Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Salah faham


__ADS_3

Matahari sudah berada di atas ,panas nya yang terik membuat orang merasa malas untuk berkeliaran di luar. Namun bagi sebagian orang yang mengharuskan beraktivitas di luar membuat nya mau tak mau harus berkutat di bawah teriknya matahari.


Seperti halnya dengan Iqbal. Polisi muda itu sedang mendalami kasus pembunuhan. Ponsel nya tiba-tiba berbunyi.


"Assalamualaikum,iya mah ada apa ?"


"Waalaikumsalam,kamu kapan bawa Sarah ke rumah lagi,mama kangen " Ucap mama nya


"Iya nanti mah ,aku sedang sibuk sudah dulu ya mah ,nanti aku telpon lagi" Iqbal pun langsung memutus sambungan telpon nya


"Ih nih anak , bener-bener deh. Orangtua belum selesai ngomong main tutup saja. Awas kamu ya" Geram mama nya


"Kenapa mah?" Tanya suami nya


"Ini loh anak kamu ,orangtua belum selesai ngomong udah ditutup saja telpon nya " Adu nya


"Memang nya mama mau bicara apa ? Kaya gak tahu saja anak mu " Ucap suami nya


"Mama cuman nanya kapan dia bawa Sarah lagi ke sini ,eh dia malah main tutup telpon nya "


"Kalau gitu kita cari saja,kalau gak salah Sarah kuliah di fakultas**** kan , kita ke sana saja nanya-nanya orang di sana pasti ada yang tahu " cetus suami nya


"Ya sudah ayo kita ke sana sekarang "


Sementara itu ,Lala baru saja meminum obat ,Ovan pun masih berada di sana.


"Kamu daritadi sibuk terus sama ponsel ,lagi chating ngan sama siapa hayo " Tanya Ovan pada Azzam ,Lala yang hendak memejamkan mata karena rasa ngantuk mulai menyerang menoleh pada Azzam.


"Apa sih , kepo saja "Sahut Azzam tanpa menoleh


"Bukan kepo ,tapi penasaran" Ucap Ovan sambil menoleh pada Lala. Ovan pun mendekat pada Azzam,menyadari jika Ovan menghampiri nya Azzam pun menaruh ponsel nya ke dalam saku celana nya


"Wah,mencurigakan " Gumam Ovan sambil berdecak


Lala yang melihat respon Azzam yang mencurigakan seperti yang diucapkan Ovan,mendadak murung. Ia mulai berkecil hati apalagi dirinya yang baru saja keguguran membuat mood nya mudah down,dan akhirnya berfikiran macam-macam.


Tanpa berkata-kata Lala membalikkan tubuh membelakangi Azzam juga Ovan. Dalam diam ia mulai terisak.


"Aku tahu kamu kecewa pada ku Zam,jika ada seseorang yang membuat mu lebih merasa bahagia,aku terima. Aku tahu aku salah " Batin Lala menyalahkan diri nya. Saat ini ia mengira jika Azzam tengah berbalas pesan dengan wanita lain

__ADS_1


Pada saat itu kedua orang tua Azzam pun datang. Sebelum nya mereka sudah diberi tahu ruang inap Lala oleh Azzam.


"Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam " Pintu yang tak tertutup membuat mereka langsung membuka pintu dan masuk ke dalam


"Loh ada Ovan juga ternyata " Ucap Susi


"Iya Bu " sahut Ovan


"Lala, bagaimana kondisi kamu nak? Ya Allah kenapa kamu bisa sampai terjatuh ?" ibu Susi (ibu Azzam ) langsung memeluk Lala


Lala semakin terisak dipelukan ibu mertua nya.


"Ibu tahu,kamu pasti sangat sedih, menangis lah,luapkan kesedihan mu. Tapi sedih nya jangan terlalu lama. Perjalanan rumah tangga kalian masih panjang,masih banyak yang harus kalian lakukan kedepannya, ikhlas kan apa yang terjadi saat ini" Ucap Susi sambil mengusap punggung Lala


"Huuuhhuuu.....aku sudah ikhlas Bu,aku sudah tak sedih lagi,tapi aku sedih karena Azzam kecewa dan mencari perempuan lain,aku gak mau dimadu Bu "Akhirnya Lala mengeluarkan uneg-uneg nya atas prasangka nya sendiri


"Astaghfirullah,benar itu Zam ? " Tanya Susi melotot pada Azzam,sedangkan yang ditanya nampak terkejut. Saat hendak menjawab tiba-tiba Damar pun berucap


"Kamu itu benar-benar keterlaluan Zam ,bukan nya mendukung istrimu yang habis terkena kemalangan malah mencari perkara lain " Sewot nya. Azzam sendiri merasa terkejut mendengar Lala berbicara seperti itu,ia bingung darimana istri nya itu mendapat pemikiran seperti itu.


"Kami tidak pernah mengajarkan kamu seperti itu Zam,jadi laki-laki itu harus bertanggung jawab ,bukan malah seperti itu, ibu juga perempuan yang bisa merasakan apa yang Lala rasakan. Istri mana yang akan rela jika suaminya melakukan poligami,kalau sampai itu terjadi pada bapak mu akan ibu potong benda keramat nya sampai habis setelah itu ibu masak lalu jejelin ke mulut perempuan yang berani mengusik rumah tangga ibu " Susi nampak berapi-api


"Duh, sadis " lirih Ovan ,mendadak ia merasa ngilu pada bagian tubuh nya , reflek ia menutupi benda milik nya


"Bu...."


"Pokok nya kalau sampai kamu berani menyakiti Lala ,akan bapak coret kamu dari daftar keluarga " Ancam Damar


Karena Azzam tak diberi kesempatan untuk membela diri ,ia pun hanya bisa pasrah kena omel. Sambil menghela nafas ia menoleh pada Lala. Lala nampak membuang muka.


"Ya Allah,apa yang terjadi ,kenapa mendadak aku jadi diserang seperti ini "Lirih Azzam dalam hati


"Yang sabar ,orang sabar pasti kesel " Ovan terkikik melihat sahabat nya terkena omelan yang tak jelas


Setelah dirasa situasi mulai kondusif ,Azzam akhirnya berbicara.


"Kalian itu sebenarnya kenapa sih,kenapa sampai berfikir aku mau melakukan poligami , satu istri saja sudah cukup bagiku,buat apa cari istri lain?" Tanya nya di tengah keheningan yang mendera

__ADS_1


"Lalu tadi kamu sedang chating ngan dengan siapa ,kenapa malah langsung menyimpan hp kamu saat Ovan mendekat?" Tanya Lala menatap tajam


"Oh,itu...tadi ada klien yang minta rumah nya di desain sama aku. Maaf sudah membuat mu curiga dan berfikir macam-macam" Ucap Azzam. Kini ia mengerti darimana akar permasalahan kesalah pahaman itu


"Klien?" Tanya Lala lirih


"Jadi gini , sebenarnya aku tuh ......" Azzam akhirnya menjelaskan mengenai pekerjaan nya.


"Oh,gitu. Hehehe....ya ampun aku jadi malu " Rasa nya Lala sangat malu karena sudah salah faham apalagi sampai melibatkan kedua mertuanya sampai mengomeli suami nya


"Hahahaha.....astaga ibu sama bapak sampai terbawa emosi " Susi tergelak


"Oh ya Bu,mana Arkan ?" Tanya Azzam


"Arkan ibu titip pada Nining. Bibi dan nenek mu titip salam buat kamu La,mereka sangat terkejut saat ibu memberi tahu yang terjadi padamu " Ucap Susi


"Oh iya La,tadi mama kamu telpon ibu,katanya mereka gak bisa datang,mereka mempercayakan kamu pada kami untuk menjaga mu selama pemulihan "Ucap Susi


"Syukurlah kalau mama dan papa gak datang " Ucap Lala nampak lega


"Kok gitu?" Tanya Susi heran


"Kalau datang ,pasti aku akan kena omel. Gini nih ' kamu itu kok ya suka sekali sih masuk rumah sakit, dikit-dikit nginep orang tuh nginep di hotel lah ini di rumah sakit " Lala sampai memperagakan adegan ketika mama nya mengomeli nya


"Mana aku juga suka banget jitak aku ,parah banget kan mama aku,yang lain mah ngasih semangat ini malah bikin aku kesel " Adu lala pada mertuanya


"Mau seperti apapun dia tetap mama kamu yang sudah bersusah payah melahirkan dan membesarkan mu. Mungkin mama mu hanya ingin berusaha untuk menjadi ibu sekaligus teman buat kamu ,karena kan selama ini hanya kamu anak satu-satunya " Ucapan mertuanya memang ada benar nya ,Lala pun mengiyakan ucapan mertuanya


"Iya juga sih "


Di kampus ,Sarah yang baru saja keluar dari pintu gerbang kampus di kejutkan dengan dua sosok paruh baya yang baru-baru ini ia kenal.


"Nah ,itu dia calon mantu kita " Saking senang nya mama nya Iqbal sampai berlari menghampiri Sarah ,hingga tak disadari nya jika ada sebuah motor sport dengan kecepatan tinggi meluncur ke arah nya


Sarah terbelalak,"TANTEEE.....!" teriak Sarah


Bruukk'


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2