Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Gambaran yang nyata


__ADS_3

Pukul 14:45 kuliah baru saja selesai. Lala dan Azzam hendak pergi ke Bogor sesuai rencana awal. Meski Lala merasa berat tapi ia mencoba menghilang kan prasangka buruk nya.


Sepanjang perjalanan Azzam terus berusaha mengalihkan perhatian Lala. Ada saja lelucon nya yang membuat istri nya itu tertawa.


"Coba kamu baca kata ikan tapi dibalik dari belakang " Ucap Azzam


"naki " Ucap Lala


"celana "ucap Azzam


"Analec"jawab Lala


"Kalau baso dibalik jadi apa" Tanya Azzam lagi


"Osab "


"Salah "Ucap Azzam sambil terus mengemudikan mobil nya


"Kok salah ,bener kan baso dibalik jadi osab " Ucap Lala yang tak merasa salah


"Salah sayang ,kalau baso dibalik,ya tumpah "


Mulut Lala ternganga,"Astaga ,bener juga kalau baso dibalik pasti tumpah ,hahaha" Lala pun tergelak sambil tak sadar tangan nya memukul lengan Azzam


"Bisa saja kamu sayang,loh kok berhenti?" Tanya Lala ketika Azzam mengehentikan aku mobil nya


"Karena kita sudah sampai " Ucap Azzam seraya membuka sabuk pengaman nya ,ia juga membantu membukakan sabuk pengaman nya Lala


"Sampai ? Kok gak berasa ya , tau-tau sudah sampai saja " Gumam Lala pelan


"Yuk turun " Ajak Azzam membuka pintu mobil ,Lala pun melakukan hal yang sama


"Ini rumah nya ?" Tanya Lala memindai rumah minimalis dua lantai


"Dari alamatnya sih iya ,ini juga sudah sesuai dengan peta Sherlock" Sahut Azzam sambil memperhatikan layar ponsel nya


"Kok seperti nya sepi ya ?" Gumam Lala


Azzam mengetuk pintu,tak lama kemudian pintu pun terbuka ,menampilkan seorang ibu paruh baya dengan mengenakan kebaya warna krem,dengan terusan kain jarik.


"Assalamualaikum " Ucap Azzam


"Waalaikumsalam,cari siapa ya mas ,mbak ?"Tanya nya


"Apa benar ini rumah nya Bu Fani?" Tanya Azzam


"Iya betul mas,ada perlu apa ya ?" Tanya nya lagi


"Siapa bi ?" Tanya seseorang dari belakang perempuan paruh baya itu ,nampak nya ia adalah art di rumah itu.


"Ini Bu,ada ..." belum sempat bibi art mengatakan ,wanita bernama Fani itu sudah melihat Azzam juga Lala

__ADS_1


"Pak Azzam ?" Tanya nya


"Iya ,betul Bu " Sahut Azzam dengan menangkup kan kedua tangan nya


"Tampan juga,masih muda pula,tapi dia bersama siapa ? Apa asisten nya kali ya " batin Fani menatap Azzam lalu beralih kepada Lala


"Jadi bagaimana Bu ?" Tanya Azzam membuyarkan lamunan nya


"Eh,iya....maaf ! Ayo silahkan masuk !" Ucap nya mempersilahkan tamu nya masuk


"Silahkan duduk ,bi buat kan minuman ya !" perintah nya pada art nya itu


"Iya Bu "


"Mohon maaf ya ,saya agak sedikit terkejut,soalnya baru tahu kalau desain interior nya masih muda tampan lagi,kenapa foto profil akun media sosial nya tak pakai foto sendiri,pasti nanti banyak yang calling "


Mendengar ucapan Fani ,Lala menjadi kesal.


"Hidih dasar Tante-tante genit " Umpat nya dalam hati


"Ah,ibu bisa saja ,itu saya cuman hoby saja,saya bukan desain interior seperti yang anda katakan ,cuman iseng-iseng saja , tapi jika ada yang tertarik buat pakai jasa saya mana mungkin saya tolak ,rezeki tak baik ditolak bukan " Tutur Azzam merendah


"Ah,kalau bisa jangan panggil ibu lah,saya belum tua-tua amat kok ,palingan selisih satu atau dua tahun dari kamu " ucap Fani mulai mengganti panggilan ke Azzam seakan mereka sudah sangat dekat


"Tante tinggal di rumah ini sendiri atau sama suami ?" Tanya Lala ,Fani menoleh tak suka pada Lala


Saat itu art nya datang membawa tiga minuman. Perempuan paruh baya itu nampak menahan senyum saat mendengar majikan nya dipanggil Tante. Pasalnya majikan nya itu selalu ingin terlihat muda dan tak ingin dipanggil Tante apalagi ibu,padahal usianya sudah lebih dari kepala tiga. Ia sendiri masih sendiri diusia nya yang kelewat matang. Orang-orang menyebut nya perawan tua.


"Mas Azzam ,bisa katakan pada asisten nya untuk tidak sembarangan dalam memanggil ku ! "Cetus Fani menatap Azzam


"Maaf Bu , ini istri saya ,bukan asisten " Ucap Azzam tegas


"A...apa ? Istri?" Fani nampak terkejut


"Ya , istri.Jadi ... apa kita bisa melanjutkan pekerjaan nya secara profesional?" Tanya Azzam kemudian


"Oh,iya tentu saja " Fani nampak kesal sendiri


Akhirnya hari itu juga Azzam melakukan pekerjaan nya.Saat itu adzan Maghrib sudah berkumandang dikala Azzam dan Lala baru keluar dari rumah Fani. Keduanya hendak mencari masjid terdekat untuk melaksanakan sholat magrib.


Ketika mobil baru keluar dari area perumahan itu, tiba-tiba terdengar suara ledakan , Azzam sontak menghentikan mobil nya dan berhenti di bahu jalan.


DUARRR'


"Astaghfirullah suara apa itu ?" Lala nampak terperanjat


Sementara itu ,Deni yang baru saja sampai di kosan dibuat terkejut dengan kedatangan Alena. Gadis itu main nyelonong saja ketika pintu baru dibuka,Deni pun ketar-ketir dibuat nya ,ia takut jika kedatangan Alena akan menjadi fitnah ,meski banyak penghuni kosan di sana yang juga suka membawa pasangan di malam hari.


"kamu mau apa ke sini? Matahari sudah tenggelam gak baik anak perawan main ke tempat cowok"Tanya Deni


Seketika ucapan Deni membuat Alena mematung. Matanya kini berkaca-kaca.Melihat itu Deni pun bingung lantas ia membawa Alena duduk di tepi tempat tidur nya,sementara pintu ia biarkan terbuka lebar. Karena di kosan itu hanya ada satu kamar yang ketika Deni membuka pintu dari luar hal pertama yang dilihat adalah tempat tidur. Sedangkan kamar mandi harus berbagi dengan penghuni kosan lain nya yang berada di paling ujung.

__ADS_1


"Kamu kenapa ?" Tanya Deni pelan


Akan tetapi bukan nya menyahut,Alena justru malah semakin terisak.Deni pun menggaruk kepala nya yang mendadak terasa gatal.


"Ini bule kenapa ya,tadi pas datang wajah nya ceria eh kok tiba-tiba jadi mewek gini ,apa aku ada salah ngomong ,tapi perasaan aku gak ngomong apa-apa deh " fikir nya


"Alena " Panggil Deni pelan sambil menyentuh pundak nya ,namun diluar dugaan bule itu malah memeluk Deni


Ia yang tak pernah bersentuhan dengan seorang perempuan pun mendadak kaku, kedua tangan nya sampai ia angkat tinggi.


"Astaga ,ada yang empuk" Batin Deni ketika merasakan bagian bemper depan Alena bersentuhan dengan d*da bidang nya ,ini kali pertama ia merasakan hal seperti itu.


"A...A...Alen....na....bisa lepas gak ,aku gak bisa nafas " Lirih Deni ,padahal Alena memeluk nya tidak kencang ,hanya saja ia yang menahan nafas nya sendiri


Kembali pada Azzam dan Lala.


Asap hitam tebal disertai kobaran api nampak membuat area di sekitar nya terang. Orang-orang berlarian ada yang menyelamatkan diri ada pula yang sengaja mendekat karena penasaran.


Suara sirine dari mobil pemadam kebakaran terdengar meraung-raung sepanjang jalan hingga melewati mobil yang ditumpangi Lala dan Azzam.


"Astaghfirullah......." Lirih Azzam ,ia menoleh pada istrinya yang nampak pucat ,ia tahu apa yang ada difikiran istrinya itu


"Yang terjadi adalah takdir" Ucap Azzam


"Tapi kenapa aku harus melihat kejadian itu sebelum kejadian itu terjadi" Lirih nya ,namun kemudian ia teringat sesuatu


"Kamu ,kamu baik-baik saja " Lala segera memeluk Azzam setelah melepas sabuk pengaman nya


Azzam membalas pelukan Lala ,dan menepuk-nepuk punggung nya sesekali ia juga mencium kepala Lala.


"Ya sudah kalau gitu kita cari masjid dulu" Ucap Azzam ,Lala mengangguk dipelukan Azzam ,lalu ia Kun melepas pelukan nya


"Itu yang kebakaran seperti nya dari dekat rumah tadi " Ucap Lala setelah dirinya sudah bisa menguasai diri


"Iya ya,tapi semoga saja rumah klien aku tidak terkena imbas kebakaran nya " Ucap Azzam


"Kamu mengkhawatirkan tante-tante itu?" Tanya Lala ketus


"Loh ,bukan begitu ,kalau rumah itu ikut terbakar nanti aku gak jadi mendesain rumah nya,gak jadi dapet uang aku , kan uang nya buat kamu juga "Tutur Azzam menjelaskan


"Ouh,kirain " Lala nyengir


Beberapa saat kemudian mereka sampai di depan sebuah masjid. Keduanya lalu keluar setelah Azzam memarkirkan mobil nya.


Ketika Azzam berjalan tiba-tiba sebuah mini bus kehilangan kendali saat hendak parkir. Seketika mini bus itu menabrak Azzam.


Braaakkk'


"AZZAAAAAMMMM........"


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2