Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Bertemu Wina


__ADS_3

Azzam menggendong Arkan dipunggung nya ,sementara sebelah tangan nya menenteng kantung kresek berisi kacang tanah.Azzam tidak mengizinkan Lala untuk membawa kacang tanah tersebut.


Melihat suami nya kerepotan Lala terus saja meminta Azzam agar ia yang membawa kantung kresek ,atau menggendong Arkan.


"Aku bilang gak usah sayang ,ini berat loh ,lima kilo,masa kamu mau bawa seberat ini,aku gak mau sampai nanti kamu dan kandungan kamu kenapa-napa. Apalagi Arkan ,dia juga kecil-kecil begini berat. Sudah ya ,biar aku saja. Aku bisa kok " Ucap Azzam


"Ya udah iya,tapi kalau kamu capek kita istirahat dulu ya "Ucap Lala


"Nah ,kalau itu baru aku iya kan " Sahut Azzam


Dari arah lain nampak Wina baru keluar dari sebuah rumah ,ia menyipit kan mata saat melihat Azzam dan Lala dari kejauhan. Wina adalah sepupu Azzam yang meski mereka sepupuan tapi Wina diam-diam menaruh hati pada Azzam.


"Itu bukan nya Azzam ya,kapan dia datang nya,tapi kok dia sama cewek itu sih " Gumam nya pelan


Gadis itu belum mengetahui perihal pernikahan mereka,yang Wina tahu Azzam sudah menikah tapi ia tidak tahu perihal siapa wanita yang dinikahi Azzam. Sebab saat pernikahan Azzam dan Lala ,saat itu Wina sedang berada di kota lain untuk urusan pekerjaan. Wina sengaja tak ingin pulang dan menghadiri pernikahan tersebut. Ia benar-benar menutup mata dan telinga. Saat ini pun ia masih mengharapkan pria yang notabene sebagai sepupu nya itu. Entah bagaimana reaksinya jik ia tahu kalau wanita yang Azzam nikahi itu adalah Lala.


"Hai, Wina" Lala yang merasa tidak punya salah pada Wina pun menyapa nya


"Hai ,juga. Masih ingat saja dengan desa ini ,aku fikir kamu sudah lupa dan betah tinggal di kota " ucap Wina datar


"Ya masa aku lupa ,nenek aku kan tinggal di sini,masa iya aku gak datang buat tengokin nenek sendiri " Ucap Lala


Wina menghela nafas sambil memutar bola mata malas. Lalu ia beralih pada Azzam.


"Kapan datang Zam,mana istri kamu,gak diajak?" Tanya nya. Ia yang tahu kebenaran nya sengaja ingin membuat Lala kesal


Azzam dan Lala saling lirik ,kemudian Lala tersenyum miring.


"Istri nya sedang hamil ,jadi aku yang nemenin Azzam dan Arkan jalan-jalan" Sahut Lala sebelum Azzam gang berbicara


Wina terkesiap ,"Kamu itu gimana sih Zam,kasihan kan istri kamu,masa kamu jalan sama cewek lain ,lagi hamil juga " sewot Wina


"Kenapa jadi kamu yang sewot ,biasa aja kali " Ucap Lala


"Siapa yang sewot " Sangkal Wina


"Sayang ,udah yuk kita pulang ,berat ini " Ucap Azzam yang sudah merasa pegal


Lagi,Wina terkesiap mendengar kata sayang dari mulut Azzam pada Lala.


"Ya udah ,kita pergi dulu ya Wina ,sampai ketemu lagi,nanti main ke rumah ya kita makan kacang rebus bareng-bareng " Ucap Lala


"Kami pergi dulu " Ucap Azzam kemudian berlalu diikuti Lala yang melambaikan tangan pada Wina


"Tadi aku gak salah denger kan ,Azzam manggil Lala sayang ?" Gumam nya dengan menatap nanar pada Azzam yang sudah semakin menjauh


"Wah,parah. Aku harus kasih tahu istrinya nih ,biar tau rasa tuh si Lala. Siapa suruh godain laki orang. Azzam juga sama aja,mau aja digodain cewek macam gitu.Kalau perlu aku lebih-lebihin sekalian " Wina menyeringai dengan rencana nya sendiri


Sementara itu,Iqbal kini sudah sampai di sebuah klinik. Setelah memarkir kan mobil nya,ia langsung pergi menuju meja resepsionis untuk menanyakan keberadaan Sarah. Akan tetapi baru saja ia hendak melangkah,ia melihat Bagus yang juga berjalan ke arah nya.


Iqbal susah dapat menebak keberadaan nya di klinik tersebut. Iqbal pun langsung menanyakan istri nya.


"Di mana istri ku ?" Tanya nya tajam


Bagus yang daritadi sibuk pada ponsel nya pun sontak mendongak.


"Kamu nyari Sarah ?" Tanya Bagus. Entah kenapa ia jadi merasa kesal terhadap Iqbal saat Iqbal menghubungi Sarah tanpa bertanya keadaan nya


"Cepat katakan dimana istri ku ! " Sentak Iqbal. Ia yang merasa khawatir jadi berubah emosi saat melihat Bagus,ia tahu jika Bagus selalu mendekati istri nya

__ADS_1


"Bukan nya bilang makasih udah bawa istri kamu ke sini ,malah begitu sikap kamu ,pantas saja Sarah jatuh sakit hingga pingsan mungkin karena dia tertekan hidup sama kamu yang tak pernah memperhatikan nya "


"Jangan sembarangan kalau ngomong ! Aku tidak pernah tak memperhatikan nya "Iqbal emosi lalu menarik kerah baju Bagus hingga Bagus sedikit tertarik


Orang-orang di sana hanya memperhatikan tanpa ada yang berani ikut campur melihat seragam polisi yang dikenakan Iqbal membuat mereka berfikir untuk tak ikut campur. Mereka mengira polisi itu sedang menjalankan tugas nya.


"Kalau begitu kenapa kamu tak menanyakan kondisi nya dan malah terus berbicara tanpa memberinya kesempatan untuk berbicara ,padahal saat itu dia sedang menahan sakit nya,hingga setelah kamu selesai menelpon nya,dia pingsan. Beruntung ada aku di sana dan menangkap nya ketika pingsan "Tutur Bagus


"Jangan banyak omong ,sekarang katakan saja dimana istri ku !" Ucap Iqbal semakin emosi dibuat nya


"Kamu jalan saja , nanti ada ruangan di ujung "ucap Bagus


"Di ruangan itu Sarah berada?" Tanya Iqbal


"Bukan ,itu toilet,tapi di ruangan samping nya " Jawab Bagus


Iqbal lalu melepaskan tangan nya ,dan pergi menuju ruangan yang dimaksud Bagus.


"Seperti nya dia memang sangat mencintainya" gumam Bagus pelan


Saat Iqbal sudah sampai ,ia bingung karena terdapat beberapa tempat tidur yang terisi pasien. Klinik tersebut memang tak terlalu besar. Satu ruangan hanya terdapat tujuh tempat tidur dengan satu toilet yang terdapat di samping ruangan rawat.


Iqbal memindai seluruh pasien yang ada ,hingga iris matanya melihat Sarah yang sedang memakan mangga muda dibantu Wuri. Ia tersenyum lega melihat Sarah yang nampak baik-baik saja meski tangan nya di infus.


Sarah menoleh pada Iqbal yang kini sudah berada di dekat nya.


"Akhirnya kamu datang juga ,nih lanjutin aku mau nelpon mas Fauzi dulu " Wuri memberikan mangga muda dan pisau pada Iqbal.


"Makasih ya mbak " Ucap Sarah


"Iya,tidak apa-apa,aku keluar sebentar ya " ucap Wuri segera berlalu


"Aku gak apa-apa kok bang ,hanya butuh istirahat saja " ucap Sarah dengan memasang senyum


"Gak apa-apa tapi masuk klinik. Terus tadi dokter bilang apa ?" tanya Iqbal lalu duduk di kursi samping tempat tidur Sarah


"Kalau aku katakan ,apa Abang akan senang ,atau malah sebaliknya!" Tanya Sarah


"Memang nya kenapa ,ada apa hem? Kenapa kamu nanya begitu? Istri sakit kenapa aku harus merasa senang , justru aku merasa sedih,aku panik banget pas Wuri bilang kamu masuk rumah sakit,aku fikir terjadi sesuatu apa gitu sama kamu ,jujur fikiran aku tadi jelek banget tentang kamu , aku takut kamu kenapa-napa " tutur Iqbal seraya meraih satu tangan Sarah yang tak di infus ,namun seketika ia tersadar dengan benda yang ia pegang di tangan satu nya


"Kamu lagi sakit kok makan ginian , nanti sakit perut loh ,lagian darimana dapat mangga muda ,apa dokter tahu kamu makan mangga muda seperti ini?" Tanya Iqbal tak habis fikir


"Tadi aku minta Bagus petikin dari sana, aku juga udah izin dokter kok , katanya gak apa-apa " Jawab Sarah seraya menunjuk pohon mangga yang sedang berbuah lebat dari jendela , kebetulan posisi Sarah di dekat jendela


"Jadi cowok itu yang ambil buah mangga ini ?" Tanya Iqbal datar


"I..iya " Sahut Sarah ragu


"Kenapa gak nunggu aku saja biar aku yang ambilkan,kenapa cowok itu yang kamu mintai bantuan " Protes Iqbal persis seperti apa yang dikatakan Wuri


"Kamu lihat saja,dia pasti marah saat tahu buah mangga ini diambilkan cowok lain ,pasti ujung-ujungnya nya dibuang " Seperti itu yang Wuri katakan


"Lebih baik dibuang saja,nanti aku ambilkan yang baru ,kalau perlu aku petik semua buah mangga itu untuk kamu " Lanjut Iqbal lalu berjalan ke arah tempat sampah


"Kenapa dibuang ,kan aku masih pengen " Lirih Sarah


"Kamu tuh lagi sakit juga makan mangga masih muda begitu. Lebih baik kamu istirahat,makan mangga nya yang sudah matang biar nanti aku belikan " Ucap Iqbal kembali duduk


"Tapi aku maunya yang muda bang "Rengek Sarah

__ADS_1


"Yang muda asem ,manisan yang udah matang " Ucap Iqbal


"Kalau nanti anak kita ileran karena keinginan nya tak dipenuhi gimana ,emang Abang mau anak nya ileran ?"


"Ya enggak lah " sahut Iqbal namun seketika ia terdiam dan menatap Sarah


"Kamu bilang apa tadi ,anak kita ? Kamu hamil ?" Tanya nya lalu beranjak tanpa melepas tatapan nya


Sarah mengangguk. Di luar dugaan Sarah ,Iqbal seketika bersorak histeris lalu melakukan sujud syukur. Lama ia berada pada posisi sujud,berbagai doa dan harapan ia ucap kan disertai ucapan terima kasih nya pada Tuhan. Orang-orang menatap aneh dengan apa yang dilakukan Iqbal.


Setelah itu Iqbal menangkup wajah Sarah.Lalu berkata ," Terima kasih , sebentar lagi akan ada yang memanggil ku ayah,jaga baik-baik diri kamu juga calon anak kita,aku mencintai mu " Iqbal memeluk Sarah dengan sesekali menciumi pucuk kepala nya


Sarah tertegun mendengar kalimat terakhir suami nya.


"Abang mencintai ku ?" Tanya nya lirih


"Iya sayang ,aku mencintai mu.... aku mencintai mu "


"Alhamdulillah,terima kasih Ya Allah Engkau sudah mengabulkan permintaan ku " Ucap syukur Sarah dalam hatinya


Tidak ada hal yang paling membahagiakan ketika perasaan cinta yang ia pendam kini terbalas dengan indah. Sarah berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu setia dan melayani suami nya dengan sepenuh hati.


Wuri yang sudah selesai menelpon suami nya ,hendak masuk namun melihat pemandangan di depan nya membuat nya urung ,ia tersenyum dan memilih untuk pergi ,ia akan menghubungi Iqbal nanti ,ketika ia sudah di jalan.


Waktu pun berlaku ,kini matahari sudah tenggelam ,digantikan dengan cahaya bulan yang tertutup awan. Berbeda dengan di tempat Azzam dan Lala yang malam ini begitu cerah berbintang.


Saat ini di rumah Azzam,ada beberapa kerabat terdekat ,mereka datang sebab mendengar kedatangan Azzam dan istri nya. Mereka turut senang mendengar berita kehamilan Lala.


Di luar nampak Wina dan kedua orangtuanya baru sampai ,dengan tersenyum licik Wina ingin membongkar perselingkuhan Azzam dan Lala di hadapan semua anggota keluarga. Ia yakin rencana nya akan berhasil,tanpa ia tahu jika mereka bukan pasangan selingkuh melainkan pasangan suami istri.


"Sebentar lagi istri nya pasti akan meninggalkan nya ,lalu Azzam akan malu ,cewek itu juga pastinya akan malu ,mereka mau bersatu pun keluarga pasti akan menolak dan aku akan menggunakan kesempatan ini untuk bisa mendekati Azzam " Batin nya


"Assalamualaikum " Ucap kedua orang tua Wina


"Waalaikumsalam " Jawab semua orang


"Lah ini dia tamu dari jauh,kenapa baru sampai,terkena banjir apa macet " Canda salah satu kerabat


"Biasa lah kapal nya tenggelam jadi kita harus berenang " Ucap ayah nya Wina menimpali candaan tersebut


"Hahaha....." semua nampak tergelak


Saat itu kebetulan Azzam baru datang dari dapur membawakan air minum untuk Lala yang duduk di dekat Susi.


"Dia di sini juga rupanya ,bagus deh. Tapi mana istri nya Azzam" Ia memindai seluruh ruangan mencari wanita yang ia tak kenal yang ia yakini mungkin istri nya Azzam


"Dasar pelakor tidak tahu malu ,mau apa dia di sini ,sok manja sekali minta diambilkan minum "Batin Wina menatap kesal pada Lala


Saat itu Susi melihat pada Wina ,"Ayo sini duduk ,oh iya kamu pasti kenal sama Lala kan,dia sekolah di sini dulu bareng Azzam,kamu sih pas Azzam nikah gak pulang " Ucap Susi menarik Wina untuk duduk di dekat nya juga


"Kamu nyari apa sih ,celingukan terus dari tadi ? " Tanya Susi ketika daritadi Wina terus saja menoleh ke arah kamar


"Nyari istri nya Azzam lah ,siapa lagi " Sahut Wina sambil melirik sinis pada Lala


"Kamu loh,bercanda saja ,ini istri nya Azzam di sini ,sekarang Lala sedang hamil "


"Hah ! Apa ? "


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2