
Sarah mengerjapkan mata nya,berharap bayangan Iqbal menghilang,namun bukan nya menghilang,sosok pria yang kini sudah bertahta di hatinya itu malah semakin terlihat jelas saja.
"Abang Iqbal " Lirih Sarah
"Kamu kenapa tidur di sini sih,nanti badan kamu sakit ?" Tanya Iqbal
"Iya,aku ketiduran tadi " Jawab Sarah lalu beranjak duduk
"Kelihatan nya kamu capek banget,emang di kampus banyak kegiatan ya ?" Tanya Iqbal lagi seraya duduk di samping Sarah
"Enggak kok,mungkin aku hanya kekenyangan,tadi pulang dari kampus kami ditraktir Azzam makan seafood dulu" Tutur Sarah jujur
"Oh,ya sudah kalau gitu mending sekarang kamu mandi dulu biar seger nanti malam kamu ikut aku ya ke acara pesta, kebetulan aku dapat undangan nya ,gak enak kalau datang sendiri "
"Pesta ?" Tanya Sarah
"Iya,pesta ulangtahun gitu,biasanya aku gak pernah datang ,cuman karena sekarang udah ada kamu jadi gak ada salahnya kalau aku datang "
"Dan ini, pakailah! pasti cocok dikamu" Iqbal menyerahkan dua buah paper bag pada Sarah
"Iya,makasih "
Singkat cerita kini Sarah sudah siap dengan gaun yang sangat pas ditubuh nya. Lekukan tubuh Sarah yang terlihat seksi membuat siapapun pasti akan takjub melihatnya.
"Duh,ini apa gak terlalu berlebihan ya aku pakai gaun ini, high heels nya juga bagus banget. Apa semeriah itu kah acaranya hingga bang Iqbal meminta aku pakai gaun seperti ini" Gumam Sarah ketika melihat pantulan dirinya di cermin
Tok tok tok
Sarah menoleh ketika mendengar suara pintu diketuk.
"Sarah ,sudah selesai belum ?" Tanya Iqbal ,pasal nya ia sudah menunggu cukup lama ,hingga ia merasa bosan
Cklek'
Saat pintu terbuka Iqbal dibuat terpana melihat penampilan Sarah malam ini.Kedua matanya nampak melotot dengan mulut yang menganga.
Tubuh Sarah yang tinggi,kulit putih bersih ditambah body nya yang sangat menggoda iman,membuat nya hampir oleng.
"Astaga,kenapa aku baru sadar ternyata aku punya istri sangat seksi " jerit nya dalam hati
Bagaimana ia tak sadar ,jika selama ini ia tak pernah memperhatikan istri nya itu,apalagi Sarah sendiri tak pernah mengenakan pakaian press body,pakaian yang Sarah kenakan sehari-hari bahkan untuk tidur pun tergolong longgar. Sarah lebih suka mengenakan baju over size.
"Kalau begini mana rela aku kalau dia dilihat banyak orang " Batin nya lagi
"Bang Iqbal .....bang !" Panggil Sarah
"Eh,iya kenapa ?" Iqbal terkesiap malah malah bertanah kenapa
"Jadi berangkat?" Tanya Sarah
"Gak ! Eh,jadi. Yuk kita berangkat sekarang " Ajak Iqbal seraya memberikan lengan nya untuk digandeng
Dengan canggung Sarah pun memegang lengan Iqbal.Keduanya segera pergi.
Sementara itu
"Kamu tadi siang bilang hantu ,hantu apa sayang ?" Tanya Lala
"Tuh ,hantunya datang " Tunjuk Azzam pada sosok nenek yang kini sudah bisa masuk ke dalam kamar ,karena pagar ghaib yang dibuat Azzam sudah dibuka kembali
__ADS_1
"Loh,nenek kan yang waktu itu "Ucap Lala saat melihat wajah si nenek
"Innalilahi wainailaihi roji'un " Lirih Lala sedih ,pasalnya ketika ia bertemu dan membantu nenek itu,nenek itu masih hidup ,tapi kini nenek itu malah sudah meninggal
"Nenek meninggal kenapa ?Padahal kan saat itu nenek masih baik-baik saja " lirih Lala menatap hantu nenek itu
Namun tiba-tiba sebuah gambaran terlihat begitu jelas dimatanya. Gambaran sebuah kejadian mengerikan terjadi pada sosok nenek yang kini berada di hadapan nya.
Saat itu ,ketika Lala dan Azzam pergi meninggalkan nenek itu di depan rumah anak nya seorang wanita muda nampak membuka kan pintu. Namun alih-alih di sapa atau dipersilahkan masuk perempuan itu malah memaki nenek itu hingga mengusir nya.
"Maaf majikan saya sedang tidak ada di rumah,nenek pergi saja. Di rumah ini tidak melayani pengemis"ucap nya angkuh
"maaf neng ,saya datang untuk menengok anak saya ,katanya sakit " Ucap si nenek
"Nenek jangan ngarang ya ,mana mungkin majikan saya punya orangtua miskin seperti nenek ! Lihat saja penampilan nenek yang seperti itu apa pantas disebut orang tua salah satu majikan saya,nenek pasti modus kan , ngaku-ngaku ibunya majikan saya padahal niat nya maling ,nenek fikir saya bodoh apa. Udah ketebak nek ,modus seperti ini sudah sering terjadi " tuduh perempuan itu
"Lebih baik nenek pergi atau saya panggil satpam ,atau bila perlu polisi sekalian biar pengemis macam nenek bisa langsung ditangkap " cetus perempuan itu lagi lalu mendorong nenek itu hingga terjatuh. Namun karena keras nya dorongan tersebut,nenek itu sampai tersungkur , kepala nya tak sengaja membentur ujung lantai hingga berdarah
Kondisi nenek yang sudah tua ditambah Sarah yang terus mengalir dari kepala nya membuat nenek itu kritis.
Alih-alih dibawa ke rumah sakit , perempuan itu malah menelpon kekasih nya. Tak membutuhkan waktu lama kekasih nya yang merupakan tukang ojeg pengkolan pun datang. Perempuan itu meminta kekasih nya untuk menguburkan nenek itu padahal nenek itu masih hidup.
Meski awal nya kekasih nya itu sempat menolak ,tapi karena diiming-imingi sesuatu yang sangat ia inginkan dari perempuan itu, pria itu pun akhirnya mau menuruti nya.
Akhirnya nenek itu dikuburkan dalam keadaan masih hidup di belakang rumah.
Lala mengerjapkan mata dengan nafas tersengal.
"Kenapa sayang ,apa yang kamu lihat ?"Tanya Azzam ,namun yang ditanya malah menangis,Lala merasa kasihan terhadap nenek itu
"Seandainya kita saat itu tidak meninggalkan nenek " lirih Lala menangis tersedu-sedu
"Huuuuhhhuuu.....tadi aku lihat ......" Lala pun menjelaskan apa yang ia lihat tadi ,dan sungguh Azzam pun merasa bersalah karena sudah meninggal kan nenek itu sendiri
"Ya Allah nek,maafkan kami " ucap Azzam lirih
"Tidak apa-apa,apa yang terjadi pada nenek bukan salah kalian ,mungkin memang sudah waktunya nenek meninggal,tapi dengan cara seperti ini" Ucap nenek itu
"Nenek ikhlas,tapi nenek mau anak nenek tahu jika ibunya kini sudah meninggal,bahkan kuburan nenek berada di belakang rumah nya,nenek mau dikuburkan dengan layak " Ucap nenek itu
"Baiklah nek ,kami akan membantu nenek sebisa kami " Ucap Lala yang tak tega dengan nenek itu,Azzam pun menyetujui hal tersebut
"Tapi,kamu harus hati-hati nduk,sebab kini ada nyawa lain yang bersama mu,jangan sampai kamu kehilangan nya lagi untuk kedua kali nya "tutur si nenek menatap Lala
"Maksudnya nenek ?" Tanya Lala bingung ,begitupun dengan Azzam
Nenek itu tersenyum dan beralih pada perut rata Lala.Lala dan Azzam pun turut mengikuti arah pandang nenek itu.
"Sayang , jangan-jangan maksud nenek kamu hamil lagi?" Tanya Azzam antusias
Lala tak bisa berkata-kata,hanya kedua mata nya yang kini sudah berkaca-kaca. Jika pun itu benar adanya ,ia pasti akan sangat merasa bahagia ,namun ia masih belum mau menyimpulkan apa-apa sebelum memeriksakan pada dokter.
"Besok,kita periksa ke dokter kandungan ya"ucap Azzam sambil menggenggam kedua tangan Lala
"Iya,"
Di tempat lain,
Sarah dan Iqbal sudah sampai di sebuah rumah yang nampak besar dan mewah.Terdapat beberapa mobil mewah berjajar rapih di halaman.Tentu tamu yang datang pun bukan sembarangan orang yang datang.
__ADS_1
"Pestanya di sini?" Tanya Sarah
"Iya,yuk masuk! "Ajak Iqbal segera meraih tangan Sarah
"Aku malu,bang.Apa gak terlalu berlebihan dengan penampilan ku yang seperti ini" lirih Sarah
"Kenapa mesti malu,kamu cantik kok,percaya diri saja. Dan ingat,di dalam kamu jangan jauh-jauh dari aku,ok!" ucapan Iqbal seraya melingkar kan tangan nya di pinggang Sarah
"Yuk "Sarah hanya mengangguk patuh
Begitu mereka sampai di depan pintu yang besar dan menjulang tinggi nampak dua orang penjaga menyambut kedua nya,para penjaga pun mempersilahkan Iqbal dan Sarah masuk meski tak menunjukan surat undangan,sebab Iqbal mendapat undangan langsung dari yang punya pesta.
"Kamu benar dia orang nya ,kok bawa perempuan?" Bisik penjaga satunya
"Benar kok ,tuh lihat fotonya sama" Tunjuk rekan nya menunjukan foto Iqbal pada layar ponsel nya
"Ternyata orang nya masih muda ,aku kira udah tua. Hebat juga masih muda udah punya jabatan penting di kepolisian" Batin penjaga tadi
Ketika pasangan itu sudah masuk ke dalam sontak orang-orang menatap pada mereka berdua. Terlebih yang punya acara.
"Akhirnya dia datang juga. Tapi dia datang bersama siapa " Batin nya
"Pah,ajak Iqbal ke sini dong !" Pinta nya
"Iya , sebentar" Pria paruh baya itu pun segera menghampiri Iqbal dan Sarah
"Selamat malam pak " Sapa Iqbal sopan
"Selamat malam juga Kompol Iqbal "Ucap nya
"Ah,bapak di saat seperti ini tak usahlah sebut jabatan saya,tak enak ,oh iya kenalkan pak ,ini istri saya Sarah " Ucap Iqbal merasa bangga sudah memperkenalkan Sarah sebagai istri nya
"Wah,selera mu ternyata bagus juga ya ,pantas kau menolak putri ku,ternyata istri nya lebih cantik dari yang saya kira. Selamat atas pernikahan kalian ,maaf saya tidak bisa hadir saat itu " Ucap pria itu yang merupakan Jendral polisi
"Iya ,pak.Terima kasih ,saya maklum bapak kan sangat sibuk " ucap Iqbal
"Itu si papa ngapain malah ngobrol sih ,bukan nya diajak ke sini " batin Anita putri sang jendral
Sarah sendiri merasa terkejut saat mendengar jika Iqbal telah menolak putri pria paruh baya yang ia sendiri tak tahu siapa. Sarah hanya bisa menyimak setiap obrolan mereka.Namun matanya tak sengaja melihat pada sosok perempuan cantik yang berdiri di depan kue ulangtahun yang tingginya sampai dua meter.
"Apa itu perempuan yang dimaksud" fikir Sarah
Timbul ketakutan dalam dirinya ketika melihat perempuan itu menatap penuh harap pada Iqbal. Seketika mode siaga bagi seorang istri yang takut suami nya tergoda pun mulai on. Dan insting seorang istri memang selalu kuat ketika bibit-bibit pelakor mulai bermunculan ke permukaan. Meskipun mereka belum melakukan hubungan suami istri sebagaimana mestinya,tapi sebagai seorang istri ia ingin menjaga harga dirinya dengan mempertahankan dan melindungi suami nya agar tak terkena rayuan seorang pelakor.
Sarah mengeratkan pegangan tangan nya pada Iqbal ketika melihat Anita berjalan ke arah nya.Iqbal pun menyadari sikap Sarah pun tersenyum.
"Iqbal ,kenapa malah diam di sini ? Ayo ke sana sebentar lagi acara dimulai " Ajak nya namun dengan tatapan nya mengarah pada Sarah ,tatapan sinis langsung ia layangkan
"Maaf ya Anita , seperti nya saya di sini saja,kasihan istri saya jika ditinggal di sini sementara saya menemani mu di sana " Tolak Iqbal seraya menatap Sarah
"A...apa? Istri ?"
"Iya ,Anita. Iqbal baru saja menikah beberapa bulan yang lalu ,saat itu kita berada di Swiss saat acara pernikahan nya " Tutur jendral itu ,ia tahu putri nya menyukai Iqbal ,tapi ia tidak bisa berbuat banyak untuk menyatukan mereka ,sebab dari awal ia mengutarakan niat nya pada Iqbal untuk menjodohkan putri nya,Iqbal menolak mentah-mentah,dengan alasan sudah punya calon istri,padahal saat itu Iqbal sedang berusaha untuk move on dari Lala ,setelah mengetahui gadis itu akan menikah.
"Kenapa papa gak ngasih tahu aku kalau saat itu Iqbal nikah ?" Tanya nya penuh dengan rasa kecewa
"Maaf nak "
Bersambung.....
__ADS_1