
Lala,Azzam ,Mila juga Ovan masih berada di rumah Windi. Perempuan itu malah banyak berbicara sampai tak memberi kesempatan bagi siapa pun untuk menyela. Padahal hari sudah semakin sore mereka harus bergegas supaya tak kemalaman.
"Jadi begitu lah,tiap pria yang aku nikahi setelah aku hamil dan melahirkan mereka langsung menceraikan ku begitu saja. Terakhir yang ketiga kali nya aku nikah suami aku menceraikan ku saat anak aku masih berusia lima bulan "
"Jadi mbak Windi ini janda dong sekarang " Celetuk Ovan. Windi menoleh dan tersenyum
Melihat ada kesempatan Azzam pun bersuara
"Maaf ,kami harus segera pergi ,masih banyak makanan yang harus kami antar ,takut keburu basi " Ucap nya
"Oh iya ,maaf ya. Duh malah jadi curhat" Ucap nya seraya menutup mulut nya seraya tersenyum
"Kalau gitu kami pamit, assalamualaikum " Tanpa ingin mendengar jawaban Windi, Azzam segera beranjak diikuti Lala dan kedua teman nya
"Waalaikumsalam "lirih Windi pelan. Sesaat kemudian ia menyunggingkan senyum menatap kepergian rombongan Azzam
Kini rombongan Azzam sudah tiba di rumah pak RT.
"Kamu yakin mau ke sana ?" Tanya Lala tiba-tiba
"Kenapa memang nya ?" Tanya Azzam
"Ya kali kamu mau jadi mantu pak RT"Lala terkekeh karena kembali mengingat kejadian malam itu
"Hah ! Gimana maksudnya La? Azzam mau poligami ?" Tanya Ovan
"Hus, sembarangan,ngomong jangan asal ,siapa juga yang mau poligami ! Ngaco saja " Seru Azzam
"Lah tadi katanya...."
"Eh,sudah jangan berisik tuh yang punya rumah keluar,yuk kita kesana " Ucap Lala
"Ya udah yuk " Mereka pun akhirnya mendatangi rumah pak RT
"Assalamualaikum "Ucap Lala pada seorang wanita seusia Lala
"Waalaikumsalam,loh kamu kan " Tunjuk nya pada Azzam ,belum selesai kata-kata nya Lala menyambar
"Maaf ,kami kemari untuk memberikan ini,salam kenal ya mbak,kami warga baru di sini ,saya Nurmala dan ini suami saya. Ini mbak diterima ya " Ucap Lala segera memberikan kotak makanan
"Kalau begitu kami pamit , Assalamualaikum "Ucap Lala cepat
"Yuk guys "Seru Lala pelan ,Azzam dan yang lain pun mengikuti
"Siapa yang datang ,itu apa ?" Tanya pak Samsul yang baru keluar
"Itu Yah,warga baru sepasang suami istri tadi ngasih ini "
"Oh ,pasti mas Azzam dan mbak Nurmala ,duh ayah jadi tak enak pada mereka ,hampir saja ayah minta maa Azzam nikahin kamu " Ucap pak Samsul merasa bersalah
"Padahal namanya sama ,tapi ganteng nya beda ,gantengan Azzam yang ini dari Azzam suami aku " putri pak Samsul berbicara dalam hati
"Kalau saja dia belum nikah aku pasti akan perjuangkan nya ,hihihi" Batin nya lagi
"Kenapa kamu senyum-senyum?" Tanya pak Samsul menatap putri nya aneh
"Eh,enggak kok yah "
Sementaranya itu Lala masih berjalan ,Azzam yang daritadi diam lalu berbicara.
"Kaya nya ada yang trauma nih sama anak pak RT "
"Bukam trauma ,cuman kesel aja lihat matanya " Sahut Lala
"Kok matanya bikin kesel ?" Tanya Azzam lagi
__ADS_1
Mila yang tak mengerti hanya diam mendengarkan , sementara Ovan yang memang selalu penasaran alias kepo sangat ingin bertanya namun baru saja ia membuka mulut nya Mila sudah memelototi nya,Ovan yang mengerti maksud nya pun hanya meringis.
"Cara dia natap kamu itu loh, kaya nya dia suka sama kamu "Jawab Lala
"Ya biarkan saja,itu kan hak nya" Ucap Azzam santai
"Tapi aku gak suka "
"Aku juga enggak " Sambung Azzam
"Intinya ,kalian cuekin saja ,jangan hiraukan dia atau siapapun yang berniat ganggu "Ucap Mila ikut menyela
"Nah bener itu,kalau di fikirin entar yang ada kalian malah berantem " Timpal Ovan
"Iya juga ya,yang penting kan Azzam nya gak welcome sama cewek lain" Ucap Lala membatin
"Ya sudah ,yuk kita lanjut tinggal beberapa lagi kan,biar cepat beres juga " Ucap Azzam mengingatkan
Mereka pun akhirnya melanjutkan menuju rumah yang belum mereka kujungi.
Sementara itu,Sarah kini sudah berganti pakaian ,ia juga sudah merias wajah nya meski hanya riasan natural namun justru ia terlihat semakin cantik.
Iqbal yang menunggu di luar tentu saja merasa tak sabar karena ibu nya terus saja meneror nya dengan terus menelpon dan mengirimi nya pesan.
Saat Iqbal hendak beranjak mengetuk pintu,ia mendadak terdiam dengan mata yang tak berkedip.
"Maaf ,lama ya nunggu nya" Sesal Sarah ,namun Iqbal malah tetap diam tak merespon ucapan Sarah
"Bang ! Hellooww.... !" seru gadis itu seraya menggerakkan tangan nya di depan wajah Iqbal
"Euh,....iya kenapa ?" Iqbal terkesiap
"kok malah bengong ?" Tanya nya Sarah bingung
"Masa sih,enggak kok gak bengong " kilah Iqbal sedikit gugup
"I,iya. Yuk ! " Reflek Iqbal membukakan pintu depan untuk Sarah. Hal yang tak pernah Iqbal lakukan. Biasanya Sarah akan membuka pintu nya sendiri.
"Makasih "Ucap Sarah yang hanya di jawab senyuman
Sepanjang perjalanan mereka sama sekali tak berbincang. Keduanya larut dalam fikiran masing-masing.
"Kenapa juga aku harus dandan seperti ini ? Hanya ganti baju, rapihin rambut juga seperti nya cukup,semoga bang Iqbal gak berfikir yang bukan-bukan deh " Batun Sarah
"Kenapa aku baru sadar kalau Sarah sangat cantik,meski riasan nya natural " Gumam Iqbal membatin ,meski begitu ia masih bisa fokus ke jalanan ,hingga suara ponsel membuat nya harus menepikan mobil terlebih dahulu
"Sebentar ya ,aku angkat telpon dulu,dari mama aku "
"Iya " Sahut Sarah singkat
"Iya mah,iya....ini aku lagi di jalan,udah ya sebentar lagi aku sampai ,kalau mama nelponin terus kapan sampai nya"
Setelah itu Iqbal kembali melakukan mobil nya.
"Nanti kalau mama papa aku tanya apa-apa jawab iya saja ya,jangan gugup " Ucap Iqbal
"Ya gimana dulu pertanyaan nya ,nanti kalau nanya yang aneh-aneh masa aku jawab iya ?" Tanya Sarah
"Iya juga ya. Tapi gak mungkin lah merek tanya aneh-aneh" Iqbal mencoba menyangkal setiap kemungkinan nya nanti
Sarah hanya meringis senyum
Beberapa saat kemudian mobil pun berhenti di depan rumah besar bercat putih. Rumah yang pernah Sarah inapin saat ditolong Iqbal.
Belum juga Iqbal dan Sarah keluar dari mobil,terlihat seorang ibu paruh baya keluar dan berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
"Bersiap-siaplah bersandiwara,bersikap lah seperti layak nya pasangan kekasih ok" Ucap Iqbal pelan
Sarah mengangguk." Iya " ucap nya
Keduanya turun dari mobil. Iqbal berjalan cepat ke samping Sarah lalu meraih tangan gadis itu dan digenggam nya. Sarah yang terkejut pun hanya bisa diam dengan tatapan ia alihkan pada tangan nya yang digenggam Iqbal.
"Telapak tangan nya dingin banget " Batin Iqbal
"Ayo Sarah ,bersikap lah biasa ,ini hanya pura-pura" Batin Sarah
Dengan menghela nafas beberapa kali akhirnya perasan gugup tadi lambat laun menjadi tenang.
"Assalamualaikum,mah " Ucap Iqbal menyalimi tangan ibu nya
"Waalaikumsalam. Ini pacar kamu ?" Tanya ibu nya menantap Sarah dengan tatapan tak dapat diartikan
"Iya mah,kenalin nama nya Sarah "Sahut Iqbal ,Sarah pun segera menyalimi ibu nya Iqbal
"Hai ,Tante salam kenal " Ucap Sarah sedikit gugup
"Ya ,salam kenal juga. Ya sudah yuk kalian masuk " Ucap ibu nya Iqbal mengajak mereka masuk
"Tangan kamu dingin banget,kamu gugup ?" Tanya Iqbal berbisik
"Iya,aku takut akting aku ketahuan " Bohong nya
"Kamu tenang saja ,semua akan baik-baik saja " bisik Iqbal lagi
Melihat anak dan perempuan yang dikira nya kekasih anak nya itu saling berbisik membuat ibu paruh baya itu menggeleng kan kepala.
"Kalian makan dulu ya,kasihan bibi sudah masak banyak ,sayang kalau gak ada yang makan " Ucap ibu Iqbal membawa mereka ke meja makan
"Loh non Sarah ?" Sapa bi Heni (pembantu)
"Hai bi Heni,apa kabar?"Sapa Sarah
"Alhamdulillah,baik non. Non Sarah kok gak pernah datang lagi ,non Sarah sehat kan?" Tanya Bu Heni
"Alhamdulillah aku juga baik bi " Jawab Sarah
"Jadi kamu sering datang ke sini?" Tanya ibu Iqbal
"Hm,gak juga sih " Jawab Sarah bingung berbicara apa
"Kadang-kadang?" Tanya ibu Iqbal lagi
"Iya , kadang-kadang " Sahut Sarah
"Mah,papa mana kok gak kelihatan?" Tanya Iqbal
"Mungkin masih di kamar , sebentar lagi juga ke sini" ibu Iqbal ikut membantu bi Heni menyiapkan makanan
"Biar aku bantu Tante " ucap Sarah
"Eh,gak usah ,udah kamu duduk saja di situ ya"
"Jadi kalian sudah lama pacaran?"tanya ibu Iqbal sambil menata makanan
Sarah melirik Iqbal meminta pria itu yang jawab.
"Dua tahun " Jawab Iqbal ,Sarah membelalakan mata nya
"Dua tahun ,yang benar saja " Batin Sarah heran
"Kalau begitu jangan ditunda lagi cepat lah menikah ,jangan terlalu lama pacaran,gak baik "
__ADS_1
Bersambung....