Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Mila dan Ovan


__ADS_3

Di kosan


Mila sudah merasa bosan karena semenjak kepulangan nya dari rumah sakit ia terus saja tiduran, sementara Ovan saat ini tengah membeli air minum.


Ovan sama sekali tak membiarkan Mila beranjak dari tempat tidur.Tak lama berselang Ovan pun kembali dengan membawa satu kardus air mineral kemasan gelas. Tak lupa dengan makanan nya. Meski kerepotan membawa nya ,pria itu sama sekali tidak mengeluh.


"Ya ampun ,banyak banget air mineral nya ,aku fikir kamu cuman mau beli satu atau dua botol " Ucap Mila beranjak duduk


"Biar sekalian saja,tanggung banget beli dua botol,ini kamu makan dulu "Ovan membuka sebungkus nasi Padang yang Ovan beli tadi


"Cuman sebungkus ,terus kamu gimana ?" Tanya Mila


"Kan bisa berdua ,ini juga porsi nya sengaja di tambahin " Sahut Ovan lalu beranjak membuka kardus air mineral. Mila tak mempermasalahkan jika mereka makan satu bungkus berdua ,sebab baginya mereka sudah terbiasa seperti itu.


"Ya udah ,aku ambil dulu sendok nya " Ucap Mila hendak beranjak


"Udah ,kamu diam saja biar aku yang ambil "Ovan lalu bergegas mengambil satu sendok pada meja kecil tempat Mila menaruh peralatan makan nya


"Kok cuman satu ,kan itu masih ada " Tanya Mila


"Satu aja,biar gak banyak cucian " jawab Ovan ngeles ,ia lalu duduk di samping Mila


"Ayo buka mulut kamu !" Udah Ovan


"Apa an sih?" Mila menjauhkan wajah nya


"Udah ,jangan protes cepet buka mulut nya " Perintah Ovan lagi


Pada saat itu ibu kos pun datang.


"Baru sembuh udah makan yang pedes aja ,nanti perut nya sakit ,ini ibu bawain bubur sama sup ikan " Ucap ibu kos


"Makasih Bu,tapi aku lagi pingin makan nasi Padang , kebetulan gak terlalu pedas kok ini" Ucap Mila


"Oh, pantesan saja Ovan seperti itu ,ternyata ada ibu kos " batin Mila


Ovan sudah menjelaskan maksud nya mengatakan jika mereka pasangan kekasih karena ia beralasan untuk melindungi Mila dari ibu kos yang ingin menjodohkan nya dengan putra nya. Apalagi melihat sikap Pram yang seperti itu membuat Mila jadi berterima kasih pada Ovan.


"A lagi sayang "ucap Ovan,Mila pun menurut dan langsung menerima suapan dari Ovan


Tak hanya menyuapi Mila ,tapi Ovan pun ikut makan dengan sendok itu.


"Tapi nanti ini dimakan ya,ibu sudah repot-repot masak loh " ucap nya dengan menatap sinis pada Ovan


"Lagian siapa yang nyuruh masakin "Gumam Ovan pelan


"Iya Bu,sekali lagi makasih " ucap Mila sambil mencubit Ovan


"Aw,sakit sayang " Lirih Ovan


Melihat hal itu tentu saja ibu kos nampak kesal.


"Ya sudah kalau begitu ibu permisi dulu. Jangan terlalu lama berduaan ,gak baik !" Ucapan ibu kos sebelum beranjak


"Ibu tenang saja,saya gak akan macam-macam, sebentar lagi teman-teman kami datang kok ,jadi kita gak akan berduaan "Ucap Ovan seraya terus menyuapi Mila


Ibu kos tak lagi menyahut ,ia langsung pergi sambil mendelik kesal.


"Heran dah,kenapa dia ngebet banget kaya nya "gumam Ovan


"Maksudnya gimana" tanya Mila


"Ya itu,ibu kos kamu seperti nya memang pengen banget ngangkat kamu jadi mantu nya "Ucap Ovan lagi


"Tapi ,kamu sendiri mau tidak jadi menantu nya ?" Tanya Ovan


"Gak lah ,lihat muka nya saja kaya nya dia gak suka sama aku, kelihatan banget kalau aku bukan tipe nya"sahut Mila


"Syukur deh kalau gitu " gumam Ovan


"Kenapa ?" Tanya Mila yang mendengar gumaman nya


"Gak ,bukan apa-apa" Ovan berkilah


Tak lama kemudian,Azzam dan Lala datang .


"Assalamualaikum" Ucap mereka


"Waalaikumsalam "Sahut Ovan dan Mila bersama an


"Oh,mereka teman-teman nya,syukur deh aku jadi gak khawatir ninggalin Mila " gumam ibu kos yang sengaja menunggu kedatangan mereka ,ia ingin memastikan ucapan Ovan ,karena tentu nya ia tak ingin orang lain berfikir yang bukan-bukan yang tentunya akan merugikan dia sebagai pemilik kosan


"Gimana kondisi kamu Mila ?" Tanya Lala seraya meletakan buah-buahan yang tadi ia beli di jalan

__ADS_1


"Alhamdulillah, seperti yang kamu lihat sekarang ,aku sudah sehat " Jawab Mila


"Syukurlah kalau begitu "


"Aku mau pinjam pisau dong !" Cetus Azzam seraya meletakan satu bulan semangka ukuran besar


"Wow,gede amat tuh semangka "Ucap Ovan


"Kamu jangan minta ! Ini aku sengaja beli buat aku sendiri " Ucap Azzam penuh peringatan


"Dih,siapa juga yang mau minta. Aneh " sahut Ovan mengerutkan kening


"Mama pisau nya ?" Tanya Azzam lagi


"Itu ,ada diantara piring " tunjuk Mila pada meja kecil di sudut belakang pintu


Azzam pun mencari pisau tersebut di tempat yang Mila tunjuk tadi.


"Ini pisau nya ? kecil banget,apa gak ada yang lebih gede lagi ?" Tanya Azzam


"Gak ada ,cuman itu pisau yang ada " sahut Mila lagi


"Lah,gimana dong ,mana bisa belah semangka nya kalau pisau nya kecil banget begini " Gumam Azzam


"Udah ,kamu pecahin saja tuh semangka ,di lempar kek,apa di banting,kan kelar urusan " Cetus Ovan


"Enak aja,nanti yang ada malah berantakan" Ucap Azzam berdecak kesal


"Ya sudah ,makan semangka nya nanti saja di rumah ,biar gak ada yang minta " Ucap Lala


"Hm,dasar pelit,begitulah kalau orang pelit. Tau gitu kenapa gak di taruh saja di mobil ,jangan di bawa masuk ke sini ,bikin orang salah faham aja ,dikira bawa buat makan rame-rame ternyata buat dimakan sendiri " Ovan nampak mencibir


"Kamu sih belum ngerasain apa yang aku rasain " Ucap Azzam seraya memeluk buah semangka nya


"Dih,dasar aneh. Sejak kapan dia jadi seperti itu ?" Tanya Ovan pada Lala


"Sejak aku hamil lagi " Jawab Lala seraya menyentuh perut nya


Mila dan Ovan saling lirik,"Kamu hamil ?" Tanya Mila dan Ovan bersamaan


"He'em,dan Azzam ikut merasakan ngidam nya " Ucap Lala lagi seraya menatap suami nya sambil tersenyum


"Lah,bisa gitu ya" gumam Ovan


"Sayang ,kalau gitu kita pulang saja yuk ! Aku udah gak sabar mau makan semangka nya " Rengek Azzam


Mila dan Ovan jadi saling tatap , mereka heran melihat sikap Azzam yang baru pertama kali mereka lihat.


"Loh,ya nanti lah,baru aja kita nyampe" Ucap Lala cepat


Azzam menghela nafas." Tapi aku udah gak bisa tahan sayang,lihat nih air liur aku hampir jatuh loh" Ucap Azzam terus merengek seperti anak kecil


"Astaga ,ya udah iya ,kita pulang. Mila ,maaf ya kita pulang dulu " Sesal Lala


"Oh,iya. Gak apa-apa aku ngerti kok,btw selamat ya,aku ikut senang dengan kehamilan mu " ucap Mila


"Iya,semoga hamil yang sekarang tidak keguguran lagi " tambah Ovan


"Amiiinnn...,makasih ya. Nanti deh kapan-kapan aku main lagi" Ucap Lala seraya memeluk Mila


"Kita pamit ya , assalamualaikum "


"Waalaikumsalam "


Setelah Azzam dan Lala pergi ,keadaan jadi hening. Sampai suara Ovan memecah kesunyian di dalam kamar kos tersebut.


"Amazing banget ya,aku gak nyangka Azzam bisa seperti itu,aku berasa lihat orang lain ,bener gak sih " Ovan minta persetujuan Mila


"Iya ,aku juga merasa gimana gitu,ternyata geli juga lihat Azzam seperti tadi, hihihihi " Mila terkikik geli mengingat sikap Azzam yang seperti tadi


"Kira-kira kalau nanti kamu hamil,aku bakal sama kaya Azzam gak ya " Cetus Ovan


Set'


Mila menatap tajam pada Ovan sambil mengerutkan kening nya.


"Apa tadi kamu bilang? Emang apa hubungannya aku hamil dengan kamu ?" Tanya Mila bingung


"Ya ada lah " Sahut Ovan singkat


"Maksud nya ,gimana ?" Tanya Mila semakin bingung


"Mila " Panggil Ovan dengan raut dan nada serius. Mila terkesiap melihat ekspresi serius nya Ovan

__ADS_1


"Dih,dia kenapa sih ,kok begitu muka nya " Batin Mila


"Mila " panggil Ovan lagi


"I ...iya,apa sih,a...ada apa ?" Tanya Mila mendadak gugup


"Mungkin ini terlihat aneh ,tapi kamu jangan fikirkan yang aneh nya. Aku mau bicara jujur sama kamu. Aku..." ucap Ovan menjeda ucapan nya


"Kamu mau bilang apa sih ,jangan berbelit-belit, langsung saja " Gemas Mila


"Ok ,aku akan katakan ...." Lagi-lagi Ovan menjeda ucapan nya. Sumpah demi apapun saat ini pria itu merasa sangat gugup ,ia bingung harus mengatakan nya sekarang atau tidak,tapi ia sudah terlanjur berbicara ,tapi jika dilanjutkan momen nya sangat tidak pas


"Masa nembak di kamar kos,gak aesthetic banget " batin Ovan


"Gak ada romantis-romantis nya " lanjut nya


"Kamu tuh,gak jelas banget deh. Udah ah kamu sebaiknya pulang saja ,aku mau tidur " Mila merebahkan diri nya lalu membelakangi Ovan


Ovan menghela nafas,lalu mengatakan


"Aku cinta kamu "


Seketika Mila membelalakan mata nya ,jantung nya pun jadi berdebar-debar mendengar pengakuan Ovan.


"Kamu ,jangan bercanda ya,gak lucu tahu " ucap Mila yang kini sudah merubah posisi tidur jadi duduk menghadap Ovan


"Siapa yang bercanda,aku serius "Sahut Ovan


"Aku memang belum mapan dan belum punya apa-apa untuk membuat mu bahagia,tapi aku akan berusaha untuk selalu membuat mu bahagia" Ucap Ovan seraya meraih tangan Mila yang mengenakan cincin dari nya


"cincin ini ,aku sengaja menabung selama tiga tahun untuk bisa membeli cincin berlian ini.Meski pun berlian nya kecil,yang penting berlian kan " Ucap Ovan sedikit mencairkan suasana


"Kamu....." nafas Mila terasa tercekat hingga ia tak mampu banyak berbicara


"Karena cincin ini sudah ada di jari kamu ,maka jangan pernah lagi kamu lepas ya. Anggap saja kita memang sudah bertunangan " Ucap Ovan sambil mengedipkan sebelah mata nya


"Ya gak bisa gitu dong ! Kamu belum nanya aku mau apa enggak ,jangan ambil keputusan sendiri gitu dong !" Seru Mila seraya menarik lengan nya


"Lagian ,kamu kan belum tahu gimana perasaan aku " tambah nya


"Terus gimana perasaan kamu ke aku ?" Tanya Ovan harap-harap cemas


Bukan nya menjawab Mila malah melepas cincin di jari nya ,seketika Ovan pun lemas.Ia pasrah jika memang Mila menolak nya.


"Nih ,ambil " Ucap Mila datar


"Kamu,...nolak aku ?" Tanya Ovan dengan lirih ,mata yang sudah merah dan berair


"Kamu ulangi " Ucap Mila singkat


"Hah, maksud nya ?" Ovan bingung


"Ishhh,....kamu tuh " Mila nampak gemas karena Ovan tak bisa mengerti dengan maksudnya


"Sini !" Mila menarik Ovan hingga pria itu berdiri


"Sekarang pegang nih cincin ,dan berlutut dengan satu kaki !"Dengan bingung Ovan menuruti instruksi Mila


"Terus?" Tanya Ovan


"Ya ....kamu ngomong lah ! "Gemas Mila


"Ngomong apaan?" Tanya Ovan ,ia yang tadi sempat ingin menangis kini malah kebingungan


"Biasanya kalo cowok nembak cewek,apa yang diomongin?"tanya Mila balik


Ovan terdiam,namun seketika wajahnya berbinar."Jadi,itu artinya kamu ....." Ovan tak dapat lagi berkata-kata sebab dirinya begitu bahagia


"He'em,cepat ! Sebelum aku berubah fikiran nih "Ancam Mila


"Yeee.....ya jangan lah "Seru Ovan cepat


"Ya makanya buruan !"


"Iya,iya. Sebentar,duh aku kok malah jadi deg-degan gini "Lirih Ovan seraya menyentuh d*da nya


Ovan pun menghela nafas beberapa kali untuk menenangkan hati nya juga agar ia bisa berfikir kata-kata apa yang cocok untuk mengungkapkan perasaan nya.


Di saat itu Sarah datang bersama Iqbal.


"Kalian sedang apa ?"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2