Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Tak ingin menolong


__ADS_3

Sarah mengajak Mila ke sebuah taman kota. Mereka duduk di kursi besi yang menghadap ke sebuah kolam air mancur.


"Jadi,...kamu ada masalah ?"Tanya Mila. Sudah daritadi ia menunggu Sarah bercerita namun teman nya itu tak juga kunjung bicara ,hingga akhirnya ia bertanya


"Setelah aku cerita ini ke kamu ,aku minta kamu jangan katakan pada siapapun ya ,termasuk Lala.Ini rahasia kita berdua " Pinta Sarah


"Kamu mau cerita apa ? Cerita saja ,aku janji gak akan bilang siapa pun " Meski ia merasa heran kenapa Lala gak boleh tahu,ia tak menanyakan nya karena ia yakin Sarah memang sedang gak baik-baik saja


"Apa mereka ada masalah ya,tapi tadi sikap Lala biasa saja kok " batin Mila


"Aku gak tahu meski cerita dari mana dulu ,yang jelas sampai saat ini perasaan bang Iqbal hanya untuk Lala. Dia sama sekali tidak cinta pada ku " Akhirnya Sarah bercerita


"Serius ? Terus kenapa bang Iqbal nikahin kamu ?" Tanya Mila setengah tak percaya


"Karena permintaan orang tua nya. Sebelum nya aku sudah menolak ,tapi bang Iqbal ngeyakinin aku ,katanya ia akan belajar mencintai aku " Lirih Sarah


"Terus ?"


"Sepertinya perasaan bang Iqbal ke Lala jauh lebih dalam dari yang kita kira, buktinya sampai saat ini ia tak bisa melupakan Lala. Kamu ingat gak waktu Lala keguguran ,terus waktu Azzam kecelakaan? Saat itu bang Iqbal terlihat begitu mengkhawatirkan Lala,dari cara menatap nya ,sikap nya ,semuanya apapun itu bang Iqbal terus menunjukkan perasaan nya " Tutur Sarah


"Apa kamu mencintai bang Iqbal ?" Tanya Mila. Sarah sontak menunduk


"Jika kamu tak cinta kamu tidak akan seperti ini "lirih Mila membatin. Ia merasa tak tega melihat sahabat nya seperti itu. Mila lantas memeluk Sarah ,seketika Sarah pun mulai terisak tubuh nya pun bergetar


"Kenapa perasaan ini harus hadir,kenapa aku harus jatuh cinta pada nya , huuuhhuuu..." Sarah akhirnya menangis dipelukan Mila


"Aku tahu ini sulit ,tapi aku hanya bisa bilang sabar,aku yakin suatu saat nanti bang Iqbal akan jatuh cinta pada mu"Ucap Mila seraya mengusap punggung sahabat nya itu


"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya Sarah lirih


"Aku juga bingung,tapi saran aku sih ya,kamu bersikap seperti biasa nya saja ,jangan terlalu kamu tunjukan dulu perasaan kamu ,biar dia sendiri yang peka,tapi bukan berarti kamu melupakan kewajiban kamu sebagai seorang istri. Tetap layani dia dengan baik kamu ngerti kan maksud aku "Mila memberi saran


"Iya ,aku ngerti. Tapi ,apa bisa bang Iqbal membalas perasaan aku ?" Tanya Sarah


"Insyaallah bisa,kamu percaya dengan Allah kan,Dia Maha Pembolak balikan hati seseorang,Kun fayakun jika Allah sudah berkehendak maka sesuatu yang kita anggap tidak mungkin pasti akan terjadi. Kamu berdoa saja dan tetap semangat aku yakin suatu saat bang Iqbal akan membalas perasaan mu " Sarah mengangguk seraya menyeka air mata nya


"Udah ya,jangan nangis-nangis lagi,jelek tau gak nanti yang ada bang Iqbal malah keki lihat muka asem kamu " Canda Mila


"Apa sih kamu " Sarah terkekeh dibuat nya


"Nah gitu dong,semangat " Ucap Mila seraya mengangkat tangan sambil ia kepal kan ke udara


Saat itu Roy tiba-tiba datang," Mila "

__ADS_1


Yang dipanggil nampak mendelik. Ia sebal melihat Roy.


"Udah yuk kita pergi " ajak Mila


"Mila tunggu !" Cegah Roy namun Mila enggan menanggapi,Sarah yang tak tahu apa-apa pun hanya menurut saat Mila menarik lengan nya


Ketika Mila tengah berjalan seseorang tiba-tiba datang dan mencium pipi nya seraya berucap.


"Sayang ternyata kamu di sini ,aku cari-cari dari tadi " Mila melotot begitu pula dengan Sarah. Ia tak kalah terkejut nya


"K... kalian......"


"Nanti aku jelaskan ,sekarang lebih baik kalian segera pergi biar aku urus kadal buntung itu " Ucap nya lalu melihat ke arah Roy


Mila mulai mengerti dengan sikap Ovan,tapi ia tak membenarkan juga dengan tingkah nya yang main sosor saja,ia akan memberi perhitungan pada pria itu. Batin Mila kesal.


"Hai bro,sorry ya mulai saat ini jangan ganggu Mila lagi,karena sekarang aku pacar nya " ucap Ovan seraya menatap nya tajam


"Cuih.... Lo punya apa memang nya hah,so so an jadi pacar nya " cibir Roy


"Jiaaahh....pake ditanya lagi. Ya aku gak punya apa-apa lah,selain punya cinta "Jawaban Ovan tentu saja menghadirkan gelak tawa bagi Roy


"Hahaha....emang dengan cinta doang perut lapar bisa kenyang ,punya cinta doang bangga" Cibir Roy sambil menertawakan Ovan


"Lo ngehina gue ? " Roy nampak menggertakan gigi karena merasa kesal dengan ucapan Ovan ,ia merasa harga dirinya sudah diinjak-injak


"Loh,kok ngehina ? Siapa yang ngehina orang gue....eh aku ,tuh kan jadi ikut-ikutan kan " Keluh Ovan lalu melanjutkan lagi kata-kata nya


"aku gak ngehina ,orang aku cuman mengatakan apa ada nya kok "


"Halah ,banyak omong " Roy pun melirik beberapa teman nya yang tak jauh dari tempat nya berdiri. Ia memberikan kode untuk menghajar Ovan


Namun ternyata Ovan pun sudah mengantisipasi,sebelum datang ke taman ia mengajak Alex dan geng nya yang kebetulan bertemu dengan nya. Mereka bisa saling kenal ketika insiden Azzam tempo hari. Mereka bertemu ketika hendak menjenguk Azzam. Dari sana mereka langsung dekat. Teman nya Lala berarti teman nya juga ,begitu kaya Alex.


Saat orang-orang Roy sudah mengepung Ovan ,Alex and the gang segera mendekat ,tentu saja melihat kedatangan Alex membuat Roy yang teman-teman nya menciut ,pasal nya mereka sudah tahu bagaimana kejam nya Alex dan geng motor nya, tanpa Roy dan teman-teman nya tahu jika Alex dan geng nya sudah tobat.


"S*al ! Rupanya dia bagian dari geng motor itu "


Sementara itu ,Lala akhirnya sudah selesai kelas ,ia segera menghampiri Azzam di kantin. Namun saat sudah sampai ia dibuat kesal karena ada seorang wanita yang dengan genit nya sedang mendekati Azzam. Azzam tentu saja tidak merespon,ia nampak acuh dan terus bergeser ketika wanita itu terus bergerak mendekati Azzam. Hingga pada saat Azzam sudah benar-benar berada di tepi kursi ,ia berdiri sontak saja kursi panjang yang diduduki wanita itu terangkat dan wanita itu pun terjatuh.


Bruukk'


"Awww....."

__ADS_1


"Hahahaha......" Semua orang yang melihat nya nampak menertawakan nya


"Iiih....tolongin dong " Rengek nya pada Azzam


"Sini aku bantu " Ucap Lala yang sudah berada di sana menjulurkan tangan ,wanita itu hendak meraih tangan Lala ,namun kemudian Lala menarik kembali tangan nya


"Tapi males ah ,kamu kan tadi godain suami aku,bangun saja sendiri" Ucap Lala lalu segera melingkar kan tangan nya pada lengan Azzam


"Yuk sayang ,kita pergi "


"Yuk " Azzam pun merangkul Lala dan segera meninggal kan kantin


"Hiiiihh....awas ya kamu " Kesal wanita itu


"Sayang ,kamu kok usil banget sih ,aku kira kamu mau nolongin dia tadi " Ucap Azzam ketika mereka sudah berada di dalam mobil


"Aku , nolongin dia ? Hahaha....mana ada. Males banget nolongin ulet bulu,salah sendiri kenapa dia godain kamu,sudah tahu kamu sudah punya ya aku masih saja diganggu " Ucap Lala


"Lagian gak ada untung nya juga aku nolongin tuh ulat bulu,yang ada nanti badan aku gatel-gatel semua" tambah nya


"Kenapa senyum-senyum?" Tanya Lala ketika melihat Azzam malah tersenyum sendiri


"Gak apa-apa,aku hanya merasa bahagia saja" Sahut Azzam


"Bahagia kenapa ?" Tanya Lala lagi


"Karena bisa miliki kamu " Jawab Azzam jujur ,sontak saja wajah dan telinga Lala kembali memerah.


"Ah sayang....kamu tuh bikin aku happy saja " Ujar Lala seraya menangkup kedua pipi nya dengan kedua telapak tangan nya


"Sayang jangan mendesah di sini ,aku jadi pengen kan jadi nya " Lirih Azzam sambil mencengkram erat setir


"Idih ,siapa juga yang mendesah " Lala mencebik


Namun tiba-tiba dari belakang nampak beberapa pengendara motor menyalip dan memukul kaca jendela mobil samping Azzam ,hingga pria itu terkejut.


Buk'


Buk'


Azzam terperanjat ketika di depan sudah ada motor lain yang menghalangi jalan nya ,ia pun segera menginjak pedal rem.


Ckiiiiiittt'

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2