
Siang ini pekerjaan Deni begitu padat. Ia yang bekerja sebagai staf dapur nampak sangat sibuk karena di hotel tersebut sedang ada tamu penting yang harus dilayani secara khusus.
"Memang nya siapa yang datang itu sih , sampai-sampai kita harus menjamu nya sebegitu wah " Tanya salah satu rekan Deni
"Aku gak tahu , dan gak mau tahu ,yang aku tahu aku di sini kerja untuk mendapatkan uang" Sahut Deni yang nampak bolak-balik
"Ih ,kamu mah gitu,gak asik ah ,gak bisa dibawa rumpi " Dengus nya kesal
"Karena aku bukan ibu-ibu komplek yang suka ngerumpi ,sudah ya,jangan ganggu aku,lagi sibuk " Ucap Deni lagi dan langsung pergi
"Susah banget sih buat deket doang " Lirih nya. Namanya Sani ia sudah lama menyukai Deni saat pertama Deni bekerja di sana. Ia selalu mencari kesempatan agar bisa berdekatan dengan Deni meski hanya ngobrol biasa ,namun seperti ada dinding penghalang tak kasat mata rasanya susah sekali untuk nya mendekati pria itu.
Dengan perasaan kesal Sani kembali melanjutkan pekerjaan nya. Ia dan Deni bertugas mengantarkan makanan ke setiap kamar ,meski tak jarang juga Deni melakukan pekerjaan lain seperti membersihkan kamar dan membawakan koper para pengunjung.
Meski begitu Deni tak pernah mengeluh dengan kesibukan nya ,ia justru merasa enjoy dengan pekerjaan nya itu. Meski dalam hati ia berharap akan bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi.
Saat kaki nya berjalan menyusuri koridor seseorang yang baru keluar dari lift memanggil nya.
"Mas,mas ke sini sebentar !" Pria paruh baya melambaikan tangan nya
"Iya pak ,ada apa ,apa ada yang bisa saya bantu?" ucap Deni sambil sedikit membungkukkan tubuh tanda ia menyegani orang itu
"Bisa tolong ambilkan barang saya di kamar ,saya sedang buru-buru tak sempat membawa nya " Pinta pria itu sambil memberikan kunci kamar nya
"Memang nya barang apa pak ?" Tanya Deni
"Maaf saya hanya takut salah membawa barang " Tambah nya
"Hanya laptop kok ,saya tunggu di loby " pria paruh baya itu segera meninggalkan Deni
"Kamar 345 " gumam Deni
"Kamar itu kan bersebelahan dengan kamar yang waktu itu " gumam nya lagi
Kamar yang ia maksud adalah kamar dimana ia menolong Alena gadis bule yang hampir jadi korban perkosaan dua orang pria. Lebam di wajah nya pun masih terlihat jelas meski ia sudah memberikan obat memar di wajah nya. Mengingat kamar itu ia jadi teringat dengan Alena.
"Mungkin dia sudah kembali ke negara nya " Fikir nya
Setelah sampai di kamar yang dituju, Deni segera mengambil laptop yang dimaksud pria paruh baya tadi ,namun kening nya berkerut ketika di samping laptop tersebut ada sebuah kalung emas. Dari penampakan nya Deni sudah tahu jika kalung itu merupakan kalung mewah dan tentunya dengan harga selangit.
"Bukan nya tadi bapak itu bilang hanya laptop,kok ada kalung juga,apa dia lupa kali ya" Gumam nya ,Deni pun mengambil kalung tersebut untuk diberikan pada pria paruh baya itu , takut nya pria itu lupa kalaupun bukan milik nya ia akan memberikan kalung tersebut ke pihak hotel untuk dicari siapa pemilik nya.
Beberapa saat kemudian Deni sudah sampai di loby, terlihat pria paruh baya yang tadi meminta bantuan nya nampak tengah berbicara dengan seseorang melalui telepon.
Deni pun menunggu pria itu selesai dengan urusan nya dengan berdiri di belakang pria itu.
Setelah beberapa saat pria paruh baya itu selesai dan menoleh pada Deni.
"Ini laptop nya pak,tapi saya tadi melihat ada kalung juga di sana,barangkali ini kalung milik bapak " Deni menyerahkan laptop beserta kalung itu
__ADS_1
"Oh iya ,terima kasih, seperti nya saya sudah semakin tua jadi suka lupa " Ucao pria itu sambil terkekeh lalu menerima laptop san kalung nya
"Kalau begitu saya permisi pak " Pamit Deni ,ia pergi begitu saja tanpa meminta uang tip dari pria itu
Begitu lah Deni tak pernah meminta uang tip namun jika ada pengunjung yang memberi nya uang tip maka ia akan menerima nya.
Pria itu tersenyum menatap punggung Deni ,dalam hati ia bergumam
"Pria seperti itu yang aku cari. Sepertinya dia orang yang tepat "
Sementara itu di kampus Lala sudah selesai dengan kelas nya ,ia segera menuju kantin bersama Ovan.
"Mana,katanya dia nunggu di kantin?" Tanya Ovan. Saat ini mereka sudah sampai di kantin.Kantin yang penuh juga posisi Azzam yang paling pojok menjadikan mereka tak dapat melihat keberadaan Azzam.
"Coba kamu telpon ,hp aku tadi tertinggal di mobil" Ucap Lala
Tanpa menyahut Ovan menuruti ucapan Lala.
"Gimana?" tanya Lala saat Ovan selesai menelpon
"Paling pojok katanya" Keduanya pun segera melihat ke arah yang disampaikan Azzam pada Ovan
"Ya udah yuk,ke sana saja gak kelihatan dari sini " Ajak Lala
"Ok " Lala dan Ovan pun berjalan menghampiri Azzam
"Tumben banget sih nih kantin jadi penuh sesak gini, sampe susah gerak ini " Keluh Lala
"Eh,maaf permisi " Ucap Lala namun orang-orang di sana tak mau memberi jalan ,mereka nampak cuek dengan ucapan nya
"Awas awas....air panas " Seru Ovan lantang ,sontak saja orang-orang yang merupakan para gadis itu segera menyingkir
"Nah kan pada takut kesiram air panas " Ovan terkekeh melihat respon para gadis itu yang buru-buru menyingkir
Lala pun segera berjalan menghampiri Azzam yang tengah duduk manis sambil menikmati makanan nya.
"Anteng banget yang dikerubuti cewek " Ucap Lala langsung duduk di samping Azzam
"Kaya tai ayam dikerubuti laler ya La" Cetus Ovan
"Sembarangan " Sembur Azzam melempar Ovan dengan kerupuk yang langsung ditangkap dan dimakan nya
"Hehehehe.....abis nya bener kata Lala ,kamu gak risih apa makan sambil dikerubuti cewek-cewek"
"Risih lah,aku juga udah ngusir mereka tapi makin diusir malah makin banyak ,ya udah aku biarin saja " Sahut Azzam masih dengan ekspresi biasa saja
"Kamu gak cemburu La ?" Tanya Ovan
"Enggak tuh ,ngapain. Buang-buang energi saja ,mending aku makan saja biar nambah energi setelah tadi energi ku habis di ruang kelas " Sahut Lala santai ,ia langsung melambaikan tangan nya ,lalu pelayan di sana menghampiri dengan membawa mie ayam kesukaan Lala tak lupa dengan nasi nya pula
__ADS_1
"Wiih,mamang tahu saja belum juga aku pesan " Ucap Lala langsung berbinar melihat makanan kesukaan nya
"Iya lah neng,tiap hari kan pesan nya mie ayam pake nasi ,mamang sudah siapin dari pas lihat neng Lala datang "
"Iya makasih ya mang " Ucap Lala segera menyantap mie ayam milik nya
"Buset , masih saja makan mie ayam pake nasi " lirih Ovan
"Hey kalian ,mau sampai kapan berdiri di situ,gak pegel apa ? Ayo bubar pada ngeliatin apa sih ,bubar gak kalau enggak aku colok nih mata kalian satu-satu !" Seru Lala sambil mengacungkan garpu
"Huuuuuuuu " Para gadis itu pun beramai-ramai menyoraki Lala sambil membubarkan diri
"Ada-ada saja " gumam Lala
"Oh my God,istri kamu bar-bar nya kebangetan Zam , ngeri-ngeri sedep aku ngebayangin kalian......"
"Apa ? " Tanya Azzam saat Ovan menggantung ucapan nya,Lala juga menatap Ovan yang mendadak jadi kikuk
"Gak usah ngebayangin yang aneh-aneh " tambah nya
"Hehehe....."
"Mila dan Sarah mana ya,kok lama banget kelas nya " Ovan mengalihkan perhatian
"Belum selesai mungkin " Sahut Lala dengan mulut penuh
Mila dan Sarah memang jurusan nya berbeda dengan Lala dan Ovan ,jadwal kuliah pun tak sama hingga mereka tak bisa berkumpul. Biasanya Lala akan menunggu Mila dan Sarah pun sebalik nya ,mereka akan saling menunggu.
Singkat cerita kini Lala dan Azzam sudah tiba di rumah. Azzam masih dengan mode cembung nya. Lala yang bingung dengan perubahan sikap Azzam semenjak di kampus tadi pun ingin menanyakan nya ,tapi ia mengurungkan nya,ia berfikir mungkin pria itu merasa lelah setelah berkendara jauh masih harus menunggu nya kuliah.
Jika biasa nya Azzam selalu menawarkan mandi bersama atau menyiapkan air hangat untuk Lala,kali ini pria itu tak melakukan nya ,ia cenderung tak banyak bicara.
Setelah selesai mandi ,Lala mencoba mendekati Azzam yang nampak dingin itu.
"Dia kenapa sih ,gak biasa nya kaya gitu "bisik nya dalam hati
"Zam , "panggil Lala pelan
"Hem " Saut Azzam tanpa menoleh
"Kamu kenapa sih ? Dari tadi aku merasa kamu aneh " tanya nya
"Aneh kenapa ,aku biasa saja kok " Sahut Azzam datar
"Nah itu ,kamu dingin banget kaya es batu "
"Kenapa kamu gak cerita kalau kamu kirim rekaman itu pada pak Iqbal? Kamu tahu,dia khawatir banget setelah kamu kirim rekaman itu pada nya. Ternyata kalian masih dekat seperti dulu ,lalu apa arti hubungan kita kalau kamu saja masih dekat dengan nya ?" Dari pertanyaan nya ,Lala jadi mengerti sesuatu,ia pun tersenyum. Alih-alih menjelaskan nya ,Lala justru malah memeluk pria itu erat sambil berucap
"Terima kasih . Terima kasih sudah cemburu"
__ADS_1
Bersambung......