Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Kondisi Azzam 2


__ADS_3

Rasa ngantuk seakan sirna entah kemana ,yang ada hanya rasa cemas, khawatir,dan perasaan-perasaan tak mengenakan lain nya yang kini dirasa kan Lala. Sudah lebih dari dua jam operasi Azzam belum juga selesai, sementara Veena nampak tertidur dengan posisi duduk di kursi panjang.


Dalam diam nya ,Lala tak pernah putus berdoa,saat itu Sarah dan yang lain pun baru sampai. Mereka datang beramai-ramai.


"Lala !" Seru Sarah yang masih berada jauh dari tempat Lala ,Lala yang mendengar namanya di sebut pun mendongak ia langsung berdiri dan berlari


Venna terbangun dan melihat Lala yang berlari memeluk seseorang.


Bruukk'


"Huuuhhuuu..... Azzam,Azzam Sarah....Azzam ..." Karena terlalu lelah menangis Lala pun pingsan dipelukan Sarah


"Ya ampun Lala " Sarah ,Mila dan yang lain nampak terkejut. Iqbal segera membantu membawa Lala ke kursi panjang di depan ruang operasi. Venna yang terkejut karena di sana ada orang berseragam polisi pun segera menyingkir dari tempat nya.Ia berdiri memberi jarak dari mereka.


"Kasihan Lala " Lirih Mila


"Seperti nya dia kelelahan ,biarkan saja dulu"Ucap Iqbal yang mengusap peluh di kening Lala


"Seperti nya apa yang menimpa Azzam sangat parah ,kalau tidak mana mungkin masuk ruang operasi " Ucap Sarah mengalihkan perasaan nya yang sakit melihat perhatian yang Iqbal berikan pada Lala


"Kamu beli minum ,biar nanti kalau Lala sadar dia bisa langsung minum " perintah Iqbal pada Alex


"Ok " Tanpa banyak bicara Alex pun langsung pergi bersama salah satu teman nya ,namun ia sempat melirik pada Venna


"Siapa dia?" Batin nya ,namun ia tak ingin memikirkan nya ,dan memilih untuk segera pergi mencari minuman


"Lewat tengah malam begini dimana kita cari minuman?" Tanya teman nya


"Kita cari saja lah dulu di kantin rumah sakit,kali aja ada yang piket malam " Sahut Alex


Keduanya pun segera mencari letak kantin ,mereka melihat pada petunjuk yang tertera di setiap sudut.


"Oh,ke sana " tunjuk Alex


Keduanya berjalan mengikuti tulisan pada papan arah. Sementara itu operasi Azzam sudah selesai,dokter segera keluar sementara Azzam keluar dari pintu lain untuk dibawa ke ruangan khusus setelah operasi.


"Dokter bagaimana kondisi teman kami?" Tanya Mila


"Saat ini teman anda sedang dalam masa pemulihan pasca operasi,mungkin akan sadar dalam satu atau dua Minggu. Tapi ..."

__ADS_1


"Tapi apa dok ?" Tanya Lala yang ketika itu sadar dari pingsan nya ,ia perlahan bangkit dibantu oleh Iqbal


Dengan berdiri dengan berpegangan pada Iqbal ,karena tubuh nya terasa lemas ,Lala menatap dokter itu.


"Tapi apa dok ?" Tanya nya lagi


"La ,sabar "bisik Iqbal


"Pendarahan di otak sangat beresiko ,tak hanya kehilangan memori ,namun kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius,seperti pembengkakan otak,gangguan fungsi kognitif,hingga kelumpuhan "tutur dokter ,bak disambar petir,Lala tiba-tiba luruh ke lantai ,tatapan nya kosong namun air mata nya tak pernah berhenti mengalir


Melihat keadaan Lala yang seperti itu membuat siapa saja ikut terenyuh,Sarah dan Mila segera merangkul Lala ,mereka membisikan kalimat penyemangat untuk nya dengan diiringi isak tangis keduanya.


Namun kemudian Lala tersenyum ,ia menatap dokter juga mereka yang di sana. Tiba-tiba ia berucap.


"Tidak ,dokter pasti bohong,Azzam tidak mungkin kenapa-kenapa,dia akan baik-baik saja ,iya kan dok ,dokter hanya membohongi ku ,aku yakin di dalam sana Azzam hanya sedang tidur "


"La "Lirih Sarah


"Awas aku mau masuk ,aku mau lihat sendiri keadaan nya " Ucap Lala lagi


"Maaf ,suami anda sudah kami pindah kan ke ruangan khusus,dan belum bisa dijenguk,karena kami tim medis harus terus memantau perkembangan nya. Suami anda baru bisa di jenguk besok pagi " Ujar dokter lagi


"Lala,kamu sabar dulu,dokter sedang mengupayakan keselamatan Azzam ,biarkan dokter melakukan tugas mereka dengan baik,nanti jika kondisi Azzam sudah bisa di jenguk dokter juga pasti akan mengijinkan " Bujuk Iqbal


"Kalau begitu saya permisi " Ucap dokter lalu pergi , sementara Lala kini sudah terisak di pelukan Iqbal


"Aku takut Azzam meninggal kan aku bang " lirih Lala


"Tidak akan ,aku pastikan Azzam tidak akan pergi begitu saja ,aku tahu dia laki-laki kuat ,dia pasti bisa melewati masa-masa kritis nya,saat ini dia juga pasti sedang berjuang untuk bisa kembali dengan mu,jadi kamu jangan seperti ini,Azzam bisa sedih kalau lihat kamu seperti saat ini,lebih baik kamu doakan Azzam "Ucap Iqbal ,ia sudah seperti seorang kakak yang tengah menenangkan adik nya ,Iqbal juga mengusap kepala Lala


"Sebaiknya kamu istirahat,kita cari penginapan di sekitar sini "Ucap Sarah


"Aku mau tetap di sini,aku gak mau ninggalin Azzam sendirian" Sahut Lala


"Ya sudah kalau gitu aku tanya dokter dulu,di ruangan mana Azzam berada ,biar kita bisa sama-sama menunggu nya di depan ruangan Azzam ,gimana ?" Usul Iqbal segera diangguki Lala


"Kalian tetap di sini jaga Lala " Ucap Iqbal pada sarah dan Mila


"Iya "

__ADS_1


Saat Iqbal melewati Venna ,ia bertanya-tanya dalam hati tentang siapa gadis itu ,sebab ia sudah melihat nya saat pertama datang.


"Siapa dia,dari tadi aku lihat dia di sini ,apa saudara nya Lala " Batin nya sambil berjalan menuju ruangan dokter


Singkat cerita ,kini Iqbal dan yang lain tengah menemani Lala menunggu Azzam di depan ruangan nya. Lala sama sekali tak memejamkan mata nya ,ia hanya duduk beralaskan tikar yang terbuat dari bungkus kopi kemasan yang dipinjam Iqbal pada satpam rumah sakit.


Sarah dan Mila sudah terlelap ,posisi mereka tidur di kursi sementara Alex dan teman-teman nya duduk di lantai tanpa alas apapun. Sementara Venna , perempuan itu memilih pulang tanpa memberi tahu Lala dan akan kembali besok pagi untuk mengetahui kondisi orang yang ditabrak nya.


Iqbal yang melihat Lala melamun merasa tak tega , akhirnya ia mendekat dan duduk di samping nya.


"Aku pinjamkan bahu ku untuk bersandar. Ayo sini ,mumpung Azzam di dalam ,kalau dia tahu pasti dia akan marah pada ku " Ucap Iqbal menarik pelan kepala Lala untuk bersandar di bahu nya. Tak ada sahutan dari Lala ataupun penolakan ,Lala kini bersandar di bahu Iqbal.


"Kenapa ini harus terjadi,kemarin aku kehilangan calon bayi aku,sekarang Azzam dalam kondisi seperti itu. Kenapa ini harus terjadi pada ku,apa salah ku ,apa aku tidak boleh bahagia?" Lirih Lala


"Shhhuuuuttt....jangan bicara seperti itu,semua yang terjadi adalah takdir,berdoa lah agar Azzam bisa cepat pulih tanpa ada masalah apapun yang seperti dokter katakan " Ucap Iqbal


"Tidur lah, kamu dari tadi tidak tidur,kalau kamu sakit gimana , siapa yang akan mengurus Azzam nanti nya "


"Sebentar lagi adzan subuh,aku mau ke mushola saja " Ucap Lala seraya beranjak


"Kalau gitu ayok,aku juga mau sholat subuh" ucap Iqbal


Tak berselang lama setelah Lala sampai di mushola, adzan subuh pun berkumandang. Dalam sholat nya Lala menumpahkan semua isi hati nya.


"Ya Allah,aku mohon sembuhkan lah suami ku,jangan biarkan sesuatu yang buruk menimpa nya" Isak tangis Lala sangat menyayat hati ,Iqbal yang sudah selesai sholat pun ikut menitipkan air mata nya


"Kamu harus kuat La" Lirih nya membatin


Matahari kini sudah beranjak naik ,Lala yang baru tertidur beberapa menit setelah sholat subuh pun ,kembali terbangun saat mendengar suara orang berlarian. Mereka adalah para perawat dan tim dokter yang semalam menangani Azzam.


Dalam keterkejutan nya ,Lala hanya bisa mematung memandangi mereka yang baru masuk ke dalam ruangan. Pintu yang tak tertutup rapat membuat Lala bisa mendengar semua pembicaraan di dalam nya.


"Dokter , tekanan darah nya tiba-tiba menurun " Seru salah satu perawat ,dokter lain menimpali


"Detak jantung nya juga melemah "


Deg'


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2