
"Bagaimana suami saya dok ?" Tanya Lala ketika dokter keluar dari ruang rawat Azzam.
Dokter nampak tersenyum."Alhamdulillah,ini suatu keajaiban,baru kali ini ada pasien dengan pendarahan di otak bisa sadar kurang dari satu Minggu,bahkan tak ada efek yang fatal. Semua nya normal dan tidak ada kelainan apapun ,sungguh ini benar-benar mukjizat " Dokter nampak terkesima dengan apa yang terjadi pada Azzam ,semua diagnosa nya tentang Azzam tidak terjadi.
"Sungguh dokter?" Tanya Susi terharu
"Benar Bu,putra anda tidak mengalami apa yang saya takutkan. Baiklah ,kalau begitu saya permisi karena masih ada pasien lain yang harus saya periksa,ayo sus" Dokter pun pamit undur diri bersama seorang suster
"Iya dok, terimakasih " Ucap Damar
Lala,dan kedua mertua nya pun sudah bisa masuk bersama-sama."Assalamualaikum "Suara Susi nampak bergetar
"Waalaikumsalam Bu ,pak " jawab Azzam yang sudah mulai bertenaga
"Pelan-pelan,kamu mau ngapain?" Ucap Lala ketika melihat Azzam mengangkat tubuh nya
"Aku mau duduk ,pegal tidur terus " Jawab Azzam
"Ya sudah ,sini aku bantu " Lala membantu Azzam untuk duduk ,ia juga membuat tempat tidur nya sedikit terangkat di bagian atas agar Azzam bisa bersandar
"Segini cukup?" Tanya Lala memastikan
"iya ,cukup sayang. Makasih ya " ucap Azzam pelan ,Lala tersenyum sebagai jawaban
"Syukurlah Zam,kamu sudah bangun,kami sangat mengkhawatirkan kamu, kami takut terjadi sesuatu pada mu " Ucap Susi
Azzam tersenyum,namun Susi langsung memeluk nya , begitu pun dengan Damar. Mereka bertiga berpelukan Damar di sisi kiri sementara Susi di sisi kanan. Mereka menangis haru, beberapa kali ucapan penuh syukur terucap dari mulut mereka.Lala pun ikut terharu melihat nya ,hingga Damar menoleh dan meminta Lala untuk bergabung.
"Terima kasih ya Allah" Batin Lala
Dua hari kemudian .
Pagi ini Lala sudah mengenakan kebaya modern warna pastel sama dengan yang dikenakan Mila. Selama proses rias sampai selesai,video call tetap berjalan. Namun ketika proses ijab qobul, video call beralih pada Ovan,karena Lala harus berada di ruangan lain untuk menemani Sarah selama proses ijab qobul dilangsungkan.
Orangtua Iqbal meminta agar proses ijab qobul dilaksanakan di gedung ,sementara Sarah ingin di rumah saja. Karena menurut nya pernikahan itu tidak berkesan apa-apa,jadi tak perlu dirayakan sedemikian rupa hingga harus menyewa gedung segala. Namun berbeda dengan Iqbal ,meski ia tak mencintai Sarah ,baginya pernikahan merupakan sesuatu yang sakral dan terjadi satu kali seumur hidup. Ia menginginkan ijab kobul di masjid. Namun Ratmi sudah terlanjur menyiapkan pernikahan anak nya di gedung. Orangtua Sarah pun ikut saja keinginan calon besan nya.
Deni pun hadir di sana ,hanya saja entah kenapa suasana hatinya tak semeriah dekorasi pernikahan itu.
Hal serupa juga dirasakan oleh Sarah. Gadis itu sama sekali tidak terlihat bahagia. Ia terlihat murung.
"Apa ini sudah benar, bagaimana kehidupan rumah tangga ku nantinya ,jika cinta saja tidak ada untuk ku " Lirih nya membatin
"Mungkin kah aku bisa merebut hatinya " tambah nya
"Hayooo....pengantin gak boleh bengong ,nanti ayam tetangga pada mati loh " Canda Mila
"Apa sih ,aku gak bengong kok" Kilah Sarah
"Iya deh gak bengong. Kamu pasti gugup ya ?" Tanya Mila lagi
"Enggak biasa saja " Jawab Sarah apa adanya
"Masa sih kok bisa biasa saja ,biasanya kan ...."
"Syuutth....tuh denger bang Iqbal sedang mengucapkan ijab qobul " Potong Lala
__ADS_1
Deg'
Jantung Sarah seakan berhenti berdetak,sebentar lagi status nya akan berubah menjadi seorang istri.
"SAH..."
Azzam sendiri ikut merasa senang menyaksikan pernikahan teman nya,meski hanya lewat video call ,ia menyaksikan sambil berbaring di tempat tidur nya. Susi dan Damar pun turut menyaksikan bersama Azzam. Saat ini ia sudah berada di rumah. Karena Azzam yang masih lemas jadi ia tidak bisa hadir di acara pernikahan Sarah.
"Alhamdulillah ya ,Sarah sudah menemukan jodoh nya ,tinggal Mila ,Ovan sama Deni " Ucap Susi
"Iya Bu, doain saja ya, semoga kita segera mendapatkan jodoh ,tapi jangan cepet-cepet juga kan kita belum lulus ,belum kerja juga " Ucap Ovan ,karena ia yang kini melakukan video call
Setelah diberitahu jika Azzam sudah sadar ,Ovan dan yang lain nya segera datang ke rumah sakit.
"Iya lah ,nanti istri kalian mau kalian kasih makan apa ? Dedak ?" Sambung Damar
"Memang nya bebek dikasih dedak?" Ucap Azzam
"Hahahaha "Ovan tergelak sementara Deni nampak diam menatap pada Iqbal yang sedang berjalan untuk menjemput Sarah yang masih berada di ruangan lain
Sarah sendiri mendadak salah tingkah saat Iqbal menghampiri nya,namun seketika hatinya mencelos ketika Iqbal beralih menatap Lala. Tatapan memuja nya membuat hati Sarah semakin sakit.
"Harusnya momen ini adalah momen paling membahagiakan,tapi kenapa malah sesakit ini" Lirih nya membatin
"Loh ,kamu kenapa nangis ,terharu ya. Ya ampun ini make-up kamu nanti berantakan loh" Ucap Lala seraya menghapus pelan air mata Sarah menggunakan tisu
"Kenapa?" tanya Iqbal menoleh pada Sarah
"Enggak kok ,enggak apa-apa" ucap Sarah terpaksa tersenyum
"Cieee.....selamat ya ,gak nyangka kalian sah juga " Ucap Mila
"Ah bang Iqbal bisa saja ,aku mah nanti lah hilal jodoh nya juga belum kelihatan,entah masih ngumpet dimana " canda Mila sembari terkekeh
"Ngumpet di balik batu mungkin " Celetuk Lala
"Emang nya udang ngumpet di balik batu " sahut Mila
"Hahaha....ya bisa saja kan jodoh kamu siluman udang" Ucap Lala lagi
"Enak saja siluman udang " Mila mencebik namun kemudian ia pun ikut tertawa
"Hahahaha ...."
"Ya sudah ,yuk kita keluar "Ajak Iqbal seraya menyodorkan lengan nya untuk digandeng Sarah
"Ekhem,yang mesra dong " Ucap Mila menggoda pasangan baru itu
Sarah hanya tersenyum getir sementara Iqbal segera merangkul pinggang Sarah yang ramping,hal itu membuat jantung Sarah berdebar.
Mila terkekeh di belakang mereka ,sementara Lala hanya menggeleng kan kepala melihat kejahilan Mila.
Setelah akad kini tiba saat nya resepsi. Beberapa kali Lala mengambil gambar Sarah dan Iqbal.
Sebelum acara selesai Lala susah berpamitan untuk pulang karena ia sudah sangat merindukan Azzam. Di setiap menit nya tak pernah sekalipun ia tak mengingat suami nya itu.
__ADS_1
Sarah pun tak mempermasalahkan jika Lala ingin pulang,karena ia mengerti dengan situasi Lala saat ini.
Setelah berganti pakaian ,Lala segera keluar dari dalam gedung tanpa menghapus makeup nya. Rambut nya yang tadi di sanggul kini sudah tergerai sangat indah.
"Sebaiknya aku beli sesuatu dulu "gumam nya sembari berjalan menuju basemen
Setelah masuk ke dalam mobil,Lala segera melajukan mobil nya perlahan lalu meninggalkan basemen. Saat sedang di jalan,ia membelokan mobil nya ke toko roti
Beberapa saat kemudian Lala sudah keluar dari toko tersebut lalu menaruh paper bag berisi roti di kursi samping.Setelah itu ia pun segera melakukan kembali mobil nya.
Tak lama kemudian ia pun sampai di depan rumah nya ,namun ia melihat ada dua mobil terparkir di depan rumah nya. Seketika ia tersenyum saat mengenali mobil itu ,namun saat melihat mobil satu nya ,ia mengerutkan kening.
"Itu mobil siapa?" Gumam nya
Sementara itu,di acara resepsi, Sarah terus menunjukan senyum nya. Tak sedikitpun ia menunjukan perasaan nya yang tengah dirundung nestapa. Meski ia mencintai Iqbal tapi lain hal nya dengan pria itu.
"Bismilah,aku akan membuat nya jatuh cinta pada ku. Ya Allah bantu lah aku untuk meraih hati suami ku " Lirih Sarah membatin sambil terus memperhatikan Iqbal yang saat ini tengah mengobrol bersama teman-teman nya
"Seneng ya lihat teman sendiri sudah pada nikah "Ucap Ovan di samping Mila
"Hm," Sahut Mila datar
"Kamu kenapa sih,dari beberapa hari sikap kamu aneh ,kaya ngehindar gitu,emang aku ada salah sama kamu ?" Tanya Ovan ,sampai saat ini ia belum juga menjelaskan yang sebenarnya pada Mila ,karena Mila selalu menjaga jarak dan berusaha untuk tidak bertemu dengan nya
"Cuma perasaan kamu saja kali ,siapa juga yang ngehindar " sangkal nya , Ovan menaikan satu alis nya
"Terus kamu sendiri kapan nikah nya ,kasihan loh anak orang sudah dibikin melendung?" Tanya Mila dengan nada ketus dan sinis
"Nah ,itu dia masalah nya,aku tuh mau bilang sesuatu sama kamu ,tapi kamu nya yang gak pernah bisa aku temui.Akhir-akhir ini kamu sulit banget di temui ,apa kamu sibuk sama Roy?" Tanya Ovan kesal
"Aku sama Roy gak ada apa-apa" sahut Mila. Sikap Mila terlihat seperti orang yang takut dicurigai selingkuh
"Syukur deh kalau kalian gak ada hubungan apa-apa,kamu harus hati-hati terhadap nya ,dia itu cowok gak bener ,suka memainkan perempuan,aku gak mau kamu jadi korban selanjutnya" tutur Ovan
"Terus kamu sendiri apa dong, kamu juga sama kan" Cibir Mila
"Ya Allah Mila ,kamu salah faham " Ucap Ovan menggaruk pelipis nya
"Salah faham gimana ,orang buktinya udah ada kok ,tuh cewek hamil sama kamu " Ujar Mila mendadak sewot
"Gak usah nge gas gitu lah ,sini aku kasih tahu,jadi tuh sebenernya......." Ovan akhirnya menjelaskan tentang dirinya yang sengaja dijebak
"Jadi gitu cerita nya. Sekarang apa kamu percaya?"
Di sudut lain ,terlihat Deni yang nampak murung. Semenjak Alena tak lagi datang menemui nya entah kenapa hati nya terasa kosong. Tiba-tiba seseorang menepuk pundak nya.
"Deni Lesmana?" Tanya orang itu
"Iya ,saya. Anda siapa ya?" Tanya Deni
"Ini ada titipan dari tuan besar ,mohon diterima " pria berjas hitam itu memberikan sebuah kunci pada Deni
"Ini untuk apa ? Dan siapa tuan besar yang dimaksud?" Tanya Deni bingung
"Nanti anda akan tahu sendiri. Maaf saya permisi " Pria itu pun segera pergi begitu saja meninggalkan Deni yang terheran-heran di tempat nya
__ADS_1
"Ini kunci untuk apa ? Lalu siapa tuan besar ?"
Bersambung....