Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Salah satu penerus


__ADS_3

Pagi menjelang siang ,Deni sudah berada di salah satu gedung pencakar langit di ibu kota (anggap saja begitu).


Gedung itu merupakan sebuah apartemen mewah yang di bagian lantai teratas terdapat penthouse yang lebih mewah dengan segala fasilitas yang ada. Tentu saja hunian itu hanya diperuntukkan untuk pemilik gedung itu sendiri.


Dari pertama memasuki gedung itu ,mata Deni tak henti-henti nya memperhatikan yang ia lewati. Dalam hati ia terus terkagum-kagum melihat nya.


"Masya Allah....mimpi apa aku bisa masuk gedung mewah seperti ini, orang-orang yang tinggal di sini seperti nya orang kaya semua " batin nya


Meski ia bingung dan tak tahu siapa tuan besar yang digadang-gadang kan ingin bertemu dengan nya ,Deni sama sekali tak ingin banyak bertanya. Sebab beberapa kali ia bertanya pada orang yang menjemput nya ,jawaban nya tetap sama ,'nanti tuan akan mengetahui nya.Maka dari itu ,Deni tak lagi banyak bertanya.


"Selamat pagi,maaf membuat mu menunggu lama " Ucap seorang pria paruh baya


"Selamat pagi juga tuan,tidak apa-apa saya juga baru datang kok " Ucap Deni gugup


"Dia kan yang waktu itu meminta bantuan ku buat ambilkan barang nya di kamar hotel " gumam Deni membatin


"Santai saja,tak usah gugup seperti itu.Silahkan diminum dulu"


"Iya tuan ,terima kasih " Deni sama sekali tak menolak ,karena ia benar-benar merasa haus saat ini


"Alhamdulillah,terima kasih tuan " Ucap Deni seraya meletakkan kembali gelas yang sekarang sudah kosong


Pria itu tersenyum. "Haus sekali seperti nya sampai minuman nya habis dalam satu kali tegukan " pria itu mencoba mencairkan suasana


"Eh,hehehe....i...iya tuan ,saya sangat haus ditambah minuman nya enak sekali,baru kali ini saya minum minuman seenak itu ,pasti harga nya sangat mahal " Ceplosnya,ia yang merasa gugup jadi tak bisa mengontrol Ucapan nya


"Hahaha ...kamu ternyata lucu juga ya" Pria itu malah tertawa sementara Deni merasa bingung


"Apa ada yang salah dengan kata-kata ku?" Batin nya


"Oh iya ,sampai lupa. Perkenalkan saya Kusuma Wijaya " Ucap pria itu memperkenalkan diri


"Kusuma Wijaya....berasa tak asing dengan nama itu ,tapi dimana aku pernah lihat nama itu ya " Batin Deni


"Ada apa ? Apa ada masalah ?" Tanya Kusuma

__ADS_1


"Ah,tidak bukan apa-apa,nama saya Deni. Maaf sebelum nya apa tuan yang dimaksud tuan besar itu? Lalu ada apa tuan meminta saya datang ? Maaf jika sebelum nya saya pernah melakukan kesalahan " Ucap Deni seraya menundukkan kepala


"Saya sudah tahu nama mu Deni Lesmana kan ?" Tanya Kusuma memastikan


"I...iya tuan " sahut nya


"Darimana dia tahu nama lengkap ku ?" batin nya


"Jadi begini,saya ingin meminta bantuan mu "Ucap Kusuma menjeda ucapan nya ,Deni mengerutkan kening


"Bantuan apa ya tuan ?" Tanya nya


"Saya ini pria tua yang hidup sebatang kara. Tak ada saudara,istri ,anak dan menantu saya sudah pergi untuk selama-lamanya. Sementara saya harus memiliki penerus yang harus menjalankan semua bisnis dan aset kekayaan ku. Apa kamu bersedia menjadi salah satu penerus ku ?" Tanya Kusuma penuh harap


Deg'


Deni terkejut bukan main mendengar nya. " Maaf tuan ,tapi saya bukan siapa-siapa,sekolah saja hanya lulusan SMK. Saya...."


"Saya sudah terlanjur menyukai mu ,kamu jujur dan baik saya yakin kamu bisa saya percayai. Untuk pendidikan mu ,saya akan kuliah kan kamu,bila perlu sampai ke luar negeri "


"Saya tidak ingin ada penolakan,dan mulai hari ini kamu tinggal di penthouse ini ,segala sesuatu yang kamu butuhkan ada di sini ,semua baju dan barang-barang mu sudah berpindah ke penthouse ini. Tinggal lah bersama ku di sini, dan jadilah penerus ku , saya mohon " pria itu benar-benar memaksa Deni demi keinginan nya , entah kenapa ia merasa sangat menyayangi pria muda di depan nya itu,padahal bertemu saja hanya satu kali , selebihnya ia hanya melihat nya dari jauh.


Sementara itu Lala masih teringat dengan bayangan hitam pada Roy. Entah kenapa ia merasakan sesuatu yang buruk dengan pria itu.


"Kenapa ?" Tanya Azzam ketika melihat istrinya seperti berfikir ,mereka tengah berjalan menuju kelas Lala. Azzam akan mengabarkan Lala hingga sampai ke kelas nya ,setelah itu ia akan menunggu di luar


"Sayang ,aku kok ngerasa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya " ucap Lala pelan


"Siapa ?" Tanya Azzam menoleh


"Roy " Sahut Lala


"Yang tadi ?" Tanya Azzam lagi ,Lala mengangguk


Azzam menghela nafas." Kenapa kamu peduli banget padanya ?" Tanya Azzam sudah masuk mode cemburu

__ADS_1


"Bukan peduli ,hanya saja aku tadi lihat dia ada dalam pengaruh makhluk ghaib dari batu putih yang ia temukan " Ucap Lala


"Jangan manyun gitu lah,gak enak dilihat nya" Ucap Lala lagi ketika melihat Azzam nampak menekuk wajahnya


"Enggak kok ,siapa yang manyun ,orang aku daritadi mingkem kok " Sahut Azzam lalu merapatkan bibir nya


"Hahahaha.....kamu tuh, kebaca banget. Gak usah cemburu ,ya udah aku masuk dulu ya " Lala pun masuk ke dalam kelas untuk mengikuti mata kuliah sementara Azzam memilih duduk di kursi panjang di depan kelas Lala


Urusan dengan dosen nya sudah selesai,untuk pergi ke kantin ia terlalu malas. Mengingat tadi istrinya didekati Roy,entah mengapa ia merasa takut jika istri nya akan kembali didekati Roy atau pria lain nya.


Entah karena rasa cinta nya yang begitu dalam atau karena efek dari cedera otak nya,Azzam jadi semakin bucin dan over posesif terhadap Lala. Azzam pun menyadari hal itu.


Beberapa saat kemudian seorang perempuan tiba-tiba duduk di samping nya. Meski perempuan itu tidak menyapa nya tapi dari sikap nya terlihat jelas jika perempuan itu mencoba mencari perhatian Azzam. Entah itu dengan pura-pura menjatuhkan pulpen nya ,lalu mengipasi wajah nya dengan buku milik nya.


Sadar jika pria itu tidak merespon nya ,ia pun bangkit dan hendak melangkah,akan tetapi ia malah membuat dirinya terjatuh dengan membenturkan kaki nya pada kaki kursi.


"Aduh " rintih nya


Azzam hanya melirik dengan ujung mata nya.


"Tolong dong " Ucap perempuan itu manja


"Maaf aku sedang sibuk ,lagian kamu jatuh sendiri jadi bangun juga sendiri" Ucap Azzam dingin dan tanpa menoleh


"Ya gak bisa gitu dong,harusnya kamu nolongin aku "


"Minta tolong kok maksa " batin Azzam


Ia pun beranjak untuk meninggalkan tempat itu."Mending aku nunggu nya di sana saja deh " gumam nya


"Ih,....sebel banget sih ! Ternyata benar kata orang-orang kalau dia sudah didekatinya" Gerutu nya sebal. Padahal ia sudah tahu jika Azzam adalah suami Lala,namun karena ia merasa penasaran dengan Azzam ,ia memberanikan diri untuk menggoda nya. Kucing dikasih ikan mana ada yang gak bisa nolak ,begitu fikir nya. Ia mengira jika Azzam bisa saja tergoda oleh nya dan jika itu terjadi itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi nya


Namun kini setelah melihat sendiri bagaimana sikap Azzam terhadap nya ,ia jadi kesal sendiri.


Bersambung....

__ADS_1


,


__ADS_2