
Hari berganti hari, bulan pun berganti.
Dua bulan kemudian
Lala meringis ketika merasakan mulas pada perut nya. Sementara Azzam saat ini masih berada di kampus.
"Sshhh..... huuuuuuuh......"Lala mendesis sambil terus menarik nafas dalam-dalam dan membuang nya perlahan
Itu ia lakukan untuk mengurangi rasa sakit saat mulas yang ia rasakan semakin membuat nya kesakitan.
"Biiiii........bibiii......" Teriak Lala lirih
Lala yang saat ini berada di tempat tidur hendak mengambil ponsel nya yang tengah di charger di meja belajar nya,namun karena letak nya agak jauh ia pun kesulitan. Sebenarnya tadi pagi Azzam sudah memutuskan untuk tak berangkat kuliah,sebab ia takut jika ketika ia tidak ada Lala akan melahirkan,namun Lala meyakinkan jika ia tidak akan dulu lahiran karena menurut perkiraan dokter kandungan nya,lahiran masih satu mingguan lagi.
Sementara itu,kedua orangtua dan mertua nya sudah dalam perjalanan. Damar hendak mengantar kan istri nya untuk menemani Lala yang mereka anggap sebentar lagi menantu nya itu akan lahiran. Begitu pun dengan Banu,ia juga ingin mengantarkan istri nya sekaligus ingin bertemu anak semata wayang nya yang sudah sangat ia rindukan.
"Ssshhhh......aduh,sakit banget Ya Allah ! Bibiiii......."Teriak Lala lagi
"Iya non !" Sahut bi Yati sambil berlari,ia tadi berada di dapur sedang mencuci piring sambil bersenandung ria mengikuti lagu dangdut yang ia putar lewat ponsel nya
Sambil terpogoh bi Yati masuk ke kamar yang memang tidak ditutup rapat.
"Ada apa non ? Ya Allah non Lala teh kenapa?" Seru bi Yati nampak panik melihat Lala yang sudah berkeringat sambil berjongkok karena ia sudah tak mampu berdiri lagi
"Sakit bi....sepertinya aku mau melahirkan,tolong ambilkan hp aku bi "Pinta Lala lirih
"Ya Allah ...Iya,non iya " Bi Yati segera mencabut ponsel yang masih tersambung kabel charger lalu memberikan nya pada Lala
"Aku gak bisa bi,bibi saja tolong hubungi Azzam " Pinta Lala lagi
"I...iya non " Dengan tangan bergetar bi Yati pun mulai menghubungi Azzam
Panggilan pertama tak diangkat ,karena Azzam menggunakan mode silent. Hingga panggilan ke dua masih tak ada jawaban.
Di ruang kelas ,nampak Azzam tak konsentrasi,sebab daritadi perasaan nya tidak enak ,ia jadi kefikiran istri nya di rumah.
"Ya Allah,jaga dan lindungi istri ku. Sabar ya sayang ,sebentar lagi kelas selesai" Batin Azzam
"Haduh non,gak diangkat " Bi Yati tambah panik
"Mila....hubungi Mila ! CEPAATTTT ! Lala berteriak karena rasa mulas dan sakit yang semakin menjadi
"IYA NON IYAAAA.....! " Seru bi Yati ikut berteriak karena panik
"Halo non Mila" Ucap bi Yati saat panggilan sudah tersambung
"Eh,ini bibi ya ? Ada apa bi ?" tanya Mila bingung
"Ini ....anu itu apa ...duh....non....itu....nganu ...."
"Apa sih bi,gak jelas banget ?" Tanya Mila mengerutkan kening nya
"iya ,itu...."
"MILA....PERUT AKU SAKIT , SEPERTI NYA AKU MAU MELAHIRKAN" teriak Lala
"APA ? Ok aku ke sana sekarang " Mila bergegas menutup panggilan nya ,ia lantas berlari ke arah kelas Azzam
"Kebangetan si Azzam ,istri mau melahirkan dia malah ngampus " Gerutu nya kesal
Sesampainya di depan kelas Mila langsung membuka pintu ruang kelas dengan kasar.
BRAKKK'
Semua yang ada di dalam kelas menoleh ke arah nya termasuk dosen.
"ZAM ! LALA MAU MELAHIRKAN ! " Pekik Mila begitu pintu terbuka
Azzam terkesiap dan langsung berdiri," APA ?" Seketika tubuh nya membeku ,merasa tak percaya jika sebentar lagi status nya akan berubah jadi seorang ayah
"Lah,malah bengong ,ayo buruan ! Seru Mila gemas
Azzam pun tersadar lalu beranjak ,namun sebelum meninggalkan kelas ia meminta izin terlebih dahulu pada dosen nya.
"Pak,maaf saya harus pergi ,istri saya mau melahirkan "Belum sempat dosen nya menyahut Azzam sudah pergi meninggalkan ruangan kelas
"Hm.....ya sudah lah biarkan saja. Sampai mana tadi?"Ujar dosen itu
__ADS_1
Azzam dan Mila segera meluncur ke rumah. Di rumah,nampak Lala sudah semakin tak karuan,apalagi ditambah bi Yati yang malah ikut histeris membuat suasana jadi kacau.
"Aaahhhh...... sakit......" Lirih Lala sambil terus mengatur nafas nya
"Haduh ....ieu teh kumaha " Gumam bi Yati sambil terus mondar-mandir di hadapan Lala
"Bibi ngapain sih ,aduh....aawww....." Jerit Lala reflek ketika ia merasa inti tubuh nya terasa penuh
"Aaaawwww......" Jerit bi Yati pula
"Ya Allah .....bibi .... huuuuuhhh...." Lirih Lala
"Huuuuuuuh ....." bi Yati ikut menarik nafas
Saking paniknya bi Yati sampai mengikuti apa yang majikan nya lakukan. Saat ini Lala sedang mencoba untuk berdiri dan berjalan perlahan menuruti kata-kata dokter kandungan nya agar pembukaan cepat,meski sakit namun Lala pantang menyerah.
Saat Lala membungkukkan tubuhnya karena tak tahan dengan rasa sakit ,bi Yati pun ikut membungkuk dan mengaduh seakan ia juga kesakitan.
"Bi....tolong bawakan tas yang besar itu ,isinya perlengkapan bayi ,tolong bi " Pinta Lala. Keringat semakin bercucuran di kening nya , tubuh nya pun sudah banjir air keringat
Namun bukan nya melakukan apa yang di pinta Lala ,bi Yati justru malah terlihat seperti orang linglung.
"Ya Allah ,bibi ...." Rasanya Lala ingin menangis melihat nya ,ia yang kesakitan bukan main justru malah dibuat senewen dengan kelakuan art nya
Namun tiba-tiba Lala merasa ingin mengejan ,ia pun lantas duduk di lantai dengan kedua kaki yang mengangkang.
"Ya Allah non Lala " bi Yati semakin panik
"Aku sudah tidak tahan bi ,hmmmmppphhh....." Lala mengejan sekuat tenaga
"Hmmmmppphhh....." Bi Yati mengikuti
"Aaaakkkhhhh....." Lala menjerit ketika ia merasa sesuatu mulai keluar dari bagian bawah nya
Beberapa saat kemudian,Azzam dan Mila pun sampai di rumah ,keduanya segera berlarian ke kamar saat mendengar suara Lala dan bi Yati yang berteriak bersahutan.
Namun langkah kedua nya terhenti sejenak saat mendengar suara tangisan bayi ,keduanya saling tatap lalu kembali berlari menuju kamar.
"Ya Allah " Azzam merasa panik dibuat nya ,pun dengan Mila
Saat keduanya tiba ,Azzam dan Mila malah melongo melihat pemandangan di depan nya.
"Astaghfirullah...." Ucap Azzam
"Hai ,kalian terlambat,bayi nya udah lahir " Cengir Lala dengan wajah pucat , suaranya pun terdengar sangat lemas
"Zam,cepat angkat Lala , biar aku yang bantu bawa bayi nya " Ucap Mila segera meraih kain yang ada lalu membungkus bayi tersebut. Ya Lala akhirnya melahirkan sendiri di kamar nya , sementara bi Yati langsung tergelatak tak sadarkan diri di dekat Lala
"Sayang,...maafkan aku ,maaf ..." Lirih Azzam ketika membawa Lala
"Jangan minta maaf, kamu gak salah " Lirih Lala
"Sudah jangan banyak bicara dulu,kamu masih lemas " Ucap Azzam
"Kamu yang mulai kok " Sahut Lala semakin lemah
Beberapa saat kemudian Lala sudah berada di dalam mobil. Lala direbahkan di kursi belakang,Mila pun duduk dengan menjadikan paha nya sebagai bantal untuk Lala ,sementara kedua tangan nya mendekap bayi beserta ari-ari yang talinya pun belum dipotong,Mila tak berani memotong nya sendiri.
"Mila ,aku kok rasanya ngantuk ya " ucap Lala pelan
"Ya udah ,kamu tidur dulu ya,kamu pasti capek ,lihat bayi kamu tampan sekali " Ucap Mila
"Katanya nyuruh aku tidur ,tapi malah kamu minta aku buat lihat bayi aku " Ucap Lala semakin lemah ,sesekali Azzam melirik dari kaca spion kecil yang menggantung di atas nya
"Sayang....sabar ya , sebentar lagi kita sampai di rumah sakit " Ucap Azzam ,namun tak ada sahutan dari Lala ,Mila pun menoleh namun ia terperanjat ketika melihat cairan merah menggenang di bawah kaki nya
"La...Lala " Panggil Mila dengan wajah panik ,Azzam dapat merasakan kepanikan sahabat nya itu
"Kenapa Mila ? Ada apa dengan Lala ?" tanya Azzam
Mila menggeleng ,namun ia tetap memanggil Lala sambil menepuk pipi nya dengan sebelah tangan.
"La...Lala bangun La "
"Zam, seperti nya Lala pendarahan. Cepat Zam ,kita harus sampai di rumah sakit secepat nya " Ucap Mila dengan suara bergetar
Deg'
__ADS_1
"Astaghfirullah...." Azzam pun melajukan mobil nya semakin cepat
Akan tetapi, tiba-tiba ia harus menghentikan mobil nya ketika seorang polisi lalu lintas mengejar dan meminta nya menepi.
"Ya Allah ,permudahkan jalan ku " Ucap Azzam lirih
Begitu mobil nya berhenti ,Azzam segera keluar dan berbicara pada polisi tersebut. Awal nya polisi itu tidak percaya dengan ucapan Azzam ,namun setelah Azzam meminta polisi itu melihat kondisi istri dan bayi nya ,polisi tersebut akhirnya meminta Azzam untuk segera menuju rumah sakit ,dengan dikawal oleh nya.
"Alhamdulillah,terima kasih ya Allah " Ucap Azzam setelah ia berhenti di depan sebuah rumah sakit
Nampak nya polisi tadi sudah lebih dulu berbicara pada petugas rumah sakit mengenai kondisi Lala,hingga pada saat Azzam hendak membawa Lala ke dalam ,para petugas sudah bergerak ke arah nya dengan membawa blankar. Setelah Lala dibaringkan , blankar tersebut segera didorong menuju IGD,sementara bayi nya langsung ditangani bidan.
Beberapa saat setelah itu,Azzam nampak duduk bersandar pada tembok dan Mila duduk di kursi panjang dengan wajah sendu. Dokter mengatakan jika Lala mengalami pendarahan hebat. Hal itu berakibat cukup fatal. Lala dinyatakan koma.
"Ini semua salah ku , seandainya aku tidak menuruti ucapan nya untuk pergi.... seandainya aku tetap di rumah Lala pasti tidak akan seperti ini ,ini semua salah ku " Lirih Azzam sambil terus memukul lantai hingga punggung tangan nya terluka dan mengeluarkan darah
Azzam benar-benar terpukul dengan kondisi Lala ,ia merasa bersalah dan tidak berguna.
"Zam,jangan seperti itu. Ini semua sudah takdir. Aku yakin Lala akan baik-baik saja ,dia hanya lelah habis melahirkan. Aku tahu ,Lala itu wanita kuat ,ia pasti bisa melewati ini semua. Kita doakan saja yang terbaik untuk nya " Mila tak tega melihat sahabat nya nampak terpuruk hingga terus menyalahkan dirinya
Mila sendiri,ia sudah berlinang air mata sejak mendengar fonis dokter tentang Lala. Ia tak dapat membayangkan jika sesuatu yang lebih fatal terjadi pada sahabat nya. Bersikeras ia menampik fikiran buruk itu.
Mila pun memutar otak agar Azzam tidak terlalu terpuruk seperti itu ,ia kemudian teringat akan bayi mungil yang didekap nya tadi.
"Apa kamu tidak ingin melihat bayi mu?" Tanya Mila
"Bayi ?" Sejenak Azzam melupakan bayi nya , fikiran nya terlalu fokus pada Lala ,hingga ia melupakan sebagian gak terpenting dalam hidup nya itu
"Iya ,bayi. Dia tampan loh ,hidung nya mancung mirip kamu ,mata nya mirip Lala ,pokok nya kolaborasi kalian sukses,dia bayi tertampan yang pernah aku lihat " Ucap Mila seraya mengusap air mata nya
"Astaghfirullah,aku sampai melupakan nya " lebih Azzam mengusap wajah nya
"Dimana bayi aku Mil ?" Tanya Azzam kemudian
"Ada diruangan bayi. Kamu jalan saja kurus dari sini nanti kamu belok kiri tak jauh dari situ ruangan bayi "Jawab Mila
"Kalau gitu aku ke sana dulu ya,kamu di sini saja jagain Lala ,kalau ada apa-apa cepat hubungi aku " Ucap Azzam segera beranjak
"Iya ,kamu tenang saja " Sahut Mila
Setelah kepergian Azzam ,nampak Deni dan Ovan datang. Kebetulan Deni sudah pulang dari Amerika,meski lusa ia harus kembali pergi untuk mengejar program studinya.
"Bagaimana keadaan Lala,Mil ?" tanya mereka hampir bersamaan
"Lala koma " Jawab Mila lirih
"Astaghfirullah....."Lirih keduanya
Ovan lalu memeluk Mila,ia yakin kekasih nya itu sedang terguncang.
"Apa Sarah sudah tahu ?" tanya Deni
Mila menggeleng ," Belum. Tapi usahakan jangan sampai dia tahu dulu,aku tidak mau dia shock mendengar kabar Lala ,dan berakibat buruk juga dengan kandungan nya " jawab Mila
"Lalu ,apa orang tua mereka sudah diberi tahu ?" tanya Ovan
"Aku rasa belum "
Sementara itu di waktu bersamaan ,entah memang sudah di setting othor nya apa memang sebuah kebetulan ,kedua pasangan paruh baya , Banu-Sri,Damar-Susi ,mereka datang bersamaan di halaman rumah Lala dan Azzam.
"Wah,rupanya kita memang jodoh nya jadi besan ya,sampai datang pun barengan " ucap Banu
"Hahaha....bisa saja besan. Gimana kabar nya ,betah banget di tempat orang ?" Tanya Damar
"Yah,namanya juga sudah tugas negara ,gak bisa ditolak " Jawab Banu apa adanya
"Ya,besan benar " Sahut Damar merangkul besan nya itu
Namun kemudian mereka mengerutkan kening saat melihat pintu rumah terbuka namun kondisi terlihat sepi. Perasaan seorang ibu langsung peka. Sri segera melangkah ke dalam dengan memanggil Lala juga Azzam.
"Assalamualaikum....Lala .... Azzam....!" Teriak nya
"Pada kemana ,kok sepi ?" Tanya Susi
Namun seketika mereka terperanjat ketika mendengar suara jeritan dari dalam kamar. Siapa lagi kalau bukan bi Yati pelakunya.
"Aaaaaakkkkhhhh ......"
__ADS_1
Bersambung.....