Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Malam pengantin


__ADS_3

Lala terkesiap ketika tangan nya tiba-tiba ditarik oleh Azzam. Ia yang tak siap pun malah menabrak d*da nya Azzam.


Bruukk'


Seketika Lala mematung. Aroma tubuh pria itu pun langsung tercium olehnya. Azzam yang sudah tak dapat mengendalikan diri pun menggerakkan kedua tangan nya untuk memeluk Lala.


Perlahan Lala pun membalas pelukan Azzam. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Keduanya tengah menikmati debaran jantung nya masing-masing,bahkan Lala dapat mendengar detakan jantung Azzam yang berdetak begitu cepat.


Sementara itu


Sarah ,Mila ,Deni dan Ovan ,mereka tengah berada di sebuah bioskop. Mereka memanfaatkan waktu untuk berkumpul setelah kesibukan masing-masing yang membuat mereka tak bisa bertemu.


"Kira-kira Azzam sama Lala lagi ngapain ya ?" Tanya Mila tiba-tiba


"Yang pasti mereka sedang berduaan lah ,ngapain lagi memang nya "Sahut Ovan


"Ssstttthhhh....kalian bisa diam gak,tuh mereka ngelihatin ,mau kalian diusir " Bisik Sarah. Keduanya pun seketika diam


Beberapa saat kemudian film pun selesai diputar.


"Kalian lapar gak? Aku lapar nih " Tanya Sarah


"Ya udah kita cari makanan yuk ,aku juga udah lapar maksimal ini " Ucap Deni


"Kita makan di mana?" Tanya Mila


"Hm...kalian mau nya makan apa ?" Tanya Deni lagi


"Aku sih apa saja ,yang penting makan " Sahut Sarah


"Iya aku juga " Timpal Mila


"Ya udah kita makan di sana saja, gimana?" Tunjuk Deni pada sebuah warung tenda yang nampak kosong pengunjung


"Ya udah ,yuk " Sahut Ovan


Mereka pun menghampiri warung tenda tersebut.


"Kalian mau makan apa ?" Tanya Ovan


"Hm...aku sih nasi goreng spesial saja ,minum nya teh tawar ,enak kali " Sahut Mila


"Aku pecel ayam " Ucap Sarah


"Aku nasi goreng deh " Ucap Deni


"Ya udah ,pak ,kami pesan nasi goreng spesial tiga porsi dan ayam pecel satu,minum nya teh tawar saja empat" Ucap Ovan memesankan makanan


"Siap Jang "


Tak lama pesanan pun jadi. Namun kemudian segerombolan motor berhenti Dan mereka masuk ke warung makan tersebut.


"Kalian disini juga ?" Tanya nya pada Mila dan Sarah


"Loh Alex,kalian juga di sini ?" Tanya Mila


Sontak Ovan dan Deni menoleh pada Alex


"Hehe...iya ,sorry ya ganggu ,kita gak mau rusuh kok " Ucap Alex ketika mendapat tatapan tak bersahabat dari Ovan


"Iya santai aja,lagian kursi pada kosong kok" Sahut Mila lagi

__ADS_1


Ovan dan Deni pun segera menghabiskan makanan mereka.


Hingga beberapa saat kemudian Mila dan Sarah pun selesai. Mereka baru sadar jika kedua sahabatnya itu sudah selesai makan nya daritadi.


"Loh kian udah ternyata " Ucap Sarah


"Gak usah ,udah aku bayar tadi " Ucap Ovan saat melihat Mila dan Sarah hendak mengambil uang di tas nya


"Wah,makasih deh,lumayan buat makan besok lagi " Kekeh Mila kembali menutup tas nya


"Ya udah ya ,kita duluan. Awas loh jangan macem-macem nanti aku laporin ke Lala " Ancam Mila menepuk pundak Alex


"Tenang aja , kita udah insyaf kok ,ya kan guys " Seru Alex pada teman-teman nya


"Yoi...."


"Kalian deket banget kaya nya " Cetus Ovan ketika mereka sudah berada agak jauh dari warung tenda itu


"Siapa ?" Tanya Mila


"Kamu sama cowok tadi "Ucap Ovan


"Oh, Alex. Enggak kok biasa saja,dia kan teman nya Lala ,berarti teman aku juga kan" Sahut Mila apa adanya


"Tapi kalian udah kaya akrab gitu ?" Tanya Ovan lagi .Ia bicara seperti itu karena memang lebih banyak Mila yang ngobrol dengan Alex ketimbang Sarah


"Kamu ngapain sih nanya gitu ? Gak penting banget ?" Tanya Mila bingung


"Tumben biasa nya ngajak debat kok sekarang malah nanya gitu" Gumam Mila membatin


"Tau ah. Kita pulang saja yuk " Ucap Ovan yang sudah gak mood


"Ya ke rumah nya Lala lah,kan mereka nyuruh kita nginep ,kamar di sana juga banyak " Sahut Ovan


"Ya udah deh ,daripada kita pulang ke Sumedang kan gak lucu malam-malam gini kita cari angkutan umum " Ucap Deni lagi


Sementara itu ,Lala dan Azzam masih dalam posisi yang sama sejak satu jam yang lalu. Mereka saling berpelukan tanpa merasa pegal sama sekali.


"Kita mau sampai kapan begini terus ,apa kamu gak pegel ?" Tanya Azzam


Seakan tersadar Lala langsung menarik dirinya dan sedikit menjauh dari Azzam. Wajah nya sudah memerah karena malu. Ini kedua kalinya ia memeluk Azzam,namun kali ini ia menikmati pelukan nya itu.


"Ma...maaf " lirih nya pelan


"Kenapa minta maaf" Tanya Azzam ,namun bukan nya menjawab Lala malah semakin menundukan kepala nya karena tak ingin Azzam melihat wajah nya yang memerah ,meski tak perlu disembunyikan pun Azzam masih tetap bisa melihat nya,karena tak hanya wajah nya saja yang memerah ,tapi kedua daun telinga nya pun ikut memerah. Hal itu membuat Azzam semakin gemas.


"Ternyata begini ya kalau dia sedang malu " Kekeh Azzam dalam hati


"Ayo sini duduk !" Ajak Azzam kembali meraih pergelangan tangan Lala dan menarik nya pelan ke tempat tidur


Mereka pun duduk di tempat tidur


"Aku tahu kamu pasti gugup kan? Sama aku juga ,tapi kalau aku diam saja mau sampai kapan kita diam dalam kegugupan kita. Ini malam pengantin kita. Lihat lah kamar ini sangat mendukung ,momen seperti ini tak akan terulang kembali,kamu gak keberatan kan kalau aku meminta hak ku sebagai suami sekarang ?" Tanya Azzam sangat berhati-hati. Ia tak terlalu menuntut,jika Lala tak siap pun ia tak akan memaksa


Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Lala bingung untuk menjawab apa. Ia ingin jawab iya tapi dia malu ,mau bilang enggak takut Azzam kecewa.


"Aku gak maksa kok ,kalau memang kamu belum siap juga gak apa-apa" Ucap Azzam mengerti


"Kalau gitu aku ke kamar mandi dulu ya "


"Tunggu " Seru Lala ketika Azzam hendak beranjak

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Azzam ,namun bukan nya menjawab Lala malah mengangguk pelan


"Itu apa artinya nih ?" Tanya Azzam kembali duduk namun kali ini menghadap pada Lala


Lala semakin malu dibuatnya,ia bahkan sampai menutup wajah nya degan kedua tangan nya.


Azzam tersenyum lalu meraih kedua tangan Lala dan menarik nya perlahan.


"Aku sayang kamu La ,aku cinta kamu,tetap lah jadi diri kamu sendiri ,karena aku cinta kamu apa adanya " Lirih Azzam ,Lala menatap kedua mata Azzam mencari kesungguhan di sana


"Apa kamu juga punya perasaan itu pada ku?" Tanya Azzam lagi ,seakan terhipnotis Lala pun mengangguk membuat Azzam senang bukan kepalang. Azzam pun mencium kening Lala yang langsung memejamkan mata ketika bibir kenyal Azzam menyentuh kening nya


"Kalau gitu kita shalat dulu ,kita minta pada Allah agar nanti jika Allah menitip kan janin di perut mu ,kelak akan menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah"


Ucapan Azzam berhasil membuat Lala salah tingkah,ia sama sekali tak pernah membayangkan jika ia akan ada di tahap seperti saat ini.


Beberapa saat setelah shalat, Azzam pun menyentuh kepala Lala sambil membaca kan doa.


Setelah itu Azzam memberikan tangan nya ,Lala mengerti dan segera menyambut tangan Azzam lalu mencium punggung tangan nya.


Serrrr.....


Hati nya berdesir kala Lala mencium punggung tangan nya. Kemudian Azzam pun mencium kening dan ubun-ubun Lala.


Kemudian Azzam membantu membukakan mukena nya. Lalu menarik ikat rambut nya hingga rambut nya tergerai bebas . Azzam tersenyum karena melihat Lala yang terlihat cantik dengan rambut nya yang tergerai. Karena ia terlalu biasa melihat Lala dengan rambut yang di ikat. Hingga pada saat rambut nya tergerai itu menjadi nilai lebih baginya.


Perlahan Azzam mengangkat tubuh Lala dan membawa nya ke tempat tidur. Di baringkan nya dengan perlahan,lalu kembali Azzam mengecup kening Lala.


"Kamu ikhlas kan?" Tanya Azzam pelan ,Lala mengangguk malu


Azzam pun tak membuang waktu ,ia memberikan kecupan demi kecupan hingga kecupan nya menjadi lebih menuntut. Tubuh Lala meremang ketika Azzam sudah sampai d inti nya.


Hingga teriakan kecil pun terjadi saat Azzam berhasil mendapatkan apa yang seharusnya terjadi di malam pengantin mereka.


Dengan peluh yang membasahi tubuh kedua nya,serta nafas yang terengah ,Lala dan Azzam terkulai lemas dan saling berpelukan setelah ritual penyatuan mereka.


"Terima kasih kamu sudah menjaga nya hingga aman sampai pada ku " Ucap Azzam sangat senang ,karena ia mendapat yang pertama


"Apa ?" Tanya Lala lemas


"Kesucian mu"Jawab Azzam singkat


Lala pun hanya bisa tersenyum dan menenggelamkan wajah nya pada d*da bidang Azzam.


"Masha Allah La,aku tak pernah menyangka jika kita akhirnya menikah ,aku bahkan sudah pasrah jika harus menikahi gadis yang gak aku cinta ,tapi aku bersyukur karena ternyata Allah mendengar dan mengabulkan permintaan ku "Ucap Azzam


"Hm...memang nya apa yang kamu minta?" Tanya Lala yang kesadaran nya mulai hilang karena ngantuk


"Berjodoh dengan mu " Jawab Azzam,namun ia mengerutkan kening ketika tak ada respon apalagi jawaban dari Lala


"Hm... pantesan saja,tidur ternyata " Gumam Azzam


"Selamat malam , semoga mimpi indah "


Cup


Azzam mengecup kepala Lala dan langsung mendekap nya. Azzam pun ikut memejam kan mata dengan perasaan yang sangat bahagia.


"Terima kasih Ya Allah"


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2