Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Kecoak nakal


__ADS_3

Karena Ovan tak bisa dihubungi,Mila pun ikut bersama Lala dan Azzam. Namun bukan nya mengantarkan ke mall tempat Mila bekerja ,Azzam malah membawa Mila ke rumah mereka.


"Lah,ngapain aku dibawa ke sini ?" Tanya Mila ketika mobil memasuki pekarangan rumah


"Kenapa memang nya ?" Tanya Azzam setelah mematikan mesin mobil


"Aku kan harus ke mall " Jawab Mila


"Oh iya ,kamu masih kerja ya" Ucap Lala pelan


Memang diantara Lala ,Sarah ,dan Mila ,hanya tinggal Mila saja yang masih bekerja.


"Iya,terus aku gimana ini ,meski balik lagi kan " Sahut Mila mencebik


"Hehehe...ya iya,balik lagi.Kecuali kalau kamu mau bolos kerja ya tinggal aja di sini " Lala kemudian turun dari mobil


"Sayang,kamu antarkan Mila dulu gak apa-apa kan ?" Lala meminta Azzam mengantarkan Mila,namun ia merasa tak enak takut Azzam merasa keberatan


"Iya,gak apa-apa,kamu mau ikut atau nunggu ?" Tanya Azzam


"Aku di sini saja deh,mau rebahan " Jawab Lala cepat


"Baiklah. Nanti kamu mau dibawakan apa ?"


"Apa ya ? Hm..."Lala nampak memikirkan apa yang ia inginkan


"Ah iya, semalam aku tuh pengen banget makan rujak cingur. Kamu carikan ya !" Pinta Lala


"Kok kamu gak bilang sih semalam ?" Tanya Azzam


"Hehehe....semalam aku mimpi makan rujak cingur,pas mau nyuap malah kebangun jadi kepengen deh,tapi pas liat jam ternyata masih jam dua malam,jadinya lanjut tidur lagi " Cengir Lala


"Ya sudah nanti aku usahakan cari ya. Tapi kalau gak nemu gimana ?" Tanya Azzam yang khawatir jika ia tak bisa mendapat apa yang dimau istri nya


"Hm...ya,gak apa-apa. Kamu ganti saja dengan apa yang ada " Jawab Lala simpel


"Beneran gak apa-apa?" Tanya Azzam memastikan


"Iya,gak apa-apa. Udah sana cepetan,kasihan Mila kalau kelamaan " Ucap Lala meminta Azzam agar segera berangkat


Beberapa saat kemudian mobil pun kembali meninggalkan pekarangan rumah. Lala berjalan memasuki rumah nya.


"Assalamualaikum " Ucap nya begitu ia masuk


"Waalaikumsalam,....atos pulang geuning si enon " Bi Yati yang sedang melipat pakaian untuk di simpan di tempat setrikaan menyahut


"Iya,bi. Aku ke kamar dulu ya "Ucap Lala,bi Yati pun mengangguk


Di tempat lain ,nampak Ovan sedang membantu pekerja lain yang tengah mengemas keripik. Ya,Ovan saat ini sedang bekerja di pabrik keripik milik Azzam di Sumedang. Ovan mengambil jadwal sore untuk kuliah ,sementara pagi hingga siang ia bekerja. Meski perjalanan cukup jauh Jakarta-Sumedang namun ia sama sekali tak mengeluhkan nya. Justru ia merasa bersemangat karena merasa tertantang untuk bisa bertaruh dengan waktu.


Beberapa hari yang lalu,Ovan curhat pada Azzam mengenai dirinya yang ingin bekerja. Azzam pun menyarankan untuk bekerja di pabrik nya ,hanya saja ia tak memberi tahu jika pabrik itu merupakan milik nya.


"Gini saja ,aku ada kenalan dia bekerja di pabrik keripik. Nanti aku bilang deh mau masukin kamu kerja di sana. Mau gak ?" Tanya Azzam saat itu


"Wah,boleh tuh. Pabrik apa memang nya ?" Tanya Ovan nampak antusias


"Pabrik keripik gitu. Tapi lokasinya di Sumedang "

__ADS_1


"Hm...boleh deh. Aku coba " Ucap Ovan yang merasa tertarik


"Tapi bagaimana dengan kuliah kamu kalau kamu bekerja ,mana jauh pula " Tanya Azzam lagi


"Gampang lah,bisa diatur. Nanti aku mau ajukan jadwal sore saja, mudah-mudahan bisa "


"Memangnya kenapa kamu mau kerja ,bukan nya orangtua kamu masih sanggup biayain kuliah kamu ?" Tanya Azzam heran


" Ya masa aku mau di jajanin terus sama orang tua sih. Aku kan sama Mila serius Zam,ya kali kita mau main-main,udah bukan anak smp kalau cuman buat main-main mah" Jawab Ovan


"Rencana nya jika aku udah bisa dapet penghasilan aku mau langsung lamar Mila Zam,gak baik kelamaan pacaran takut khilaf" Lanjut nya


"Wah,bagus tuh. Oke aku dukung deh " Azzam pun senang mendengar rencana Ovan ,namun dalam hati ia merasa khawatir


***


Beberapa saat kemudian mobil yang dikemudikan Azzam sudah sampai di depan mall tempat Mila bekerja. Mila segera turun dari dalam mobil begitu Azzam menghentikan mobil nya.


"Makasih ya Zam. Sorry ngerepotin" Ucap Mila


"Iya,gak apa-apa. Santai saja " Sahut Azzam


Setelah itu Azzam pun pergi ,sementara Mila memasuki mall. Mila sudah tahu mengenai pekerjaan Ovan dari Azzam. Mila pun mencoba memakluminya jika untuk saat ini Ovan tak bisa dihubungi.


"Kalau sampai malam dia gak hubungi aku ,baru aku akan menghubungi nya " Batin Mila. Saat ini ia sudah berganti pakaian dan bersiap untuk bekerja


Sementara itu Azzam sedang mencari penjual rujak cingur. Semua kedai dan warung tenda ia singgahi namun belum ada satu pun yang menjual rujak cingur.


Azzam pun menepikan mobil nya di bawah pohon untuk beristirahat sejenak. Kebetulan di area itu merupakan area parkir yang sedang kosong. Tak jauh dari tempat itu,terdapat pasar.


"Apa aku cari di sana saja ya,siapa tahu di sana ada yang jualan. Atau kalah gak ada aku beli cingur nya saja. Buat sendiri pasti akan lebih menyehatkan " Gumam nya


Azzam pun berjalan ke arah yang tak terlalu ramai untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.


Mata nya menilik ke setiap penjuru dan setiap pedagang di sana.Saat melihat pedagang sayuran Azzam pun menghampiri. Ia memilih beberapa sayuran untuk bahan isian rujak nya. Azzam membeli timun, toge ,jangkung,dan kacang panjang. Setelah itu ia beralih ke pedagang buah-buahan. Azzam lalu memilih buah yang segar seperti nanas,mangga muda,bengkuang dan kedondong. Tak hanya itu Azzam pun lanjut membeli tahu dan tempe karena setahu nya dalam rujak cingur juga terdapat dua jenis olahan kedelai itu.


"Alhamdulillah,sudah hampir lengkap bahan nya , tinggal mencari bahan-bahan untuk bumbu nya " Gumam Azzam memperhatikan belanjaan nya


"Oh iya,cingur nya lupa" Azzam pun berjalan kembali mengitari pasar tersebut untuk mencari stand perdagingan


"Nah, itu dia. Semoga ada deh" Gumam nya,ia lalu menghampiri stand pedagang tersebut


Aroma bau amis langsung tercium di indera penciuman nya begitu mendekati area tersebut. Karena di sana memang ada beberapa stand pedagang daging ,yang terdiri dari pedagang daging ayam dan sapi.


"Permisi. Ada cingur sapi nya ?" tanya Azzam


"Oh,ada mau berapa kilo ?" Ucap si pedagang. Pedagang tersebut merupakan seorang wanita muda


"Satu kilo saja " Sahut Azzam


"Baik,sebentar ya " wanita itu nampak terus mencuri pandang pada Azzam sambil menyuapkan apa yang Azzam tanyakan


"Duh,ganteng banget sih "Batin wanita itu


"Ini ,mas harganya enam puluh lima ribu " Wanita itu menyebutkan harga sembari menyerahkan cingur pesanan Azzam


"Iya,makasih ya mbak " Ucap Azzam seraya membayar nya

__ADS_1


Selepas kepergian Azzam ,wanita itu terus memperhatikan punggung Azzam yang mulai menjauh.


"Kalau sampai cowok itu belanja lagi ke sini,aku mau ajak dia kenalan,siapa tahu jodoh , hihihihi "gumam nya


Singkat cerita kini Azzam sudah mendapat kan apa yang ia cari. Azzam pun segera pergi ke arah perkiraan dimana mobil nya terparkir.


"Alhamdulillah" Lirih nya begitu ia meletakan barang belanjaan nya di bagasi mobil


Beberapa saat kemudian Azzam pun sampai di rumah.


"Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam ,loh den Azzam teh belanja,kenapa belanja sendiri atuh ,kenapa gak bibi saja?" Tanya bi Yati ketika melihat Azzam membawa kantung kresek besar si kedua tangan nya


"Apa fungsi nya bibi kerja di sini atuh Aden ,sini biar bibi bantu bawakan " Bi Yati mengambil sebagian barang belanjaan Azzam


"Gak apa-apa lah bi,tadi tiba-tiba saja kefikiran buat beli. Eh iya bi,nanti tolong bantu aku siapin sayuran dan buah-buahan ini ya "Pinta Azzam


"Tapi kan,bibi udah masak den "Ucap bi Yati


"Aku mau buat rujak cingur , istri aku ngidam rujak cingur " Ucap Azzam


"Oalah ,ngidam toh,yo wes bibi bantu siapin " Bi Yati pun nampak bersemangat untuk membantu Azzam


"Makasih ya bi, aku ke kamar dulu"


"Iya den " Sahut bi Yati mengangguk


Ketika Azzam berjalan menuju kamar nya ia jadi kefikiran dengan Ovan.


"Kasihan juga dia kalau harus bolak-balik Jakarta-Sumedang,apa aku buka kios keripik saja ya ,biar Ovan yang pegang kios itu " Gumam nya lirih


"Seperti nya aku harus fikirkan itu lagi nanti " lanjut nya ,ia kemudian membuka pintu kamar


"Loh,kamu sedang apa sayang?" Tanya Azzam ketika melihat Lala sedang berjongkok dan melihat ke bawah tempat tidur


"Nyari kecoak ,tadi terbang ke kaki aku " Jawab Lala


"Yang bener ,masa ada kecoak sih ?" Tanya Azzam seketika wajah nya tegang


"Iya,makanya nih aku lagi cari " Ucap Lala seraya menyapu bawah tempat tidur


"Nah,ini dia ! Mau kemana kamu hem " Gemas Lala mengejar kecoak yang keluar dari kolong tempat tidur


Namun kecoak tersebut malah berlari ke arah Azzam ,sontak saja Azzam lari ke luar kamar dengan terbirit-birit.


Hap'


Lala berhasil menangkap kecoak tersebut dengan tangan kosong ,tanpa rasa jijik sama sekali.


"Kamu tuh nakal banget sih ,masih saja bisa masuk,udah pake alat anti serangga juga. Lihat tuh suami ku jadi ketakutan kan ,dasar kecoak " Lala memarahi kecoak itu lalu membawa nya keluar


"Sayang.....lihat nih kecoak nya udah aku tangkap "Ucap Lala sambil menunjukan kecoak di tangan nya


Azzam yang saat itu baru sampai di dapur pun sontak berlonjak.


"Allahu Akbar ! "

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2