Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Tak ingin terjadi sesuatu


__ADS_3

Sebelum nya,othor mau minta maaf karena lupa ngasih tahu siapa Vano. Bagi yang belum tahu bisa mampir ke cerita aku yang berjudul Yang Tak Terduga. Nanti pasti tahu siapa Vano. Di sini Vano hanya jadi figuran yang hanya lewat🤭. Ok kita kembali ke cerita.


Lala dan Azzam melihat ada asap hitam yang membumbung tinggi ketika menoleh ke belakang. Azzam sendiri melihat dari kaca spion.


"Ya Allah,itu asap apa? Apa jangan-jangan suara ledakan tadi ?" Tanya Lala menoleh pada Azzam


"Bisa jadi,sayang " Sahut Azzam dengan terus melajukan mobil nya


Lala yang penasaran mencoba mencari tahu dari berita online,akan tetapi baru saja ia menyalakan sinyal data beberapa notifikasi dari berbagai berita online masuk ke ponsel nya.


"Astaghfirullah "Gumam Lala


"Kenapa sayang ?" Tanya Azzam menoleh


"Ternyata ledakan itu berasal dari pintu gerbang tol " Lala kemudian membaca artikel tersebut.


"Tapi bersyukur tidak ada korban jiwa ,semua orang selamat dari kecelakaan itu " Ucap Lala


"Subhanallah,Maha Besar Allah" Ucap Azzam


"Tapi sayang, aku jadi kefikiran ucapan bapak tadi"lirih Lala


"Seperti nya beliau memang bukan orang sembarangan deh. Jika nanti kita bertemu lagi ,aku akan mengucap kan terima kasih, karena beliau sudah memperingatkan kita" Ucap Azzam,ia sangat bersyukur karena selamat dari kecelakaan itu


"Iya, kamu benar" Lala mengangguk membenarkan


Sementara di tempat lain, Iqbal yang saat ini sudah berganti pakaian santai tengah duduk di sofa kamar nya.


"Loh, Abang gak balik ke kantor ? Aku kira Abang udah pergi lagi tadi " Tanya sarah yang baru keluar dari kamar mandi. Ia baru selesai mandi dan saat ini hanya mengenakan handuk pun terkejut


"Tau gitu aku tadi bawa pakaian ganti "batin Sarah , meskipun ia sudah melakukan 'itu dengan suaminya,ia masih merasa malu


Gluk'


Iqbal menelan ludah melihat nya."lagi males balik kantor" Jawab Iqbal dengan suara tercekat


"Kok males? Apa Abang sakit?" Tanya Sarah gugup. Dengan menarik bagian bawah handuk sambil berusaha menutupi pundak nya dengan rambut nya yang basah,Sarah berjalan menuju lemari


"Enggak kok " Jawab Iqbal


"Duh,ngapain bang Iqbal liatin aku kaya gitu" Batin Sarah sambil mengambil baju nya


Sebagai pria normal,tentu saja Iqbal tak akan tahan melihat pemandangan indah seperti itu,apalagi yang ia lihat merupakan istrinya ,wanita yang sudah menjadi hak paten milik nya dan berlabel halal.


"Kenapa dia begitu seksi " Jerit Iqbal membatin


Sesuatu pada dirinya sudah menegang hingga fikiran nya pun mulai kacau. Ia menghela nafas beberapa kali untuk menenangkan dirinya ,namun gejolak dalam dirinya begitu meronta-ronta menginginkan kepuasan.

__ADS_1


Dengan wajah merah padam,Iqbal berjalan tanpa suara menghampiri Sarah. Sarah sendiri sudah selesai memilih pakaian yang hendak ia pakai.


Deg'


Sarah terkejut ketika berbalik Iqbal sudah berdiri tepat di depan nya ,bahkan jarak keduanya hanya menyisakan beberapa centi saja.


"Sarah "Ucap Iqbal lirih


"I...iya..." sahut Sarah tergugu


"Boleh kah Abang minta hak Abang lagi ?" Tanya nya dengan suara yang berat


Sarah hanya mengangguk dengan wajah merona. Mendapat persetujuan Sarah ,Iqbal pun tak membuang kesempatan itu.


Perlahan Iqbal menarik handuk yang melilit di tubuh Sarah.Sarah membelalakan mata dan segera menutupi bagian d*da dan bagian bawah nya dengan kedua tangan nya,hingga pakaian yang sudah ia bawa dari dalam lemari pun jatuh mengenaskan di atas lantai. Namun Iqbal menarik lengan nya lalu melingkarkan di tubuh nya.


Iqbal berbisik," Kamu sangat seksi " Sarah merona


"Ah,Abang ..." Des*ah Sarah ketika ciuman Iqbal mendarat di leher nya


Iqbal mencumbu istrinya dengan penuh gairah hingga Sarah pun kewalahan mengimbangi cumbuan nya.Namun karena tak ingin mengecewakan suami nya,Sarah berusaha untuk bisa mengimbangi permainan Iqbal.


Iqbal kemudian menuntun Sarah menuju tempat tidur sambil terus menciumi nya ,hingga pada saat Iqbal sudah siap ke inti permainan nya,ponsel nya berdering.


"Angkat dulu bang ,siapa tahu penting " Ucap Sarah dengan nafas tersengal


Iqbal pun kembali melakukan aksi nya. Namun karena deringan ponsel nya terus saja mengganggu aktifitas nya,Iqbal pun terpaksa mengangkat nya meski dengan posisi dia yang terus bergerak maju mundur di atas Sarah.


Sebisa mungkin Sarah tak mengeluarkan suara ketika Iqbal sedang berbicara dengan ponsel nya.


"Iya ,ada apa ?" Tanya Iqbal dengan nafas sedikit tersengal


"Bapak sedang apa ? Seperti nya ngos-ngosan begitu ?" Tanya orang di sebrang telpon


"Olahraga "Jawab Iqbal singkat


"Cepat katakan ada apa,aku masih sibuk " Sentak Iqbal hingga membuat orang itu terperanjat


"Maaf mengganggu pak,tapi saya ingin melaporkan jika terjadi kecelakaan di pintu gerbang tol "


"Oh. Ya sudah sebentar lagi aku ke sana " Setelah mengatakan itu Iqbal langsung mematikan ponsel nya


"Maaf sayang ,ada iklan sebentar. Ayo mendesah lagi,biar Abang cepat keluar ,Abang harus pergi,ada kecelakaan " Ucap Iqbal seraya mengusap peluh di kening Sarah


Beberapa saat kemudian,matahari sudah terbenam ,Lala dan Azzam sudah sampai


di tempat tujuan. Kedua nya langsung di sambut oleh para pegawai yang sudah menunggu kedatangan nya. Mereka saling lirik ketika Azzam datang bersama seorang wanita.

__ADS_1


"Jadi itu istri nya,biasa saja tuh ,cantik sih tapi.....masih cantik kan aku " Batin salah seorang pegawai perempuan nampak percaya diri. Apalagi dengan riasan wajah nya yang tebal membuat nya selalu memuji dirinya sendiri


"Assalamualaikum "Ucap Azzam


"Waalaikumsalam A Azzam ,makasih sudah menyempatkan diri untuk datang,silahkan A" Ucap salah satu pegawai yang usia nya lebih tua dari pegawai lain termasuk dari Azzam juga


Pegawai itu pun tak lupa menyapa Lala dan mempersilahkan nya untuk masuk bersama.


Kini Azzam sudah duduk di hadapan semua pegawai nya. Mereka semua duduk hanya beralaskan karpet.


"Kita langsung saja ya,jadi berapa bulan gaji kalian yang belum terbayar kan ?" Tanya Azzam to the poin


"Tiga bulan A,...! " Jawab mereka serempak


"Baiklah ,ini seharusnya cukup untuk menggantikan gaji kalian yang tiga bulan termasuk gaji untuk bulan depan "Ucap Azzam seraya mengeluarkan sebuah amplop coklat di dalam tas nya


"Lalu,bagaimana dengan pak Wahid,A? tanya salah satu pegawai


"Pihak kepolisian sedang melacak keberadaan nya, mudah-mudahan pak Wahid bisa cepat tertangkap" Ucap Azzam dengan wajah tenang


"Kenapa A Azzam bisa terlihat setenang itu ya,padahal kan pak Wahid sudah membuat nya hampir bangkrut dan menyusah kan semua orang?" batin pegawainya yang lain


Bagaimana tidak setenang itu, jika papa mertua nya ikut andil dalam masalah nya. Tadi saat di perjalanan,Banu menelpon,Lala lalu menceritakan masalah suami nya. Sebagai orang tua,ia tentu tak terima saat mengetahui anak dan menantu nya sedang dalam masalah yang disebab kan oleh orang lain. Setelah berbicara dengan anak dan menantunya,pria paruh baya itu segera menelpon seorang jendral polisi kenalan nya,lalu meminta jendral tersebut untuk mengusut tuntas kasus menantu nya.


Beberapa saat kemudian,pertemuan pun berakhir. Azzam membawa Lala menginap di hotel. Awal nya Lala menolak ,ia ingin pulang ke rumah mertua nya saja,namun Azzam mengatakan jika ia lelah dan mengantuk.


"Kalau begitu aku akan menggantikan kamu menyetir ,biar kamu bisa tidur " ucap Lala


"Enggak ! Sekali enggak tetap enggak. Aku tidak mau ambil resiko apalagi kamu sedang hamil anak aku ,aku gak mau kamu dan calon anak kita kenapa-napa " Ucap Azzam tegas


"Ya udah deh " Akhirnya Lala pun luluh dan menuruti rencana Azzam


Mereka pun sampai di salah satu hotel bintang lima ,saat mereka hendak check in nampak kegaduhan terjadi. Terdengar teriakan disertai orang-orang yang berlarian ke luar dengan wajah panik.


"Ini ada apa ?"Tanya salah satu petugas hotel pada mereka yang berlarian ,namun tak ada satu pun yang menyahut karena mereka sibuk dengan diri sendiri


"Seperti nya kita tak jadi check in di hotel ini. Ayo sayang kita pergi saja "Ajak Azzam menarik lengan Lala


"Tapi sayang ,itu mereka kenapa ,apa jangan-jangan terjadi sesuatu di sana ,aku mau lihat " Lala menahan tangan Azzam yang menarik nya


"Sayang , please deh jangan aneh-aneh,ingat kondisi kamu sedang hamil ,aku tidak mau kamu kenapa-napa "


"Ya sudah " kondisi Lala yang tengah hamil membuat mood nya naik turun


Entah kenapa hanya mendengar bantahan dari Azzam meski tidak dengan nada keras pun membuat hati nya tak nyaman. Dengan lesu ia berjalan keluar sambil digandeng Azzam.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2