
Lama Ovan menunggu, akhirnya dokter selesai juga memeriksa Mila.
"Bagaimana keadaan teman saya dokter ? Apa tidak ada penyakit serius?" Tanya Ovan begitu dokter keluar diikuti perawat di belakang nya
"Anda jangan khawatir,teman anda baik-baik saja.Sepertinya teman anda kelelahan ditambah begadang tiap malam membuat kondisi tubuh nya drop" Sahut dokter
"Lalu kenapa teman saya bisa sampai menggigil begitu dok,padahal badan nya panas " Tanya Ovan benar-benar mengkhawatirkan kondisi Mila
"Panas dingin merupakan kondisi dimana tubuh sedang melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh"tutur dokter
"Apa itu bahaya ?" Tanya Ovan Lagi
"Insyaallah tidak jika segera mendapat kan penangan medis" Sahut dokter seraya menampilkan senyum nya
"Syukurlah,kalau begitu apa kamu sudah bisa melihat nya ?" Tanya ibu kos
"Tentu ,tapi setelah dipindah ke ruang rawat inap ,kalau begitu saya permisi " Ucap dokter
Beberapa saat kemudian kini Mila sudah berada di kamar rawat.
"Kalau begitu ibu pamit pulang ya,nanti kalau Mila sudah bangun kabarin "Ucap ibu kos yang nampak perhatian sama Mila
"Iya Bu "Saut Ovan
Selepas ibu kos pergi,Ovan menatap Mila yang kini sudah tertidur karena pengaruh obat.Hatinya terasa sakit saat melihat gadis yang selama ini diam-diam ia sukai.
"Cepat sembuh " lirih nya pelan sambil menggenggam tangan Mila
Saat itu ada panggilan masuk ke ponsel nya,karena tak ingin mengganggu tidur nya,Ovan pun beranjak ke luar.
"Iya Sarah"Ucap nya
"Gimana ,ada gak Mila nya di kosan?"Tanya Sarah.,Ia baru saja selesai kelas
"Mila sakit ,sekarang dirawat di rumah sakit " Ucap Ovan lemas ,tak lupa ia juga memberi tahu nama rumah sakit nya
"Sakit ? Ya sudah aku sekarang ke sana " Sarah pun langsung mematikan panggilan telpon nya
Di saat bersamaan Iqbal pun datang menjemput nya.Sementara Azzam dan Lala yang tadi sempat mengobrol di ruangan nya sudah kembali ke rumah. Azzam sendiri sudah tak merasa cemburu pada Iqbal semenjak Iqbal menikah. Ia fikir Iqbal sudah move on makanya menikahi Sarah.
Meski Iqbal masih merasa jika ada rasa itu yang belum hilang pada dirinya untuk Lala,ia tetap berusaha menekan perasaan nya demi kebahagiaan Lala ,juga untuk menjaga perasaan istri nya.
"Bang,aku mau ke rumah sakit dulu ya,Mila sakit " Ucap Sarah ketika ia sudah berada di dalam mobil
"Sakit apa ?" Tanya Iqbal
"Gak tahu,aku gak tanya tadi ,boleh ya ?" Ucap Sarah meminta izin
"Tentu boleh ,rumah sakit mana?"Tanya Iqbal,Sarah Kun segera memberi tahu rumah sakit nya
Sementara di tempat lain.
Sepulang dari kantor polisi,pasangan suami istri itu malah bersantai di depan tv. Sebelum nya mereka meminta bi Yati untuk membuat kan minuman segar.
"Sayang ,aku merasa lucu deh kalau inget ekspresi pak polisi yang tadi " Ucap Lala yang kini sudah tiduran di atas karpet bulu dengan kepala yang ia letakan di pangkuan Azzam
"Pak polisi yang mana,? Di sana kan banyak polisi "Tanya Azzam dengan mengusap kepala Lala
"Itu loh yang tadi nanya-nanya kita "
"Oh,memang nya kenapa ?" Tanya Azzam
"Ya lucu saja ,tadinya sok galak bentak-bentak pas bang Iqbal datang terus bicara sama kita malah jadi kaya kerupuk kena air,terus lagi aku gak sengaja lihat muka nya yang penasaran banget saat kita video call sama papa,telinga nya sampai bergerak-gerak,hihihi " Lala cekikikan melihat hal itu,menurut nya itu sangat kah lucu
__ADS_1
"Hm,iya juga ya, seperti nya penasaran banget,sama siapa kita video call lan" ujar Azzam mengiyakan
"Iya ,saking penasarannya pak polisi itu sampai menanyakan nya pada bang Iqbal ,dikira aku gak tahu kali " ujar Lala lagi
Tadi sebelum mereka pergi meninggalkan kantor polisi,polisi itu terlihat memasuki ruangan Iqbal ,Lala yang tak pernah bisa diam pun kembali menghampiri ruangan Iqbal dan menguping pembicaraan di dalam
Polisi itu nampak terkejut ketika Iqbal mengatakan jika Lala adalah putri dari seorang kolonel TNI.
"Tapi aku kesel banget sama itu polisi,kalau saja dia bukan orang tua udah aku jahit mulut nya. Seenak nya bentak-bentak kamu " Geram Azzam
"Sudah lah ,aku juga gak masukin ke hati kok dengan sikap nya,karena aku sendiri juga yang udah mancing emosi nya,hehehe" Lala terkekeh karena memang Lala sengaja usil
"Kamu tuh " Azzam menyentil pelan kening Lala
Saat itu bi Yati pun datang membawakan minuman yang diminta Lala tadi.
"Makasih ya bi" ucap Lala
"Iya non, sama-sama,bibi permisi lagi ke belakang" Pamit nya
"Udah bi,di sini saja,gak usah fikirin kerjaan ,nyantai saja dulu nonton tv " Ucap Lala
"Ah si enon mah ,ya jangan atuh nanti bibi jadi obat nyamuk,barinage engke kumaha atuh mun bibi janten **** ka caroge ,mana tebih di kampung caroge na oge "
(Ah si enon mah,ya jangan atuh,nanti bibi jadi obat nyamuk,lagian nanti bagaimana kalau bibi jadi teringat suami ,mana jauh di kampung suami nya )
Lala menggaruk kepala nya yang tak gatal , sementara bi Yati malah cekikikan ,ia tahu jika Lala bingung dengan ucapan nya.
"bibi ke belakang lagi ,permisi " Bi Yati pun pergi untuk kembali mengerjakan pekerjaan nya
"Bingung ya sayang ?" Tanya Azzam
"Hehehe ..iya sedikit "Cengir nya
"Aku juga gak ngerti,lagian kan selama di kampung nenek ,bibi ,kamu dan teman-teman nya lain mereka ngomong bahasa Indonesia terus sama aku ,jadi nya aku gak ngerti. Ngerti sih ngerti itu pun hanya sedikit ,dalam satu kalimat hanya satu atau dua kata saja yang aku tahu artinya , selebihnya aku mumet ,hehehe "
Malam nya
Lala sudah menggabungkan kedua orang tua nya juga kedua mertuanya dalam satu video call.Mereka saling sapa lalu setelah puas saling menanyakan kabar, Banu segera menagih ucapan Lala.
"Mana,katanya ada yang mau kamu omongin,ada apa ?"tanya nya
Lala menoleh pada Azzam dengan tersenyum,"Kamu saja yang bilang !" Ucap Lala
"Enggak ,kamu saja " Ucap Azzam
"Ini kalian kok malah main lempar-lemparan,ada apa sih ?"Tanya Damar yang tengah memangku Arkan yang mulai aktif bergerak
"Kita barengan saja " gumam Lala "Satu,...dua...tiga "
"KALIAN AKAN PUNYA CUCU !" Ucap Lala dan Azzam sama persis padahal mereka tidak janjian untuk mengatakan kalimat yang sama
"Kok kamu bisa tahu aku mau mengatakan itu ?" Tanya Lala
"Kamu lupa ? kita kan sudah terkoneksi "Ucap Azzam seraya menampilkan senyuman termanis nya ,Lala pun meleleh melihat nya
Sementara itu para orang tua nampak terdiam ,mereka masih mencerna ucapan yang disampaikan anak dan menantu nya.
"Mereka bilang apa tadi ,kita mau punya cucu? Apa itu artinya Lala hamil ?" Tanya Sri
"Seperti nya iya " sahut Susi dengan mata berkaca-kaca dan bibir nya yang tersenyum
"Alhamdulillah,selamat ya sayang. Jaga baik-baik kandungan mu ,jangan sampai gak yang sama terulang kembali " Lirih Banu mengusap air mata nya
__ADS_1
"Iya pah,papa doakan saja supaya aku dan calon anak aku sehat-sehat, aku juga selalu doain papa ,mama ,ibu ,dan bapak agar diberi kesehatan dan umur yang panjang agar dapat melihat dan bermain dengan anak aku " ucap Lala
"Iya,nak. Kami selalu mendoakan mu " Ucap Damar terharu
Setelah puas bercengkrama lewat video call, mereka pun mengakhiri nya.
"Sekarang kamu istirahat ya ,mau aku pijitin sebelum tidur ?" Tawar Azzam
"Iya boleh ,kaki aku kebetulan pegel ini,maaf ya ngerepotin " Ucap Lala
"Gak ngerepotin kok, justru aku seneng bisa mijitin kamu. Ayo kamu rebahan biar lebih mudah mijit nya " Pinta Azzam ,Lala pun segera merebahkan tubuh nya ,namun bukan nya terlentang,Lala malah tengkurap
"Sayang,jangan begitu ! Kasihan anak kita nanti kegencet " seru Azzam panik
"Gak bakal kegencet kok,perut nya kan masih rata " Ucap Lala
"Tapi kalau kenapa-kenapa gimana ,apa gak bahaya posisi kamu seperti itu ?" Tanya Azzam was-was
"Insyaallah aman ,sayang.Kalau perut nya udah besar baru bahaya " sahut Lala
"Ya sudah deh ,kalau beneran gak apa-apa,tapi nanti kalau sakit ibah posisi tidur kamu ya "
"Iya "
Azzam pun mulai memijit betis Lala yang terasa sangat keras. "Hem,... pijitan kamu enak sayang ,tau saja kalau bagian itu sedang pegel banget " puji Lala dengan mata tertutup
"Hmm...aaaahhh...." Tiba-tiba Lala melenguh dan mendes*h saat tak sengaja jemari Azzam sampai di pangkal paha nya
Azzam yang mendengar nya pun seketika meremang. Azzam malah dengan sengaja meraba-raba bagian itu karena dirinya sudah mulai terpancing oleh suara desah*n istri nya.
"Sshhh.....aahh....sayang ,kamu sengaja ya ,geli tahu " lirih Lala
"Geli apa geli " goda Azzam." Sayang ,aku pengen ,boleh ya " bisik Azzam ditelinga Lala. Tak hanya berbisik Azzam juga menggigit pelan daun telinga istri nya
"Hm..." Lala menangguk ." Tapi pelan-pelan ya,kasihan calon anak kita terkena gempa lokal " Lirih Lala yang sudah dilanda gairah
"Tentu saja " Azzam pun segera melancarkan aksinya dengan sangat pelan dan hati-hati
Sementara itu,di rumah sakit
Ovan yang merasa mengantuk karena seharian terus menjaga Mila,kini nampak mengantuk. Beberapa kali ia menguap.
"Sebaiknya kamu pulang dan istirahat Van,seharian kamu jagain aku pasti lelah " Lirih Mila. Keadaan nya sekarang sudah lebih baik dari sebelumnya
"Enggak ,akubgaj lelah kok,hanya ngantuk saja "Sahut Ovan
"Kalau ngantuk kamu tidur saja"
"Nanti kalau kamu mau apa-apa gimana,kalau aku tidur ?" Tanya Ovan
"Kan ada suster, aku bisa minta bantuan nya." tutur Mila
"Ya sudah deh,aku tidur dulu sebentar " Ovan berjalan meraih kursi plastik dan membawa nya ke samping tempat tidur Mila
"Jangan protes,aku mau di sini nungguin kamu,aku paling gak bisa kalau lihat kamu sedang sakit "ucap Ovan saat melihat mioa hendak mengatakan sesuatu
Dengan menaruh kepala nya di tempat tidur ,Ovan pun mulai memejamkan mata nya.
"Apa ini hanya perasaan ku saja,kenapa rasanya setiap aku sakit dia selalu ada " Gumam Mila membatin
Gadis itu kembali teringat masa lalu nya ,dimana ia jika sedang sakit ,Ovan pasti selalu datang ke rumah nya dan membawa makanan. Tak jarang juga Ovan sering menginap meski ia harus tidur di ruang tamu sendirian. Orangtua Mila pun sudah tak merasa heran dengan tingkah Ovan ,karena memang Ovan sudah sering main ke rumah nya dari masih kecil.
Bersambung.....
__ADS_1