Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Ingin pulang


__ADS_3

Setelah mendapat kan alamat rumah sakit, Banu-Sri , Damar-Susi segera pergi ke rumah sakit tersebut. Sebelum nya Susi dan Sri sudah membersihkan noda darah di kamar Lala ,karena melihat kondisi bi Yati yang masih shock tak memungkinkan untuk membersihkan nya.


Sesampainya di rumah sakit,mereka segera menuju ke kamar inap dimana Lala dirawat.


Sementara di kamar rawat,Azzam sedang menatap wajah pucat istri nya yang terpejam. Sungguh hal yang paling menyakitkan baginya adalah melihat Lala terluka.


"Sayang,cepatlah bangun. Aku dan bayi kita sangat membutuhkan mu. Jangan lama-lama tidur nya ya sayang ,kasihan Azlan,dia pasti ingin segera minum ASI kamu " Lirih Azzam sambil menggenggam tangan Lala


"Hati aku sakit lihat kamu seperti ini,sungguh aku tidak akan sanggup kehilangan mu. Cepatlah buka mata mu sayang "Air mata nya tak pernah berhenti mengalir ,Azzam pun sampai sesegukan


"Maafkan aku , jika saja aku tidak pergi pasti saat ini kondisi kamu tidak akan seperti ini,maafkan aku sayang,...maaf " Pria itu terus saja menyalahkan dirinya atas apa yang sudah menimpa istrinya


Di luar nampak Banu-Sri,Damar-Susi sudah sampai.


"Assalamualaikum "ucap mereka


"Waalaikumsalam salam " Jawab Mila dan Ovan. Sementara Deni kini tengah berbicara pada dokter yang menangani Lala


"Mila,bagaimana keadaan Lala,dia dan bayi nya sehat kan ?" Tanya Susi


"Alhamdulillah,ibu.Bayi nya sehat dan tampan ,kini ada di ruang bayi,sementara Lala ...."Ucapan Mila menggantung


"Lala kenapa ? Terus kamu kenapa menangis?" Tanya Sri ,perasaan nya sudah tak enak dari tadi,apalagi melihat ekspresi wajah Mila dan Ovan yang nampak sekali kesedihan dari diri mereka


"Lala kenapa Mila ?" Tanya Damar


"Lala koma " jawab nya lirih


"Astaghfirullah...." Susi menutup mulut nya ,sementara Sri luruh ke lantai


"Ya Allah,...putri ku " Banu segera memeluk istri nya


"Lala pah....Lala ....." Sri terisak di pelukan Banu ,pria itu pun menitikan air mata nya ,hati seorang ayah mana yang tak terluka melihat putri satu-satunya terbaring koma ,namun ia berusaha tegar untuk menguatkan istri nya


"Iya,mah...mama yang sabar ya,kita doakan Lala agar segera bangun dari koma nya. Kita semua tahu Lala gadis yang kuat dia pasti bisa melewati ini semua " Ucap Banu seraya mengusap punggung istri nya


"Kamu gimana sih pah,sudah jelas-jelas Lala sekarang sudah punya bayi jadi bukan anak gadis kita lagi " Meski sedang diselimuti kesedihan tetap saja Sri masih bisa menyahut kata-kata suami nya


"Iya,iya papa lupa " Ucap Banu mengiyakan


Melihat bagaimana Sri,membuat Susi mengerti jika sikap Lala yang kadang bar-bar menurun dari ibu nya.


Damar memperhatikan Azzam dari jendela dekat pintu. Ia turut merasakan kesedihan putra nya.


"Ya Allah,menantu ku " Lirih Susi berdiri di samping Damar. Damar pun merangkul istrinya


"Kasihan Azzam pak,kenapa ini terjadi pada Lala " Ucap Susi seraya mengusap pipi nya yang basah


"Apa kata dokter Mila ? Kenapa bisa Lala sampai koma seperti itu ?" tanya Damar

__ADS_1


"Menurut dokter Lala mengalami pendarahan hebat pasca melahirkan " Jawab Mila


"Ya Allah,.... Lala, huuuuhhuuuu....,padahal tadi pagi kita masih video call,dia terlihat masih baik-baik saja, huuuuhhuuu...." Sri kembali menangis sesegukan


Dari dalam,Azzam mendengar suara tangisan ibu mertua nya ,ia pun menoleh ke kaca jendela.


"Bapak,....ibu...." Gumam nya seraya menghapus air mata nya ,ia lalu beranjak


"Sebentar ya sayang " Ucap Azzam,sebelum meninggalkan Lala ,Azzam mengusap kepala Lala dan mengecup kening nya ,setelah itu ia pun beranjak


Ceklek'


"Ibu,bapak ,mama,papa " Ucap Azzam begitu ia membuka pintu


"Azzam, mama mau lihat Lala " Pinta Sri


"Iya,mah. Tapi suster bilang cuman boleh satu orang yang masuk " Ucap Azzam


"Iya,tidak apa-apa. Kita bisa gantian " Sahut Banu


Maka Sri pun masuk ke dalam ruangan. Hatinya terasa ter iris melihat putri kesayangan nya ,putri satu-satunya terbaring lemah dengan berbagai alat medis di tubuh nya.


"Ya Allah,Lala....kenapa bisa jadi seperti ini ?" Lirih Sri. Ia menyentuh lengan putri nya dan menggenggam nya


"Ini mama nak,mama....papa....juga mertua mu sudah sampai. Apa yang kamu lakukan di sini ? Ayolah bangun jangan lama-lama tidur nya,apa kamu tidak kasihan dengan bayi kamu,suami kamu ? Kalau kamu seperti ini terus apa kamu mau suami kamu nyari ibu pengganti buat bayi kamu ? Bangun La,...bangun ,hikkss.....mama sangat menyayangi mu ,mama tidak sanggup lihat kamu seperti ini, huuuhhuuu....kamu putri mama satu-satunya,jika kamu kenapa-napa siapa nanti yang akan berdebat dengan mama, huuuhhuuu...ayolah La....bangun...." Isak tangis Sri begitu menyayat hati


Setelah puas berbicara, Sri pun memilih untuk keluar ,ia ingin memberi kesempatan yang lain untuk masuk.


Bukan nya apa-apa,ia hanya tidak ingin tangis nya pecah dan tidak bisa mengendalikan diri,walau bagaimanapun Lala adalah putri kesayangan nya.


"Kalau begitu aku saja yang masuk "Serobot Susi , Sri pun mengangguk


Cklek'


Susi mulai melangkah kan kaki menuju tempat tidur menantu nya.


"Assalamualaikum,La " Ucap Susi pelan


"Huuuuuuuh....."Susi menarik nafas karena dadanya terasa sesak , walau bagaimanapun ia sudah menyayangi menantunya tersebut


"Ini ibu La...." Susi menjeda ucapan nya


"Maaf jika ibu terlambat,kalau saja ibu dan bapak tidak mampir dulu ke toko buah ibu pasti mendampingi mu ketika kamu mulai merasakan mulas " Sesal nya. Ia dan Damar memang mampir dulu ke toko buah saat di perjalanan,namun karena kondisi toko buah tersebut sedang ramai mau tidak mau keduanya harus mengantri ketika hendak membayar ,pun dengan jalanan yang macet membuat mereka lama sampai ke rumah Lala. Mengingat itu ,Susi pun menjadi semakin merasa bersalah


"Ibu harap kamu bisa cepat bangun,kasihan suami dan bayi kamu. Ngomong-ngomong bayi kamu,ibu ingin melihat nya dulu ya,kasihan dia pasti kesepian. Kata Mila bayi kamu sangat tampan ,ibu jadi penasaran setampan apa cucu ibu" Ucap Susi lalu menarik nafas lagi


"Cepat bangun ,ibu sangat menyayangi mu " Susi mencium pucuk kepala Lala dengan penuh kasih sayang


Sementara di luar,Sri nampak terharu melihat bagaimana besan nya itu memperlakukan Lala, begitu pun dengan Banu. Sampai saat ini baik Sri maupun Damar belum ada yang mengetahui jika dirinya dan Susi pernah ada hubungan di masa lalu. Jika suatu saat mereka tahu ,entah akan bagaimana sikap mereka nanti nya. Apakah akan canggung atau malah sebaliknya dan menganggap itu hanya masa lalu. Tapi mengingat bagaimana bucin dan cemburuan istri nya ,Banu jadi ragu jika Sri akan bersikap biasa saja.

__ADS_1


Hal itu pun membuat nya merasa dilema,untuk memberi tahu nya atau tidak,jika ia tak menceritakan yang sebenarnya,ia yakin istri nya akan sangat marah, apalagi jika tahu nya dari orang lain,tapi jika pun ia memberi tahu istrinya,ia sangat-sangat yakin istri nya akan marah dan merajuk hingga tak akan mengajak nya berbicara,dan yang lebih parah ia tak akan diizinkan tidur di kamar.


Berlebihan memang ,tapi memang seperti itulah Sri. Bucin dan cemburuan. Banu selalu berdoa agar tidak ada siapapun yang mengungkit masa lalu nya dengan Susi. Bahkan nek Arum dan Nining pun diminta untuk bungkam.


"Ibu tinggal dulu ya " Susi pun pergi keluar ruangan


"Zam, ibu mau lihat bayi kamu ,bisa kamu antar " Pinta Susi


"Tentu bu" Sahut Azzam , kemudian Azzam menoleh pada Mila


"Mama juga mau lihat " Timpal Sri


"Kami juga " Ucap Banu mewakili Damar


"Mila ...Ovan,tolong titip Lala sebentar ya ,aku tidak lama kok " Pinta Azzam pada Mila


"Iya ,kamu pergi saja gak apa-apa,Lala biar kami yang jagain " Sahut Mila sama sekali tak keberatan


Sementara Deni kini sudah keluar dari ruangan dokter. Deni yang ternyata memang cucu dari pemilik rumah sakit ini meminta dokter untuk menangani Lala dengan sangat baik,ia bahkan meminta persetujuan Kusuma agar Lala mendapatkan pengobatan yang terbaik,dengan segala fasilitas yang mumpuni. Beruntung Kusuma memang orang baik,pria lansia itu pun mendukung keinginan cucunya.


Sebenarnya Kusuma memiliki beberapa anak perusahaan di bidang pengobatan di Ibu kota,sedangkan pusat nya berada di Singapura. Rumah sakit ini satu-satunya rumah sakit milik nya yang ia bangun untuk membantu masyarakat kurang mampu. Kusuma bahkan selalu menggratiskan biaya rumah sakit jika memang pasien benar-benar kurang mampu. Namun tetap saja masih ada oknum-oknum nakal yang memanfaatkan pasien kurang mampu. Contoh nya saja,pernah ada pasien korban tabrak lari,jangan kan untuk biaya rumah sakit untuk makan sehari-hari saja pasien itu sangat kekurangan,tapi dengan tega nya oknum itu meminta uang dengan alasan uang sewa kamar. Nominal nya pun bisa sekitar dua ratus sampai lima ratus ribu. Biasanya oknum itu meminta uang di saat pasien hendak pulang.


Kita kembali pada keluarga Azzam dan Lala. Mereka kini sudah sampai di depan ruangan bayi. Tak ada yang tak menitikkan air mata melihat bayi tersebut. Mereka menyambut bahagia kehadiran cucu mereka,namun hati mereka merasa pilu mengingat Lala yang masih terbaring koma.


"Masya Allah,tampan nya " Gumam Sri dan Susi. Mereka melihat dari dinding kaca.


"Mirip kamu ya Zam " Ucap Banu


"Alhamdulillah pah,aku kan papa nya " Ucap Azzam tersenyum meski hatinya terasa sakit


"Jadi,...nama cucu bapak Azlan Muzzaki,nama yang bagus " Puji Damar setelah melihat nama bayi di papan nama yang terpasang di bagian depan box bayi


Di saat itu perawat dan bidan yang baru keluar dari ruangan khusus di dalam ruang bayi nampak mendorong box bayi Azlan. Azzam pun sontak bertanya ketika perawat dan bidan tersebut sudah membawa nya keluar.


"Maaf Bu bidan,bayi saya mau dibawa kemana ?" Tanya nya


"Kami diminta untuk memindahkan nya ke ruang rawat ibu Lala " Jawab bidan


"Siapa yang meminta nya?" Tanya Banu


Sementara itu di alam lain.


"Kenapa aku bisa ada di sini ? Tempat apa ini ,kenapa semuanya terlihat sama di mata aku ,apa aku yang salah lihat ? Perasaan mata aku normal dan sehat deh gak kotokan ,tapi....ini aneh ,masa pohon-pohon nya pada kembar semua " Lala nampak terus berbicara sendiri karena tak ada siapapun yang bisa ia ajak bicara


Lala terus memperhatikan sekitar nya. Semuanya nampak gelap ,hanya cahaya bulan yang mengiringi langkah nya. Perempuan itu merasa bingung juga lelah ,karena sudah dari tadi ia terus berjalan tanpa arah dan tujuan,semua yang ia lihat nampak sama. Pohon dan semak semuanya nampak tak jauh berbeda.


"Ya Allah.....apa aku benar-benar sudah meninggal ,lalu ini surga atau neraka ? Kenapa tak ada siapa pun untuk aku tanyai sih. Azzam.....aku ingin pulang " Lirih Lala yang saat itu sudah terduduk di tanah


"Bayi aku, bagaimana dengan nya? Pasti kamu haus nak " Gumam nya ,ia merasa kencang dan penuh di kedua p*yudara nya.

__ADS_1


"Azzam...tolong aku ...aku ingin pulang "Lirih nya terisak


Bersambung.....


__ADS_2