Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Takut cicak


__ADS_3

Tubuh Sarah mematung saat ia tiba-tiba ditarik seseorang dan bahkan kini ia berada di pelukan seseorang.


"Kamu mau mati apa hah? Kenapa berjalan sampai ke tengah jalan ? Kau lihat banyak sekali kendaraan berhenti karena ulah mu "


Sarah tersadar. Ia mendongak dan membelalakan mata ketika tahu siapa yang memeluk nya. Gadis itu pun segera melepaskannya diri dari dekapan pria itu.


"B..bang Iqbal " Lirih nya ,ia belum menyadari apa yang terjadi


"Kamu punya masalah sampai kamu berjalan sambil melamun? Lihatlah karena ulah jalanan sampai semrawut "


Sarah pun menoleh " Apa yang terjadi? " Tanya nya polos


"Harusnya aku yang tanya ,apa yang terjadi padamu?" Tanya Iqbal


Dengan kening berkerut Sarah kembali bertanya


"Memang nya apa yang terjadi padaku ?"


Iqbal menghela nafas lalu membawa Sarah ke mobil nya. Jalanan sudah kembali normal.


"Ini minumlah dulu "Iqbal memberikan air mineral


"Makasih " Sarah pun segera meneguk air tersebut


"Sekali lagi aku tanya ,ada apa dengan mu? Kenapa kamu bisa berjalan hingga ke tengah jalan ? Itu bahaya. Atau kamu sengaja ingin bunuh diri ?" cecar Iqbal semakin membingungkan gadis itu


"Aku gak ngerti maksud bang Iqbal " Tanya Sarah


Iqbal menghela nafas nya


"Apa yang kamu lakukan tadi ?" Tanya Iqbal lagi


"Tadi ,aku sih mau pulang,mau naik ojek online yang sudah ku pesan ,tapi tiba-tiba aku denger ada yang berteriak memanggil ku lalu menarik ku ,ternyata bang Iqbal " Jawab Sarah apa ada nya


"Ojek online? " Tanya Iqbal


"Iya" Jawab Sarah


"Kamu yakin ?" Tanya Iqbal lagi


"Yakin lah , memang nya kenapa ?" Tanya Sarah bingung


"Masalah nya aku tak melihat ada nya ojek online atau kendaraan lain di depan mu. Aku hanya melihat kamu yang berjalan lurus dengan tatapan kosong. Untung aja aku sedang ada urusan di sekitar tempat ini jadi aku lihat kamu,kalau tidak entah bagaimana nasib mu saat ini " Penuturan Iqbal tersebut sontak membuat gadis itu terkejut sekaligus tak percaya


"Gak mungkin ! Udah jelas-jelas kok di depan aku ada ojek online,driver nya juga bicara padaku , Abang jangan mengada-ada "


"Siapa yang mengada-ada , memang gak ada apapun di depan kamu kok ,kalau nggak percaya kamu tanya mereka. Aku yakin mereka juga gak lihat ojek yang kamu katakan tadi " Ucap Iqbal mengarahkan tatapan nya pada beberapa orang tak jauh dari mobil nya


Sarah terdiam " Masa iya sih " gumam nya


"Sekarang mana ojek online nya ?" Tanya Iqbal kemudian


Sarah mengedarkan pandangannya untuk mencari tukang ojek online yang ia maksud,namun ia tak melihat nya sama sekali.


"Kok gak ada ,apa sudah pergi?" gumam nya pelan


"Memang gak ada " Sambung Iqbal

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu aku antar kamu pulang ke kosan mu , sepertinya kamu butuh istirahat " Iqbal membuka kan pintu bagian depan mobil nya dan menyuruh Sarah masuk


Sarah yang masih kebingungan atas apa yang sudah menimpa nya pun menurut.


Keesokan hari nya


Lala dan Azzam sudah bersiap untuk meninggalkan kontrakan. Semalaman Azzam membantu Lala merapikan barang-barang nya ,lalu mengangkut nya ke mobil. Tak ada ritual apapun tadi malam ,karena keduanya tertidur setelah selesai mengemasi barang-barang.


"Sudah semuanya kan ,gak ada yang tertinggal? "Tanya Azzam ketika mereka hendak pergi


"Sudah. Yuk kita ke rumah ibu kontrakan dulu,aku mau memberikan kunci sekaligus pamit " Ucap Lala seraya menggandeng lengan Azzam , barang-barang nya sudah masuk ke mobil semuanya


Ketika dua sejoli itu melewati kontrakan para gadis,seorang gadis dengan sangat berani dan percaya diri nya mendekati kedua nya atau lebih tepat nya mendekati Azzam.


"Hai,kalian mau kemana ? Tadi aku perhatiin kalian ngangkatin barang,mau pindahan?" Tanya nya berbasa basi


"Tumben nyapa ,biasa nya juga cuek "Batin Lala


"Iya nih ,aku mau pindah " Jawab Lala


"Eh kalian beneran udah nikah ? Kok bisa ?" Tanya nya


"Ya bisa lah ,kenapa tidak" Sahut Lala


"Maaf ya ,kita buru-buru ,permisi " Lala dan Azzam pun pergi meninggalkan perempuan itu


"Ih ,kok bisa cowok setampan itu mau sama cewek biasa aja ,mending gw kemana-mana lah " Perempuan itu nampak mencibir dan membandingkan nya dengan dirinya sendiri


Tak butuh waktu lama untuk Lala dan azzam sampai di rumah pemilik kontrakan. Keduanya langsung mengucap salam , kebetulan pemilik kontrakan sedang berada di teras tengah menyapu lantai.


"Assalamualaikum " Ucap Lala dan Azzam bersama


"Maaf Bu ,kita gak lama ,kita kesini mau ngembaliin kunci kontrakan sekalian pamit " Ucap Lala menolak secara halus ajakan ibu itu


"Loh kalian sudah mau pindah ? Cepat sekali "


"Iya Bu, terima kasih karena selama ini ibu selalu baik terhadap ku ,maaf jika ada salah-salah kata dan perilaku ku yang membuat ibu tersinggung "


"Enggak kok ,justru ibu yang minta maaf ,ibu doa kan semoga kalian selalu bahagia sakinah mawadah warohmah,cepat diberi momongan "


"Amin ,terima kasih Bu "


Setelah berpamitan dan ngobrol sedikit mereka pun mulai meninggalkan tempat itu.


"Jadi kita bawa kendaraan masing-masing lagi nih ?" Tanya Azzam sebelum menaiki motor nya


"Ya iya " Sahut Lala singkat


"Kamu kenapa ?" Tanya Lala saat melihat wajah Azzam yang nampak tak bersemangat


"Tahu gitu kemarin aku taruh saja motor nya di rumah kita,jadi gak perlu pisah-pisahan begini "


"Cie,ada yang gak mau jauh-jauh " Goda Lala


"Aku hanya mau memanfaat kan waktu,kita kan gak mungkin sama-sama terus ,aku mesti melanjutkan kuliah ku kamu juga ,jadi kita bakal jarang ketemu " Ucap Azzam


"LDR dong kita " Lirih Lala

__ADS_1


"Kamu gak apa-apa kan kalau kita LDR ran ?" Tanya Azzam


"Ya mau gimana lagi,mau gak mau pendidikan kan gak mungkin ditinggal,tapi kamu jangan nakal-nakal di kampus"


"Kamu tenang saja ,aku gak pernah nakal kok, justru yang gak boleh nakal itu kamu,apalagi teman kamu kebanyakan laki-laki "lirih Azzam


"Meski teman aku banyak laki-laki aku tahu batasan kok ,kamu tak usah khawatir" Sahut Lala


"Iya aku percaya ,tapi tetap saja hati aku tak tenang " Lirih Azzam


"Ya udah kita bahas lagi nanti,sekarang kita harus segera berangkat keburu panas entar.Nanti kamu kepanasan di jalan, kalau aku kan pakai mobil " Ucap Lala


"Ya udah deh"


Akhirnya mau tidak mau Azzam pun mengendarai motor nya sementara Lala membawa mobil yang didalam nya sudah banyak barang-barang nya.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai.Seharian penuh mereka berkutat menata dan merapikan bagian yang sesuai dengan yang mereka inginkan.


Saat Azzam hendak memindahkan sebuah guci dari ruang tengah ke ruang makan tiba-tiba ia mematung saat melihat sesuatu menempel pada guci tersebut, sontak saja tubuh nya bergidik dan segera menjauhi guci tersebut.


"Loh mana ? Katanya mau mindahin guci?" Tanya Lala heran


"Hm.... nanti saja deh kita istirahat dulu "Jawab Azzam menarik lengan Lala


"Oh ya udah " Lala pun ikut Azzam duduk di kursi tanpa merasa curiga


Hingga satu jam kemudian mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka. Karena Lala saat itu ada di dekat guci,Lala pun teringat jika Azzam tadi hendak memindahkan guci tersebut.


"Azzam ,ini guci nya jadi dipindahkan gak ?" Tanya Lala sedikit berteriak


"Jadi " Sahut Azzam segera menghampiri


"Mudah-mudahan sudah gak ada deh " Lirih Azzam sambil mengusap kedua lengan nya


Azzam pun yakin jika sesuatu yang ia takuti itu sudah tak ada ,namun apa mau dikata ternyata sesuatu itu masih betah berada di tempat nya.


Pria itu pun kembali terperanjat dan sontak menjauhi lagi guci itu.


"Kami kenapa?" Tanya Lala


"Enggak kok gak apa-apa" Jawab Azzam gelagapan


"gak apa-apa kok seperti itu ?" Tanya Lala menyelidik


Lala penasaran dan memperhatikan guci tersebut.


"Gak ada yang aneh kok "batin nya ,namun ketika ia melihat sesuatu di sana ,kedua alis nya tertarik ke atas dengan mulut terbuka ,ia pun menyeringai


"Dia takut sama cicak " batin Lala terkikik. Dengan iseng nya perempuan itu menangkap cicak tersebut ,namun ia terkesiap karena rupanya cicak itu hanya lah cicak mainan yang terbuat dari karet


"Lah ternyata cuman mainan,tapi seperti nya ini akan sedikit menyenangkan " Batin nya terkikik lagi


Lala melihat Azzam yang sedang mengambil air minum,ia pun berjalan menghampiri suami nya.


Tanpa berkata-kata Lala menaruh cicak mainan itu pada lengan Azzam ,sontak pria itu berteriak .


"ASTAGA....NURMALA FITRIYANI..! "

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2