
Sebuah pasar tiba-tiba terlihat jelas di mata seorang gadis yang kaki nya tengah terluka. Ia terkesiap saat salah satu pedagang melihat ke arah nya dengan wajah cukup menyeramkan.
Setelah ia dapat menguasai diri dari keterkejutan nya,Lala perlahan berjalan diantara para hantu yang berlalu lalang. Mereka terlihat seperti manusia pada umum nya. Ada yang membeli dan menawar ,para pedagang pun nampak berteriak memasarkan dagangan mereka. Suara-suara berisik khas pasar membuat Lala merasa ia benar-benar berada di pasar,meski ia sadar jika pasar yang ia lihat saat ini merupakan pasar setan yang sering ramai di perbincangkan orang.
Sosok kakek-kakek tiba-tiba muncul di belakang nya.
"Jangan takut,mereka tak akan mengganggu jika hati mu bersih "
Lala terkejut lalu menoleh
"Ini ! Gunakan ini untuk membeli barang atau makanan di sini. Membeli bukan berarti memakan apalagi membawa pulang "Tutur nya sambil memberikan sebuah uang koin jaman dulu
"Maksudnya ?" Gadis itu benar-benar tak mengerti dengan apa yang di ucapkan kakek itu
"Intinya ,membeli sesuatu di sini sama dengan menghargai mereka" Ucap nya lagi
Lala memperhatikan uang kuno yang kini berada di tangan nya.
"Ini uang apa ?" Tanya nya ,namun sosok kakek itu sudah tak ada
Lala mengedarkan pandangan nya.
Di sudut lain nampak sebuah panggung tradisional yang terbuat dari bambu. Rupanya suara musik gamelan Jawa itu berasal dari sana.
Seperti hiburan pada umum nya. Ketika ada musik maka adapula yang menari ,bahkan ada pula penyanyi atau sinden juga para penari ronggeng nya.
Ketika gadis itu tengah memperhatikan mereka yang berjoged bersama penari ronggeng,ia melihat dua sosok yang tak asing di mata nya. Keduanya nampak berdiri mematung di tengah-tengah mereka yang tengah menari.
Saat Lala hendak mendekat , tiba-tiba lengan nya di cekal.
"Jangan kesana ! "
"Kakek "lirih nya
"Jangan kesana, di sana cukup bahaya untuk mu " ucap kakek itu
"Tapi kek ,itu teman-teman ku"
"Biarkan ! mereka sudah melanggar peraturan dan larangan hutan ini. Mereka akan menjadi penunggu di sini bersama yang lain, jangan coba-coba untuk membawa mereka pergi sebab taruhan nya adalah nyawa. Kau gadis baik sebaiknya segera pergi dari tempat ini"
"Satu lagi , sebelum pergi beli lah sesuatu lalu simpan di samping batu besar itu " tunjuk nya pada sebuah batu besar. Lala mengikuti arah telunjuk kakek itu ,hingga di detik berikutnya kakek itu kembali menghilang
"Apa yang sudah mereka berdua perbuat ?" Lirih nya
Meski hatinya ingin menolong Wahyu dan Didin ,namun ia teringat pada pesan kakek tadi.
"Maafkan aku " Lirih nya
Lala berbalik dan menghampiri salah satu pedagang. Tak banyak bicara Lala pun membeli pisang dan ikan dengan uang kuno pemberian kakek tadi.
Saat Lala hendak menuju batu besar tiba-tiba Wahyu dan Didin sudah berdiri di depan nya.
"Astaga...."
"Tolong ....tolong kami....."
__ADS_1
"Kamu datang untuk menjemput kami kan ?"
Mereka semakin mendekat pada Lala , sementara Lala memundurkan langkah nya.
"A...apa...yang sudah kalian lakukan?" Tanya Lala
"Tolong kami....."
Namun tiba-tiba semua yang berada di sana menatap Lala dan berjalan mendekat.
"Tolong...... tolong....tolong......"
"Tidak...pergi...kalian pergi....aku tersesat bukan untuk menolong kalian "Seru Lala panik
"Toloooong ........"
Dengan tertatih Lala mencoba berlari menghindari hantu-hantu itu,namun sebuah tangan berhasil menarik kaki nya hingga gadis itu terjatuh.
Bruuk'
Sementara di tempat lain.
Sri yang saat ini sedang tidur pun tiba-tiba terbangun setelah mimpi yang membuat nya terbangun.
"Kenapa ? Mama mimpi buruk ?" Tanya Banu
"Lala pah. Mama lihat Lala tersesat di hutan ,dia jatuh dan tidak ada yang menolong nya "
"Istighfar mah, ! Itu cuman mimpi ,makanya sebelum tidur itu baca doa dulu " Ucap Banu mencoba menenangkan istri nya
"Sebaiknya kita sholat,kita doakan putri kita supaya dia baik-baik saja di sana " Ajak Banu ,Sri pun mengangguk. Meski waktu shalat subuh masih satu jam lagi,Banu menyarankan sholat agar hati dan fikiran istri nya itu jadi lebih tenang
Sementara itu,Wika yang sampai saat ini belum bangun membuat Robin cemas. Wahyu dan Didin belum ketemu ,ditambah Wika yang tak bangun-bangun membuat nya kalut.
"Ya Tuhan....kenapa harus terjadi seperti ini " lirih nya pelan
Begitu pun dengan yang dirasakan Hamdan dan Yogi. Keduanya sangat mengkhawatirkan Bagus juga Lala.
"Semoga mereka baik-baik saja " gumam Yogi pelan
Saat ini Hamdan masih enggan untuk dekat-dekat dengan Yogi. Ia masih takut jika tiba-tiba saja pria itu berubah jadi sosok yang menyeramkan.
"Kenapa mereka lama sekali ?" Lirih Hamdan
"Hutan ini kan luas,apalagi gelap,akan menyulitkan pencarian,kita berdoa saja semoga mereka kembali dengan selamat " Ucap Robin
"Amiiiin..." Sahut Yogi dan Hamdan bersama-sama
Sementara itu,Azzam tanpa lelah terus berjalan dan berteriak.
"LALA....."
"KAMU DIMANA ?"
"Dia seperti nya khawatir banget pada Lala "Batin Bagus
__ADS_1
Sebenarnya ia sudah merasa lelah ,ingin ia istirahat sejenak namun ia takut tertinggal dan terpisah. Dan tak hanya Bagus saja yang merasa lelah para petugas pun sudah sangat kelelahan.
"Kalian kembali saja ,biar aku cari sendiri "Ucap Azzam,ia tahu mereka sudah sangat kelelahan ,ia pun tak memaksa mereka untuk tetap ikut mencari
"Kami tidak ingin ambil resiko,jika kami kembali bagaimana dengan mu. Yang hilang sebelum nya saja belum ketemu. Kami tak ingin disalahkan jika seandainya terjadi sesuatu pada mu " jawab salah satu petugas
Azzam tak berbicara lagi ,ia kembali berjalan dengan menyingkirkan tanaman dan rumput liar yang menghalangi langkah nya tanpa merusak nya ,karena ia tahu larangan merusak tanaman meski rumput sekalipun.
Kembali pada Lala
Dengan sekuat tenaga Lala menendang tangan-tangan yang bermunculan dari permukaan tanah ,meski kaki nya terasa sakit ia tak mau menyerah begitu saja. Ia harus pulang dengan selamat. Ia tak mau jadi bagian dari mereka.
"Aaakkkhh....lepaskan ! Enyah lah dari kaki ku !"
Lala pun terus menendangi tangan-tangan itu hingga akhirnya kaki nya bisa terlepas. Lala segera bangkit dan kembali berlari meski kaki nya terkilir. Tak lupa ia juga membawa pisang dan ikan yang tadi ia beli dengan menggunakan uang kuno.
Lala berlari dengan tertatih menuju batu besar yang ditunjuk kakek misterius tadi.
"Ayo ,sedikit lagi La "lirih nya
Akan tetapi kembali muncul tangan dari permukaan tanah dan menangkap kaki nya.
Buruk'
Kembali kala terjatuh
Semakin ia mencoba menarik kaki nya ,semakin kuat tarikan tangan itu hingga tubuh Lala terseret menjauhi batu itu.
Hingga akhirnya Lala melempar pisang dan ikan tersebut tepat di bawah batu yang dimaksud.
Seketika cengkraman di kaki nya terlepas beserta lenyap nya tangan itu. Semua sosok tak kasat mata itu pun juga ikut lenyap.
Keadaan menjadi hening. Tak ada suara musik gamelan ,pun dengan pasar yang nampak ramai pun lenyap.
"Huuuuuffftt..... Alhamdulillah....."Lirih nya
Lala merangkak menuju sebuah pohon untuk menyandarkan punggung nya. Ia ingin beristirahat sambil menunggu pagi tiba. Ia tak ingin mengambil resiko jika kembali berjalan di dalam kegelapan hutan. Tak menutup kemungkinan ia akan kembali masuk area terlarang itu. Apalagi kaki nya yang sakit membuat nya tak bisa berjalan normal sebagaimana mesti nya.
Saat mata nya mulai tertutup ,sayup ia mendengar seseorang memanggil nama nya.
"La...Lala..."
"Hah....siapa yang memanggil ku ? Jangan-jangan hantu-hantu itu lagi ?" Gumam nya
Lala pun berdoa dalam hati agar tak lagi dikejar para hantu penunggu hutan itu. Namun semakin lama suara itu semakin jelas ditelinga nya.
"Tunggu...! Bukan nya itu suaranya ... Azzam " gumam nya
Entah mengapa tiba-tiba hatinya berdesir hanya karena menyebutkan nama nya.
"LALA.....!"
"Iya benar ,itu suara Azzam "
"DI SINI.....,AKU DI SINI !" Balas Lala berteriak
__ADS_1
bersambung...