
Hari berganti hari, bulan pun berganti. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat ,kini usia kehamilan Lala sudah menginjak tujuh bulan. Meski perut nya sudah buncit ,namun Lala masih berangkat kuliah. Azzam beberapa kali meminta nya untuk tak berangkat dulu,sebab ia merasa ngeri dan was-was takut istrinya itu kenapa-kenapa,namun Lala bandel.
"Aku tuh bosan kalau di rumah terus,nanti deh kalau mendekati lahiran baru aku gak ke kampus,sekarang kan masih lama ,Sarah juga masih berangkat kuliah kok " Ucap Lala setiap kali Azzam meminta nya untuk tak berangkat kuliah
Usia kehamilan Sarah pun tak beda jauh dengan Lala. Hanya beda beberapa Minggu saja. Kini keduanya sedang berjalan bertiga dengan Mila.
"Kamu kapan nyusul kita Mil? " Tanya Sarah
"Nanti lah,tunggu waktu nya saja " Jawab Mila mengulum senyum
"Tapi dilihat dari senyum nya agak mencurigakan ya " Ucap Lala memicingkan mata melihat Mila
"Dih,sok tau " Mila mencebik
"Apa diam-diam kalian sedang merencanakan pernikahan?" Teban Sarah
"Enggak lah ,belum sampai tahap sana aku sama Ovan. Kalian tahu sendiri kan kondisi kita. Aku dan Ovan sedang menabung untuk masa depan "Ucap Mila
"Tapi aku salut loh sama perjuangan kalian" Ucap Lala
"Salut kenapa ?" Tanya Mila mengerut kan kening nya
"Karena meski kalian pacaran tapi kalian tidak pernah aneh-aneh,kalian terlihat seperti masih temenan ,ya gak ?" Lala meminta persetujuan Sarah
"He'em " Sahut Sarah
"Ya...memangnya kita harus seperti gimana,kalian ini. Udah sana ,tuh ruang kelas kamu udah deket " Ucap Mila
"Hehe....ya sudah ,aku ke kelas ya,tolong jagain bumil satu ini "Ucap Lala sebelum memasuki ruang kelas nya
"Ok,tenang saja " Sahut Mila
Setelah Lala masuk kelas,Mila dan Sarah melanjutkan langkah kaki nya untuk menuju kelas mereka.
Sementara itu ,Azzam baru saja keluar dari kelas nya. Wajah nya nampak kusut karena kelelahan. Bagaimana tidak lelah,kemarin seharian ia berada di pabrik nya, sore hari ia pergi ke rumah orang tuanya ,hingga menjelang malam ia baru pulang ,akan tetapi jalanan tak selancar seperti biasanya. Terjadi kecelakaan hingga mengakibatkan jalanan macet. Mau tidak mau Azzam pun bersabar menunggu hingga jalanan kembali lancar. Menjelang pagi,ia baru sampai di rumah nya. Sampai rumah pun Azzam tak sempat untuk beristirahat karena ia langsung mengerjakan sholat subuh dan menyiapkan diri untuk berangkat ke kampus. Kebetulan pagi itu akan diadakan kuis hingga Azzam tak mungkin untuk bolos.
Sementara Lala berangkat agak siang. Lala pun menyarankan agar Azzam pergi naik taksi online saja ,ia khawatir jika Azzam mengendarai mobil dalam keadaan seperti itu. Dan akhirnya Azzam berangkat lebih dulu dengan taksi online sementara Lala belakangan dengan mengendarai mobil nya.
Azzam berjalan menuju kantin ,tempat biasa ia menunggu Lala selesai kelas. Begitu pun sebaliknya. Di kantin,Azzam memesan minuman dingin,ia duduk di kursi paling pojok agar lebih nyaman.
Karena terlalu lelah dan ngantuk , akhirnya Azzam pun sampai tertidur dengan kepala bersandar pada tembok. Hal itu pun jadi pusat perhatian semua orang.
"Eh,itu si Azzam kelihatan nya capek banget begitu ya , sampai ketiduran begitu "
"Iya ya,kasihan sekali. Mungkin dia kelelahan karena harus bekerja juga,padahal dia masih kuliah "
__ADS_1
"Kalau gw yang jadi istri nya nih ya,gw bakal bantu dia buat cari duit. Gak bakal gw biarin dia capek sendiri "
Mereka yang bergibhah merupakan para kaum hawa yang mengidolakan Azzam. Hanya saja mereka tak berani mendekatinya ,mengingat bagaimana bar-bar nya Lala ketika ada wanita yang mendekati Azzam.
Satu jam berlalu,Azzam masih dalam posisi yang sama ,bahkan kini mulut nya sedikit terbuka. Meski begitu tak sampai membuat kadar ketampanan nya berkurang.
Lala yang baru selesai pun segera menuju kantin. Wanita hamil itu melihat sekeliling kantin untuk mencari suami nya. Hingga tatapan nya terhenti pada sosok pria yang sedang tertidur sangat lelap. Semua wanita yang sedari tadi kasak-kusuk membicarakan dan memperhatikan Azzam pun sontak bersikap biasa. Mereka
"Ya ampun...kasihan sekali suami ku " lirih nya ,ia pun segera menghampiri nya
"Tidur mangap saja,kamu masih terlihat tampan "Gumam Lala ketika sudah berada di samping Azzam
Dengan mengusap lembut pipi Azzam,Lala berbisik,"Sayang,bangun !"
Melihat cara Lala membangunkan Azzam yang begitu manis membuat semua ikut baper.
"Sayang....mau gak " Bisik Lala lagi ,seketika Azzam pun membuka mata
"Eh,maaf sayang. Aku ketiduran " Azzam mengusap wajah nya
"Tadi kamu nawarin apa sayang ?" Tanya Azzam ,sontak Lala pun cekikikan
"Hihihi....kamu tuh ,tidur tapi ditawarin sesuatu pasti langsung bangun "
"Hm....godain aku rupanya ,nakal " Azzam merasa gemas dan langsung mencubit hidung Lala
"Pijit plus-plus ya " Azzam menarik turun Jan alis nya
"Lihat saja nanti deh " Lala mendelik
"Assiiikkkk......ya sudah yuk kita pulang ! Aku yang nyetir tapi ya "Ucap azzam beranjak ,ia lalu membantu Lala untuk bangun
"Ok,tapi hati-hati loh ya,ngeri aku takut kamu nanti tiba-tiba ngantuk pas nyetir " Ucap Lala memperingati
"Insyaallah aman kok sayang ,aku kan udah tidur tadi "Ucap Azzam
"Tapi kalau kamu ngantuk bilang ya,jangan maksain "
"Iya,sayang iya" Ucap Azzam lalu menggandeng istri nya
Sepeninggal Azzam dan Lala , orang-orang di dalam kantin nampak membicarakan mereka.
Sementara itu,Ovan sedang memeriksa gudang yang berisi puluhan bungkus keripik. Hal tersebut ia lakukan untuk menjaga kualitas dan masa expired dari keripik-keripik tersebut.
Kini,Ovan tak lagi bolak-balik Jakarta-Sumedang sebab Azzam sudah membuka kios yang tak jauh dari rumah nya. Kios yang diberi nama Kios Tampomas Raos tersebut Azzam percayakan pada Ovan.
__ADS_1
Hubungan nya dengan Mila pun masih sama seperti sebelum nya. Seperti yang Lala katakan jika mereka justru terlihat seperti teman daripada kekasih. Sebab mereka jarang sekali jalan bareng hal itu terjadi di saat Ovan memutuskan untuk bekerja. Mila pun tak mempermasalahkan hal tersebut ,sebab dirinya juga harus bekerja untuk makan sehari-hari. Mila pun selalu melarang orangtuanya mengirimkan uang untuk nya,ia selalu berkata "pergunakan saja uang itu untuk bekal ibu dan bapak,aku udah ada kok dari hasil kerja aku " Begitu lah kira-kira ucapan nya ,bahkan tak jarang jika Mila mempunyai uang lebih ia selalu mengirimkan nya pada kedua orangtuanya.
Meski begitu ,bukan berarti Mila dan Ovan tidak ada tujuan untuk hubungan mereka. Justru keduanya kini sedang menabung untuk biaya pernikahan mereka.
***
Satu Minggu berlalu.
Hari ini Lala tengah menunggu antrian di sebuah klinik bersalin. Sementara Azzam sedang mengambil minum di lemari pendingin tak jauh dari tempat antrian.
"Makasih sayang " Ucap Lala ketika menerima minuman dari Azzam
"Sama-sama "
Lala pun segera meminumnya setelah sebelum nya Azzam membuka tutup nya.
Ketika itu, nampak Sarah pun duduk di belakang Lala. Namun keduanya tidak sadar jika berada di tempat yang sama. Begitupun dengan Azzam dan Iqbal,mereka sama-sama tak memperhatikan sekitar mereka.
"Hingga akhirnya nama Lala dipanggil ,barulah Sarah dan Iqbal tahu
"Loh,kamu di sini juga La " Seru Sarah
"Lah iya,kamu dari kapan di sini ,kok gak nyapa aku ?" Tanya Lala
"Aku mana tahu kamu di sini juga ,karena aku juga gak merhatiin sekitar " Sahut Sarah apa adanya
"Ya iya sama aku juga " Ucap kala
"Sayang ,ayo ! Tuh kamu udah ditunggu ,nanti di lanjut lagi ngobrol nya kalau udah kelar " Ucap Azzam memberi tahu istri nya
"Eh,iya. Tuh kan jadi lupa kan kalau aku udah dipanggil " Ucap Lala
"Ya sama aku juga "
Keduanya pun terkekeh ,setelah itu Lala segera beranjak ke ruangan periksa.Jika di klinik Lala dan Sarah sedang memeriksa kandungan nya,di tempat lain Mila dan Ovan sedang berada di sebuah kafe. Keduanya nampak sedang membicarakan hal serius mengenai rencana pernikahan mereka.
"Nanti acaranya jangan terlalu mewah ya,yang biasa-biasa saja. Sayang kan uang nya daripada dipakai buat resepsi mending kita tabung buat kebutuhan rumah tangga kita nanti"Ucap Mila
"Tapi kan itu terjadi sekali seumur hidup Mil,aku mau momen itu menjadi momen yang paling berkesan buat kita "Ucap Ovan nampak tak setuju ,ia menginginkan ada acara resepsi setelah akad
"Ya tapi aku gak mau. Mending uang nya ditabung saja ,buat nyicil rumah,dan keperluan lain nya " Ucap Mila lagi
Keduanya sama-sama tegang dengan keinginan masing-masing. Seperti nya tak ada yang mau mengalah diantara kedua nya. Hingga kehadiran seseorang sukses membuat mereka berhenti berdebat.
"Hai,kalian di sini juga " Sapa nya ,namun ia mengerutkan kening melihat raut keduanya
__ADS_1
"Kalian kenapa ?"
Bersambung....