ia berhenti bekerja karena akan melanjutkan kuliah di Amerika. Deni mengatakan jika ia mendapatkan beasiswa. Sampai saat ini pria itu belum mengatakan jika ia menjadi pewaris seorang konglomerat.
Sementara itu ada hati yang tengah galau sejak satu Minggu terakhir. Alena sudah bertanya pada salah satu tetangga kos Deni saat ia datang lagi ke sana. Ia merasa menyesal karena sudah tak menemui pria itu. Namun ia seperti itu juga bukan tanpa alasan.
Saat ini Deni sedang dalam perjalanan menemui para sahabat nya di salah satu kafe. Tak beberapa lama ia pun sampai.
"Nah itu Deni " Tunjuk Ovan pada Deni yang baru masuk
"Assalamualaikum "Ucap nya lalu duduk bergabung dengan para sahabat nya
"Waalaikumsalam, wuih....keren kamu Den,tumben rapih amat mau kemana ?" Tanya Mila. Maklum saja penampilan Deni kini jauh berbeda seperti biasa nya. Jika biasanya Deni hanya akan mengenakan kaos oblong dan celana jeans biasa ,kini ia terlihat cool dengan kemeja dan celana jeans dengan brand ternama ,harga nya pun tak kaleng-kaleng.Rambut nya pun terlihat klimis dengan potongan rambut kekinian.
Deni benar-benar dirombak secara habis-habisan oleh Kusuma. Kini Deni terlihat seperti kalangan borjuis.
"Apa kamu mau menghadiri suatu acara ?" Tanya Sarah. Ia sebelum nya sudah meminta izin pada Iqbal untuk bertemu mereka. Meski hubungan mereka masih dingin tapi Sarah masih tetap menghormati suami nya dengan meminta izin ketika bepergian
"Jadi gini,aku ngumpulin kalian untuk pamit " Ucap Deni
"Pamit, memang nya kamu mau kemana?" Tanya Lala
"Hm,....rencana nya sih mau lanjutin pendidikan" Jawab Deni
"Kamu mau kuliah ?" Tanya Azzam
"Kenapa mesti pamit kalau mau kuliah,kamu kuliah di universitas tempat kami kuliah saja ,biar barengan " Ujar Ovan
"Aku mau kuliah di Amerika"
"Hah ! Amerika?Jauh amat ?" Seru Mila
"Iya ,mau gimana lagi orang aku diminta nya kuliah di sana"sahut Deni
Mereka semua saling tatap."Memang siapa eh, maksud aku memang nya kamu dapet beasiswa gitu ?" Tanya Lala meralat pertanyaan nya
"Hm,...bisa dikatakan begitu sih " Cengir Deni ,ia bingung menceritakan yang sebenarnya
"Wah, selamat kalau gitu ,semoga kamu sukses deh dan kalau udah sukses jangan lupakan kita-kita loh,iya kan gaess...." Ucap Ovan meminta persetujuan sahabat nya yang lain
"Iya,bener kata Ovan,kalau nanti kita ketemu kamu jangan pura-pura gak kenal,awas saja kalau kamu seperti itu " Ancam Mila
"Insyaallah aku tidak akan seperti itu,kita kan sudah sahabatan dari kita masih pitik ,masa iya aku mau lupain kalian " Ujar Deni menatap mereka satu persatu
__ADS_1
"Tapi aku enggak loh,kita ketemu pas udah gede " sambar Lala
"Ya tetap saja ,kamu juga sahabat aku. Kita akan terus bersama apapun yang terjadi ,betul begitu" Ucap Deni
"Ye,enak saja ,Lala udah punya aku,gak ada kata kalian terus bersama " Sambar Azzam sewot
"Wohoho....selow dong , maksud aku tuh kita kan sahabat ,sampai kapan pun sahabat tak kan terpisah kan gitu loh ,maaf tadi mungkin aku salah ucap " Kata Deni
"Hadeuh..makin hari tuh anak makin bucin saja dia " Lirih Ovan seraya menunduk dengan tangan nya yang menggaruk kening
"Maklum saja ,mereka kan udah saling naksir dari zaman sekolah,dan cinta mereka baru ter realisasikan sekarang,jadi ya begitu deh " Bisik Mila
"Oh iya Sarah ,gimana kabar bang Iqbal ?" Tanya Deni
"Alhamdulillah baik "Jawab Sarah
"Syukurlah,aku turut senang mendengar nya, semoga kalian bisa cepat dikaruniai momongan ya ,kalian juga " Ucap Deni pada Sarah ,Lala juga Azzam
"Amiiinn...." Ucap Lala dan Azzam serempak,namun tidak bagi Sarah. Ia hanya bisa tersenyum miris
"Jika saja bang Iqbal sudah menyentuh ku " Batin nya perih
Di saat itu seorang pengunjung yang baru datang nampak mematung melihat ke arah Deni dan kawan-kawan.
"Dia bersama siapa,kenapa mereka berpasangan,apa mereka sedang melakukan triple date?" Lirih nya
"Kalau iya,apa yang harus aku lakukan ?" tambah nya lagi dengan hati yang sudah nelangsa
Ia tak dapat membayangkan jika apa yang ada difikiran nya benar adanya. Ia yang sudah menaruh perasaan pada Deni pun merasa sakit hati saat ini. Ingin ia melabrak dan memakai mereka namun ia sadar antara dirinya dan Deni tak ada hubungan apapun,ia tak ingin mempermalukan diri nya sendiri. Maka ia pun memilih untuk putar balik meninggalkan kafe itu.
Akan tetapi baru saja ia hendak melangkah keluar ,Deni yang kebetulan menoleh ke arah pintu masuk dapat melihat keberadaan nya ,meski dari belakang pun ia sudah mengenali siapa wanita itu.
"Alena " Panggil nya , Alena pun mematung. Deni beranjak untuk menghampiri nya
"Siapa ?" Tanya Ovan ,namun Deni tak menyahut ia malah bergegas menghampiri Alena
Lala ,Sarah ,Mila ,Ovan ,dan Azzam pun hanya bisa memperhatikan Deni.
"Alena , akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan mu,kamu kemana saja kenapa tiba-tiba menghilang ,aku sudah nyari kamu ke apartemen kamu tapi kamu sudah tak pernah tinggal lagi di sana ,aku coba hubungi kamu juga gak bisa karena nomor aku kamu blokir. Apa ada salah aku sama kamu ,sampai kamu pergi begitu saja dan memblokir nomor aku ?" Tanya Deni bertubi-tubi,namun Alena masih tak ingin berbalik
"Sebentar lagi aku akan pergi ke Amerika,aku tidak akan tenang kalau belum bisa bertemu dengan mu sebelum berangkat" Mendengar jika pria itu hendak pergi jauh,Alena pun membalikan tubuh nya. Kini mereka berhadapan
__ADS_1
"Aku cinta kamu Alena " Ucap Deni terus terang,Alena menatap kedua mata Deni , mencari keseriusan dari kedua mata nya
"Wah,tuh anak gentle banget ya,keren "Puji Mila ,Ovan yang mendengar nya pun merasa tersindir,pasalnya sampai saat ini ia belum mengutarakan perasaan nya itu
"Dia ngasih kode ,apa nyindir sih " batin Ovan melirik Mila
"Selama kamu menghilang dari hidup aku,entah kenapa hati aku terasa kosong. Kamu yang selalu datang dan sering mengganggu pekerjaan ku , tiba-tiba pergi tanpa kabar tak bisa dihubungi membuat ku tersadar jika keberadaan kamu sangat berarti buat aku " Tutur Deni
"Apa kamu serius dengan ucapan kamu ?" Tanya Alena
"Aku serius " jawab Deni yakin
"Tapi ,terdapat beberapa perbedaan pada kita ,apa kita bisa bersama " lirih Alena
"Jujur ,aku juga mencintai kamu,dari pertama aku melihat mu aku sudah merasa nyaman dan aman,makanya aku sering menemui mu ,tapi ada satu hal yang membuat aku sadar jika aku tidak pantas buat kamu,jadi aku memutuskan untuk pergi dari hidup kamu " bibir nya bawah nya terlihat bergetar menahan tangis
"Apa karena aku orang tak punya jadi nya kamu berucap tak pantas untuk ku?" Tanya Deni
"Tidak ,bukan itu. Aku beserta kedua orangtua ku tidak pernah mempermasalahkan masalah status, hanya saja kita berbeda keyakinan dan ....dan aku ....aku yang ......" ucapan Alena terhenti
"dan apa ,kamu kenapa ?" Tanya Deni
"Aku ....."
"Kita bicarakan nanti ,sekarang kamu ikut aku bertemu teman-teman aku " Ajak Deni seraya menarik pelan lengan Alena
Bukan Deni tak ingin mendengarkan alasan Alena ,hanya saja ia mengerti jika mungkin apa yang akan dikatakan Alena itu sangat tidak mudah dikatakan,jadi ia akan menunggu waktu yang pas untuk dibicarakan dari hati ke hati.
"Ayo sini , kenalin ini Ovan ,Sarah ,Lala ,dan Azzam. Kalau Mila kamu juga sudah kenal kan ,Mereka semua adalah teman-teman aku,dan kalian kenalin nama nya Alena "
"Hai......" sapa Alena melambaikan tangan nya
"Hai juga salam kenal ya " Sahut Lala dan yang lain
"Oh my God,kenal dimana si Deni sama tuh bule " gumam Ovan membatin
Pada saat itu tiba-tiba Roy datang.
"Hai Mila ,eh ada Lala juga,wah ada bule nih boleh dong kenalan "
Brakkk'
__ADS_1
Bersambung....