
Tiga hari telah berlalu. Lala semakin gelisah karena rasa rindu yang mendera nya. Mungkin karena sudah ada ikatan yang mengikat mereka rasa rindu itu seakan tak bisa terbendung berbeda dengan sebelum nya yang tak ada ikatan apapun diantara mereka.
Pagi ini Lala tengah melihat-lihat semua pakaian nya di dalam lemari. Semua pakaian nya kebanyakan kaos oblong ,kemeja dan banyak celana jeans dengan beberapa sobekan di lutut nya.
"Sepertinya aku harus melakukan perubahan,aku gak mau Azzam melihat wanita cantik diluaran sana lalu tergoda , sementara aku gak ada feminim-feminim nya " Bohong jika Lala tidak terpengaruh dengan ucapan Ovan. Selama beberapa hari ini itulah yang membuat perasaan nya gelisah dan resah
"Memang seperti apa sih cewek nya ,jadi ingin tahu seberapa cantik nya tuh cewek " Lala terus saja berceloteh sendiri sambil memilah semua pakaian nya.
"Nah ,ini dia ! Tapi masih muat gak ya? Ini kan baju waktu aku usia 17 tahun " Lala menemukan dress selutut pemberian dari Sri yang hanya satu kali ia pakai di acara sekolah nya dulu
Ia teringat ketika ia memakai nya dulu semua mata tertuju pada nya ,bahkan Azzam sampai tak berkedip waktu itu.
"Tapi seperti nya masih muat deh ,aku coba dulu lah " Lala pun segera mengganti pakaian nya
Beberapa saat kemudian
"Nah kan masih muat ,berarti badan aku dari dulu segini terus " Gumam nya sambil memutar-mutar tubuh nya di depan cermin
"Sudah waktunya perubahan,demi menghalau bahaya yang akan mengancam kelangsungan hidup sejahtera rumah tangga ku. Tunggulah aku wahai raja ku,hulu balang mu ini akan menjaga mu dari serangan ulet bulu bernama Mayang " Lala terkekeh sendiri dengan ucapan nya
"Hahahaha....bicara apa aku ,duh " Lala sampai menepuk kening nya
Beberapa saat kemudian Lala sudah selesai merias wajah nya,tidak terlalu mencolok karena makeup yang ia kenakan natural. Namun tentu saja penampilan nya kini semakin terlihat paripurna.
Lala kemudian meraih tas dan buku-buku tebal nya lalu membawa nya.
"Sedikit tak nyaman ,tapi gak apa-apa lah demi Azzam aku rela ,toh aku memakai celana pendek " Gumam nya seraya menghidupkan mesin mobil nya
Lala yang terbiasa mengenakan celana menjadi sangat aneh ketika ia harus mengenakan rok.Namun meski begitu ia harus membiasakan diri. Tak lupa ia juga mengenakan sepatu high heels meski tak terlalu tinggi demi menunjang penampilan nya.Akam tetapi setelah nya ia di dalam mobil ia melepas sepatu nya. Ia mengendarai mobil tanpa alas kaki.
"Begini lebih baik" Gumam nya
Hingga sampailah ia di kampus. Lala kembali mengenakan sepatu nya lalu mulai keluar dari dalam mobil.
Saat pertama kali menginjakkan kaki nya di kampus semua orang dibuat melongo dengan penampilan nya. Tak sedikit yang tak memuji kecantikan dan keseksian nya.
"Itu Lala bukan sih ?"
"Sepertinya bukan "
"Itu beneran si Lala ,lihat saja mobil nya ,itu kan mobil yang akhir-akhir ini dipakai Lala "
"Mungkin kembaran nya "
"G*la,dia cantik banget ,kalau dia penampilan nya begini terus bisa jadi menggeser Sherina si kembang kampus "
Begitu lah kasak-kusuk diantara para mahasiswa dan mahasiswi yang Lala lewati. Meski begitu tak membuat Lala besar kepala karena mendapat pujian dan tatapan memuja dari para pria.
Lala terus berjalan tanpa memikirkan tahapan-tatapan itu. Hingga kemudian suara lantang Mila dan Sarah terdengar sangat heboh melihat penampilan Lala yang baru.
"Lala....ini beneran Lala teman kita ? Nurmala Fitriyani?" Seru Mila sambil memutari Lala
"Oh my wow ,ya ampun ,ya Allah Gusti....kesurupan bidadari dari mana kamu tiba-tiba jadi cantik banget kaya gini " Kini giliran Sarah yang memutar-mutar Lala
"Haduh ,udah stop! Pusing tahu "Seru Lala
__ADS_1
"Hehehe....maaf ,abis nya kamu cantik banget tau La" "Ucap Sarah yang masih saja tak berkedip melihat teman nya itu
Sementara di tempat lain ,Azzam masih kuliah seperti biasa. Seperti biasa juga sosok Mayang seakan jadi bayang-bayang Azzam di kampus. Kemana Azzam pergi gadis itu terus saja mengikuti.
Hingga Azzam benar-benar merasa jengah namun si saat itu ia mendapatkan telpon dari Lala.
"Assalamualaikum sayang " Ucap Azzam sengaja di depan Mayang. Gadis itu melotot namun berbeda dengan respon Lala di sebrang telpon. Lala nampak tersipu ,jantung nya bertalun-talun hatinya berbunga-bunga, rasanya seakan melayang bersama berjuta kupu-kupu.
"Waalaikum salam " Jawab Lala gugup
"Pas banget kamu nelpon ,baru saja aku juga mau telpon kamu. Kamu sedang apa ?" Tanya Azzam
"Lagi jalan sama Mila juga Sarah " Jawab Lala
"Gak ke kampus?"
"Ke kampus kok ,ini baru selesai. Kebetulan kuliah cuman sebentar" Jawab Lala
"Mila dan Sarah mereka juga sudah selesai kuliah nya ?" Tanya Azzam lagi
"Mereka masih dua jam lagi kelas nya " Tutur Lala
"Oh gitu .La aku kangen nih "
"He'em,aku juga "Jawab Lala malu-malu
"Ingin cepat-cepat weekend rasanya " Hembusan nafas Azzam sampai terdengar sampai ke Lala
"Sabar,tiga hari kita ketemu kok " Ucap Lala
"Hm...dasar bucin "
"Biarin ,bucin sama istri sendiri kok siapa yang mau larang" Sahut Azzam sambil melirik Mayang dengan sudut mata nya
"Dia masih saja di situ " batin nya
"Ada kok ,yang larang" Ucap Lala
"Siapa ?" Tanya Azzam mengerutkan kening
"Orang gila ,hahaha" Suara tawa Lala terdengar sangat renyah di telinga Azzam
"Ehm,benar ,hanya orang gila yang akan melarang ku merindukan istrinya" Azzam membenarkan ucapan istrinya itu ,sungguh ia ingin Mayang pergi tak lagi mengikuti nya
Mayang yang mendengar nya langsung meradang. Dengan senyum licik Mayang mendekati Azzam dan berbicara tepat di samping Azzam dekat ponsel yang masih setia menempel di telinga Azzam.
"Azzam ,setelah ini kita kemana?"
Deg'
Azzam tak menyangka jika Mayang akan berbuat seperti itu. Lala pun langsung terdiam , tubuh nya menegang namun kemudian ia menghela nafas untuk mengumpulkan segala kewarasan nya agar tak terpancing emosi.
"Tahan La,kamu harus percaya pada nya ,dia gak mungkin seperti itu,dia pasti ulet bulu yang Ovan bilang " Batin nya
"Kamu apa an sih,sana pergi jauh-jauh " Usir Azzam seraya menggeser menjauhi Mayang
__ADS_1
"Azzam kamu kok gitu sih ,padahal daritadi kamu baik banget sama aku. Siapa sih yang telponan dengan mu?" Mayang bersikap seolah mereka benar-benar dekat
"Diam ,jangan bicara omong kosong" Sentak Azzam panik. Ia tak ingin Lala menjadi salah faham pada nya
"Ya sudah kalau gitu udah dulu ya, Mila sama Sarah udah manggil tuh " Ucap Lala ingin segera memutuskan sambungan telpon nya
"Tunggu La ,kamu jangan salah faham "
"Iya,aku gak apa-apa kok , tenang saja ,aku percaya sama kamu ,udah dulu ya assalamualaikum" Lala pun segera memutus telpon nya
"Huuuuuffftt......dasar ulet bulu, lihat saja aku akan kasih kamu pelajaran " Geram Lala mengepalkan tangan nya
"Kami kenapa La?" Tegur Mila
"Gak apa-apa kok. Yuk kesana bantu aku cari baju yang cocok ,kalian nanti aku belanjain deh "
"Beneran ?" Tanya Sarah
"Ya bener lah ,tapi belanja nya jangan banyak-banyak ya "Cengir Lala
"Iya kita juga tahu diri kok,kita gak bakal belanja banyak tapi bakal bikin uang mu terkuras , hahahaha "Gurau Mila terbahak
"Huuu....dasar " Lala mencebik
"Ya udah yuk " Ajak Sarah. Mereka pun segera menuju toko pakaian
Sementara itu Azzam sangat marah pada Mayang ,tatapan dingin nya semakin tajam dan menusuk. Mayang sampai ketakutan melihat reaksi Azzam setelah apa yang ia lakukan baru saja.
"Kau puas? Kau senang karena istri ku salah faham ? Dengar Mayang ,dengar kan aku baik-baik,aku pria beristri kamu tak seharusnya terus berusaha mendekati ku,aku minta kamu jangan lagi ganggu aku " Setelah mengatakan itu Azzam pun pergi namun langkah nya terhenti saat Mayang menyerukan suara nya
"Kenapa kamu tidak tertarik sama sekali pada ku? Padahal apa kurang nya aku , semua pria menatap ku mereka menginginkan ku , tapi kenapa kamu tidak? Memang nya seperti apa istri mu itu ? Apa dia lebih cantik dari ku? Lebih kaya ? Lebih segala nya ?"
Karena suara Mayang yang cukup keras dan lantang membuat semua orang di sana menoleh ke arah mereka.
"Kamu ingin tahu alasan nya ? "Tanya Azzam dingin
"Ya aku ingin tahu?" Sahut Mayang
"Sifat dan sikap mu yang seperti ini yang aku tak suka. Istri ku jauh lebih dari segalanya dari yang kamu punya. Asal kamu tahu saja banyak pria menatap mu bukan karena mereka tertarik pada mu ,melainkan mereka hanya tertarik dengan tubuh mu. Orangtua ku pernah mengatakan jika seorang wanita sudah tidak malu mempertontonkan tubuh nya ,maka keperawanan nya pun mesti dipertanyakan. Bagaimana apa kamu masih perawan ? Karena aku paling tidak suka dengan wanita yang sudah tak perawan "
Ucapan Azzam terbilang pedas dan paling ekstrim. Mengingat ia tak pernah berkata se kasar itu. Dalam hati ia bergumam.
"Ya Allah ,maafkan hamba,ucapan hamba yang tak sopan pasti akan menyakiti nya ,tapi ini hamba lakukan demi ketenangan rumah tangga hamba"
Selesai mengatakan itu Azzam pun pergi ,ia langsung menuju ke masjid yang tak begitu jauh dari kampus nya ,ia ingin menenangkan diri juga meminta pengampunan pada Sang Pencipta atas kata-kata kasar nya barusan.
Sedangkan Mayang masih terdiam di tempat nya dengan menggertakan gigi ,tangan nya yang sudah mengepal karena kesal.
"S*al,kenapa tebakan nya tepat sekali "
Di tempat lain Lala yang sudah selesai berbelanja pakaian dan segala keperluan nya sedang menata barang belanjaan nya di lemari. Ia sudah sampai rumah sejak beberapa menit yang lalu.
"Tunggulah aku sayang " Lala menyungging kan senyum nya sambil memperhatikan dress selutut berwarna pink
bersambung...
__ADS_1