Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Barang bawaan


__ADS_3

Sri tersenyum ketika melihat putri nya hendak menuju ke kamar nya. Dengan perlahan ia menghitung mundur.


"Tiga......dua.....satu....."


"MAMAAA......"


"Nah kan tepat dugaan ku ,dia pasti histeris hihihihi....lagian bikin orangtua senewen mulu,sekarang gantian biar dia yang senewen" Sri terkikik lalu beranjak menghampiri putri nya itu


"Hmm..... mulai lagi ,astaga...mereka kok ajaib banget sih ,kaya nya cuman mereka doang , ibu dan anak udah kaya Tom and Jerry "Gumam Banu lalu ia berbicara pada foto mendiang mertua nya


"Ayah lihat sendiri kan bagaimana kelakuan mereka,aku saja lihat nya pusing Yah,tapi meski begitu mereka itu saling menyayangi layak nya seorang ibu ke anak pun sebalik nya. Ayah pasti senang karena apa yang ayah amanat kan sebentar lagi kesampaian" Lirih Banu


"Iya ,ayah sangat merasa senang ,terima kasih sudah mau menjalankan amanat ini dengan baik ,aku yakin cucuku akan bahagia bersama suami nya "


Banu terperangah saat mendengar ada yang menyahuti ucapan nya. Ia sampai menengok kanan kiri namun tak ia temukan orang lain di sekitar nya.


Gluk'


Banu menelan saliva nya.


"Si...siapa yang berbicara? Tapi dari suaranya terdengar seperti suara ...." Banu tak lagi melanjutkan ucapan nya ,ia lalu menoleh pada foto besar mendiang ayah mertuanya


"Jangan-jangan..... "Banu pun berlari meninggalkan tempat itu dengan bulu kuduk nya yang berdiri


"Dasar menantu durjana,tadi ngajakin ngomong,disahuti malah kabur "


Sementara di kamar Lala


"Kamu itu ya La , teriak-teriak terus dari tadi. Suara kamu sampe kedengeran ke luar tahu" Omel Sri


"Ya abis nya mama sih,ini kenapa kamar aku jadi seperti ini?" Tanya Lala gemas


"Loh memang nya kenapa ? Bukankah ini bagus?" Tanya Sri dengan sudut bibirnya yang terangkat


"Ya tapi kan acara nya saja baru empat hari lagi ,kenapa udah dihias dari sekarang ? Lagian memang nya perlu seperti ini? Aku gak mau mah "Rengek Lala ,baginya tak harus ada kamar pengantin yang dihias sedemikian rupa. Cukup kamar seperti biasanya saja.


"Kan biar gak keteteran nanti waktu nya,apalagi kan besok sampai hari H bakal repot semua jadi mumpung sekarang ada waktu ya kenapa gak di kerjakan sekarang " Ucap Sri


"Tapi gak usah dihias segala "


"Hey,mana ada pengantin kamar nya gak dihias. Dimana-mana orang nikah itu harus ada kamar pengantin nya,kan momen seperti itu hanya terjadi satu kali seumur hidup ,buat kenang-kenangan " Ucap Sri


"Tapi mah "


"Udah deh jangan banyakan protes ,kamu istirahat saja ,mama mau bawa dulu gaun-gaun nya di butik teman mama " Sri pun segera pergi meninggalkan putrinya yang merajuk


"Oh.... tidak ! Jadi seperti pengantin beneran aku kalau gini caranya" Lirih Lala sambil memperhatikan kamar nya


Sementara itu Banu sedang bersiap untuk menjemput nek Arum ,Nining ,dan Dika. Tadinya ia hendak menyuruh orang lain ,akan tetapi ia mau sekalian berziarah ke makam ayah nya.


"Mah,aku berangkat dulu ya " Pamit Banu pada Sri lewat telepon


"Iya ,papa hati-hati jangan ngebut-ngebut "Jawab Sri


"Ya sudah ,papa tutup dulu telpon nya,udah mau berangkat, assalamualaikum "

__ADS_1


"Waalaikum salam "


Di tempat lain nek Arum sedang berkemas ,ada banyak barang yang akan ia bawa,diantaranya beras satu karung,pisang satu tandan,kelapa tua sepuluh buah, dua ekor ayam , pete satu ikat besar,dan singkong yang sudah dibersihkan tanah nya.


"Bu ,apa ini gak terlalu banyak barang bawaan nya ?" Tanya Nining


"Justru ini masih kurang Ning "Sahut nek Arum


"Tapi nanti ini mau diapakan ,untuk makanan ,lauk dan sebagainya di sana pasti sudah ada katering" Ucap Nining


"Ya enggak apa-apa ,kalau udah di sana mau diapakan juga gimana nanti ,justru kalau ibu gak bawa apa-apa kan malu" Ucap nek Arum lagi


"Kok malu Bu,bang Banu dan Mbak Sri juga pasti tak mengharap kan semua ini"


"Ibu malu sama tetangga di sana, jauh-jauh dari kampung datang gak bawa apa-apa ,gitu "


Nining menghela nafas panjang ,ia bingung mesti berbicara apa lagi sebab mau bicara apapun nek Arum tak akan pernah mengurung kan niat nya membawa barang-barang nya.


"Ya sudah deh terserah ibu saja " Nining nampak pasrah,ia pun berlalu ke kamar dimana anak nya tengah memilih pakaian yang akan ia bawa.


"Sudah nak? " Tanya Sri


"Iya mah sudah " Jawab Dika


"Kok sedikit baju nya ?"


"Kata mama kita gak lama di sana , aku juga gak mungkin bolos sekolah terlalu lama mah" Kata Dika. Saat ini Dika sudah kelas enam SD


"Ya udah kalau gitu mama masukan ke dalam tas kamu dulu"


"Tapi bisa kan?"


"Bisa lah mah ,gini doang "Sahut Dika lagi


"Pakaian dalam nya udah kan, gak lupa?" Tanya Nining lagi


"Udah mah "


Sementara itu di rumah Azzam pun sama sibuk nya. para bapak masih berkutat dengan tenda-tenda yang dibuat secara tradisional menggunakan bambu dan terpal besar . Para ibu pun ada yang sibuk masak ,membuat dodol dan lain sebagainya.


Di sana sudah ada Deni dan Ovan. Demi mengawal sahabatnya sampai sah mereka rela cuti dari kerjaan dan kuliah nya.


"Gimana perasaan kamu Zam ? Pasti deg-degan kan " Tanya Ovan seraya menyeruput kopi lalu menyalakan rokok nya


"Sotoy,kaya yang pernah ngalamin saja " Ucap Deni


"Ya kan biasanya orang mau nikah pasti tegang dong "Sahut Ovan


"Biasa aja kok " Sahut Azzam


"Kamu sejak kapan merokok?" Tanya Azzam


"Ah enggak kok ,ini cuman iseng saja " Sahut Ovan sambil menghisap rokok nya


"Iseng kok bikin bahaya "Sambung Deni

__ADS_1


"Eh kita telpon ciwi-ciwi yuk ! " Seru Ovan lalu mematikan rokok nya. Tanpa menunggu jawaban kedua sahabatnya,Ovan pun menghubungi Lala,Mila,dan Sarah via video call.


Tak lama wajah ketiga gadis terpampang di layar ponsel nya.


"Ngapain nelpon kita ? " Tanya Mila


"Eh bukan nya ngucap salam malah nanya gitu ?" Tanya Ovan


"Iya deh iya , assalamualaikum "Ucap Mila


"Waalaikum salam,nah gitu dong " Sahut Ovan


"Kalian ada di tempat yang sama?" Tanya Deni


"Iya nih kita masih di kampus"Jawab Sarah


"Eh kalian udah pada kumpul aja "Ucap Sarah lagi


"Iya dong ,kita mau ngadain pesta bujang ,ya kan Zam " Cetus Ovan melirik pada Azzam


Lala terkesiap mendengar nya


"Enggak ,jangan percaya ! Siapa juga yang mau ngadain pesta bujang,mending gunain waktu buat hal-hal yang lebih bermanfaat " Sanggah Azzam


"Eh btw kamu di mana La ?" Tanya Ovan memperhatikan Lala,Azzam pun ikut memperhatikan


"Ck,tau nih ,mama aku ada-ada saja ,masih lama juga " Sahut Lala mencebik


"Memang nya kapan acaranya?" Tanya Deni menimpali


"Empat hari lagi " Jawab Lala memasang senyum terpaksa


"Empat hari lagi,kok sama ya " Gumam Ovan


"Cuman kebetulan mungkin " Sahut Lala


"Emang kamu nikah sama siapa sih La?" Tanya Deni


"Ada deh ,kepo "


"Dih dasar pelit " Ucap Deni lagi


"Nanti aku kenalin deh " Ucap Lala ,ia tak ingin semua teman-teman nya tahu jika dirinya menikah di jodohkan


"Zam ,sorry ya ,kita gak bisa ikut pas nikahan kamu,kita mau nemenin Lala ,tapi karena kalian berada di kota yang sama kita akan usahakan datang deh ,meski telat " Ucap Sarah


"Iya ,gak apa-apa . Kalian temani saja Lala ,dia pasti lebih tegang" Sahut Azzam


"Itu sudah pasti" Sahut Mila


Sementara itu Banu yang baru saja sampai dibuat terkesiap saat melihat barang bawaan ibu nya sudah menumpuk di depan pintu. Banu pun sontak menepuk kening nya.


"Allahu Akbar....sudah kuduga "


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2