
Azzam terkesiap ketika ada yang menyahuti teriakan nya. Awal nya ia sempat berfikir jika itu hanyalah pendengaran nya saja yang salah karena terlalu mengkhawatirkan Lala. Akan tetapi ketika ia kembali berteriak , lagi-lagi ada yang menyahuti teriakan nya.
"AKU DI SINI...."
"Lala....apa itu kamu ?" Seru Azzam
Lala tak lagi menyahut tenaga nya sudah habis ,ia pun beranjak untuk lebih mendekati Azzam.
Dengan tertatih-tatih gadis itu berjalan,hingga ia melihat beberapa cahaya senter dari kejauhan.
"Alhamdulillah.....aku selamat " Lirih nya penuh syukur
"Aw.....Ya Allah....sakit banget " Desis nya ketika tak sengaja kaki nya yang sakit tersandung akar pohon yang timbul
Azzam,Bagus dan para petugas kembali berteriak memanggil Lala karena Lala tak lagi menyahuti.
"Lala....Lala.....Lala....."
"Aku di sini " Lirih Lala berdiri di belakang mereka
Sontak saja mereka menoleh pun dengan Azzam.
"Lala " Ucap Bagus ,ia yang hendak menghampiri Lala pun tak jadi saat melihat Azzam yang berlari menghampiri Lala
"Masya Allah,Lala "Seru Azzam
Deg'
Tubuh Lala mematung ketika tiba-tiba saja Azzam memeluk nya.
"Alhamdulillah,Ya Allah...." Lirih Azzam
Kemudian Azzam menarik tubuh nya ,dengan menangkup wajah Lala ,Azzam bertanya.
"Kamu tuh kemana saja ? Aku tuh khawatir banget,takut terjadi sesuatu pada mu"
Bukannya menjawab pertanyaan Azzam,gadis itu malah menangis.
"Kamu tidak apa-apa? Ada yang sakit ?" Tanya Azzam khawatir
Lala mengangguk " Iya ,kaki aku seperti nya terkilir "
"Hati aku juga terluka Zam" Tambah nya dalam hati
"Kalau gitu kamu naik saja di punggung ku , aku akan menggendong mu " Azzam berjongkok memberikan punggung nya untuk dinaiki Lala
Tanpa menjawab,Lala pun naik ke punggung Azzam.
"Ayo lebih baik kita segera kembali " Ucap salah satu petugas
"Aku gak tahu mesti senang atau sedih dengan perlakuan mu yang seperti ini. Jujur aku senang ,tapi aku pun sedih karena kita tidak ditakdirkan bersama " Lirih Lala dalam hati
Karena merasa lelah akhirnya Lala pun tertidur di gendongan Azzam.
"Kenapa jadi berat banget ,apa dia tertidur ?" tanya Azzam dalam hati
Beberapa saat kemudian mereka pun sudah keluar dari hutan.
__ADS_1
"Nah itu dia mereka " Ucap Robin ketika melihat Azzam ,dan Bagus bersama para petugas
"Itu si Lala kenapa ?" Tanya Yogi
"Mungkin karena kelelahan ,dia tidur " Sahut Bagus
Azzam pun menidurkan Lala di tenda nya,di samping Lala ada Wika yang juga masih memejam kan mata. Ia fikir Wika sedang tidur ia pun tak ingin membangun kan nya.
Di tatap nya lekat-lekat wajah Lala ,lalu ia menyingkirkan anak rambut yang menghalangi sebagian wajah gadis itu.
"Aku harap hidup mu akan selalu bahagia bersama pasangan mu,cukup aku saja yang terluka " Gumam nya pelan lalu Azzam pun keluar dari tenda itu
"Gimana Zam,Lala baik-baik saja kan?" Tanya Hamdan
"Iya ,hanya kaki nya yang terkilir,nanti kalau sudah bangun akan aku obati ,sekarang biarkan dia tidur dulu,kasihan pasti dia sangat lelah " Tutur Azzam lalu mengambil jaket nya dan duduk tak jauh dari tenda Lala.
Udara semakin dingin membuat mereka menggigil. Bahkan Hamdan sudah memakai jaket dan sarung tangan pun masih tetap terasa dingin.
"Sepertinya udah mau masuk shalat subuh,lebih baik aku siap-siap dulu "Azzam pun bangkit lalu menghampiri salah satu pohon yang tak jauh dari nya
"Dia mau ngapain?" Bisik Yogi
"Gak tahu. Kencing kali " Sahut Bagus ngasal
Bagus , Hamdan,Yoga ,dan Robin memperhatikan Azzam.
"Dia ngapain sih ?" Gumam Bagus pelan
Rupanya Azzam tengah melakukan tayamum. Azzam membersihkan terlebih dahulu permukaan tanah dari dedaunan kering yang menutupi nya ,setelah bersih baru Azzam mengucap bismillah dan mulai bertayamum. Karena di sana tidak ada air untuk berwudhu apalagi ditambah cuaca yang sangat dingin bertayamum menjadi pilihan yang tepat.
Setelah selesai,Azzam segera mengambil sejadah kecil yang sering ia bawa kemanapun.
"Iya sok ,kamu duluan saja " Sahut Yogi
Dalam sujud nya Azzam tak hentinya bersyukur karena Lala sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Ia pun mendoakan yang terbaik buat mereka. Ia ikhlas jika memang gadis itu bukan tercipta untuk nya. Azzam berdoa agar Lala selalu bahagia di manapun dan dengan siapa pun. Meski tak dipungkiri jika di dalam hatinya yang terdalam ia berharap bisa bersama dengan gadis itu.
Beberapa saat kemudian matahari mulai bergerak naik,rasa dingin yang membelenggu perlahan sirna seiring naik nya sang surya.
Rumput yang basah karena embun nampak berkilauan saat terkena sinar matahari pagi.Suara kicauan burung pun terdengar saling bersahutan.
Bagus ,Robin , Hamdan,dan Yogi nampak mengerjapkan mata. Rupanya mereka tertidur saat Azzam sedang melakukan sholat dua rakaat nya.
"Hoaaammm....udah pagi saja" Lirih Bagus
"Loh dia masih di posisi itu ?" Gumam nya ketika melihat Azzam masih duduk bersimpuh di atas sejadah nya
"Apa dia tidak tidur dari tadi?" Tanya Robin
"Sepertinya tidak "Sahut Bagus pelan
Selesai shalat Azzam memang tidak tidur ,ia lanjut berdzikir sampai ia sendiri tak sadar jika hari sudah pagi, sebab Azzam berdzikir dengan mata tertutup.
Sementara di dalam tenda,Lala pun mengerjapkan mata nya,namun ia langsung terkejut saat melihat Wika sedang duduk dengan kepala menunduk dan rambut nya acak-acakan hingga menutupi wajah nya.
"Wika,....kamu baik-baik saja ?" Tanya Lala pelan. Gadis tomboi itu tak menyahut
"Wika ,are you oke ?" Kembali Lala bertanya namun kemudian ia mencebik
__ADS_1
"Isshh....gaya Lo La,pake bahasa Inggris segala " Gadis itu terkekeh karena kelakuan nya sendiri
"Sepertinya ada yang gak beres dengan nya" Gumam nya lagi pelan
Lala pun hendak menyentuh bahu Wika ,namun seketika Wika menoleh dengan tatapan tajam sambil menyeringai.
"Astaga ! Wika ,kamu ih nakut-nakutin saja " seru Lala terkejut. Namun hal tak terduga pun terjadi. Wika malah menyerang Lala dengan mencekik leher nya. Lala pun sampai terdorong ke belakang
"Wika....sadarlah....ken....dalikan dirimu....jangan sampai dia yang ...."
"Aakkhhh......Ya Allah sakit " Lirih Lala seraya berusaha melepaskan cekikan nya
"Khikhikhikhi....." Sosok dalam tubuh Wika pun terkikik mengerikan
Lala terkesiap ketika melihat kedua mata nya. Sebuah gambaran terlihat begitu nyata.
Saat itu setelah selesai mendirikan tenda Wika merasa sakit di perut bawah nya. Ia yang menduga jika dirinya telah datang bulan mengambil pemb*lut dari dalam tas ransel nya lalu pergi ke belakang tenda nya.
Dan rupanya feeling nya benar. Wika segera mengganti ****** ***** nya yang sudah ada pemb*lut nya. Namun rupanya ia melupakan ****** ***** nya yang terkena kotoran haid nya begitu saja.
Hingga akhir nya sosok makhluk halus seperti kuntilanak datang karena mencium bau amis tersebut.
Lala mengerjap lalu mendorong Wika dengan membaca ayat kursi.
"Aakkhhh....." Kuntilanak itu terhempas dari tubuh Wika
Mendengar kegaduhan dari dalam tenda Bagus pun menoleh.
"Eh ,itu ada apa ya ?"
Azzam pun menghentikan dzikir nya lalu beranjak menuju tenda nya Lala.
"Kita lihat yuk !" Seru Hamdan
"Hayu " Sahut Bagus. Yang lain pun mengikuti
Sesampainya di tenda Azzam dibuat terkejut karena ada sosok kuntilanak tengah duduk di atas tubuh Wika yang tak sadar.
"khikhikhikhi......." Kuntilanak itu kembali terkikik
"Kita harus membakar celana nya " Ucap Lala
"Celana ? Celana apa ?" Tanya Azzam tak faham
"Ada apa sih ?" Tanya Bagus di belakang Azzam. Azzam tak menyahut
"Heh....ada apa an sih ?" Tanya Yogi yang juga nampak penasaran
"Aku juga gak tahu "Sahut Bagus
Lala beranjak untuk membakar ****** ***** Wika yang tertinggal di belakang tenda nya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Azzam
"Kamu punya korek ?" Bukan nya menjawab ,Lala malah bertanya
Meski tak tahu untuk apa Lala menanyakan korek tapi ia langsung memberikan korek gas di saku celana nya.
__ADS_1
"Kamu ngerokok ? Kok bawa korek ?"
bersambung...