Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Sadar


__ADS_3

Hari demi hari berlalu begitu saja,namun Azzam masih belum siuman juga. Lala pun tak pernah meninggalkan Azzam ,ia selalu berada di ruangan itu. Setiap pagi ia akan membersihkan tubuh Azzam dengan menggunakan handuk yang ia basahi dengan air hangat. Ia sama sekali tak mengizinkan perawat yang membersihkan nya.


"Nah,selesai .Sekarang kamu sudah bersih dan sudah wangi. Cepat lah bangun sayang ,aku merindukan mu. Besok adalah hari membahagiakan bagi Sarah,aku harap sebelum hari esok tiba ,kamu sudah bangun ya,aku ingin kamu melihat ku ketika aku jadi Bridesmaids nya Sarah ,dan diam-diam kamu ngambil foto ku lagi seperti saat kita naik gunung dulu "Air mata nya mulai menggenang ,ia cepat-cepat menengadahkan kepala agar air mata nya tak jatuh. Ia sudah berjanji untuk tidak menangis lagi agar ketika Azzam bangun tak melihat wajah nya yang jelek karena kebanyakan menangis.


"Karena sekarang kamu sudah bersih ,aku mau ambil wudhu dulu ya "Setelah meminta izin pada Azzam ,Lala beranjak ke kamar mandi


Setelah Lala masuk nampak pintu ruangan terbuka. Seseorang datang.


"Hai ,apa kabar ? Maaf aku harus diam-diam menemui mu karena istri mu pasti akan marah dan semakin membenci ku. Aku tahu aku salah dan pantas dibenci,makanya aku akan berusaha agar kamu bisa cepat sadar supaya rasa bersalahku sirna "


Veena memang sering datang tanpa sepengetahuan Lala. Ia datang hanya untuk memastikan keadaan Azzam. Awal nya ia memang murni ingin bertanggung jawab ,namun karena terlalu sering nya ia menemui Azzam ,membuat nya terpesona. Meski wajah nya terlihat pucat dan ada beberapa luka yang sudah mengering namun tidak membuat kadar ketampanan nya berkurang.


"Aku tahu ini salah,tapi aku tidak bisa menyalahkan perasaan ku" Veena terkesiap saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Dengan celah ia berlari ke arah pintu dan segera keluar


Di saat bersamaan Lala juga keluar dari kamar mandi."Tadi seperti nya aku mendengar seseorang bicara deh " Gumam nya pelan


"Kirain ibu sudah datang. Apa perasaan aku saja kali ya "Lala kemudian beranjak meraih mukena lalu ia mengerjakan sholat Dhuha.


Setelah selesai mengerjakan sholat,Lala kemudian beranjak dari duduk nya lalu menghampiri azzam. Dengan membaca bismillah,Lala mulai melantunkan ayat-ayat Al Qur'an. Di luar Veena hanya bisa memperhatikan dari kaca kecil pada pintu.


Di tempat lain Deni hendak pergi menjenguk Azzam setelah ia mendapat izin. Akan tetapi pada saat ia tengah menunggu taksi online, Alena datang.


"Hai Deni " Sapa nya


"Alena " Ucap Deni


"Aku tadi ke hotel katanya kamu gak masuk makanya aku ke sini. Kenapa gak masuk? Terus kamu mau kemana seperti nya mau pergi ?" Tanya Alena


"Bisa gak nanya nya satu-satu,bingung aku jawab nya " Ucap Deni


"Ya sudah jelaskan saja ,aku akan mendengar kan " Ucap Alena tiba-tiba duduk di depan Deni


Pria itu seketika membelalak namun kemudian ia memejamkan mata sambil berucap,"Astaghfirullah.....Ya Allah begitu besar cobaan mu" lirih nya


Pasalnya saat ini Alena mengenakan pakaian ketat yang mencetak jelas lekuk tubuh nya ,bahkan bagian depan dada nya rendah hingga menampilkan bagian atas PD nya.


"Deni ,kenapa ?" Tanya Alena


"Pake ditanya lagi " Gumam nya pelan

__ADS_1


"Kenapa ?" Tanya Alena lagi


"Gak ,enggak kenapa-kenapa. Kamu bisa pindah duduk nya jangan di depan aku,dan lagi bisa gak kalau pake baju jangan seperti itu "


"Memang nya kenapa ?" Tanya Alena heran


"Karena dengan pakaian yang seperti itu dapat mengundang hal-hal yang tidak diinginkan,kamu tahu aku itu laki-laki normal dan itu tidak baik untuk jiwa kelelakian ku ,bahkan laki-laki mana pun akan merasakan hal yang sama dengan ku " Ucapan Deni membuat Alena merasa semakin bingung


"Maksud nya gimana sih ,aku tidak mengerti ?"


Deni menggaruk kepala nya,"Bicara dengan nya sama saja bicara dengan anak kecil ,mesti di jelaskan dengan kata-kata yang sederhana tapi singkat dan padat " Lirih nya dalam hati


"Deni,kenapa malah diam ?" Tanya Alena


"Huuuuuffftt....jadi begini Alena ,kamu jangan memakai pakaian ketat seperti ini,karena laki-laki akan berfikiran yang tidak-tidak, mending mereka hanya akan membayangkan mu dalam fantasi nya, bagaimana kalau mereka malah akan berbuat jahat pada mu. Apalagi kasus perkosaan sangat marak terjadi di berbagai tempat"Tutur Deni menjelaskan,Alena terdiam ,ia mulai mengerti dengan penjelasan Deni. Seketika Alena pun kembali terisak.


"Lah,mewek lagi ni bule. Perasaan aku ngomong pelan-pelan deh,masa iya dia tersinggung " batin Deni


"Jadi,apa karena itu aku dulu...."


"Dulu apa ?" Tanya Deni karena setelah beberapa menit Alena tak melanjutkan kata-katanya


"Sorry ,mungkin untuk sekarang dan seterusnya aku gak akan menemui mu lagi"Alena tiba-tiba beranjak ,tentu saja Deni terkejut mendengar nya


"Tidak ,aku sama sekali tidak tersinggung dengan kata-kata mu ,hanya saja aku baru menyadari sesuatu. Maaf mungkin ini terakhir kali nya kita bertemu,aku tidak mau kamu merasa jijik pada ku "Alena menarik lengan nya lalu berjalan memasuki mobil nya dan pergi begitu saja


"Astaga,ada apa dengan nya ? Kenapa aku tak suka mendengar ucapan nya tadi"Gumam Deni seraya memandangi mobil Alena yang perlahan mulai tak terlihat lagi


Sementara itu,Lala yang masih membaca Al Qur'an tak menyadari jika Azzam mulai menggerakkan jemari tangan nya . Sementara Veena sudah pergi setelah mendapat pesan dari seseorang.


Perlahan kedua mata itu terbuka,samar ia melihat seseorang di samping tempat tidur nya,lantunan ayat suci Al-Qur'an membuat nya meneteskan air mata. Bibir nya yang kering mulai tersenyum.


"Ha...us...." Lala menghentikan bacaan nya ,ia mengerjapkan mata lalu menoleh pada Azzam


"Sayang,kamu sudah bangun , alhamdulilah...." Seru nya senang


"Sebentar aku panggil dokter dulu " Lala segera beranjak


"Aku haus " ucap nya pelan

__ADS_1


"Kamu mau minum ?" Tanya Lala dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipi nya,ia segera mengambil air minum


"Ini, pelan-pelan" Lala membantu Azzam minum


"Sudah jangan nangis lagi ,sekarang aku sudah bangun. Tersenyum ya " Ucap Azzam dengan suara yang sangat pelan karena ia masih sangat lemas ,seraya menggenggam tangan Lala


"Kamu masih ingat pada ku?" Tanya Lala dengan nada bergetar


"Tentu saja aku ingat " lirih Azzam,seketika tangis Lala pecah ia langsung memeluk Azzam


"Huuuhhuuu.....itu artinya kamu tidak amnesia?" tanya Lala


Azzam menggeleng lemah" Tidak dong,kata siapa,mana mungkin aku melupakan mu " Lirih Azzam lagi. Keduanya pun menangis haru bersama.


"Maaf sudah membuat mu khawatir,aku ...."


"Sudah ,jangan katakan apapun lagi ,biar aku panggil dokter dulu " Lala kemudian berlari kearah pintu ,lalu ia berteriak memanggil dokter di ambang pintu


"DOKTER.....!"


Beberapa saat kemudian Susi dan Damar datang,mereka terkejut melihat Lala berada di luar. Mereka pun mulai berfikiran macam-macam.


"Kenapa kamu di luar nak,ada apa dengan Azzam,dia baik-baik saja kan?" Tanya Susi


"Ibu....Azzam....." belum selesai Lala selesai berbicara Susi segera menyela


"Ya Allah.....kenapa Engkau ambil anak ku,kenapa Engkau tak memberi nya kesempatan tuk hidup lebih lama lagi , huuuhuuu....." Tangis nya


"Allahu Akbar "lirih Damar yang merasa sesak di dada nya


"Bapak ,ibu ,kalian salah faham.Azzam tidak kenapa-kenapa,dokter sedang memeriksa Azzam.Azzam sudah sadar "


Mendengar ucapan menantu nya kedua paruh baya itu pun seketika terdiam ,mereka saling tatap lalu berucap bersamaan.


"Jadi,Azzam baik-baik saja ,dia tidak pergi ?" tanya mereka


"Iya , Bu, pak "Sahut Lala seraya tersenyum namun air mata nya tak pernah berhenti,ia terlalu bahagia


"Alhamdulillah Ya Allah " Seketika Susi dan Damar pun melakukan sujud syukur

__ADS_1


Bersambung...


Maafin ya bab yang kemarin banyak typo,kemarin aku ngetik sambil nahan kantuk soal nya 🙏😅


__ADS_2