
Banu tak ingin banyak protes ketika ibunya meminta Banu memindahkan barang-barang nya ke dalam bagasi. Karena protes pun akan percuma karena ibunya akan tetap membawa nya.
Setelah selesai mengemasi barang-barang,Banu meminta izin untuk pergi ke makam ayah nya untuk berziarah. Dan rupanya nek Arum pun ikut berziarah.
Beberapa hari kemudian
"Wah kamu cantik banget La " Seru Mila yang terkagum-kagum melihat kecantikan Lala yang sudah di rias khas pengantin
"Iya La,gak nyangka loh kamu bakal secantik ini. Sebentar aku ambil foto kamu ya aku mau kasih lihat yang lain " Ucap Sarah
"Jangan ,enak aja ! Kecantikan aku tuh bukan untuk konsumsi publik,jadi gak boleh di share segala " Larang Lala
"Kalau kita foto bertiga buat kenang-kenangan boleh gak ?" Tanya Mila
"Boleh asal gak boleh di share " Ucap Lala
"Ok sip kalau gitu " Mereka pun mengambil posisi untuk berfoto bertiga.Mila dan Sarah juga sudah dirias. Kedua nya nampak cantik dengan balutan kebaya press body berwarna maroon
Sementara itu kehebohan juga terjadi di tempat nya Azzam. Beberapa tetangga ingin ikut menghadiri prosesi pernikahan. Ada yang sengaja menyewa mobil adapula yang menggunakan motor. Damar juga memberikan beberapa uang untuk uang bensin kepada para supir mobil.
Deni dan Ovan ikut bersama Azzam di dalam mobil bersama damar dan istrinya.
"Semuanya sudah siap kan?" Tanya Damar
"SIAAAPPPP....!" Seru mereka yang hendak ikut
Damar pun masuk ke dalam mobil dan segera menyalakan mesin mobil. Mobil Damar pun memimpin iring-iringan mobil dan motor.Ada tiga mobil ,dan sepuluh motor di belakang mobil Damar. Hantaran yang dibawa pun cukup banyak ,hingga setiap yang ikut kebagian membawa satu.
"Gimana perasaan kamu Zam ?" Tanya Ovan yang duduk di bangku tengah bersama Deni dan Azzam sementara di depan Damar dan istri nya
"Biasa saja " Sahut Azzam,sementara Deni sedari tadi ia sibuk dengan ponsel nya ,namun ia tiba-tiba melotot ketika melihat postingan Sarah di status WhatsApp nya
Rupanya Sarah diam-diam mengupload foto dia bersama Mila dan Lala dengan hashtag selamat ya sahabat ku,semoga sakinah mawadah warohmah.
"Gustiiii.....ini beneran mereka " Gumam nya seakan tak percaya
"Heh,kenapa sih ? Ada apa ?" Tanya Ovan
"Ini loh lihat saja sendiri " Deni memberikan ponsel nya pada Ovan
"Oh my God " Gumam Ovan dengan respon yang sama
"Gila ,mereka cantik-cantik banget ,gak nyangka mereka bisa secantik ini " batin Ovan ,namun matanya malah tertuju pada Mila
Azzam yang berada di dekat Ovan pun melirik ke arah ponsel.
Deg'
Perasaan nya benar-benar tak karuan setelah melihat sosok gadis yang berada di tengah dengan pakaian khas pengantin.
"Masya Allah La...." Batin nya ,rupanya Azzam pun memuji kecantikan Lala ,namun ia hanya meringis senyum ketika kedua sahabat nya membahas mereka
"Si Lala ternyata udah mau akad cuy ,nanti setelah selesai di kamu ,kita mau ke tempat nya Lala ya ,gak apa-apa kan ?" Tanya Ovan
"Ehm,iya gak apa-apa "Sahut Azzam
__ADS_1
"Gak nyangka aku tuh ,mereka ternyata kalau didandani bisa cantik ya " Cetus Ovan
"Ya namanya juga makeup,yang jelek aja bisa jadi bagus " Jawab Deni asal
"Iya juga sih ,tapi ini si Lala beneran amazing banget ,dia kan paling gak pernah makeup pan ,sekali di makeup Miss Universe pun kalah "Ucap Ovan
"Yang di belakang ada apa sih daritadi rame banget , ngomongin cewek ya "Tanya Damar menimpali dari balik kemudi
"Hehehe....iya paman,ini kita lagi bahas Mila ,Sarah dan Lala " Jawab Deni cengengesan
"Oh iya hari ini Lala juga nikah kan? Mana sini ibu lihat foto nya ?" Timpal ibu nya Azzam yang penasaran seperti apa wajah Lala ketika di dandani pengantin
"Ini Bu " Ovan memberikan ponsel nya
"Masya Allah ,cantik banget ,dia mah gak makeup juga udah cantik pake banget apalagi di makeup begini. Duh beruntung banget deh yang jadi suami nya. Kalian tahu gak Lala nikah sama orang mana?" Tanya ibu nya Azzam
" Justru itu Bu,si Lala gak mau ngasih tahu " Sahut Deni
Di kamar nya ,Lala tengah termenung. Jika biasanya seorang pengantin akan merasa nervous dan deg-degan berbeda dengan yang terjadi pada gadis itu.
Ada banyak sekali bisikan-bisikan dalam diri gadis itu. Yang meminta nya untuk kabur dan tetap pasrah menjalani pernikahan nya. Lala kemudian mengambil sesuatu dari laci meja nya.
Sebuah jam tangan pemberian Azzam ia lingkarkan di pergelangan tangan nya. Ia lalu menoleh pada dua sahabat nya yang sedang berselfy ria.
" Mila,Sarah "Panggil nya,keduanya pun menoleh
"Iya La kenapa ? Kamu mau minum?"tanya Mila ,Lala menggeleng
"Kalian bisa bantu aku gak?" Tanya Lala
"Bantu aku untuk kabur "
"HAH...! KABUR !!! "
"shyuuutttt....jangan kenceng-kenceng nanti kedengaran ke luar !" Ucap Lala gemas
"Kabur gimana maksudnya?" Tanya Sarah
"Ya kabur. Aku gak mau nikah "
"Jangan becanda deh kamu La,gak lucu tahu " Cebik Mila
"Siapa yang ngelucu ,aku beneran ,bantu aku kabur please aku gak mau nikah "
"Kamu kok tiba-tiba berubah fikiran sih La" Sarah tak habis fikir dengan jalan fikiran sahabatnya itu
"Sebenarnya,aku nikah karena dijodohkan ,aku gak tahu siapa laki-laki yang akan aku nikahi , huuuuhhuuu....." Tangis Lala pun akhirnya pecah hingga membuat Mila dan Sarah kelimpungan
"Duh La,jangan nangis ini makeup kamu nantinya luntur " Ucap Mila
"Bodo,emang aku fikirin, huuuhhuu....."
"Kamu kenapa bilang gak mau nya sekarang ,kenapa gak dari kemarin-kemarin sebelum semuanya siap coba? Sekarang percuma kamu mau mundur ,kamu gak lihat dekorasi dikamar kamu begitu cantik dan indah nya ,kamu gak memikirkan berapa biaya yang sudah keluar untuk menyiapkan semua ini? Kasihan orangtua kamu La,mereka bisa malu " Ucap Sarah sambil mengusap punggung Lala
" Ya tapi kan aku gak cinta sama orang nya " Jawab Lala sambil terus menangis
__ADS_1
"Ya mau gimana lagi,orang kamu nya juga udah setuju kok " Ucap Mila
"Ya udah kalau kalian gak mau bantu,aku nekad saja sendirian "Sentak Lala lalu beranjak menuju jendela kamar nya. Namun tiba-tiba gadis itu mematung sebab sosok kakek nya sudah berdiri sambil bersedekap
"Mau kemana kamu ,anak nakal ?" Tanya nya
"Huuuhuuu....kakek kenapa kakek tega sama aku? Aku tuh cinta nya sama orang lain aku gak cinta sama orang yang kakek jodoh kan dengan ku "
Mila dan Sarah nampak saling tukar pandang ,mereka bingung kenapa Lala berbicara sendiri. Hingga kemudian mereka ingat jika Lala berbeda dengan mereka.
"Mil ,aku merinding " bisik Sarah
"Sama ,aku juga " Sahut Sarah
"Kita keluar yuk !" Ajak Mila
"Lah ,terus nanti kalau dia beneran kabur gimana? Nanti kita loh yang disalahin "Icao Sarah
"Kita laporin kalau Lala pengen kabur " Ucap Mila
"Ya udah yuk !" Akhirnya keduanya memilih keluar dari kamar dan langsung mencari Sri dan Banu untuk melapor kan perihal Lala yang ingin kabur
"Yakin kamu gak cinta sama orang yang kakek jodoh kan ?" Tanya Sugandi
"Ya kan aku gak tahu orang nya kek "Jawab Lala
"Kakek tahu apa yang terbaik untuk mu,jangan coba-coba untuk kabur. Sebentar lagi pihak mempelai lelaki akan datang. Bersiap-siaplah ,dan hapus air matamu "Ujar Sugandi ,ia tak pergi sebelum ada orang lain masuk ke dalam kamar
Sugandi tahi jika cucunya akan nekad maka dari itu ia akan tetap menjaga cucunya agar tak kabur.
Beberapa saat kemudian Sri dan Banu pun masuk bersama tim MUA. Mereka ikut atas perintah Sri. Ia yakin jika riasan putri nya akan rusak jika Lala terus menangis.
Untung saj makeup yang digunakan bukan makeup sembarangan. Jangan kan terkena air mata,terkena air saja tak akan luntur.
Tim MUA hanya merapikan sedikit yang berantakan.
"Ya ampun Lala,kamu itu drama banget deh,udah diem aja ,duduk yang manis" Ucap Sri yang menahan gemas karena kelakuan putrinya
Sementara itu rombongan Azzam sudah masuk area Bandung. Mereka berangkat pagi-pagi sekali karena ingin sampai di lokasi tepat sesuai yang di jadwalkan sebelum nya.
Azzam teringat akan sesuatu,ia merogoh saku jas pengantin nya. Dimana secarik kertas ia masukan tadi pagi. Di dalam nya tertulis beberapa kata yang akan ia ucapkan sebagai kalimat ijab qobul yang seharusnya ia hafal kan dijauh-jauh hari namun ia abaikan karena ia tidak antusias dengan pernikahannya.
Namun begitu Azzam melihat nama wanita di kertas itu, seketika Azzam menahan nafas nya.
"Nurmala Fitriyani ?" Gumam nya dalam hati
Namun ia merasa tak yakin dengan penglihatan nya ,ia pun kembali membaca nama itu perlahan,namun tetap nama Nurmala Fitriyani yang tertera di sana.
Tangan nya tiba-tiba bergetar, jantung nya bertalun-talun ,perasaan yang tadinya terasa anyep kini seolah berbunga-bunga.
"Tidak ! Jangan senang dulu,bisa jadi itu hanya nama nya saja yang sama " Batin nya lagi
Ia tak ingin terlalu berharap jika wanita itu adalah Lala ,ia tak ingin kembali kecewa,makanya ia berusaha untuk tak terlalu berharap banyak,meski jauh di lubuk hati nya ia mengharapkan jika wanita yang akan ia nikahi adalah Lala.
bersambung.....
__ADS_1