
Saat Sarah baru keluar dari gerbang kampus ,ia kejutkan dengan kedatangan orangtua Iqbal. Akan tetapi saat Ratmi ( mama Iqbal ) hendak menyebrang ,sebuah motor sport meluncur dengan kecepatan tinggi. Tentu saja Sarah terkejut ia segera berlari untuk mencegah Ratmi tertabrak motor tersebut.
"TANTEEEE......!" Teriak nya
Bruukk'
Sarah berhasil menarik Ratmi,namun justru Sarah sendiri yang tertabrak motor.
"SARAH....ya ampun " Ratmi berteriak sementara pengendara motor bukan nya berhenti dan meminta maaf malah terus saja melajukan motor nya ,hal itu membuat beberapa orang geram dan mengejar pemotor itu
Melihat hal itu tentu saja Budiono tak kalah terkejutnya,ia bahkan langsung berlari menghampiri Ratmi dan Sarah.
"Sarah ,kamu tidak apa-apa?" Tanya nya saat melihat Sarah berdiri dibantu Ratmi
"Alhamdulillah,aku tidak apa-apa,hanya luka ringan saja " Jawab Sarah dengan suara yang bergetar karena masih merasa shock
"Luka ringan apa nya ,itu tangan dan kaki kamu sampai berdarah begitu,kita ke rumah sakit " Ucap Budiono segera membawa Sarah
Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah sakit,Sarah segera ditangani sementara Budiono menelpon Iqbal.
Iqbal yang baru saja mendapat kan telpon dari papa nya,pun segera beranjak untuk menuju rumah sakit. Mendengar jika Sarah terluka karena menolong mama nya ,ia menjadi merasa berterima kasih juga panik.
Ia tak tahu bagian mana yang terluka pada
Sarah ,parah atau tidak karena Budiono tak menjelaskan secara gamblang. Pada saat itu Iqbal berpapasan dengan Ovan yang hendak pergi menjemput Mila di kampus.Namun Iqbal yang sedang dilanda kepanikan tak menyadari jika ia berpapasan dengan Ovan. Sementara Ovan tengah buru-buru sampai tak sempat menyapa Iqbal.
"Muka nya tegang amat ,siapa yang masuk rumah sakit? Apa keluarga nya kali ya,kalau mau jengukin Lala sih kaya nya gak mungkin ,dia malah belok ke arah UGD" Gumam Ovan sambil memperhatikan ke arah Iqbal yang sudah hilang di belokan
"Haisshh.....aku kan lagi buru-buru,takut nya tuh cewek udah keburu pulang "Ovan segera berlari menuju parkiran rumah sakit
Sementara itu ,Lala sudah terlelap karena efek obat yang membuat nya mengantuk. Azzam dan kedua orang tua nya berada di luar ruangan rawat Lala ,sebab mereka tak ingin suara mereka mengganggu tidur nya Lala.
"Ibu masih gak nyangka kalau Ovan jadi korban fitnah ,apalagi fitnah nya gak nanggung-nanggung,hamilin anak orang , astaghfirullah "Lirih Susi
"Iya,beruntung Ovan sudah terbukti tidak bersalah ,coba kalau tidak terbukti dia harus tanggung jawab perbuatan orang " Ucap Azzam
"Makanya kita harus lebih berhati-hati lagi dalam bergaul ,jangan mudah percaya dengan orang lain apalagi yang baru dikenal,apa yang terjadi pada Ovan kita jadikan pelajaran " Timpal Damar
"Iya pak " Sahut Azzam.Tadi Ovan memang menceritakan masalah nya sebelum pergi.
Di kampus ,Mila yang baru keluar dari ruangan kelas nya tiba-tiba bertemu dengan Roy. Mila dan Sarah memang satu jurusan hanya saja Mila masih ada urusan bersama dosen pembimbing nya hingga ia masih berada di ruangan kelas saat Sarah sudah selesai.
Entah Roy memang sengaja menunggu Mila selesai kelas atau hanya kebetulan ia berada di sana.
__ADS_1
"Hai,sudah selesai kelas ?" tanya Roy
"Eh,iya...baru saja selesai" Jawab Mila
"Aku antar kamu pulang ya " Ucap Roy menawari Mila tumpangan
"Eh,gak usah,aku bisa pulang sendiri kok "
"Gak lah,aku gak enak udah nabrak kamu tadi pagi sekarang biar aku antar kamu pulang ,sebagai permintaan maaf aku " Ucap Roy kekeh ingin mengantar Mila pulang
"Tapi kan aku yang nabrak ,bukan kamu "Sangkal Mila ,ia merasa tak enak jika pria itu mengantarkan nya pulang,apalagi mereka baru saja saling mengenal
"Udah dibilang aku yang nabrak ,udah yuk jangan protes ,aku gak bakal ngapa-ngapain kamu kok ,aku beneran mau antar kamu pulang " Roy menarik lengan Mila membawa nya menuju motor sport milik nya
"Ya udah deh ,tapi beneran kamu bukan orang jahat ?" Terlihat keraguan di mata Mila ,Roy yang gemas hanya mencebik
"Emang aku ada tampang orang jahat gitu" Gumam nya pelan
"Ini pakai helm nya dulu,biar gak kena tilang " Roy membantu Mila memakai kan helm
"Aku bisa sendiri " Tolak Mila ketika Roy hendak memasangkan pengait,Roy pun mulai naik ke atas motor nya diikuti Mila yang naik di belakang nya
"Ini orang aneh banget ,baru juga kenal udah maksa nganter pulang saja,awas saja kalau dia beneran orang jahat aku sudah siapkan semprotan merica campur cabai setan di tas aku " Bisik Mila membatin
"Mana tuh cewek " Gumam nya
"Apa aku telpon saja ya,tapi kalau masih ada kelas kan ganggu juga ,nanti kalau ketahuan dia juga yang kena omel dosen. Aku tunggu saja lah" Ovan pun hanya duduk diatas motor nya yang ia parkiran di dekat pintu gerbang
"Eh iya , itu gimana yang ketabrak motor tadi ,parah gak ?"
Ovan menoleh pada beberapa mahasiswi yang tengah berjalan sambil mengobrol,melewati nya.
"Gak tahu ,tapi katanya dia gak apa-apa,hanya luka ringan"
"Terus apa bener pelaku nya kabur ?"
"Iya ,katanya udah dikejar malah gak ke kejar ,yang ngejar kehilangan jejaknya "
"Kamu dari tadi ditanya jawab nya kata nya kata nya terus ,ini beneran gak sih ?"
"Ya aku juga kata orang ,kan aku juga gak lihat kejadian nya langsung "
"Haisshh...... "
__ADS_1
"Ada korban tabrak lari ?" Gumam Ovan setelah para mahasiswi itu menjauh
Kembali ke rumah sakit
Lala terbangun dari tidur nya karena merasa ingin buang air kecil. Ia melihat tidak ada siapa-siapa di salam ruangan ,tapi terdengar suara obrolan dari arah pintu.
Perlahan Lala meraih tabung cairan infus yang menggantung di samping nya ,ia lalu beranjak turun. Sambil berjalan ia memegangi tabung infus tersebut. Ia sangat hati-hati karena tak ingin membuat darah nya tertarik ke dalam selang infus lagi.
Azzam masuk ke dalam ruangan kamar namun ia tak melihat istri nya di tempat tidur. Ia melihat ke arah kamar mandi karena terdengar suara percikan air. Azzam pun menghampiri kamar mandi.
Tok tok tok
"La,kamu di dalam ?" Tanya Azzam
"Iya, sebentar" Lala menyahut
Tak lama Lala pun membuka pintu.
"Kamu kok gak manggil aku kalau mau ke kamar mandi ?" Tanya Azzam mengambil alih tabung infus yang dibawa Lala."Hati-hati" ucap nya lagi
"Aku bisa sendiri kok ,lagian cuman ke kamar mandi doang " Sahut Lala
"Ibu sama bapak mana ? Kok gak kedengeran suara nya ?" Tanya Lala saat dirinya sudah duduk di tempat tidur nya ,Azzam sudah meletakan tabung infus pada tempat nya
"Mereka sedang cari makan " Jawab Azzam
"Aku mau pulang"
"Sabar ya,kita tunggu kabar dari dokter saja,kan katanya kamu harus dirawat sampai tiga hari" Ucap Azzam sambil mengusap kepala Lala
"Tapi aku bosan di sini Zam , kalau di rumah kan aku bisa sambil nonton tv "
"Iya,nanti kalau ada dokter visit aku coba bilang kalau istri aku ini ingin pulang ,semoga saja dokter nya langsung ngizinin" Ucap azzam seraya menangkup kedua pipi Lala ,hingga Lala seketika merona
"Azzam ," Panggil Lala pelan
"Apa ?"
"makasih ya " ucap Lala singkat
"Untuk ?" Kening Azzam mengkerut
"Aku juga gak tahu makasih untuk apa ,tapi yang jelas aku hanya ingin bilang itu " Sahut Lala yang tak bisa mengungkap kan dengan kata-kata
__ADS_1
Bersambung...