
Beberapa hari kemudian,keadaan Mila sudah membaik ,ia pun sudah diperbolehkan pulang.
"Habis ini kamu jangan lagi begadang,inget kesehatan kamu jauh lebih penting dari apapun " Dari tadi mulut Ovan tak pernah berhenti menasehati Mila ,sampai Mila pun merasa kesal
"Iya...iya ,bawel banget sih ,udah kaya emak-emak !"
"Terserah kamu mau ngatain aku bawel kaya emak-emak juga.Aku hanya gak mau lihat kamu sakit lagi kaya kemarin,gak tega aku lihat kamu kaya gitu " Ucap Ovan. ,pria itu berbicara sambil membereskan barang-barang Mila , seperti pakaian ganti,tikar kecil,gelas dan termos kecil. Maklum saja ruangan yang di tempati Mila bukan ruangan menengah ke atas ,di sana pun terdapat beberapa tempat tidur yang hanya di beri sekat gorden.
Saat Ovan sudah selesai membereskan barang-barang ,ibu kos datang bersama seorang pria.
"Sudah siap untuk pulang?" Tanya ibu kos
tanpa mengucap salam
"Eh,ibu. Iya Bu sudah,sebentar lagi nunggu taksi online nya datang " Sahut Mila
"Loh, ini ibu udah sengaja jemput kamu loh. Oh iya kenalkan ini anak ibu yang ke dua namanya Pram " Ucap ibu kos yang ternyata membawa putra nya
"Ayo dong Pram,sini ! Ini tuh yang nama nya Mila ,yang ibu ceritakan itu loh "Seru ibu kos itu nampak antusias memperkenalkan mereka
Ovan yang sudah menenteng tas ,dan tikar merasa kesal,entah kenapa ia merasakan ada sesuatu dibalik sikap ibu kos itu terhadap Mila.
"Jangan-jangan,dia mau jodohin anak nya sama Mila.Wah,gak bisa dibiarkan ini " bisik hati Ovan merasa kesal.
Bukan tak apa ,Ovan berfikiran seperti itu ,sebab dari kemarin-kemarin yang diceritakan ibu kos hanya lah anak nya yang bernama Pram itu. Mulai dari pendidikan,sifat ,pekerjaan dan keseharian pria itu ,selalu jadi topik pembahasan nya.
"Semoga saja si Mila gak tertarik. Tapi kalau dilihat-lihat tuh cowok emang cakep sih, dilihat dari penampilannya pasti udah mapan, waduh bisa celaka dua belas ini" Batin Ovan ketar-ketir
"Jadi dia yang namanya Mila,biasa saja tuh.Standar banget muka nya.Mama ada-ada saja , bisa-bisa nya mama bilang cewek ini cantik,sangat jauh dari kriteria " batin Pram dengan menatap angkuh pada Mila
Melihat respon pria di depan nya membuat Mila merasa ilfeel."Nih,orang kenapa liatin aku kaya gitu sih,kayanya ngeremehin banget " batin Mila
"Taksi online nya belum sampai kan ,jadi cancel saja,kamu pulang bersama kami " Ucap ibu kos
"Gak usah Bu,biar aku pulang naik taksi online saja ,gak enak mutus rezeki orang " tolak Mila ,Ovan pun bersorak dalam hati nya
"Loh, gak bisa begitu,kami sudah datang sengaja jemput loh ini " Ibu kos nampak tak terima jika Mila pulang tak bersama nya
"Kalau begitu biar temen kamu saja yang pulang bawa barang naik taksi online saja ,kamu nya bersama kami " lanjut ibu kos memaksa
__ADS_1
"Sayang, jadinya kamu mau pulang sama siapa , aku atau mereka?" Cetus Ovan ,Mila nampak membelalakan mata saat mendengar Ovan memanggil nya sayang
"Sayang ?" Tanya ibu kos menoleh pada Ovan
"Maaf ,Bu sebenarnya Mila ini tunangan saya" Ucap Ovan percaya diri
"APA ! Tunangan?" Kejut ibu kos
"Iya "
"Ovan !" Seru Mila. Ia terkejut dengan ucapan Ovan yang seenak nya saja
"Udah deh,sayang,jangan ditutupin lagi ,biarkan semua orang tahu kalau kita ini sebenarnya pasangan kekasih,jangan tutupin apapun lagi "Ucap Ovan seraya mengedipkan mata
"Bener itu Mila? Kalian pacaran?" Tanya ibu kos
"Ya bener atuh Bu,kita itu sebenernya pacaran ,hanya saja kita sepakat untuk merahasiakan hubungan kita dari siapapun "Sambar Ovan
"Pacaran kok diam-diam, apa gak takut, kalau nanti kamu hamil gimana " Cetus ibu kos, Mila terkesiap.
"Na'udzubillah,jangan sampe ! Amit-amit deh,ibu kalau bicara jangan sembarang deh,kita gak begitu " Ovan nampak mengusap dada nya
"Terus kalau kalian sudah bertunangan mana cincin tunangan nya?" Tanya ibu kos tak ingin percaya begitu saja
"Si Ovan , apa-apa an sih seenaknya saja ngaku-ngaku" lirih Mila membatin
"Ini buktinya "Tunjuk Ovan memperlihatkan dia cincin yang ia jadikan bandul kalung yang ia pakai
"Kenapa cincin nya ada pada kamu , seharusnya kan cincin nya ada pada Mila ?" Tanya ibu kos lagi
"Itu dia , Mila belum siap pertunangan kita terekspos,jadinya Mila titipin cincin nya biar gak hilang " Ucap Ovan memberi alasan
"Wah, beneran sarap nih orang " batin Mila menutup wajah nya dengan tangan
Kemudian Ovan melepas kalung nya,lalu mengeluarkan cincin itu ,hingga kemudian ia berjalan ke arah Mila.
"Sini tangan nya ,mulai sekarang jangan pernah lagi lepas cincin ini" Ucap Ovan seraya meraih tangan Mila dan memasukan nya ke jari manis
"Kamu apa-apa an sih Van?" Tanya Mila berbisik
__ADS_1
"Udah diam saja , ikutin skenario aku " bisik Ovan
"Skenario apa sih ?" Tanya Mila bingung
"Udah diam saja ,nanti aku jelaskan "
Melihat mereka saling berbisik membuat Pram kesal."Ma,aku masih banyak urusan ini ,mama ngajakin aku ke sini hanya untuk hal gak penting seperti ini? Mama kan sudah denger dia udah punya tunangan,jadi mama gak bisa maksa aku lagi buat deketin dia. Lagipula perempuan cantik banyak ma,dia mah gak ada apa-apa nya dibanding Jesy " Ucap Pram benar-benar merendahkan Mila
"Justru mama gak suka sama Jesy,dia itu matre,dia mau sama kamu cuman karena dia tahu kamu punya perusahan" Seru ibu kos
"Itu karena mama belum kenal Jesy dengan baik mah,mama cuman melihat dari luar nya saja,mama terlalu percaya gosip teman-teman arisan mama sih " Ucap Pram tak mau kalah. Ibu dan anak itu malah berdebat dengan pendapat mereka masing-masing,hingga menjadi tontonan pasien yang lain
"Mil,ayo kita pergi ! Taksi online nya sudah nunggu di luar "Ajak Ovan seraya menggandeng lengan Mila
"Tapi,itu mereka gimana ?" Tanya Mila
"Udah biarin aja. Ayok !"
"Ih, gak sopan dong, walau gimana pun itu ibu kos aku " Ucap mila tak enak jika main pergi saja ,Ovan menghela nafas
"Maaf ,bu kalau begitu aku duluan ,taksi online nya udah sampai " Ucap Mila ,ibu kos menoleh lalu secara tak sadar mengangguk
"Tuh,dia udah ngangguk,ayo lah kasihan driver nya nunggu kelamaan"Ajak Ovan lagi
"Ya udah deh " Akhirnya Mila pun pergi bersama Ovan meninggal ibu kos dan anak nya yang masih berdebat
"Mah,udah deh tuh cewek yang mama bilang cantik itu udah pergi,aku juga masih banyak kerjaan,mama mau aku antar pulang apa pulang sendiri?" Ucapan Pram membuat mamanya tersadar
"Lah,mana Mila ?"
Sementara di tempat lain,Lala dan Azzam masih berada di kelas masing-masing.Rencana nya setelah selesai kuliah mereka hendak menjenguk Mila ke kosan nya,karena mereka sudah tahu jika hari ini Mila pulang.
Seketika Azzam membayangkan jika ia tengah makan buah semangka,saking ingin nya ,air liur Azzam sampai hendak menetes. Sadar akan hal itu Azzam pun mengusap mulut nya ,namun entah mengapa rasa dan aroma dari buah semangka itu seakan-akan ia rasakan hingga ia menelan ludah beberapa kali.
Akan tetapi seseorang yang duduk nya tepat di depan Azzam pun tersenyum genit pada nya ,ia mengira jika sikap Azzam yang seperti itu karena tertarik dengan penampilan nya.
"Tuh kan ,semua cowok sama keliatan nya aja dingin dan cuek ,sampe mau netes gitu air liur nya " gumam nya seraya menggeliatkan pelan tubuh nya agar Azzam semakin tergoda oleh kemolekan tubuhnya apalagi ia saat ini mengenakan pakaian cukup ketat hingga memperlihatkan lekuk tubuh nya.
Bersambung ...
__ADS_1