
Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Lala tiba-tiba saja jadi tercekat,ia tak menyangka jika mama nya akan menanyakan hal itu.
"Kenapa diam? Jangan-jangan kamu sudah pernah melakukan nya? Siapa ? Siapa laki-laki nya ? Kamu itu anak perempuan mama ,anak satu-satunya kenapa kamu sampai tega hah?" Bentak Sri ,Lala jadi panik sendiri, pasal nya ia tak seperti yang mama nya katakan
"Ma...dengarkan aku dulu "ucap Lala,namun Sri tak memberi nya kesempatan untuk berbicara, perasaan nya tengah kalut dengan praduga nya sendiri
"Ada apa ini?" tanya Banu masuk ke kamar setelah mendengar suara lantang istrinya
"hadeuh....salah faham kan jadinya. Ck,ribet amat dah" batin Lala ketika papa nya masuk ,ia yakin papa nya pun akan memarahi nya
"huuuhuuu..... itu pah....anak kita ....dia sudah berani melakukan hal yang tak seharusnya dia lakukan....huuu....kenapa kamu seperti ini La....kami memberi mu kebebasan bukan berarti kamu bisa seenaknya melakukan hal itu huhu...." Sri nampak histeris , Banu yang bingung mencoba menenangkan istri nya
"Ini sebenarnya ada apa ? Kenapa mama tiba-tiba jadi seperti ini ?" tanya Banu
"Pah.....tadi...mama...."
"Cukup, kamu tak usah menjelaskan apapun,sekarang juga cepat katakan siapa laki-laki yang sudah kurang ajar menjamah tubuh mu?"potong Sri ketika Lala hendak mengatakan jika ada kesalah pahaman
Mendengar kata-kata istri nya sontak membuat darah Banu mendidih. Emosi nya mendadak naik ke ubun-ubun , Banu pun dengan kalap hendak menampar putri nya itu,namun segera di tepis oleh Lala.
"Berani kamu hah !" bentak nya
"pah, please dengarkan aku dulu ,kalian salah faham " ucap Lala memelas
"Salah faham kamu bilang" sentak Sri
"Iya ,kalian salah faham,apa salah nya sih dengarkan penjelasan aku , dari tadi aku gak dikasih kesempatan buat bicara,kalian malah heboh sendiri "ucap Lala
"Ya sudah sekarang katakan,apa benar kamu sudah kehilangan kehormatan mu sebagai wanita "ucap Banu
"Ok, aku jujur,demi Allah aku masih perawan ting-ting,tak ada satupun laki-laki yang berani menyentuh ku ,bahkan hanya sekedar menyentuh tangan ku pun gak ada. Senakal-nakal nya aku,aku masih tahu batasan,jadi mama papa jangan berfikir aneh-aneh " tutur Lala
"Kalau aku bohong aku rela mati kelindas truk " tambah nya
"Jaga ucapan kamu ! Kalau dicatat malaikat bisa jadi kenyataan " sentak Banu
"Ya lagian kalian malah nuduh yang enggak-enggak,aku mana berani melakukannya" lirih Lala
"Terus kenapa kamu tadi gak langsung jawab pertanyaan mama,malah kelihatan kaget gitu , jadikan mama mikir nya kemana-mana"
"Aku tuh emang kaget , tau-tau mama nanya begitu,sadis bener pertanyaan nya, gak nyangka saja kalau mama bisa kefikiran nanya begitu,pas mau ngomong mamah udah histeris duluan ,mau bicara pun mama gak ngasih kesempatan ngomong " jawab Lala mencebik
"Ya ampun ,maafin mama ,mama hanya takut kalau kamu kelewat batas ,selama ini kamu kan tidak tinggal bersama kami,kami tak tahu dengan siapa kamu bergaul dan kemana saja kami pergi ,mama sangat mengkhawatirkan mu "
"Mama dan papa tak perlu khawatir, meski aku jauh dengan mama dan papa,aku masih tahu batasan, meski teman-teman ku kebanyakan laki-laki aku tak mungkin melakukan nya" tutur Lala lagi
__ADS_1
"Papa juga minta maaf ,hampir saja papa mukul kamu,coba kalau kamu gak nahan tangan papa tadi, pasti papa sudah menyesal " lirih Banu
"Aku juga minta maaf ,maaf selalu membuat kalian khawatir dan maaf juga tadi aku bicara dengan nada tinggi " sesal Lala
"Sudahlah,yang penting sekarang kesalahpahaman ini sudah selesai,sekarang bagaimana kalau kita sholat dulu, sebentar lagi waktunya sholat Maghrib,setelah itu papa dan mama akan memberitahu mu sesuatu" ucap Banu
"Sesuatu apa ?" tanya Lala penasaran
"Ada deh ,sudah sana kamu wudhu dulu " Lala pun pergi ke kamar mandi untuk berwudhu di susul Sri lalu Banu
Selesai shalat dengan masih duduk di atas sejadah Banu duduk menghadap pada istri dan anak nya.Ia meraih sesuatu dari dalam tas istrinya.
"ini , dengarkan baik-baik " Banu menyetel sebuah rekaman suara yang beberapa waktu lalu diambil Sri
"Sembilan belas tahun yang lalu, pabrik gula milik pak Sugandi hampir bangkrut karena ulah orang-orang tak bertanggung jawab. Berkat kecerdasan pak Damar orang-orang tak bertanggung jawab itu akhirnya ditangkap,dan pabrik kembali beroperasi dengan baik. Pak Damar juga merupakan karyawan yang loyal dan setia,pak Damar pula yang sudah mendonorkan darah nya ketika pak Sugandi kritis karena kekurangan banyak darah setelah kecelakaan. Sebagai bentuk rasa terima kasih nya beliau ingin memberikan 20% saham nya namun langsung ditolak oleh pak Damar,hingga akhirnya pak Sugandi berfikir untuk menikahkan cucu perempuan nya dengan anak laki-laki nya pak Damar setelah usia mereka 20 tahun. Saat itu usia nona Nurmala dan anak laki-laki pak Damar masih satu tahunan. Pak Sugandi akan memberikan satu rumah dan uang sebesar satu milyar untuk modal usaha. Sebulan setelah pak Sugandi membuat surat wasiat beliau jatuh sakit dan tak lama setelah dirawat di rumah sakit pak Sugandi menghembuskan nafas terakhir nya "
Lala tercenung setelah mendengar rekaman tersebut.Ia berfikir sudah tak bisa lagi menghindar apalagi ia juga sudah menyetujui pernikahan itu.
"Kamu dengar sendiri kan,apa alasan almarhum kakek mu ingin menjodohkan mu" ucap Banu . Lala mengangguk
"Kata mama ,kalian juga menikah karena dijodohkan ,benar begitu?" tanya Lala
"Iya " jawab Banu singkat
"Cerita kan dong,siapa tahu bisa jadi referensi buat aku " pinta Lala
"Dilamar? bukan yang seharusnya yang melamar itu papa ? kok papa yang dilamar ?" tanya Lala bingung
"Ya papa juga bingung,ditambah anak nya kakek yang mau dinikahkan sama papa malah kabur ,papa diminta untuk mencari nya ,karena papa gak tahu seperti apa wajah nya akhirnya papa cuman muter-muter kota Bandung ,eh ketemu gadis yang sedang nangis sendirian mana malam-malam,papa kira suara Kunti,dan ternyata seorang gadis,papa samperin dan nanya kenapa malam-malam begini nangis sendirian gak takut,gadis itu malah langsung curhat katanya aku gak mau nikah makanya aku kabur ,nah disitu papa menebak jika gadis itu yang papa cari-cari"
"Terus-terus ?" tanya Lala antusias sambil melirik mama nya yang wajah nya sudah memerah karena malu
"Terus papa berinisiatif mengantarkan nya pulang meski awal nya dia nolak "
"Kok bisa ?" tanya Lala
"Ya bisa orang papa mu ini bilang gini .....
Flashback
"huuuhuuu.....pokok nya aku gak mau pulang ,aku gak mau dinikahkan dengan orang yang gak aku kenal "rengek Sri ,seakan ia sudah mengenal lelaki yang bersama nya itu
Banu nampak menggaruk kepala nya yang gatal karena belum keramas seminggu.
"Malah curhat dia " batin nya ,namun kemudian ia sadar akan sesuatu
__ADS_1
"Jangan-jangan gadis ini yang dicari-cari pak Sugandi "batin nya nampak menelisik wajah Sri
"Cantik juga ,kalau gini mana mau nolak aku " batin nya terkikik ,awal nya Banu pun merasa berat untuk menerima lamaran dari atasan nya namun berhubung ia baru saja putus cinta karena pacar nya diam-diam sudah menikah jadi ia pun butuh melampiaskan kekecewaannya tersebut ,ia menyetujui dengan harapan ia akan bisa melupakan mantan nya dan mencintai istrinya kelak
Lalu Banu pun mengatakan sesuatu yang langsung disetujui Sri tanpa berfikir terlebih dahulu
"Begini saja , bagaimana kalau aku berpura-pura menjadi kekasih kamu terus bilang kalau kita akan menikah ,pasti ayah kamu akan memikirkan ulang keputusan nya "
"Iya aku setuju " jawab Sri seraya menghapus air mata nya
Malam itu juga Banu langsung membawa Sri ke rumah nya
"Kok kamu tahu rumah ku ?" tanya Sri yang merasa belum mengatakan alamat rumah nya
"Nah kan bener"batin Banu
"Cuman Feeling,tapi bener kan " sahut Banu
"Kamu yakin ini akan berhasil ?"tanya Sri
"Yakin lah " sahut Banu mantap
"Ya sudah yuk masuk " ajak Sri
Saat Sri dan Banu sudah masuk mereka dikejutkan dengan adanya beberapa orang ,termasuk orangtua Banu.
"Bapak,ibu !" ucap Banu
"Alhamdulillah.... akhirnya kamu pulang juga Sri ,cepat ganti pakaian mu semua nya sudah siap " ucap Sugandi
"Sudah siap ,apa ?" tanya Sri
"Kalian kan malam ini akan menikah " cetus Sugandi ,membuat kedua nya melotot
"APA....!!! "
Sri menoleh pada Banu yang juga menoleh ke arah nya ,rupanya Sugandi mengetahui jika Banu sudah menemukan Sri dan akan pulang bersama ,itu karena ada orang suruhan nya yang juga berada di tempat yang sama hingga orang itu memberitahu Sugandi.
Sugandi pun segera meminta kerabat nya untuk segera menjemput orangtua Banu hingga disinilah mereka sekarang.
"Tunggu ! ini sebenarnya ada apa ? kenapa kesan nya pernikahan ini sangat dadakan ? Kamu tak menghamili anak orang kan ?" tuduh ayah nya Banu
"Astaghfirullah....tuduhan bapak sangat menyakiti ku ,aku mana beraani pak,sumpah ! Atau jangan-jangan kamu lagi yang hamil diluar nikah hingga aku yang jadi tersangka nya " tuduh Bany pada Sri
"Enak saja , sembarangan saja kalau ngomong " sembur Sri menatap nyalang pada Banu
__ADS_1
bersambung...