Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Putar balik


__ADS_3

Lala dan Azzam kini baru kembali ke rumah.


"Sayang,gak nyangka ya Deni bisa seberuntung itu " ucap Lala saat dirinya sudah duduk di tepi tempat tidur


"Iya , rezekinya dia itu. Kamu gak iri kan?" Tanya Azzam seraya berbaring. Lala pun ikut berbaring di sisi nya


"Ya enggak lah,kenapa harus iri" sahut Lala


"Syukur deh,aku cuman takut saja kamu kepingin kuliah di luar negeri juga ,nanti aku gimana kalau kamu gak ada "Ucap Azzam seraya memeluk Lala


"Aku juga gak mau lah ninggalin kamu , apalagi fans kamu selalu ada saja , bisa-bisa nanti kamu malah tergoda karena aku gak ada " Cebik Lala sebal. Ia kembali teringat pada wanita-wanita yang selalu ingin merebut Azzam dari nya , seperti contoh nya Mayang dan Veena. Terlebih Veena karena wanita itu sampai membayar preman untuk mencelakai nya


"Kamu tenang saja ,mau banyak bidadari sekalipun yang godain aku ,cinta ku ke kamu gak kan goyah ,aku selama nya hanya akan jadi milikmu " Lala terkekeh mendengar ucapan Azzam


"Hehehe....kamu tuh bisa saja " Ucap Lala seraya mencubit perut Azzam


"Aaww.....lagi dong " Pekik Azzam pelan namun ia malah meminta Lala untuk kembali mencubit nya


"Tuh kan ada yang bangun gara-gara cubitan mu " Tunjuk Azzam pada bagian bawah nya


"Ih,kamu mah baru saja kena cubit udah bangun saja ,gimana kalau aku **** coba " Kata Lala sambil menyentuh nya


"Ah,hmmm,...mau dong di ****,jadi makin kangen deh " Lirih Azzam seraya memejamkan mata saat Lala mulai memainkan milik nya yang masih berada di dalam sarang nya


"Kamu tuh ,kita setiap hari terus bersama juga ,kenapa bilang kangen ,aneh " Cebik Lala namun ia membalas pelukan suami nya itu


"Hehe,....gak tahu saja ,rasanya tuh seperti udah lama gak ketemu ,bawaan nya kangen terus" Jawab Azzam lalu mencium kepala Lala ,lalu Azzam reflek memeluk Lala disaat Lala malah mengeluarkan benda milik nya


"Sayang,jangan kencang-kencang meluk nya,aku loh gak bisa nafas " Lala menggeliatkan tubuh nya


"Maaf "Azzam melonggarkan pelukan nya


"Sayang, sebelum mandi gimana kalau kita nganu dulu,tuh lihat punya aku udah on banget " Ucap Azzam seraya menarik turun kan alis nya


"Gimana kalau sambil mandi "Tawar Lala


"Wah,boleh juga tuh ,ya udah hayuk" dengan semangat empat lima Azzam menggendong Lala membawa nya menuju kamar mandi


"Akh....sayang pelan-pelan dong,nanti jatuh gimana " seru Lala terkejut


"Iya maaf,namanya juga sedang semangat " ucap seraya menutup pintu kamar mandi menggunakan kaki nya


Setelah Azzam menurunkan Lala,ia segera membuka pakaian nya , begitupun dengan Lala. Setelah itu Azzam segera menyalakan shower. Di bawah guyuran shower keduanya pun bersama-sama mengarungi indahnya surga dunia.


Jika Lala dan Azzam tengah bernganu-nganu ,lain hal nya dengan Sarah dan Iqbal. Setelah kembali ke rumah ,Sarah langsung mengganti pakaian nya dengan pakaian santai. Iqbal sendiri hari ini tak pergi ke kantor polisi,sebab ia yang merasa kurang enak badan. Mungkin karena efek dari peristiwa semalam. Tak hanya Iqbal ,bahkan semua rekan polisi nya yang malam tadi ikut bersama nya merasakan hal yang sama. Seluruh tubuh mereka terasa lemas dan mata yang selalu mengantuk.


"Abang ,mau aku pijitin gak ? Seperti nya Abang sangat lelah , barangkali jika sudah di pijit badan nya jadi agak enakan" Tawar Sarah

__ADS_1


"Boleh deh,tapi memang nya kamu bisa mijit ?" Tanya Iqbal yang sama sekali tidak menolak


"Kalau cuman pijat-pijat sih bisa " sahut Sarah


"Ya sudah,gak apa-apa yang penting aku dipijat " Ucap Iqbal yang ingin segera mendapatkan pijatan di seluruh tubuh nya


"Ini aku harus bagaimana,begini saja apa tengkurap ?" Tanya Iqbal


"Terserah bang Iqbal saja " Sahut Sarah


"Tengkurap saja gimana ,biar sekalian kamu pijit juga punggung aku , gak apa kan?" Tanya Iqbal


"Iya ,gak apa kok "sahut Sarah


"Ya gak apa-apa, itung-itung ladang pahala buat aku , karena sudah melayani suami meski hanya dalam bentuk pijatan " Tambah nya dalam hati


Sarah pun memulai pijatan nya mulai dari tangan.


"Hm,...lumayan juga pijatan nya " puji Iqbal membatin


Setelah selesai di kedua tangan ,Sarah pun beralih pada kaki. Dari mulai telapak kaki hingga betis ,ia tak berani memijat bagian paha,dan malah melewati nya hingga kini pijatan beralih pada punggung.


Saking enak nya pijatan Sarah , sampai-sampai Iqbal pun tertidur.


"Ya ampun ,pasti bang Iqbal sangat lelah. Kasihan dia"gumam Sarah


Setelah itu Sarah pun pergi ke dapur.


"Bibi lagi apa ?" Tanya Sarah pada bi Heni


"Ini non lagi bebersih saja. Ada apa non,mau bibi buatkan sesuatu ?" Tanya nya


"Ah ,enggak kok bi. Bi ada kencur sama jahe gak ?" Tanya Sarah


"Ada non,sebentar bibi ambilkan " Bi Heni segera mengambil apa yang diminta Sarah


"ini non"


"Iya ,makasih ya bi " ucap Sarah


"Non mau bikin apa ?" Tanya nya ketika Sarah meraih Chopper


"Mau bikin beras kencur bi. Oh iya bi apa bang Iqbal suka minum beras kencur gak ?" Tanya Sarah


"Wah,gak tahu juga ya non ,selama ini den Iqbal gak pernah minta bibi buat kan,memang nya kenapa ya non ?"


"Aku hanya ingin buatin saja ,barangkali bang Iqbal mau minum kalau enggak juga ya gak apa-apa,kasihan bi seperti nya bang Iqbal sangat kelelahan biasanya kalau aku minum beras kencur badan aku langsung terasa segar , pegal linu juga jadi hilang " tutur Sarah

__ADS_1


"Ya sudah non dicoba saja ,bibi bantu kupasin kencur dan jahe nya " bi Heni pun segera membersihkan kencur juga jahe dari kulit luar nya sementara Sarah meraih tepung beras lalu mengambil beberapa sendok lalu menaruh nya pada panci kecil


Setelah kencur dan jahe selesai di kupas ,barulah Sarah menghancurkan dua bahan dapur itu dengan Chopper. Setelah halus lalu menuangkan nya pada panci yang ada tepung beras nya. Setelah itu Sarah menuangkan air. Lalu api pun segera dinyalakan. Sesekali Sarah mengaduk nya agar tak menggumpal.


Setelah dirasa cukup mendidih Sarah segera mendinginkan nya. Lalu ia meraih madu.


Beberapa saat kemudian beras kencur pun sudah berada di dalam gelas.Sarah segera membawa nya ke kamar.


Dilihat nya Iqbal masih tertidur namun kini posisi nya sudah terlentang.Dengan pelan,Sarah meletakan gelas di atas meja nakas laku beranjak ingin menutup sebagian gorden karena takut cahaya dari luar akan mengganggu tidur suami nya.


Setelah itu,Sarah pun berbalik. Ia terkejut ketika melihat ada sesuatu yang nampak berdiri dan bergerak-gerak dibalik selimut.


Wajah nya seketika memerah,sambil menahan malu karena ia tahu benda apa yang berdiri itu,Sarah pun memilih duduk di sofa membelakangi Iqbal. Namun kemudian tiba-tiba ia merasakan suhu suhu tubuh nya memanas ,dengan cepat Sarah pun pergi ke kamar mandi.


"Berendam air dingin seperti nya seger deh,panas banget rasanya " gumam nya sambil mengisi bathtub


Beberapa saat kemudian,Iqbal terbangun dari tidur nya. Hidung nya mencium aroma yang nampak asing di indera penciuman nya.


"Ini bau apa ya " Hidung nya mengendus-endus mencari sumber bau tersebut ,ketika tatapan nya tertuju pada gelas di samping nya,Iqbal pun meraih dan mengendusnya lagi


"ternyata bau ini,tapi ini apa? minuman kah ?" tanya Iqbal sendiri


"Atau ini jamu kali ya,apa Sarah yang buat untuk ku ,atau untuk dirinya ?" tanya nya lagi


Merasa penasaran Iqbal pun mencicipi minuman tersebut.


Shlrruuuuuppp....


"Hm,...enak juga " Iqbal pun meminum nya sampai isi dalam gelas tersebut tandas


"Eh,tapi kalau ini punya Sarah,dia gak akan marah kan kalau minuman nya abis " gumam nya,tapi kemudian ia merasa ingin buang air kecil. Iqbal segera beranjak untuk ke kamar mandi , berhubung pintu tak dikunci Iqbal pun masuk begitu saja


Cklek'


Sarah yang tengah berendam sambil menonton drakor pun terkejut ,begitu pun dengan Iqbal ,namun Iqbal malah salah fokus ketika melihat tubuh Sarah yang dalam keadaan polos terendam air.


Sontak saja Sarah berteriak sambil menutupi bagian sensitif nya menggunakan tangan.


"Aaaaaa......."


Sementara di tempat lain ,Kusuma yang merasa penasaran ingin bertemu dengan orangtua Deni.


"Tapi kita kan sekarang lagi di pesawat kek " ucap Deni ketika Kusuma meminta ingin bertemu saat ini juga


"Gampang itu ,kakek akan minta pilot buat putar balik "


"Hah,kaya bus mikrolet saja putar balik" batin Deni

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2