Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Kondisi Azzam


__ADS_3

Braaakkk'


Suara tabrakan terdengar keras hingga Lala seketika menoleh ,ia melihat Azzam yang tergeletak beberapa meter dari mobil nya dengan bersimbah darah. Seketika jantung nya terasa berhenti,ia pun berteriak dan langsung berlari memburu Azzam.


"AZZAAAAAMMMM.......!"


"Tidak tidak tidak ....ini tidak mungkin terjadi,sayang bangun lah , toloooong .....tolong siapa saja panggil ambulan , CEPAT ! " Lala semakin histeris ketika darah keluar dengan deras dari kepala Azzam


Seketika area parkir masjid tersebut jadi ramai ,para jemaah yang hendak melakukan sholat juga warga sekitar dan pejalan kaki nampak memenuhi. Seseorang segera menelpon kan ambulan.


"Woy ... keluar ! Bisa nyetir gak sih ?" Maki salah satu warga yang merasa kesal pada orang yang sudah menabrak Azzam


Orang dalam mobil tersebut juga sangat shock. Tubuh nya bergetar dengan wajah uang sudah sangat pucat.


Brak brak brak....


Orang-orang kini nampak memukul mobil nya , ia semakin ketakutan sambil menutup kedua telinga nya.


"KELUAR ! JIKA TIDAK KITA BAKAR INI MOBIL !!!" Teriak salah satu warga


Semakin ketakutan saja ia di dalam mobil. Perlahan dengan tangan bergetar perempuan itu membuka pintu mobil.


"Untung cewek kalau bukan udah kita hajar sampai babak belur " cetus salah seorang yang ikut menggedor mobil


"Ampun ,ampuni saya ,maaf saya tidak sengaja ,saya baru belajar nyetir " Perempuan itu terisak sambil menangkupkan kedua tangan nya di atas kepala


"Maaf saja tidak cukup ,lihat orang itu mati kamu tabrak kamu harus tanggung jawab "


Deg'


"M...ma...mati ?"


Wiiiiuuu..... wiiiiuuu....


Suara sirine ambulan sudah terdengar meski ambulan nya belum sampai.


Perempuan itu menoleh ,ia berharap orang yang ia tabrak tidak mati seperti yang dikatakan orang tadi.


"Kita bawa saja dia ke kantor polisi"


"Tidak ,jangan ! Aku akan bertanggung jawab ,aku akan membiayai seluruh pengobatan nya ,saya janji " Ucap perempuan itu sungguh-sungguh


"Apa kamu bisa dipercaya ?"


"Kalau begitu bagaian kalau salah satu dari kalian ikut bersama mu ke rumah sakit ,biar kalian saksikan sendiri saat aku membayar administrasi dan yang lain nya " Tutur perempuan itu meyakin kan


"Baiklah ,takut jika kamu berbohong maka kami akan langsung melaporkan mu ke polisi,tempat ini terdapat cctv ,jadi kamu tidak bisa kabur begitu saja "


"Iya ,kalian bisa pegang kata-kata ku "

__ADS_1


Ambulan pun tiba ,para petugas segera menaikan Azzam ke dalam ambulan ,Lala pun ikut masuk ke dalam ambulan.


"Aku mohon bertahanlah,jangan tinggalkan aku " Lala terisak sambil memeluk tubuh Azzam yang terbujur di atas blankar,ia berharap itu hanyalah mimpi,namun seketika ia sadar jika itu nyata adanya


"mohon maaf mbak ,kami akan memeriksa nya terlebih dahulu " Ucap salah satu petugas ,di sana ada dua orang petugas yang akan memberikan pertolongan pertama sebelum sampai di rumah sakit


"Tolong selamatkan suami saya mas " Lirih Lala


Petugas itu hanya mengangguk lalu mulai memeriksa Azzam ,dimulai dari denyut nadi juga detakan jantungnya,sebelum nya ia sudah membersihkan darah di bagian kepala dan menutup luka nya agar tak terlalu banyak lagi yang keluar.


"Pakaikan oksigen, tarikan nafas nya melemah " ucap nya pada rekan nya ,dan segera dilakukan


Saat itu rupanya Azzam membuka mata,Lala dengan cepat meraih tangan nya dan menatap Azzam dengan berurai air mata.


"Kamu harus bertahan " Ucap Lala


"Per...ca...ya..lah,ini...ada...lah takdir ,apapun... yang ter...jadi te..taplah tersenyum,aku ci...nta..kamu " Azzam pun kembali menutup mata nya ,Lala panik ia mengguncang tubuh Azzam.


"Azzam,...bangun Zam ....bangun....aku tak mungkin tersenyum disaat kamu seperti ini ,tega kamu Zam sampai kamu ninggalin aku " Lala terisak sambil memeluk lengan Azzam


"Ya Allah,hamba mohon selamatkan suami ku " lirih Lala dalam hati


Sementara di belakang ambulan ,nampak mobil perempuan tadi mengikuti ,di dalam nya ada dua warga yang juga ikut bersama nya.


Untuk mobil Lala ,masih terparkir di depan masjid ,kunci mobil sudah diamankan pihak keamanan masjid itu. Ponsel nya pun masih berada di dalam mobil.


Sementara di tempat lain,Susi nampak tercenung ketika melihat cangkir kopi tiba-tiba pecah saat terkena air panas.


"Astaghfirullah halazim....ada apa ini, kenapa perasaan ku tiba-tiba tidak enak " Lirih nya


"Kenapa bu? Bikin kopi kok lama banget ,ini Arkan kebangun,nangis " Tanya Damar sambil membawa Arkan yang menangis di gendongan nya


"Entahlah pak,ini kok perasaan ku tiba-tiba tidak enak ,masa cangkir nya tiba-tiba pecah " jawab Susi


"Mungkin cangkir nya baru kali jadi pas terkena air panas langsung pecah ,gak direndem dulu air hangat cangkir nya ya Bu" Ucap Damar


"Ah enggak kok ,ini cangkir tempat biasa ibu nyeduh kopi buat bapak kok " Sahut Susi lagi


"Ya sudah ,itu biar bapak yang bereskan sekalian bikin yang baru ,ini tidurkan lagi Arkan kasihan " Damar memberikan Arkan pada Susi


"Ya sudah ,aku ke kamar dulu ya pak " Susi akhirnya pergi menuju kamar nya untuk kembali menidurkan anak nya


"Cup cup cup ,sayang sudah ya , ini sudah ada ibu nak ,tidur lagi yuk ,besok kita main lagi " Dengan sabar Susi menimang hingga bayi itu kembali tidur


Di ruang sakit,Lala terduduk lemas di lantai ,ia bersandar pada pintu ruangan yang bertuliskan instalasi gawat darurat.


Tatapan nya kosong ,ia takut sesuatu yang buruk menimpa Azzam. Melihat betapa banyak nya darah yang keluar membuat nya benar-benar takut kehilangan orang yang ia cintai. Keadaan Lala sendiri kini sangat berantakan , sandal yang tiba-tiba putus sebelah ketika ia turun dari ambulan membuat nya harus membuang sandal nya dan ia pun bertelanjang kaki, pakaian nya pun kini sudah penuh dengan noda darah nya Azzam. Bahkan pada wajah nya pun terdapat darah yang mulai mengering.


Perempuan yang tadi menabrak Azzam pun sudah membayar biaya rumah sakit , orang-orang yang mengikuti nya pun percaya dan sekarang sudah kembali. Kini perempuan itu hanya bisa berdiri mematung melihat Lala dari kejauhan.

__ADS_1


"Maaf,aku tidak sengaja " Lirih nya membatin


Melihat penampilan Lala ,membuat nya semakin menyesal.Ia lalu menelpon seseorang.


"Tolong belikan aku pakaian dan sandal,cepat !" Ucap nya


Setelah itu ia pun memberanikan diri menghampiri Lala. Setelah berada di depan Lala , perempuan itu berjongkok.


"Maaf " Hanya satu kata yang keluar dari mulut nya ,Lala yang tengah menunduk pun mengangkat wajah nya menatap perempuan itu


"Siapa kamu ? Kenapa minta maaf ?" Tanya Lala ,mendengar permintaan maaf dari perempuan di depan nya membuat Lala dapat menebak maksud nya ,namun ia masih ingin bertanya pada perempuan itu


"Karena kecerobohan ku,....aku tidak sengaja "Lirih nya menunduk ,ia tak berani menatap Lala ,melihat betapa terluka nya perempuan di hadapan nya membuat nya turut merasakan kesakitan yang dirasakan Lala


"Kamu yang menabrak suami ku ?" Tanya Lala pelan


"Maaf , sungguh aku benar-benar tidak sengaja,kamu tak usah khawatir aku akan bertanggung jawab ,semua biaya rumah sakit akan aku tanggung ,akan aku pastikan suami mu akan baik-baik saja " Ucap nya sungguh-sungguh


Lala tak menyahut,namun ia tak bisa menolak niat baik orang yang sudah menabrak suami nya ,menurut nya sudah sepantas nya perempuan itu bertanggung jawab dengan membiayai pengobatan suami nya.


Beberapa saat kemudian datang seseorang yang membawa barang yang diminta perempuan itu.


"Ini , ganti lah . Pakaian mu kotor. Tenang saja ini baru kok " Ucap nya seraya memberikan paper bag pada Lala


Awal nya Lala menolak namun perempuan itu terus meminta nya untuk mengganti pakaian, akhirnya Lala menerima nya. Ia mengganti pakaian nya di toilet.


Setelah berganti pakaian ,Lala kembali ke depan ruangan IGD. Bertepatan dengan itu pintu ruangan terbuka.


"Bagaimana suami saya dok?" Tanya Lala dengan harap-harap cemas


"Apa tidak ada keluarga lain di sini?" Tanya dokter


Lala menggeleng."Keluarga kami di luar kota,kami sendiri sedang dalam perjalanan pulang ke Jakarta ,bahkan ponsel saya tertinggal di dalam mobil " Jawab Lala apa adanya


"Baiklah,bisa ikut saya ke ruangan saya "


"Iya dok " Jawab Lala cepat


"Saya boleh ikut? Bagaimana pun juga saya yang menyebabkan dia terluka ,biar saya tahu hal apa yang harus saya lakukan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan saya " Ujar perempuan itu


"Bagaimana nona ?" Tanya dokter menatap Lala


"Iya dok,biarkan dia juga ikut " Sahut Lala


Kini Lala dan perempuan itu sudah berada di ruangan dokter.


"Jadi bagaimana keadaan suami saya dok ?" Tanya Lala tak sabar


"Apa suami saya selamat ,apa tidak terjadi sesuatu yang fatal ?" Tanya Lala lagi

__ADS_1


"Sabar nona ,saya akan memberi tahu kondisi nya ,jadi.........."


Bersambung....


__ADS_2