
Entah siapa yang menolong nya semalam ,yang jelas orang itu mengenal dirinya.
Sarah hendak bangun namun ia terkejut ketika melihat pakaian yang ia kenakan berbeda dengan yang semalam dikenakan nya.
"Ini...kenapa aku memakai pakaian ini,dimana pakaian ku " bingung nya
"Siapa yang memakaikan daster kegedean ini,lalu siapa pria semalam yang menolong ku,kenapa dia mengenal ku,apa jangan-jangan pria itu yang menggantikan pakaian ku " nafas nya seakan terasa sesak ketika membayangkan pria asing melihat tubuh nya dan menggantikan pakaian nya
Penasaran Sarah pun mengintip ke bagian dalam pakaian nya.
"huuuuuffftt.....syukurlah dalaman ku masih sama dengan yang terakhir ku pakai "gumam nya
"tapi....ini dimana " bingung nya
Seketika ia pun mengingat jika Alex twrkika karena menolong nya
"Astaga Alex..... bagaimana keadaan nya " Sarah pun mencoba bangkit,namun rasa sakit pada punggung nya membuat nya meringis kesakitan
Pada saat itu pintu kamar terbuka. Sarah pun menoleh
"Alhamdulillah,non sudah bangun " ucap nya sambil membawa air minum
"Ibu siapa ?" tanya Sarah
"Panggil saja bi Heni ,tadi bapak berpesan jika non sudah bangun ,non harus makan ,sebentar bibi ambilkan makanan nya dulu"
"Tidak usah bi,terima kasih ,aku mau pulang saja " tolak Sarah
"Maaf non,bapak pasti tidak akan memperbolehkan non pergi sendiri ,sebaiknya tunggu saja bapak kembali" ucap bi Heni
"Sebaiknya non makan saja dulu, sebentar bibi ambilkan dulu" Sarah pun tak lagi menolak ,karena perut dan bibir nya yang tak sinkron,bibir bilang tidak tapi perut berteriak minta di isi
Sarah pun beranjak ke kamar mandi untuk mencuci wajah ,ia yakin jika di dalam kamar itu ada kamar mandi sebab ada pintu lain selain pintu masuk di dekat tempat tidur.
"Rumah ini pasti sangat bagus dan besar ,baru kamar dan kamar mandi nya saja sebagus gini " gumam gadis itu
"Kasur nya saja bikin malas buat beranjak ,nyaman banget ,kapan ya aku bisa beli kasur empuk seperti itu" lirih nya lagi
Tak ingin berlama-lama di kamar mandi,Sarah pun segera keluar,namun ternyata bi Heni sudah berada di kamar bersama makanan yang sudah diletakan di meja dekat tempat tidur.
"Makanan nya sudah siap ,bibi keluar dulu,jika perlu apa-apa panggil saja bibi ya" ucap bi Heni lalu pergi meninggalkan Sarah yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi
Sementara itu, Lala dan Mila masih bingung dan khawatir dengan Sarah yang masih belum ada kabar. Lala sampai menginap di kosan Mila.
Rencana nya hari ini mereka akan pergi ke kantor polisi untuk meminta bantuan pihak berwajib karena mereka sangat yakin jika Sarah benar-benar diculik.
Akan tetapi baru saja mereka hendak menaiki angkutan umum , beberapa motor gede berhenti tepat di depan mereka.
"Ck,kalian lagi,mau ngapain ?" tanya Lala malas
"Gw mau tanya Lo lihat Alex gak ? Atau Alex pernah ngehubungin Lo semalam ?" rupanya mereka itu anak geng motor yang mencari Alex
"Ya mana gw tahu ,tapi sih kemarin sore kita abis pergi dan nganterin gw pulang,setelah itu gw gak tahu lagi ,dia gak ngabarin gw. Emang nya Alex kemana?" tanya Lala balik
"Kalo gw tau mana mungkin gw tanya Lo ,gimana sih "
"Iya juga ya. Duh gw juga gak ngerti deh kenapa mereka bisa sama-sama hilang sih " ucap Lala
"Memang nya siapa saja yang hilang?"
"Temen gw Sarah ,dari semalam belum pulang " jawab Lala
"Atau jangan-jangan mereka pergi bareng?" tanya Mila
"Jangan ngaco kamu ,mana mungkin mereka pergi bareng " sangkal Lala
__ADS_1
"Kalian udah coba hubungin nomor ponsel nya ?" tanya Lala
"Udah tapi diluar jangkauan "
Lala menghela nafas kasar ,namun tiba-tiba ia teringat akan mimpi nya malam kemarin. Mengingat nya Lala jadi gelisah dan khawatir,takut apa yang di mimpi nya itu jadi kenyataan.
"Antar kita ke kantor polisi !" pinta Lala
"Kok ke kantor polisi ?"
"Udah jangan banyak tanya, perasaan gw gak enak ! Ck, ayo cepetan !" seru Lala ketika mereka malah diam
Mereka pun segera menuju ke kantor polisi terdekat. Sesampainya mereka di kantor polisi .Lala ,Mila dan anak-anak geng motor hendak masuk ,namun di cegah beberapa petugas polisi.
"Hey , kalian mau kemana? Ini kantor polisi bukan tempat untuk main-main"
"Pak kami datang untuk melapor,kedua teman kami dari semalam belum pulang "ucap Lala
"Oh ,kalau gitu ayo masuk "
Mereka pun mengikuti petugas polisi tersebut.Hinhga akhirnya mereka diminta menjelaskan maksud dan tujuan mereka datang.
"Jadi teman kalian satu perempuan dan satu laki-laki"
"Iya pak "
"Kenapa kalian harus repot-repot datang ke sini, mungkin saja kan mereka memang pergi bersama " ucap polisi itu enggan menanggapi
"Itu tidak mungkin pak ,mereka tidak saling mengenal ,hm... maksud ku mereka baru kenal ,eh ....gimana sih " mendadak Lala menjadi bingung dengan ucapan nya sendiri
BRRAAK'
"Kalian jangan main-main, ini kantor polisi" bentak polisi itu lagi menggebrak meja,sampai Lala yang duduk di kursi pun berlonjak kaget hampir terjatuh dari duduknya
"Bapak jangan bikin kaget dong,gimana kalau jantung ku langsung pindah ke lambung lalu melorot ke ginjal bapak mau tanggung jawab" ucap Lala kesal
"Jangan bercanda kamu ya,lebih baik sekarang kalian pergi jangan ganggu kami " usir polisi itu
"Kok bapak ngusir kami , katanya polisi itu menjaga ,mengayomi dan membantu masyarakat ,kok bapak bersikap seperti itu sih " ucap Lala lagi
"Kamu ini anak nya siapa sih ,berani kamu sama saya ,mau saya kurung kamu " sentak nya
"Loh emang salah saya dimana pak ,saya kan datang ke sini untuk minta bantuan ,tapi bapak malah ngusir kami dan sekarang bapak mau ngurung kami ,gimana sih " keluh Lala
Polisi itu nampak geram karena Lala selalu saja bisa menjawab
"Kamu......
"Ada apa ini ?" tanya seseorang yang baru keluar dari ruangan nya
"Ini loh pak , anak-anak gak jelas " jawab nya
Lala dan Mila saling bertukar pandang
"Bang Iqbal "
Polisi tadi terkejut karena ternyata gadis yang ia bentak barusan ternyata mengenal atasan nya.
"Lala "
"Bang Iqbal sedang apa di sini?" tanya Lala lalu berdiri dari duduknya,dan menghampiri Iqbal
"Kamu sendiri sedang apa,gimana kabarmu lama gak bertemu ya ?" tanya Iqbal balik
"Alhamdulillah aku baik-baik saja,Aku ke sini mau buat laporan ,teman aku Sarah dan Alex hilang bang,dari semalam mereka belum pulang " jawab Lala
__ADS_1
Gluk'
Polisi tadi nampak menelan saliva, ia khawatir gadis itu akan mengadu jika dirinya enggan membantu.
"Oh Sarah ya,kamu jangan khawatir dia ada di rumah ku"
"Hah....yang bener bang? Kok bisa ?" tanya Lala terkejut begitu pun dengan Mila
"Semalam dia hampir jadi korban asusila, beruntung saat itu Abang lewat jalan itu " sahut Iqbal lagi
"Alhamdulillah....tapi Sarah gak apa-apa kan bang?" tanya Lala
"Dia tidak apa-apa,hanya punggung nya cedera ,tapi kamu jangan khawatir cedera nya tidak parah,dan sudah diobati juga "
"Syukurlah kalau begitu" ucap Lala sambil menoleh pada Mila ,ia pun tak kalah senang nya mendengar bahwa Sarah baik-baik saja
"Oh iya ,ada satu lagi teman nya Sarah ,dia terluka dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit " tambah Iqbal
"Teman ? siapa ?" tanya Lala pada Mila ,Mila pun mengedikan bahu nya
"Teman nya pria , ciri-ciri nya rambut nya di cat merah dan ada tato tempel nya di lengan kiri " jelas Iqbal
Lala dan Mila saling lirik ,hingga kemudian mereka berdua sadar siapa yang dimaksud nya.
"ALEX...."seru kedua nya
"Lalu teman kami berada di rumah sakit mana pak ?" tanya salah satu anak geng motor
"Kamu siapa ?" tanya Iqbal
"Saya Ryan ,teman nya Alex " jawab nya
"Oh ,jadi kalian berteman ?" tanya Iqbal pada Lala,ia cukup tahu seperti apa Ryan dan yang lain nya dari penampilan mereka
"Bukan ,aku hanya temenan dengan Alex saja" jawab Lala cepat
"Oh gitu "
"Jadi Alex di rumah sakit mana bang?" tanya Lala
"Di rumah sakit Cinta Sehat "
"Oh oke , aku tahu rumah sakit itu " ucap Lala
"Kalau gitu kamu mau ke rumah sakit dulu atau langsung menemui Sarah ? Dia pasti sudah bangun" tanya Iqbal
"Ke rumah sakit dulu seperti nya, Sarah kan tidak apa-apa,aku mau mastiin kalau Alex baik-baik saja " jawab Lala ,ia sangat mengkhawatirkan teman badung nya itu,ia yakin jika orangtua nya tak akan datang
"Ya sudah ayo Abang antar "
"Gak ngerepotin nih ?" tanya Lala
"Sama sekali enggak ,kalian tunggu di depan Abang mau ambil kunci mobil nya dulu" ucap Iqbal
"iya bang "
Setelah Lala dan yang lain keluar,Iqbal melirik polisi yang tadi membentak Lala
"Lain kali layani siapapun yang datang ke tempat ini ,jika sekali lagi kamu bersikap seperti tadi ,jabatan mu taruhan nya "
"I...iya siap pak ! Maaf " Ucap nya menunduk
"Ck , baru beberapa hari di sini kepala ku rasa nya ingin pecah " lirih Iqbal sambil berlalu
Bagaimana tidak,para polisi itu melayani masyarakat dengan ogah-ogahan, walaupun melayani hanya pada kalangan menengah keatas saja.
__ADS_1
bersambung...