
Azzam berjalan gontai ke kamar nya. Ia sungguh sangat menyesali atas sikap nya tadi.
"Ya Allah maafkan aku La,tak seharusnya aku bersikap seperti itu "Lirih nya. Ia berdiri di depan pintu ,tangan nya ragu untuk mengetik pintu namun ia harus masuk dan meminta maaf pada istri nya itu
Tok tok tok
Sudah beberapa kali Azzam mengetuk pintu namun tak ada sahutan dari dalam. Azzam pun menarik gagang pintu lalu membuka perlahan pintu tersebut.
Dilihat nya Lala sudah tidur membelakangi pintu. Azzam menghela nafas.Ia lalu berjalan mendekat pada Lala.Azzam merebahkan diri di samping Lala, lalu memeluk nya dari belakang.
"Maaf ! Maaf atas sikap ku ! Aku tak bermaksud membuat mu tersinggung"Lirih nya. Tak ada sahutan dari Lala namun tarikan nafas nya nampak tak beraturan
"Aku tahu kamu belum tidur kan?" Ucap Azzam seraya mengendus dan menciumi tengkuk Lala
"Ahhh,.... dia selalu bisa mencari titik lemah ku" lirih Lala membatin , tubuh nya sudah merinding serta degupan jantung nya pun berdetak lebih cepat
Azzam tersenyum. Ia tahu istrinya mulai blingsatan namun tetap menahan diri.
"Maaf ,aku tak bermaksud menyakiti mu. Entah kenapa aku selalu merasa sensitif jika mengenai Arkan. Tak rela saja rasanya jika suatu saat ada orang yang mengaku orangtua nya dan membawa nya pergi. Aku masih ingat betul bagaimana Arkan diletakan di tempat gelap terbungkus kantung kresek hitam dengan tali ari-ari yang masih menempel.Sungguh aku sangat sakit mengingat nya" Lirih Azzam dengan suara serak menahan tangisnya
Mendengar suara Azzam yang berbeda itu,Lala pun membalikan tubuh nya. Kini mereka saling berhadapan.
"Kamu nangis?" Tanya Azzam seraya menyentuh wajah Lala
"Pake ditanya ,ya iya lah. Kamu fikir aku tak sakit hati dengan sikap mu tadi. Tatapan kamu tadi seakan kamu melihat ku sebagai musuh. Aku dapat melihat kemarahan di mata mu yang tertuju pada ku " Ketus Lala namun air mata nya kembali keluar tanpa permisi
"Maaf ! Aku benar-benar minta maaf. Aku janji gak akan bersikap seperti itu lagi " Sakit hati nya melihat wajah yang selalu terlihat ceria itu berurai air mata. Apalagi dirinya lah penyebab nya
"Bisa kamu ceritakan bagaimana kamu menemukan Arkan ? Aku janji setelah ini aku tak akan mengungkit masa lalu Arkan " Pinta Lala sedikit ragu
Azzam terdiam,ia malah menatap mata sayu istri nya yang sedikit sembab. Ia kemudian menghela nafas seraya menatap langit-langit kamar nya.
"Malam itu........." Azzam menceritakan bagaimana dirinya menemukan sosok bayi mungil yang kini sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri
Lala menyimak kata demi kata yang keluar dari mulut suami nya itu. Hingga pada akhirnya Azzam selesai bercerita.
"Apa mungkin Arkan adalah korban penculikan dan dibuang begitu saja oleh si pelaku " Cetus Lala berpendapat
"Entahlah. Aku tak ingin memikirkan hal itu"
"Kamu takut orangtua nya akan membawa Arkan ?" Tanya Lala. Azzam tak menjawab ia justru malah memeluk Lala yang tengah terlentang. Tangan kanan Lala pun tergerak untuk mengusap kepala Azzam yang berada di ceruk leher nya
__ADS_1
"Aku tahu ini semua pasti berat untuk mu. Sudah lah ,jangan fikirkan masalah itu dulu.Yang terpenting sekarang Arkan bersama kita. Tapi jika suatu saat Arkan bertanya tentang nya,maka kamu, ibu dan bapak tidak boleh menutupi nya,walau bagaimana pun ia berhak tahu. Jangan halangi Arkan jika ia ingin mencari kedua orangtua kandung nya,karena aku yakin sejauh mana ia pergi maka ia akan kembali lagi pada kita. Pada keluarga yang telah membesarkan dan merawatnya dengan penuh kasih sayang " Ucapan Lala tersebut membuat hati Azzam yang kalut kini menjadi tenang
"Iya sayang,aku mengerti. Maaf ya untuk yang tadi "
"Hm,tidak apa-apa. Aku mengerti kok " Wajah dan telinga Lala kini sudah semerah kepiting rebus ,ia malu juga senang dengan kata sayang yang diucapkan Azzam untuk nya
Setelah itu keduanya tertidur dengan saling berpelukan. Damar dan Susi yang merasa was-was takut mereka bertengkar karena sikap Azzam merasa lega setelah melihat pasangan itu tidur saling berpelukan.
"Ternyata Lala cukup dewasa juga pemikiran nya,dia bisa menenangkan Azzam padahal kita sebagai orangtuanya saja suka susah memberinya pengertian jika yang menyangkut tentang Arkan " Ucap Susi
Tak ada Maksud keduanya untuk mengintip,tapi melihat pintu kamar tak tertutup rapat membuat Susi merasa penasaran. Saat ia tengah berdiri di depan pintu, Damar melihat nya.Awal nya Damar menegur istrinya namun kemudian ia juga malah diam mendengarkan menantu nya berbicara.
"Iya bu,"Damar pun setuju dengan ucapan istri nya
Sementara itu, Mila masih terluntang lantung di jalanan. Terus ini kamu mau kemana? Cari kosan baru juga sudah malam,apalagi di sekitaran sini tak ada kosan kosong " Tanya Sarah
"Gak tahu lah. Apa aku tidur di pos satpam saja ya " Ucap Mila asal
"Gak ada ! Kamu kan cewek,bisa bahaya kamu tidur di sana. Udah malam ini kamu tidur di kosan aku saja ,biar aku tidur diluar. Besok aku bantu kamu cari kosan " Ucap Ovan yang nampak nya tidak setuju dengan ucapan Mila barusan
"Aman gak? Jangan nanti tiba-tiba kalian digerebek lagi terus nikah beneran. Aku sih gak apa-apa kalian nikah ,tapi kan kalian masih kuliah,kamu juga belum kerja mau dikasih makan apa sahabat ku ini " Serobot Sarah
"Kamu kenapa sih kaya nya kok anti banget sama aku ,salah ku apa coba ?" Tanya Ovan
"Salah mu ?" Mila menatap Ovan dari atas kepala hingga bawah kaki
"Perut mu ini yang bikin gagal fokus, hahahaha...." Mila tertawa sumbang sambil mengusap perut Ovan lalu menepuk nya keras
"Memang nya apa yang salah dengan perut ku ?"Tanya Ovan
"Aku tuh paling gak suka cowok perut buncit ,udah kaya eceng godok apalagi kalau bawa payung ,cocok itu " Kembali Mila tertawa
"Dih gak jelas banget ! Kamu lihat saja nanti suatu saat perut ku juga akan rata,akan ku buat kotak-kotak seperti roti sobek "Ucapan Ovan
"Ok aku tunggu hasil nya "
"Kalau aku sudah berhasil membuat roti sobek apa kamu mau dengan ku?" Sesaat Mila terdiam lalu ia kembali tertawa
"Hahaha.....kamu mah ada-ada saja ,ya kali aku sama kamu ,udah yuk ah aku ikut ke kosan kamu. Tapi bener kan aman ?"
"Huuuuh....iya aman jika aku tidur di luar " Jawab Ovan sedikit kesal
__ADS_1
"Ya udah Sarah,aku ikut Ovan saja ,kamu gak apa-apa kan sendirian ?" Tanya Mila
"Ya mau gimana lagi,ya udah sana! Hati-hati kalian kena gerebek lagi , hihihi "
Akhirnya Mila pun mengikuti Ovan ke kosan nya. Tak lama mereka pun sampai.
"Ya udah sana masuk " Ucap Ovan sambil memberikan kunci kamar nya
"Kamu beneran gak apa-apa di luar?" Tanya Mila
"Gak apa-apa, udah sana masuk " Ucap Ovan lagi
"Ya udah " Mila pun mulai melangkahkan kakinya memasuki kamar kosan itu. Di sana hanya ada satu ruangan kamar dan kamar mandi. Hal pertama yang dilihat nya begitu membuka pintu adalah tempat tidur ukuran kecil. Di samping nya terdapat rak buku kecil ,lemari plastik lalu tumpukan piring plastik dan gelas bekas pakai
"Ih kok jorok banget sih " Gumam nya pelan
Mila lalu merebahkan tubuh nya di tempat tidur.
"Idih , bantal nya bau iler lagi" Mila menyingkirkan bantal tersebut dan mengganti nya dengan tumpukan baju Ovan
"Sepertinya baju-baju ini baru di cuci ,wangi " Gumam nya
Saat ia sudah memejamkan mata ia teringat Ovan yang berada di luar.
"Dia pasti kedinginan " Mila beranjak sambil membawa bantal dan selimut
"Apa dia sudah tidur? Cepet banget tidur nya " gumam nya ketika ia melihat Ovan yang tidur meringkuk di dekat pintu
"Hihihihi,udah kaya anak kucing tidur di teras seperti itu. Tapi kasihan juga lantai nya pasti dingin "Hatinya terenyuh ketika melihat pria itu tidur tanpa alas ,bantal ,juga selimut
Dengan hati-hati Mila mengangkat kepala Ovan lalu menaruh bantal dibawah nya,setelah itu gadis itu juga menyelimuti Ovan yang tubuh nya mulai menggigil.
"Makasih,dan maaf sudah membuat mu tidur diluar ,selamat malam "Bisik Mila pelan
Ia yakin pria itu sudah terlelap , bukti nya Ovan tak memberikan respon apapun ketika kepala nya diangkat tadi.
Saat Mila sudah masuk Ovan bangun dari tidur nya. Ia tersenyum tipis melihat selimut di tubuh nya. Ada rasa aneh yang menyelimuti nya saat ini.
bersambung...
Maaf beribu maaf ya ,up nya telat terus๐aku masih gak enak badan padahal udah bolak balik pergi ke dokter tapi entahlah penyakit sekarang rasanya kok susah banget hilangnya. Jangan pernah bosan menunggu kelanjutan ceritanya ya ๐๐
__ADS_1