
Azzam memacu kendaraan roda dua nya dengan kecepatan tinggi,sementara teman-temannya merasa kelimpungan karena mereka kehilangan jejak.
"Astaga ,ini gimana? Kemana tuh anak bawa motor nya ?" keluh Deni
"Di telpon juga percuma ,dia gak angkat " Timpal Mila
"Dia kan lagi ngebut ,mana ngeh sama hp "sambung Ovan.Mereka saat ini berada di dalam satu mobil. Mobil tersebut pun merupakan mobil milik Deni pemberian Kusuma. Namun Deni beralasan jika ia meminjam mobil itu pada teman nya
Sementara Alex,yang menggunakan motor kini sudah menghentikan laju motor nya di samping motor Azzam.
"Beneran di sini tempat nya ?" Tanya Alex
"Ya,lokasi yang ditunjukan di sini" Jawab Azzam
Sebelum Azzam datang ke tempat balapan ,ia sudah memasang alat pelacak pada Lala tanpa Lala sadari.
Sementara di kamar tempat Lala berada saat ini ,terdengar suara lenguhan dan rintihan kenikmatan yang diciptakan dari sepasang anak manusia.
"Uuuuuhhhh...... aaaahhhh....yes,baby....oooohhhhh....."
Plok plok plok
Suara pertemuan anggota tubuh itu pun terdengar nyaring diantara racawan dari kedua mulut yang sedang menikmati indahnya surga dunia.
"Menjijikan " Umpat Lala
"Hahaha..... bagaimana apa sudah cukup panas untuk kita memulai seperti apa yang mereka lakukan ?" Tanya Roy menunjuk pada sepasang sejoli yang tengah bergulat di tempat tidur tempat yang sama dengan tempat tidur yang tadi Lala terbaring lemas. Sementara Lala kini sudah berpindah ke sofa.
"Najis ! Aku tidak sudi melakukan nya dengan iblis seperti mu " ucap Lala dengan suara lemah
"hm....dalam keadaan seperti itu pun kamu masih saja keras kepala. Dasar perempuan munafik ,aku tahu kau pun sudah menginginkan nya bukan" Roy berjalan perlahan mendekati Lala dan duduk di sisinya.
"Jangan menyentuh ku !" Lala berusaha menghindar namun posisi nya sudah terhimpit dan ia tak bisa mengelak
"Hmmphh....Lala menahan nafas ketika Roy sudah meraba-raba paha nya ,dalam hati ia pun berdoa membaca beberapa surah dan ayat Al Qur'an
Roy menyeringai melihat reaksi Lala.Semakin lama pergerakan tangan Roy semakin naik hingga pada saat tangan Roy hampir menyentuh inti tubuh nya ,seketika tenaga nya kembali dan dengan gerakan cepat Lala menepis lalu menendang Roy hingga jatuh ke lantai.
Jebret'
Bruukk'
Roy meringis karena ketika jatuh kepala nya mengenai meja.Dengan cepat pula Lala bangkit dan membenarkan pakaian nya yang cukup berantakan.
Lala tersenyum ketika kini ditangan nya sudah ada kalung yang berbandulkan batu berwarna putih. Sebuah batu yang diyakini Lala tempat bersemayam nya makhluk ghaib yang kini berada di dalam tubuh Roy.
"Sekarang kamu sudah tidak bisa apa-apa,karena batu ini sudah berada di tangan ku. Kekuatan mu akan sirna jika orang yang kamu rasuki tak mengenakan batu ini " Ucap Lala seraya menatap tajam sosok yang berada di dalam tubuh Roy
"KALIAN BERDUA ! ENYAHLAH DARI TEMPAT INI,TIDAK TAHU MALU ! HANYA HEWAN YANG AKAN MEMPERTONTONKAN KEGIATAN GILA KALIAN ! "Teriak Lala pada dua sejoli yang masih bergumul mesra ,saking menikmati nya mereka berdua sampai tidak menyadari apa yang sudah terjadi pada Roy
Seketika dua orang itu menghentikan aktivitas mereka. Mereka kaget karena Roy sudah dalam keadaan tersungkur di lantai.
"Tunggu apa lagi ,cepat pergi atau aku bunuh kalian " Gertak Lala seraya meraih sebuah pisau buah yang tak jauh dari tempat nya berdiri
"Ja...jangan ,baiklah kami akan pergi " Kedua orang itu segera memakai pakaian mereka dengan asal ,meski kegiatan mereka belum tuntas tapi nyali mereka ciut dengan ancaman Lala ,melihat Roy yang mereka fikir orang paling kuat sudah tersungkur tak berkutik membuat mereka shock tak percaya,apalagi kini Lala mengancam nya dengan menggunakan pisau.
"Astaga ,apa yang dia lakukan pada nya " fikir si pria
"AYO CEPAT !!!" Teriak Lala
__ADS_1
"I ..iya " maka mereka pun cepat-cepat pergi meninggalkan kamar tersebut dengan terbirit-birit
Di luar nampak Iqbal dan rekan-rekan nya sudah mulai sadar.
Lala menatap batu kecil di tangan nya,saat itu Roy pun mulai bergerak.
"Ggrrrhhhh.....kembalikan batu itu " sosok pada tubuh Roy menggeram
"Kamu mau ini? " Tanya Lala seraya berjalan mendekat ,lalu berjongkok di depan Roy
Roy tersenyum miring,melihat Lala sudah berada di depan nya ia hendak menyerang Lala dan merebut batu itu. Akan tetapi tiba-tiba sebuah tendangan melayang tepat di kepala nya.
Buk'
"Jangan harap kamu bisa menyakiti istri ku " Ucap Azzam menatap tajam Roy
"Hehehehe.... jangan sok jadi pahlawan kesiangan ,kau tak tahu apa yang sudah aku lakukan pada istri mu. Berkali-kali dia menjerit penuh nikmat dibawah kungkungan ku "
"Bohong ! Jangan dengarkan dia "Pekik Lala ,Azzam pun menoleh pada nya
"Kalau tidak percaya lihatlah tempat tidur itu,begitu beratakan bukan,ditambah sprei yang lembab.Tentu kau tahu apa yang sudah terjadi sebelum nya kan "sosok di tubuh Roy sengaja memanasi Azzam
"Sayang ,jangan percaya dengan omongan setan itu "Ujar Lala seraya meremas batu putih itu
"Aakkhh.....apa yang kau lakukan?" Teriak sosok itu pada Lala
Lala nampak membacakan ayat kursi. Sementara Azzam segera mencari sesuatu untuk memusnahkan batu itu.
Tatapan Azzam tertuju pada sebuah asbak yang terbuat dari kaca ,tak jauh dari benda itu terdapat satu bungkus rokok juga korek gas. Azzam tersenyum lalu dengan cepat meraih korek gas tersebut.Namun tak hanya korek gas Azzam juga meraih palu yang entah untuk apa benda tersebut berada di kamar hotel.
"Sayang ,gunakan ini untuk menghancurkan batu itu !" Azzam memberikan lalu tersebut pada Lala
Lala yang mengerti langsung mengambil sapu tangan dari kantong rok yang ia kenakan.
"Tidak ! Apa yang kamu lakukan, aaaakkkhhhh.....hentikan !!!"
Setelah batu tersebut hancur Lala segera membakar nya beserta saputangan milik nya.
"Itu kan saputangan pemberian ku,kenapa ikut dibakar " lirih Azzam menatap nanar saputangan nya yang mulai dilahap api. Meski benda tersebut merupakan sebuah batu yang sangat keras,entah kenapa ketika Lala memukul nya dengan palu batu tersebut langsung hancur ,padahal sebelum nya jangan kan Roy,orang lain saja pun tak mampu menghancurkan nya karena sangat keras. Seketika itu sosok di tubuh Roy pun menjerit kesakitan. Kemudian Azzam menangkupkan kedua tangan nya. Sambil membaca doa ,Azzam mencoba menarik keluar sosok tersebut agar terpisah dari raga Roy.
Iqbal dan semua rekan nya,hanya bisa terdiam memperhatikan.Di belakang Roy ada Alex yang menatap bingung dengan apa yang dilakukan Lala dan Azzam. Terlebih ketika Roy menjerit kesakitan tanpa ada yang menyentuh nya.
"Allahu Akbar" Azzam menggerakkan tangan nya seperti tengah mencabut sesuatu,setelah itu ia menepuk tangan nya dengan keras
Plak'
"Alhamdulillah....."Lirih Azzam
Roy yang menjerit-jerit pun seketika terdiam dengan mata terpejam.
Keesokan harinya
Lala,Azzam ,Ovan dan Mila termasuk Sarah mengantarkan Deni ke bandara. Pria itu akan berangkat hari ini.
"Kamu hati-hati di negri orang ,selalu kabari kami " Ucap Lala
"Kalian tenang saja,sebisa mungkin jika sempat aku akan mengabari kalian " Ujar Deni
"Ya harus sempat lah " Sewot Ovan
__ADS_1
"Hehehe....iya iya "
Saat itu keberangkatan Deni sudah siap,meski pilot hanya akan menerbangkan pesawat kapan pun Deni siap,ia tak ingin membuat orang lain menunggu. Pria itu melihat ke arah pintu masuk bandara dan mencari seseorang namun setelah beberapa saat ia mencari ia sama sekali tak menemukan tanda-tanda kedatangan Alena. Deni pun menghela nafas.
"Baiklah,aku berangkat sekarang " Ketika Deni sudah berbalik hendak meninggalkan teman-temannya,Alena datang dengan berlari sambil berteriak memanggil nama nya.
"Deni..."
Deni pun segera berbalik.
Bruukk'
"Maaf aku datang terlambat "Lirih Alena dengan nafas terengah
"Aku fikir kamu tidak datang ,padahal aku mau menjemput mu tadi ,kamu larang,ternyata kamu mau datang terlambat" ucap Deni bercanda
"Bukan gitu maksudnya,aku menolak untuk dijemput karena aku ingin mampir ke tempat lain dulu untuk mengambil ini " Ucap Alena seraya memberikan sebuah pin
"Ini kan "
"Itu punya mu ,maaf aku tidak sengaja merusak nya,aku sudah minta orang buat memperbaiki nya. Gimana masih sama seperti sebelum nya kan ?" Tanya Alena
Deni menatap Alena penuh tanya."Kapan kamu membawa nya ?" Tanya Deni
"Pada saat aku terakhir kali main ke kosan mu " jawab Alena
Flashback
Saat Alena selesai menangis,Deni meminta izin untuk ke kamar mandi untuk menenangkan sesuatu yang tiba-tiba meronta-ronta setelah ia dipeluk Alena.
Sementara Alena malah tertarik dengan isi lemari Deni. Ia yang tidak punya maksud apa-apa hanya ingin melihat isi nya pun membuat lemari plastik di kamar itu. Sebuah pin berwarna perak menjadi pusat perhatian nya. Alena pun mengambil nya namun ia tak sengaja menjatuhkan nya ketika tiba-tiba saja Deni sudah keluar dari kamar mandi. Dengan gugup Alena menutupi pin tersebut dengan kaki nya, sementara lemari nya sudah ia tutup kembali bersamaan dengan Deni yang baru keluar.
Sadar pin tersebut rusak , Alena membawa nya untuk diperbaiki.
Flashback of
"Lain kali jangan kepo ,pantas aku cari gak ketemu ,rupanya kamu yang ambil ,dasar bule nakal " Dengan gemas Deni menyentil hidung mancung Alena
"Uuh...sakit " rengek nya
"Hehehe....baiklah ,aku harus segera berangkat,kamu hati-hati jangan nakal selama aku tidak ada" Ucap Deni
"Kamu juga hati-hati di sana "
Sementara Ovan dan yang lain nampak berbisik-bisik."Mereka so sweet banget sih ,gak nyangka si Deni bisa se sweet itu"
Beberapa saat kemudian Deni pun kini sudah berada di dalam pesawat,bersama Kusuma yang ternyata akan ikut mengantarkan hingga sampai ke Amerika. Kusuma datang beberapa saat setelah Deni masuk ke dalam pesawat.
Namun perhatian Kusuma teralih pada Deni yang tengah memegangi sesuatu.
"Itu apa ?" Tanya nya
"Oh ,ini hanya sebuah pin kek "Jawab Deni. Ia memanggil Kusuka kakek sesuai dengan keinginan Kusuma
"Sejak kapan kau memiliki nya ?" Tanya nya
"Entahlah kek,aku tidak tau pasti nya ,hanya saja ibu dan bapak hanya mengatakan jika ini milik aku ,ibu dan bapak juga meminta aku untuk selalu membawa nya kemanapun ,benda ini sempat hilang tapi kini kembali lagi padaku" Tutur Deni
"Bisa saya lihat ?" pinta Kusuma
__ADS_1
"Oh ,tentu saja kek,oh iya di pin ini terdapat nama persis seperti nama kakek " Ucap Deni membuat Kusuma mematung
Bersambung....