Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Disukai makhluk ghaib


__ADS_3

Sudah beberapa menit berlalu ,namun Lala tak kunjung kembali dari dapur. Azzam bahkan hampir tertidur karena rasa kantuk tiba-tiba ia rasakan.


"Kok lama banget ambil minum nya ,katanya gak mau bersihin dapur" Gumam nya pelan , tiba-tiba perasaan nya tidak enak.


"Astaghfirullah....kenapa perasaan ku tiba-tiba tidak enak " ia kemudian mengusap wajah nya lalu beranjak untuk menyusul istri nya di dapur


"La,....Lala....." Panggil nya ketika ia sudah sampai di dapur


"Kok gak ada " Azzam kemudian berjalan ke arah pintu belakang yang berada di dapur, tiba-tiba langkah nya terhenti saat kaki nya tak sengaja menginjak tempat minum yang Lala bawa sudah dalam keadaan pecah


Deg'


"LALA !" Teriak nya


Azzam mencari keberadaan Lala ke seluruh sudut rumah,namun ia sama sekali tak menemukan istri nya itu. Seketika Azzam terdiam ,dengan nafas tersengal juga keringat yang mengucur deras dari kening juga tubuh nya.


Ia menyadari sesuatu.


"Jangan-jangan...." Azzam pun memejamkan mata ,segala doa dan bacaan ayat suci Al-Qur'an ia lantunkan dalam hati.


Seketika bulu kuduk nya merinding, disertai hembusan angin yang entah dari mana asal nya padahal pintu dan jendela dalam keadaan tertutup


"Azzam....."


Sayup ia mendengar suara Lala yang terbawa angin.Azzam pun membuka mata dan menatap sekeliling nya ,hingga tatapan nya terhenti pada jendela. Azzam menghampiri jendela tersebut lalu membuka gorden. Jendela tersebut mengarah pada pohon Kepuh yang tumbuh tinggi dengan daun yang sedikit. Diperkirakan pohon itu sudah tumbuh puluhan tahun bahkan lebih. Pohon Kepuh sendiri merupakan jenis pohon kerabat jauh pohon kapuk randu.


"Kenapa aku baru sadar jika dibelakang rumah ada pohon ?" Gumam Azzam ,ia tak tahu jenis pohon apa itu karena malam hari membuat nya tak dapat melihat dengan jelas,ditambah Azzam yang tak pernah memperhatikan sampai ke belakang rumah ,hingga ia tak menyadari jika terdapat pohon yang tumbuh tinggi namun tidak besar di belakang rumah itu


"Energi nya juga kuat sekali,kenapa selama ini aku tak pernah merasakan nya ,dan baru merasakan sekarang "Gumam nya.


Jelas saja ia tak dapat merasakan nya karena sosok penghuni pohon itu mampu menyamarkan aura mistis nya. Jadi baik Azzam maupun Lala,keduanya tak dapat merasakan nya.


Energi negatif dari arah pohon tersebut terasa sangat kuat,namun ia juga dapat merasakan aura tubuh Lala pada pohon tinggi itu. Ia pun bergegas berlari ke kamar nya untuk membawa sejadah dan tasbih yang terbuat dari kayu gaharu.


Gegas Azzam menuju ke belakang rumah dan segera menggelar sejadah menghadap ke arah pohon Kepuh. Tak lupa Azzam pun sudah mengganti pakaian nya dengan baju Koko.


Dengan duduk bersila sambil memejamkan mata,ia mulai berdoa.


Sementara itu di dunia ghaib ,Lala terbaring lemah di atas tempat tidur. Telinga nya dapat mendengar namun matanya terasa berat untuk dibuka.


"Lala,bangunlah,buka lah mata mu " Sebuah suara yang sangat familiar terdengar meminta nya segera membuka mata

__ADS_1


Ajaib ! Setelah mendengar suara itu kini Lala dapat membuka mata nya. Ia rotasikan mata nya ke seluruh ruangan.


"Aku di kamar ? Bukan nya tadi aku di dapur ,terus suara-suara tadi suara apa ?" Tanya nya pada diri sendiri


"La, "


Lala menoleh ketika seseorang memanggil nama nya.


"Azzam ?"


"Aku menginginkan mu " Ucapnya,pria yang wajah dan tubuh nya mirip Azzam kemudian mendekat,ia langsung memeluk nya ,seketika Lala mengerutkan kening nya .


Pria itu kemudian menyentuh pipi Lala dan hendak mencium nya ,namun Lala menarik wajah nya.


"Pergi, menjauhlah dari ku ! Kamu bukan Azzam !" Bentak Lala seraya mendorong nya


"Aku Azzam ,suami mu " Ucap pria itu mencoba meyakinkan


"Apa bukti nya kalau kamu suami ku ?" Tanya Lala menantang nya


"Kita menikah karena dijodohkan,pertama kali bertemu saat dikampung nenek mu,kita satu kelas waktu itu" Jawaban pria itu memang benar,tapi Lala sangat yakin jika pria di depan nya itu bukan lah Azzam suami nya


"Coba katakan ada berapa ?" Tanya Lala


"Enam belas ,di belakang telinga kiri , di telapak tangan kanan ,di telunjuk kanan ,di kenang kiri dekat sikut,di p*y*dara kanan ada dua, di pinggang, punggung ,pundak ,pada lutut ,mata kaki ,bahkan pada ******** mu saja ada. Gimana masih tidak percaya kalau aku suami mu ?" Jawaban pria itu sungguh membuat nya terkejut ,karena ucapan nya itu memang benar adanya. Malam itu Azzam pernah menghitung jumlah tai lalat di tubuh Lala tanpa terkecuali.


"Bagaimana mungkin " Lirih Lala membatin


"Lala,aku mencintai mu " Pria itu kemudian mendekat dan hendak kembali memeluknya ,namun Lala bukan lah manusia biasa yang tidak peka,ia mulai menyadari sesuatu meski ucapan dan jawaban nya sangat meyakinkan


"Laa haula wa laa quwwata Illa billah 'aliyyil azhimi, Allahu Akbar "Teriak Lala ,seketika pria itu pun menjauh dengan menutup kedua telinga nya


"Huaahaha......ternyata kamu bukan manusia biasa yang bisa aku tipu " Sosok itu berubah menjadi sosok hitam tinggi besar dan berbulu,matanya merah menyala dengan gigi taring yang mencuat terlihat mengerikan


"Karena aku sangat tahu bagaimana suami ku yang sebenarnya,dia tidak akan langsung mencium ku,aroma tubuh mu sangat membuat ku mual, berbeda dengan aroma tubuh suami ku ,juga aku tak dapat merasakan detak jantung mu " Ucap Lala menatap tajam sosok genderuwo di depan nya


Apa yang Lala katakan memang benar ,pertama yang dilakukan Azzam yaitu mencium kening nya terlebih dahulu sebelum mencium yang lain ,kedua aroma nya saja berbeda,dan ketiga detakan jantung yang selalu ia dengar berdetak cepat kala ia memeluk nya tak ia rasakan pada sosok mirip Azzam yang ternyata adalah sosok genderuwo.


"Apa mau mu? Kenapa membawaku ke tempat ini?" Tanya Lala beringsut dari tempat nya


"Hahahaha....kau tanya apa mau ku?" Genderuwo tersebut menatap Lala semakin nyalang

__ADS_1


"Tentu saja ingin tidur dengan mu ,kamu fikir untuk apa aku membawa mu ke kamar ini. Aku menyukai mu pada saat pertama kamu datang ke rumah ini. Tapi aku hanya bisa melihat mu tanpa bisa menemuimu langsung,karena hanya pada malam-malam tertentu aku bisa keluar,dan malam ini adalah malam yang tepat untuk ku keluar dan menemui mu. Kalau kamu mau aku bisa memberikan apapun yang kamu mau ,harta ,kekayaan ,jabatan atau apapun itu akan aku kabulkan " Suara genderuwo itu terdengar menggelegar hingga menggetarkan seisi ruangan itu


"Ini memang kamar ku,tapi ini terlihat berbeda " Batin Lala masih memindai seisi kamar ,namun ia juga tetap waspada jika tiba-tiba saja genderuwo itu melakukan sesuatu


"Kau bilang apa barusan ,ingin tidur dengan ku ? Kau menyukai ku ?Hidih najis ,aku tak sudi kau bukan manusia ,bahkan bau tubuh mu saja membuat ku mual,sudah berapa lama tak mandi ? Lagipula aku tak butuh harta yang dihasilkan dari makhluk ghaib seperti mu,gak berkah,uang setan maka yang makan nya pun setan ,aku gak mau jadi setan kaya kamu,udah jelek bau lagi" ejek Lala


"Ggrrrhhhh......beraninya kau mengejek ku !"


"Emang berani kok " Ucap Lala datar


Lala bangkit lalu ia mengangkat kedua tangan nya. Dengan segenap hati ia meminta pertolongan pada Zat Yang Maha Kuat,yaitu Allah SWT.Ia kemudian melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an.


"Ggrrrhhhh......hentikan bacaan mu !"


Lala tak mengindahkan nya ,ia malah terus membaca nya semakin kencang. Dan semakin kepanasan pula genderuwo itu.


Di saat bersamaan,muncul sosok Azzam di samping Lala,ia meraih tangan dane menggemggam nya erat. Sadar dan merasakan seseorang menyentuh tangan nya Lala menoleh.


"Azzam ?" lirih nya


"Kamu hebat,ayo kalahkan makhluk itu bersama-sama" Ucap Azzam ,Lala mengangguk


Keduanya pun kini kompak membaca ayat-ayat suci Al Qur'an.


"GGRRRHHHH.....AARRRHGHHHH......"


Geraman dan teriakan genderuwo itu bercampur dengan suara angin yang tiba-tiba berhembus kencang terdengar pula suara letupan yang berasal dari benturan energi positif dan negatif.


DUARRR'


"KALIAN TIDAK BISA MENGALAHKAN KU ! "


"LAA HAUALA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH ....."


"AARGGHHH......."


Seketika suara ledakan dan teriakan itu sirna. Keadaan menjadi sunyi.


"Ayo kita pulang "


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2