
Bak di sambar petir disiang bolong , tubuh Wina membeku ketika mengetahui sebuah fakta yang mengejutkan nya.
"Tidak ! Aku salah dengar kan ,bukan Lala istrinya Azzam " Batin nya berusaha menyangkal
"Kok kamu malah diam sih ,ayo sini " Ajak Susi lagi
"Sayang,air liur aku sampe mau netes loh ini " Ucap Azzam ketika melihat Lala yang tengah menikmati buah kedondong yang tadi siang ia beli.
Azzam tak merasa malu atau canggung ketika memanggil Lala dengan panggilan sayang di depan semua kerabat nya
Lala sengaja menyisakan dua buah untuk dimakan nya nanti.Dan malam ini tiba-tiba saja Lala menginginkan nya.
"Mana sini,aku elapin iler nya " Canda Lala meraih tisu dan mengelap bibir Azzam yang kering
"Mana ada iler sayang "ucap Azzam
"Hihihi,kamu mau ?" tawar Lala
"Iya dong mau ,kaya nya enak lihat kamu makan "Jawab Azzam
"Tapi suapin " Lanjut Azzam sambil memberikan senyum nya yang paling manis
"Suapin ya,boleh ...boleh..." Sahut Lala lalu meraih buah kedondong yang sudah di potong lalu memberikan nya pada Azzam ,namun bukan nya mengarahkan ke mulut nya ,Lala malah dengan iseng menempelkan nya pada hidung Azzam
"Hihihihi ...."Lala cekikikan sementara Azzam terdiam melihat Lala
"Untung di sini banyak orang ,kalau sepi udah aku terkam kamu " Ucap Azzam pelan
"Uuuuu....mau dong di terkam sama kamu , hihihihi...." sahut Lala
Meski obrolan mereka pelan,namun keberadaan mereka yang memang jadi poin utama,membuat semua yang di sana tak ada yang tak memperhatikan mereka.
"Seneng ya lihat mereka kaya gitu ,jadi ingat masa muda ,ihiy..." Celetuk salah satu kerabat
"Ah ,mereka bikin iri saja,aku kan jomblo " lirih kerabat lain nya
Tak sedikit dari mereka merasa kikuk melihat Azzam dan Lala namun beda dengan yang dirasakan Wina. Gadis itu merasa kesal dan benci melihat nya.
"Ini dia ,kacang rebus nya sudah matang " Seru Damar sambil membawa kacang rebus yang masih mengepulkan asap yang sudah di bagi dalam beberapa piring
Pria paruh baya itu pun kemudian meletakan nya diantara kerabat nya untuk dinikmati bersama.
"Waduh , masih panas nih. Tapi ini beli dimana,banyak banget ?"
"Tau tuh anak-anak, pulang-pulang bawa kacang tanah lima kilo,mungkin mereka tahu malam ini kalian akan datang " Sahut Susi. Anak-anak yang dimaksud adalah Lala dan Azzam. Sementara Arkan sedang bermain bersama kerabat yang lain yang juga memiliki anak kecil.
"Kalian beli sama siapa ?" Tanya salah satu kerabat
"Tadi sama Mak Uti "Jawab Azzam
"Mak Uti yang dari kampung sebelah itu ? Yang pindah ke rumah bekas mang Wawan ?" Timpal kerabat lain
"Iya " Jawab Azzam lagi
"Pantesan " Lirih yang lain
"Pantesan kenapa ?" Tanya Lala
"Kalian pasti niat nya gak beli lima kilo kan?" Tebak yang lain
"Iya " Jawab Lala dan Azzam barengan
__ADS_1
"Mak Uti memang begitu,kita yang mau beli malah dia nya yang ngatur pembeli,udah gitu kalau uang nya besar suka pura-pura gak ada kembalian ,jadi ujung-ujungnya beli yang pas dengan uang yang dikasih "tutur nya
"Gitu ya " Gumam Lala
"Tapi gak apa-apa lah , itung-itung membantu Mak Uti ,pasti Mak Uti sangat membutuhkan uang ,semoga saja uang nya bisa bermanfaat " Ucap Azzam yang sama sekali tak mempermasalahkan nya
"Alah,palingan uang nya buat bayar bank emok yang lagi hits akhir-akhir ini"
"Pasti lah,padahal apa untung nya coba ikut pinjaman begituan,emang sih uang nya bisa dipakai buat kebutuhan juga bisa buat modal jualan ,tapi dengan uang segitu mana bisa pakai modal,kalau menurut aku. Apalagi bayar angsuran nya seminggu kemudian,untung yang didapat gak seberapa bayar angsuran nya bisa lebih besar dari untung yang didapat ,yang akhirnya jualan nya gak bener,buat angsuran nya lagi juga kurang, bahkan gak ada,ujung-ujung nya pinjam lagi sama yang lain buat bayar angsuran. Jadinya tiap ada yang baru gitu-gitu lagi ,bukan nya gali lobang tutup lobang ,yang ada malah lobang nya yang semakin banyak"
"Nah iya ,sudah ada contoh nya kok ,kalian tahu kan Bu Ika,yang rumah nya dekat gang asolole di tikungan sana ?"
"Oh ,iya yang itu ,emang kenapa dengan Bu Ika ?"
"Bu Ika sampai jual rumah karena harus menutupi angsuran bang emok,entah ada berapa bank emok yang ia pinjami. Tak hanya itu ,ada beberapa bank keliling juga. Kebayang gak sih gimana pusing nya,untung saja anak-anak nya mau bantu ,yah meski tak sampai menutupi semuanya"
"Terus sekarang Bu Ika nya kemana ,pantas saja rumah nya sepi terus tiap lewat depan rumah nya "
"Dengar-dengar sih jadi TKI ,gak tahu ke Arab apa ke Taiwan yang pasti menurut tetangga nya katanya jadi TKI "
"Ih,serem juga ya efek nya,untung saja aku gak pernah tertarik buat ikut-ikutan pinjem bank emok "
"Iya ,apa yang yang terjadi pada Bu Ika kita jadikan pelajaran saja,jangan sampai ada Bu Ika Bu Ika lain di luaran sana "
Lala dan Azzam hanya menyimak saja obrolan para kerabat nya ,Lala yang tidak tahu apa itu bank emok pun bertanya pada ini mertuanya.
"Emang nya bank emok itu apa Bu ?"
"Gitu aja gak tahu " Gumam Wina mencibir
"Bank emok itu penyalur dana keliling. Kenapa di beri nama emok itu karena pada saat transaksi dilakukan secara lesehan. Sementara Emok itu sendiri dalam bahasa Sunda berati duduk. Jadilah namanya bank emok" tutur Susi
"Lalu kenapa bisa jadi merugikan sih Bu ?"Tanya maka lagi ,kali ini bukan Susi yang menjelaskan melainkan Azzam
Sementara itu di tempat lain
Mila dan Ovan nampak nya sudah janjian hendak pergi menonton. Mila sudah siap ia sedang menunggu Ovan di depan kosan nya.
"Ovan mana sih ,lama banget deh " gumam nya kesal
Plak'
"Ini juga nyamuk gak sopan banget sih " Gerutu nya pada nyamuk yang tak bersalah,padahal nyamuk itu hanya terbang dan berputar di sekitar kepala nya tanpa menggigit nya
Beberapa saat kemudian terdengar suara deru motor memasuki area kosan.
"Nah,itu dia datang "
"Lama banget sih ,aku dari tadi nungguin " Ucap Mila melipat kedua tangan di depan dada
Ovan tak lekas menyahut ,ia justru melihat pada jam tangan nya.
"Memang nya kamu nunggu aku dari jam berapa ? Aku kan bilang jemput kamu pukul tujuh tiga puluh ,nah ini jam tujuh juga belum masih kurang tiga menit "ucap Ovan ,Mila lalu meringis senyum
"Hehehe....iya ,aku kecepetan. Abisnya aku terlalu bersemangat jalan sama kamu " cengir nya
"Huuu...dasar " Ovan gemas ia pun mencubit hidung Mila
"Ya udah yuk ,berangkat nanti keburu mulai film nya " Ucap Mila seraya naik ke atas motor
"Eeh....ini loh dipakai dulu helm nya " Ovan memberikan helm pada Mila
__ADS_1
"Oh,iya " Mila pun meraih lalu memakai nya
Setelah itu Ovan pun menghidupkan mesin motor nya.
Jika Mila dan Ovan mau pergi nonton,Sarah saat ini sedang duduk di atas tempat tidur dengan memainkan ponsel nya. Saat mendengar pintu terbuka ,ia menoleh. Rupanya Iqbal sudah selesai mandi. Aroma segar dari sabun langsung menguar di indera penciuman nya.
"Ngapain liatin aku seperti itu ?" Tanya Iqbal dengan menaikan satu alis nya. Ia merasa percaya diri dan bangga dengan bentuk tubuh nya yang kekar dan atletis. Ia yang saat ini masih mengenakan handuk yang dililitkan di pinggang nya berjalan ke arah Sarah. Sontak Sarah menundukan wajah.
"Kenapa? Bukan nya daritadi kamu terpesona dengan bentuk tubuh ku " Ucap Iqbal menggoda nya
"Enggak . Siapa juga yang liatin Abang " kilah nya
"Jangan bohong .... itu keliatan loh dari wajah kamu " Ucap Iqbal lagi
"Ish,apa sih. Abang gak jelas deh. Udah sana pake baju nya " Ucap Sarah tanpa memandang suami nya itu
"kalau bicara tuh lihat sini dong ,berasa gak dihargain banget " Ucap Iqbal bercanda ,sontak Sarah pun mendongak.Ia jadi tak enak hati pada nya
"Maaf,aku tidak bermaksud gak menghargai Abang " lirih nya
"Eh,Abang bercanda kok. Jangan pasang wajah sedih gitu dong ,kan aku jadi gak enak " ucap Iqbal
"Beneran Abang bercanda ?" Tanya Sarah
"He'em,sudah ya gak usah sedih " Iqbal jadi merasa bersalah melihat wajah Sarah yang hampir menangis, kemudian Iqbal duduk di samping Sarah dan merebahkan tubuh nya,ia menggunakan kedua paha Sarah sebagai bantal ,ia lalu mengarahkan wajah nya ke perut Sarah
"Ih,Abang pakai baju dulu sana ,nanti masuk angin loh " Pinta Sarah ,ia merasa risih melihat Iqbal yang seperti itu,sebab dirinya merasa tak tahan melihat nya apalagi ada sesuatu yang terasa berdenyut dibawah sana. Ingin mengatakannya ia merasa malu ,jadi ia memilih untuk menghindar
"Sebentar ,aku hanya ingin ngobrol sama anak kita " ucap Iqbal,hati Sarah berdesir mendengar nya
"Anak ayah sedang apa di dalam ? Kangen ayah gak?" Tanya nya seraya menempelkan telinganya pada perut Sarah
"Hm,apa....beneran nih boleh ?" Tanya Iqbal lagi ,Sarah mengerutkan kening mendengar nya
"Emang anak kita bisa mendengar dan berbicara ? Terus apa katanya ?"Tanya Sarah bingung
"Bisa dong,meski anak kita masih berupa gumpalan darah,ukuran nya pun masih sebesar kacang ,dia sudah bisa mendengar kata-kata kita ,makanya jika kita ingin memiliki anak pintar , saleh dan salehah kita harus sering-sering ajak dia bicara" Tutur Iqbal
"Begitu ya ?" Gumam Sarah
"Terus apa iya dia bisa bicara juga,kan bentuk nya masih berusia gumpalan darah,besar nya pun masih seukuran kacang ?" Tanya Sarah lagi
"Ya bisa dong " sahut Iqbal tersenyum
"Masa ? Terus apa katanya ?" Tanya Sarah ingin tahu
"Beneran ingin tahu ?" Sarah mengangguk dengan antusias
"Jadi tuh ,tadi kata anak kita ,dia kangen pengen ketemu ayah nya ,dia kesepian di dalam sendirian. Dia mau ayahnya nengokin" Ucap Iqbal dengan tatapan genit
"Lah modus ! Itu sih akal-akalan nya Abang saja ,bilang aja Abang pengen " Sarah mencebik kesal karena merasa sudah dibohongi
"Hehehe ...nah ,itu tahu. Lagian suruh siapa kamu seksi banget ,kan aku jadi pengen terus " Ucap Iqbal membenarkan
Sarah merona dibilang seksi,Iqbal yang saat itu memang sedang menginginkan Sarah , langsung bangun dan merebahkan Sarah dengan hati-hati.
Akan tetapi tiba-tiba pintu kamar nya ada yang mengetuk,
Tok tok tok
Iqbal yang sudah berada di zona siap tempur pun mendadak lemas. Kepala atas dan bawah nya pun terasa cenat cenut.
__ADS_1
Bersambung.....