
Kini Lala sudah bisa bernafas dengan lega karena kondisi Azzam sudah kembali membaik setelah pagi tadi kritis. Dokter pun sudah mengizinkan Azzam untuk dijenguk,dengan catatan hanya satu orang yang menungguinya.
"Jangan membuatku jantungan lagi, cepat lah bangun,aku tak ingin kehilangan mu " Ucap Lala sembari menggenggam tangan Azzam
"Aku gak akan sanggup jika harus kehilangan mu. Kamu bilang kamu mau ajak aku bulan madu kan,tapi kenapa kamu malah berbaring di sini?"
Air mata nya terus mengalir membasahi kedua pipi nya.
"Ayolah bangun sayang,kamu ingin aku memanggilmu sayang kan,maka cepatlah kamu bangun agar aku bisa terus memanggil mu sayang ,hiks....."Seterusnya Lala hanya menangis ,ia tak mampu lagi berkata-kata
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu,Lala pun menoleh ,di sana nampak Mila bersama kedua orangtua Azzam. Setelah diberi tahu mengenai kondisi Azzam ,mereka langsung menuju rumah sakit tempat Azzam di rawat. Sementara Arkan mereka titipkan pada Nining.
Mengerti jika mertuanya itu ingin melihat Azzam ,Lala pun mengusap air mata nya lalu beranjak.
Cklek'
Lala membuka pintu."Ibu " Lala pun memeluk mertuanya itu ,tubuh nya terguncang hebat karena tangis nya yang tak dapat dibendung.
"Huuuhhuuu....."mereka pun menangis bersama
"Kenapa bisa seperti itu La,bagaimana kejadian nya ?" Tanya Susi
Dengan tangis nya Lala menceritakan kronologi kecelakaannya,hingga biaya rumah sakit yang ditanggung oleh Veena.
"Syukurlah dia mau bertanggung jawab " Lirih Susi
"Tapi tetap saja ,aku tidak terima Bu,melihat bagaimana kondisi Azzam saat ini ,aku merasa sangat membenci nya ,coba kalau dia gak ceroboh Azzam pasti saat ini masih sehat , gak harus mengalami hal seperti saat ini "Suara Lala terdengar sangat memilukan
"Kamu yang sabar ,bapak yakin Azzam pasti akan baik-baik saja "ucap Damar mencoba menenangkan menantu nya ,meski ia sendiri sama sedih dan terpukul nya
"Bapak mau ke dalam dulu ya,ibu tenang kan saja diri terlebih dahulu ,kalau sudah tenang baru ibu yang masuk "ucap Damar,Susi pun hanya mengangguk
"Assalamualaikum nak . Ini bapak,huuuuuhh..." Damar nampak menghela nafas ketika berbicara ,hatinya terasa sakit melihat putra nya terbaring lemah dengan beberapa alat terpasang ditubuh nya
"Kenapa kamu bisa sampai seperti ini ,kamu gak kasihan melihat istrimu? Kata Sarah dan Mila ,Lala belum tidur sama sekali ,ia bahkan tak mau makan. Kalau kamu sayang istri mu cepat lah bangun. Bapak tahu saat ini kamu pun sedang berjuang,jangan pernah menyerah karena kami tidak siap kehilangan mu " Beberapa kali ia menghirup udara dan membuang nya perlahan guna menenangkan perasaan nya dari rasa sakit.Akan tetapi air matanya tak dapat ia tahan, pertahanan nya pun goyah karena teringat kenangan nya bersama Azzam disaat masih kecil
Azzam kecil selalu ingin digendong di punggung jika bepergian,celotehan nya selalu menghadirkan tawa dan keceriaan. Kenangan itu terus berputar di benak nya ,hingga pada saat kenangan Azzam menikah pria itu mengusap air mata nya.
"Kamu pria kuat Zam,ayo berjuanglah" Ucap nya
__ADS_1
Setelah merasa tenang ,Damar pun keluar. Ia ingin memberi kesempatan istrinya untuk menemui Azzam.
"Kamu yakin kuat Bu ?" Tanya Damar
"Insyaallah ibu kuat " jawab Susi
Susi berjalan melewati pintu."Astaghfirullah..... Allahuakbar"Lirih Susi ketika ia melihat Azzam
Hatinya terasa hancur melihat putra kandung nya dalam keadaan yang memprihatinkan.
"Bagaimana ini bisa terjadi pada mu?" Lirih Susi
"Sedikit pun ibu tidak pernah membayangkan hal seperti ini terjadi pada mu. Ibu selalu berdoa untuk keselamatan,dan kebahagiaan mu. Kamu tahu? Hal yang paling menyakitkan bagi ibu adalah ketika melihat mu bersedih ,dan ketika kamu seperti ini ibu tak hanya sakit,tapi hancur. Hancur perasaan ibu nak. Kamu anak kebanggaan ibu,anak kesayangan,anak yang ibu besarkan dengan segenap cinta dan kasih sayang " Susi nampak menangis tersedu-sedu
"Bangun dan kembali lah pada kita,Lala membutuhkan mu Zam,ibu juga bapak ingin kamu sembuh ,jangan menyiksa kami dengan keadaan mu yang seperti ini " Susi yang sudah tak tahan berlama-lama di sana pun memilih untuk keluar ,namun sebelum nya ia menyempatkan diri untuk mencium kening putra nya itu.
"Sebaiknya kamu dan ibu pulang dan istirahat dulu,biar Azzam sama bapak di sini" Ucap Damar namun dengan cepat Lala menggeleng
"Enggak ,aku gak mau pulang ,aku mau di sini saja "Tolak Lala
"La,benar apa kata pak Damar ,lebih baik kamu pulang dulu, dari semalam kamu tidak tidur loh,nanti kalau kamu sakit gimana ,Azzam juga pasti akan sedih " Bujuk Sarah
"Emangnya dia tahu kalau aku sakit,emang nya dia peduli kalau aku dari semalam gak tidur ,nangisin dia ,kalau dia peduli dia pasti sudah bangun ,tapi nyata nya dia malah tidur terus kan" Ucap Lala
"Dokter bukan Tuhan Mila , dokter bisa saja salah,siapa tani sebentar lagi Azzam sadar,jadi aku tidak mau saat Azzam membuka mata aku malah gak ada di sisi nya,lebih baik kalian saja yah pulang ,kamu juga harus menyiapkan acara pernikahan mu beberapa hari lagi kan ,kamu juga harus kuliah Mila,biarkan aku tetap di sini"Ucap Lala yang sama sekali tidak ingin pulang
Mereka semua menghela nafas,bingung kalau sudah seperti ini. Saat ini di sana hanya ada Mila dan Sarah ,juga kedua orang tua Azzam ,sementara Iqbal harus pergi ke kantor nya dulu. Sedangkan Alex dan teman-teman nya akan kembali nanti malam.
"Tapi kamu harus istirahat La " Ucap Mila lagi
"Aku bisa kok istirahat di dalam sambil menunggu Azzam " kekeh Lala
"Tapi La ..."
"Pokok nya aku mau tetap di sini " Potong Lala
"Ya sudah ,kalau begitu ,tapi kamu jangan lupa makan ya, kamu juga belum makan ,ini makan lah dulu,kalau kamu tidak mau makan kamu harus pulang dan istirahat " Ucap Sarah seraya memberikan nasi bungkus pada Lala
"Makan lah dulu " Ucap Susi
"Tapi aku tidak lapar Bu ,aku gak mungkin makan sementara Azzam sendiri sedang dalam keadaan seperti itu " Sahut Lala
__ADS_1
"Tapi kalau kamu sakit ,maka Azzam juga yang sedih ,ia akan merasa sedih karena kamu tidak ada di sisi nya karena sakit " Ucapan Damar pun akhirnya didengarkan Lala. Perlahan ia meraih nasi bungkus itu
"Ya sudah kamu pamit ya,nanti kamu kembali lagi " ucap Mila. Lala tak menyahut hanya mengangguk
Setelah Mila dan Sarah pergi ,Lala pun mulai memakan makanan nya ,meski ia merasa tidak berselera namun benar apa kata ayah mertua nya ,Azzam akan sedih jika dirinya tak ada di samping Azzam karena sakit.
Perlahan Lala mulai menyuap,Susi dan Damar pun merasa tak tega melihat Lala. Susi menahan tangisannya dengan membekap mulut nya sendiri, sementara Damar mendongak kan kepala nya menahan air mata agar tak jatuh.
Di sudut lain ,nampak Veena memperhatikan.
"Dia beruntung karena memiliki mertua yang juga menyanyinya,jika tidak mana mungkin mereka akan membujuk nya untuk makan " Lirih Veena pelan
Entah kenapa ia malah merasa iri melihat orangtua Azzam yang terlihat menyayangi Lala.Hingga terlintas begitu saja bayangan ketika dirinya yang berada di posisi Lala.Namun seketika ia menggeleng kan kepala nya.
"Isshh,apa sih kau Veena, bisa-bisa nya berfikiran seperti itu " ia memukul kepala nya pelan
"Aku harus ke sana untuk meminta maaf langsung pada mertua Lala " Gumam nya
Dengan sedikit keberanian,Veena melangkah mendekati.
"Permisi " Ucap nya pelan
Susi dan Damar menoleh , begitu pun dengan Lala. Seketika selera makan Lala yang baru saja terasa tiba-tiba sirna.Kemudian Lala membuang muka.
"Iya ?" Tanya Susi
"Maaf karena ....
"Dia yang udah nabrak Azzam Bu "Potong Azzam sebelum Veena menjelaskan
"Apa ?"
"Maaf "lirih Veena menunduk
"Maaf saja tidak cukup Veena ,dari semalam kamu terus minta maaf ,apa dengan kata maaf bisa menyembuhkan suami aku ,apa dengan kata maaf mu dapat mengembalikan suami ku seperti sedia kala?Tidak kan?" Ucap Lala menatap tajam Veena dengan mata yang kembali basah
"Tapi aku sudah bertanggung jawab dengan membayar semua perawatan suami kamu " Ucap Veena membela diri
"Iya ,kamu memang bertanggung jawab. Terima kasih karena kamu tidak kabur dan mau bertanggung jawab ,tapi apa dengan uang mu kamu bisa mengembalikan suami ku seperti sedia kala? Apa kamu sanggup mengobati nya sampai benar-benar sembuh ?" Pertanyaan Lala benar-benar membuat Veena terdiam
"Kenapa ? Kamu tidak sanggup bukan ? Jadi,mulai sekarang kamu tak usah datang lagi,karena itu akan membuat ku semakin membenci mu,setelah suami aku sudah siuman maka tanggung jawab mu selesai,kamu tak usah lagi mengeluarkan uang mu"
__ADS_1
Bersambung....
Bersambung....