Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Kembali ke kota


__ADS_3

Keesokan hari nya


Lala dan Azzam sedang bersiap untuk kembali ke Jakarta. Sementara Susi sedang menyiapkan sarapan di dapur, Damar pun yang biasanya pagi-pagi sudah berangkat ke toko nya,kali ini memilih berangkat agak siangan.


Sementara nek Arum dan Nining sudah menyiapkan beras setengah karung,pisang satu tandan ,jagung mentah juga singkong dan talas di teras rumah nya,tak lupa daging asap pun ikut di siapkan nek Arum. Daging tersebut merupakan daging yang ia kumpulkan pada saat qurban beberapa bulan lalu. Nek Arum memang suka membuat daging asap untuk disimpan nya sebagai persediaan.


"Ini,apa gak kebanyakan Bu ? Muat gak di mobil nya ?" Tanya Nining menatap semua barang-barang itu


"Muat lah,kan gak ada penumpang lain,cuman mereka berdua ,itu juga mereka duduk di depan " Sahut nek Arum


"Tapi sebanyak ini mau mereka apakan nanti " gumam Nining lirih. Bukan nya ia tak suka atau apa hanya saja ia ikut kebingungan melihat nya


"Ya kan biar buat persediaan juga ,biar mereka bisa hemat gak melulu beli,lumayan kan uang nya bisa mereka tabung buat biaya lahiran sama keperluan lain nya "Ucap nek Arum yang mendengar gumaman Nining


"Ya kan di kota mah beda Bu "


"Beda apa nya ,ya sama aja atuh " Ucap nek Arum lagi


"Ya maksudnya kan......." Nining kebingungan sendiri menjelaskan apa yang ada di benak nya


"Maksud nya apa ?" Tanya nek Arum mengerut kan kening nya yang sudah keriput


"Enggak ,gak jadi. Oh iya Dika mana ? Kok belum keluar tuh anak ,udah jam berapa ini, bisa-bisa terlambat ke sekolah " Nining pun pergi mengecek anak nya yang masih sarapan


"Dih,gak jelas ,tadi aja nyerocos giliran ditanya bener-bener malah pergi gitu aja " gerutu nek Arum menggelengkan kepala


Nining seperti itu karena malas berdebat,percuma ia menjelaskan pun karena ibu nya tidak akan mengerti dan mendengar kan nya.


Sementara di rumah orangtua Azzam


"Sudah sayang ?" Tanya Azzam


"Sudah,tinggal ini nih , tangan aku nya gak nyampe,tolong dong " Pinta Lala seraya memberikan punggung nya pada Azzam


Akan tetapi bukan nya menarik ke atas retsleting tersebut,Azzam malah menciumi punggung Lala,hingga Lala merasa kegelian dibuat nya.


"Hihihi.....sayang ,geli ih " Lirih Lala


"Tapi enak kan " Ucap Azzam


"Ssshhhh..... ahhh...sayang udah deh ,kita kan mau berangkat ,cepat naikin retsleting nya " pinta Lala sambil mendesah,dikarenakan tak hanya ciuman yang Azzam berikan di punggung nya ,kedua tangan nya pun malah aktif menggerayangi tubuh Lala di bagian-bagian sensitifnya


Sementara di luar ,tepat nya di samping jendela yang masih tertutup gorden nya , seseorang nampak mematung mendengar nya. Dengan mengepalkan tangan orang itu memukul jendela kamar lalu pergi begitu saja.


Brughh'


"Eh,apa tuh ?" Tanya Lala terkejut


"Gak tahu ! Sebentar aku cek dulu" Sahut Azzam lalu membuka gorden dan jendela.


"Gimana ,ada apa ?" Tanya Lala lagi


"Gak ada apa-apa kok ,mungkin hanya angin " Ucap Azzam


"Angin? Emang bisa ya,angin mukul jendela ,itu suara jendela yang dipukul loh " Ucap Lala nampak tak percaya


"Ya aku juga gak tahu sayang ,sudah lah jangan difikirkan "Azzam berjalan menghampiri Lala dan segera menaikan retsleting baju nya

__ADS_1


"Yuk sayang ! " Ajak Azzam ,Lala segera meraih tas selempang nya lalu berjalan bersama Azzam keluar kamar


"Pagi Bu " Sapa Lala


"Pagi juga ,ayo kita sarapan dulu " Ajak Susi


"Selamat pagi ganteng " Sapa Lala pada Arkan. Anak itu nampak bertepuk tangan ketika melihat Lala


"Uuuhh....lucu banget sih kamu ,yuk sama kakak " Lala meminta Arkan pada Susi


"Hati-hati " Ucap Susi . Hati-hati yang dimaksud itu merupakan kepedulian nya terhadap kandungan nya ,Lala pun mengerti dan mengangguk


Lala lalu memangku Arkan sambil ikut berceloteh menimpali celotehan Arkan.


"Bapak mana Bu ?" Tanya Azzam


"Di depan, sebentar ibu panggil kan dulu " Susi pun berjalan keluar


"Sayang ,kamu gak mual atau apa gitu liat makanan nya ?" tanya Azzam sambil mengajak Arkan bercanda


"Enggak ,kenapa memang nya ?" Tanya Lala


"Gak apa-apa,biasanya kan orang hamil suka sensitif gitu ,nyium bau-bauan mual,lihat makanan juga mual "


"Enggak kok ,aku biasa aja " Ucap Lala


"Syukurlah kalau begitu " ucap Azzam lega


Tak lama Susi dan Damar pun datang. Susi pun lekas meminta Arkan agar menantu nya bisa makan dengan tenang. Beruntung Arkan anak yang pengertian ,tak pernah rewel atau pun riweuh saat mereka makan. Cukup diberikan kerupuk , Arkan akan anteng memainkan kerupuk nya tanpa mau memakan nya.


"Maksud ibu,kalau nanti kamu lahiran di Jakarta,siapa yang ngurusin kamu dan bayi kamu,mama kamu kan jauh kalaupun datang juga pasti tidak bisa lama-lama "lanjut nya


"Kan ada bi Yati mah,bisa lah nanti bantu-bantu dikit ,ada aku juga" Sahut Azzam


"Gimana kalau kamu lahiran di sini saja ,biar ibu bisa bantu,kalau ibu yang ke sana kasihan Arkan kalau ditinggal terlalu lama "ucap Susi lagi


"Aku sih terserah saja ,dimana pun nanti aku lahiran yang penting aku dan bayi aku sehat " Tutur Lala


"Tapi kuliah kita gimana kalau kamu lahiran di sini,kamu mungkin bisa cuti dulu tapi aku ? Masa aku di Jakarta sendirian sementara kamu di sini. Gak ah ,kamu lahiran di sana saja,biar nanti aku bantu ,kalau perlu nanti aku sewa jasa baby sitter buat bantu kamu sementara aku pergi kuliah" Tolak Azzam terang-terangan,ia benar-benar tak ingin jauh dari istri nya itu


"Ya udah ,lihat nanti saja. Masih lama juga kan lahiran nya "Ucap Lala yang tak ingin ambil pusing. Baginya dimana pun ia lahiran nanti asal ada suami yang mendampingi dan mensupport nya,ia tak masalah


"Bener apa kata Lala ,lahiran masih lama ,jalani saja dulu, nikmatin masa-masa kehamilan dengan nyaman dan bahagia,agar bayi nya juga sehat kalau ibu yang mengandung nya merasa bahagia " Timpal Damar


Beberapa saat kemudian mereka pun selesai sarapan. Azzam dan Lala segera berpamitan,tak lupa Azzam menciumi Arkan terlebih dahulu sebelum ia meninggal kan rumah itu.


Susi dan Damar menatap mobil yang mulai melaju menjauh,di persimpangan nampak Wina menatap nanar mobil tersebut.


"Kenapa harus dia sih "Lirih nya


Ia masih merasa tak terima karena Lala yang bersanding dengan Azzam,ditambah ia yang mendengar ******* Lala membuat nya semakin merasa cemburu. Ya,Wina lah orang yang memukul jendela tadi. Niat nya ia ingin melihat Azzam meski hanya dari kejauhan ,tapi ketika melihat gorden nya masih tertutup ia pun mendekati kamar itu untuk mengintip nya lewat celah di jendela ,namun bukan seluet Azzam yang ia lihat melainkan ******* Lala yang terdengar begitu nyaring dan menggetarkan hati yang ia dapatkan. Fikiran nya pun jadi tak fokus ,ia malah membayangkan jika keduanya tengah melakukan ritual nganu-nganu.


"Sialan ! Dasar kurang kerjaan , begituan pagi-pagi,kaya gak ada malam aja " gerutu nya ketika mendengar suara syahdu itu


Wina lalu pergi dengan perasaan kesal. Setelah sampai di depan rumah nek Arum ,Azzam pun menepikan mobil dan berjalan menghampiri mereka yang sudah berdiri di depan rumah .


"Pagi nek ," Sapa Azzam

__ADS_1


"Pagi,nak. Kalian udah mau berangkat?" Tanya nek Arum


"Iya nek. Dika mana bi ? Udah berangkat sekolah ?" Tanya Lala


"Iya,baru saja berangkat,paling baru sampe depan sana" Jawab Nining


"Oh,ya sudah kalau gitu ,ini titip buat jajan nya Dika " Lala memberikan satu lembar uang pecahan seratus ribu pada Nining


"Ya ampun La, besar banget uang nya " Ucap Nining tak enak hati


"Gak apa-apa bi,kan jarang-jarang juga ngasih nya " Ucap Azzam menyahuti


"Iya ,tapi ini terlalu besar Zam,memang nya kalian masih ada buat sehari-hari?" Tanya Nining,ia tak ingin karena uang yang diberikan pada anak nya,mereka jadi kerepotan masalah keuangan


"Insyaallah masih ada bi,aku kan ada usaha kecil-kecilan,jadi bibi dan nenek tidak usah khawatir" Ucap Azzam


"Oalah,begitu ya. Syukurlah kalau begitu ,maaf ya nenek hanya takut kalian kekurangan" Ucap nek Arum


"Iya,nek aku mengerti kok "


"Oh iya,ini bekal untuk kalian ,biar kalian di sana tidak sering-sering beli makanan ,lumayan kan bisa buat ngirit " Ucap nek Arum menunjukan setengah karung beras dan kawan-kawan nya


Azzam dan Lala saling tukar pandang melihat nya.


"Waduh nek,jadi ngerepotin" Lirih Azzam


"Gak repot kok,kalian bawa ya " Ucap nek Arum lagi


Azzam melirik pada Nining ,yang dilirik pun menganggukan kepala.


"Nek ,tapi ini kebanyakan,pisang nya juga masa satu tandan begini kalau keburu busuk gimana ,kan sayang " Lirih Lala


"Ya kan bisa kamu buat botok,apa di jemur dibikin pisang sale "Tutur nek Arum lagi


"Ya ,tapi nek ...."


"Ya udah ,makasih ya nek,aku angkatin dulu ke mobil " Sela Azzam lalu mengangkut satu persatu barang-barang tersebut


"Sebentar, masih ada lagi ,buat cemilan di mobil " Nek Arum dengan semangat pergi ke dalam rumah


Lala hanya melihat kepergian nenek nya sementara Nining mengedikan bahu.


"Sudah ,terima saja ,kalau enggak nanti nenek kamu tersinggung,lagi " Lirih Nining


"Iya bi "Sahut Lala pasrah


Tak lama kemudian nek Arum pun datang membawa gorengan seperti bakwan ,rempeyek ,dan tahu isi ,tak lupa ada lontong juga yang sudah dikemas ke dalam kantung kresek berwarna putih.


"Orang hamil harus banyak nyemil biar gak bosen " Ucap nek Arum


"Iya nek ,makasih loh " Ucap Lala seraya menerima makanan nya


Setelah beberapa saat akhirnya Lala dan Azzam pun berpamitan,tak lupa Lala pun memberikan uang jajan buat nek Arum dan bibi nya ,meski mereka sempat menolak tapi karena bujukan Lala , akhirnya mereka mau menerima uang tersebut.


"Ini sih kaya kita jualan saja dapat uang ,kita kan niat nya ngasih...." Lirih Nining


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2