Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Menjenguk Sarah


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju rumah sakit ,Lala tak henti-hentinya berbicara ,ia bercerita banyak tentang apa-apa saja yang ia lakukan selama di Jakarta.


"Nih anak gak capek apa dari tadi ngoceh terus" batin Mila,ia yang mendengar nya pun merasa capek


"Oh ya ,lalu kenapa kamu berhenti bekerja?" tanya Iqbal


"Karena aku mau nikah " sahut Lala tanpa dosa


Ckiiiitttt'


"Aduh ,kok berhenti mendadak sih " seru Lala terkejut, begitupula dengan Mila yang kening nya kejedot punggung kursi


"isshh....si Lala kalau ngomong gak difilter,dia lupa apa pikun sih " gumam nya dalam hati sambil mengusap-usap kening nya ,jantung nya pun hampir copot


"Kamu bilang apa tadi ? Mau nikah? Apa aku gak salah dengar?" tanya Iqbal


"iya " jawab nya


"Sama siapa ?" tanya nya lagi


"Sama......."Belum sempat Lala menjawab ponsel nya sudah berdering


Tanpa menunggu lama setelah melihat nama si pemanggil Lala pun segera mengangkat telpon nya.


"Assalamualaikum....." ucap Lala


"Waalaikum salam,Lo dimana ,cepat kesini gw udah gak betah "


"Iya bentar ini gw lagi di jalan mau lihat kondisi Lo" sahut Lala


Iqbal mengernyit mendengar gaya bicara Lala yang tak biasa ia dengar


"Emang Lo tahu dimana gw ?" tanya Alex


"Kalau gw gak tahu mana mungkin gw mau ke sana dodol ,udah tunggu aja sebentar lagi gw nyampe kok " sahut Lala lagi


"Kalau gitu bawain gw makanan dong,makanan di sini kagak enak, mual gue " pinta Alex kemudian


"Iya bawel ,mau makanan apa ?"


"Apa aja yang penting ayam goreng tepung alias chicken "


"Lah itu sih bukan apa saja , tapi Lo sengaja pesan " ucap Lala mencebik


"Hehehe....abis gw laper banget " sahut Alex cengengesan


"Ya udah ,udah dulu gw mau beli makanan yang Lo minta " tanpa menunggu jawaban Alex,Lala memutuskan sambungan telpon nya


"Lah ,main matiin aja ,baru aja gw mau bilang sama minuman seger sekalian " gak Alex lalu menyimpan ponsel nya


"Kira-kira cewek itu baik-baik saja gak ya,duh payah banget sih gw baru kena pukul gitu doang udah teler " ucap nya pelan


Di sebuah stand makanan yang menjual aneka olahan ayam Lala menunggu pesanan makanan nya siap. Karena ayam goreng tepung yang sudah jadi sudah habis ,jadi Lala harus menunggu ayam yang masih digoreng.


Beberapa saat menunggu akhirnya ayam goreng tepung pesanan Alex sudah ditangan ,setelah membayar nya Lala kemudian masuk ke dalam mobil dan meminta Iqbal kembali melajukan mobil nya.


"kamu sejak kapan berteman dengan nya ?" tanya Iqbal ,yang dimaksud adalah Alex


"Lumayan lama juga,dari semenjak SMP " jawab Lala


"Oh ,kalian deket banget seperti nya " ucap Iqbal lagi

__ADS_1


"Ya gitu deh,kita sudah seperti saudara " jelas Lala


"Yakin? itu menurut mu belum tentu menurut dia,apa dia juga nganggap kamu sebagai saudaranya"ucap Iqbal lagi


Hal itu ia katakan karena menurut nya tak ada pertemanan ataupun persaudaraan antara wanita dan laki-laki ,pasti dari salah satu nya akan ada perasaan melebihi pertemanan ataupun persaudaraan, seperti yang terjadi pada nya ,ketika ia mempunyai perasaan lebih gadis di sampingnya malah menganggap nya sebagai kakak. Nyesek.


"Yakin lah ,si Ale gak bakal berani ,kalau berani bisa dicincang sama papa " tiba-tiba Lala terkikik karena teringat dulu Alex pernah ngompol di celana saat ketahuan bolos sekolah bareng Lala ,saat itu Banu tengah mengenakan seragam nya ,tatapan Banu kala itu pun terlihat ingin menelan nya hidup-hidup.


"Belum apa-apa dia udah ketakutan duluan" ucap Lala Abul terpingkal setelah menceritakan kejadian itu pada Iqbal


"Oh iya tadi kamu bilang mau nikah ,kapan dan sama siapa ?" tanya Iqbal lagi ,ia masih penasaran dengan siapa gadis itu akan menikah ,karena jujur sampai saat ini ia masih berharap pada nya ,apalagi setelah pertemuan nya beberapa saat lalu membuat nya ingin kembali mengejar dan memperjuangkan perasaan nya ,namun mendengar kenyataan lain jika gadis di samping nya hendak menikah harapan itu pun pupus dan sirna begitu saja


"Nanti Abang tahu sendiri ,jangan lupa datang ya " bukan maksud Lala untuk menyakiti perasaan polisi muda di samping nya ,namun ia tak ingin terkesan memberi peluang kepada Iqbal untuk kembali mendekati nya ,meski ia tak tahu apakah perasaan Iqbal masih ada untuk nya atau tidak


Sementara di bangku belakang Mila yang selalu diam menjadi pendengar bergumam dalam hati nya.


"Udah pak Iqbal,sama aku saja aku gak bakal nolak kok ,seandainya bapak berkenan ,hihihi..." tentu saja ia tak sungguh-sungguh namun ia tak berani mengutarakan candaan nya itu secara langsung


"Ok nanti Abang usahakan datang deh ,memang nya kapan ?"


"Bulan depan di Minggu ke dua " jawab nya


"ok " sahut Iqbal tersenyum getir


Tak terasa kini mereka pun sampai di rumah sakit Cinta Sehat , nampak para anak motor juga sudah ada di parkiran ,rupanya mereka menunggu Lala.


"Kalian gak bisa masuk ,cuman salah satu saja gak apa-apa kan ? Demi kenyamanan pasien lain nya " ucap Iqbal


"Iya pak tak apa-apa" sahut mereka


Yang masuk pun hanya Ryan saja,yang lain menunggu di loby.


"Assalamualaikum...." ucap Lala membuka sedikit pintu lalu masuk


"Waalaikum salam ...." sahut Alex


"Ini makanan gw ?" tanya Alex


"Iya ,makan tuh ,ada minum nya juga ,tapi cuman air mineral" ucap Lala sambil memberikan kantung kresek putih pada pangkuan Alex


"Ok , thank"


"Gimana keadaan kamu?" tanya Iqbal


"Baik pak ,sudah mendingan masih sakit sih sedikit " sahut Alex


"Halah ,luka begini doang pake diperban segala,bungkus saja pakai kain putih " cetus Lala sambil menggetok pelan kepala Alex yang diperban


Tuk tuk


"Anjir,...sakit tau " pekik Alex menjauhkan kepala nya


"Hehehe "cengir Lala


"Kain putih kain kafan ?" tanya Mila


"Nah cocok " seru Lala


"Amit-amit,emang gw mayat pake di bungkus kain kafan ,coy coy coy " seru Alex mengetuk-ngetuk kepala dan lutut nya


"hihihihi...." kembali Lala terkikik

__ADS_1


Ryan dan Mila pun juga sama-sama terkikik.


"Eh iya ,bagaimana dengan keadaan teman saya pak?" tanya Alex menanyakan Sarah pada Iqbal


"Dia baik-baik saja " sahut Iqbal


"Syukurlah " lirih nya


"Sejak kapan kalian berteman ?" tanya Lala


"Gak tahu " sahut Alex


"Ini gimana cerita nya sih kok kalian bisa barengan gitu?" tanya Lala


"Jadi tuh malam tadi gw mau pergi ke basecamp,biar cepet gw lewat jalan sepi itu ,eh ada cewek minta tolong ya gw reflek nolongin,eh ternyata dia temen Lo,tapi belum apa-apa gw malah dibikin K-O duluan ,gw gak tahu apa yang terjadi setelah nya , tau-tau gw udah di sini saja ,dan ternyata pak polisi ini yang nolongin gw " tutur Alex


Setelah itu Lala meminta Iqbal untuk mengantarkan nya bertemu dengan Sarah.


"Si Lala kok bisa berteman sama polisi juga ,jadi takut gw " gumam Alex , maksud nya ia takut untuk kembali berulah dan akan lebih mudah di tangkap


Sementara di rumah Iqbal ,Sarah nampak bosan ,karena apa yang ia lakukan hanya diam di rumah itu. Meski rumah itu lumayan besar namun karena rumah itu sangat sepi hanya ada satu art di sana pun tak bisa menemani nya karena ada pekerjaan yang harus dikerjakan.


"Rumah besar kaya gini malah sepi gak ada orang , ini juga kenapa gak ada foto atau apa kek gitu ,membosankan " gerutunya


"Kalau ini rumah ku sudah pasti aku mau kasih hiasan di sini,di sana ,di sudut itu,dan akan banyak foto-foto ku juga keluarga ku"


"Kapan ya aku punya rumah seperti ini? Hm...harus kerja keras ini mah , insyaallah nanti aku bisa punya rumah seperti ini , amiiin...." ucap nya ,ia memotivasi dirinya sendiri untuk bisa mempunyai rumah sendiri meski mungkin nantinya tak sebesar dan sebagus rumah itu


Saat itu terdengar suara seseorang berbicara ,ia yang berada di kamar pun segera beranjak namun ia tiba-tiba terdiam saat merasa ada suara yang familiar ditelinga nya.


"Kaya nya kenal tuh suara " gumam nya


"Bi,dia sudah bangun kan ?" tanya Iqbal pada bi Heni


"Sudah pak ,non Sarah juga sudah makan " jawab bi Heni sopan


"Ya sudah ,makasih ya bi,tolong buatkan minum " pinta Iqbal


"Baik pak " bi Heni pun berlalu ke dapur


"Ini rumah bang Iqbal ?" tanya Lala


"Iya ,jelek ya "sahut Iqbal merendah ia cukup tahu bagaimana rumah Lala di Bandung dan menurut nya rumah Lala jauh lebih besar dan mewah dari rumah milik nya yang baru beberapa Minggu ia beli


"Enggak kok ,bagus ,tapi kok masih polos Anang baru pindah ke sini ya ?" tebak nya


"hehehe...iya ,tahu aja ,Abang baru beli beberapa Minggu yang lalu" jujur nya


"Rumah nya keren" kagum Mila yang sedari tadi memperhatikan setiap sudut di rumah itu


Mereka pun sampai di depan kamar yang di dalam nya ada Sarah. Pada saat Iqbal hendak mengetuk pintu kebetulan Sarah membuka pintu lebih dulu, akhirnya Iqbal yang kadung melayangkan kepalan tangan nya tak sempat menarik nya hingga kening Sarah yang kena getok.


"Aduh " kejut Sarah


"Eh maaf maaf ,gak sengaja " ucap Iqbal gelagapan ,ia reflek menyentuh kening Sarah


Deg'


Sarah terdiam menatap Iqbal , begitu pun dengan Iqbal ,ia tiba-tiba merasa kikuk dan gugup.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2