Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Mulut cabe


__ADS_3

Malam yang dingin sedingin pasangan pengantin yang terbilang masih baru dan hangat-hangat nya. Jika pasangan-pasangan lain pasti akan menciptakan kehangatan disaat seperti ini,namun tidak bagi pasangan ini.


Rintik hujan mulai membasahi bumi. Sarah terbangun saat merasakan ingin buang air kecil,namun disaat bersamaan mulut nya terasa pahit, tenggorokan nya pun terasa tercekat karena kering.


"Duh,mana haus lagi,air nya habis " gumam nya melihat pada gelas yang sudah kosong,kemudian ia melirik ke sebelah nya nampak tidak ada Iqbal di samping nya.


Mereka memang sudah tidur satu ranjang meski mereka belum berhubungan suami isteri.Akan tetapi tiap malam Iqbal sering keluar setelah Sarah tidur.Tanpa Iqbal sadari jika setiap malam Sarah terbangun dan tak mendapatkan dirinya di samping nya.


"Dia pindah lagi ,Ya Allah mau sampai kapan aku diperlakukan seperti ini " Lirih nya ,Sarah pun bangkit karena rasa ingin buang air kecil nya tak dapat ditahan lagi


Selesai dari kamar mandi,Sarah meraih mukena dan sejadah. Di atas sejadah lah ia berkeluh kesah ,menumpahkan semua air mata nya mengadu pada Sang Pemilik hidup.


Sementara di ruangan lain ,Iqbal sudah tertidur pulas.Ia kembali tidur diatas berkas-berkas kasus yang dia tangani.Setiap malam ia sering tak bisa tidur,lalu ia pergi ke ruang kerja nya untuk memeriksa berkas-berkas,dan lagi-lagi ia ketiduran di sana.


Keesokan hari nya , sudah menjadi kebiasaan bagi Sarah semenjak dirinya menikah. Setelah selesai merapikan diri ia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan meski di sana ada pembantu namun Sarah tak ingin berpangku tangan. Di dapur pun bibi nampak senang karena pekerjaan nya sedikit berkurang karena Sarah.


Setelah selesai,Sarah hendak kembali ke kamar nya untuk menyiapkan pakaian Iqbal.Saat itu ia melihat Iqbal keluar dari ruang kerjanya namun ia pura-pura tak melihat dan terus berjalan menuju kamar nya.


Sakit rasanya ketika suami sendiri malah tidur di ruang kerja nya,begitu yang dirasa Sarah. Setelah masuk ke dalam kamar ,ia lalu menuju lemari dan mengambil pakaian Iqbal setelah itu ia meletakkan nya di tempat tidur.


Tak lama,Iqbal pun masuk.


"Maaf ya ,semalam aku ketiduran di ruang kerja " Ucap Iqbal sembari berjalan menuju kamar mandi


"Iya ,gak apa-apa,aku tahu Abang pasti sangat lelah sampai terus ketiduran ,sarapan sudah siap jika sudah selesai aku tunggu di ruang makan ya " Ucap Sarah seraya beranjak


"Sarah "panggil Iqbal ,Sarah pun menoleh


"Maaf jika sampai saat ini aku belum bisa menjadi suami yang baik untuk mu " lirih nya. Sarah tersenyum


"Tidak apa-apa,aku juga minta maaf karena belum bisa menjadi istri yang baik. Kita belajar bersama-sama,aku pun sedang berusaha membiasakan diri. Tak mudah bagi aku menerima status ku yang baru " Ucap nya


"Apalagi dengan perasaan ku yang bertepuk sebelah tangan " lanjut nya dalam hati


"Terima kasih ,karena kamu sudah sangat pengertian " Ucap Iqbal,Sarah kembali tersenyum, setelah itu ia masuk ke kamar mandi


"Ya Allah ,aku meminta pada-Mu untuk membalikan hati nya" Lirih Sarah membatin.


Sarah lalu menuju ruang makan dan menunggu Iqbal di sana.Beberapa saat kemudian Iqbal pun selesai mandi dan berpakaian,ia segera menuju ruang makan.


"Makasih ya" Ucap Iqbal ketika sarah sudah mengambilkan sarapan untuk nya


"Iya, sama-sama,aku hanya sedang belajar jadi istri yang baik,kata ibu istri yang baik itu selalu melayani suami nya dan sudah jadi kewajiban untuk seorang istri mengambilkan makan suami nya " Sahut Sarah . Ia memang sedang mempraktekkan apa yang pernah dikatakan ibu nya


Iqbal pun hanya tersenyum menanggapi ,dalam hati ia merasa tertampar dengan ucapan Sarah.

__ADS_1


"Ya Allah ,aku sudah berdosa ,aku ingin jadi suami yang baik tapi tak pernah melakukan apapun,sementara istri ku sudah berusaha" Batin nya


Sementara itu Lala dan Azzam sedang dalam perjalanan ke kampus akan tetapi di jalan mereka harus berhenti saat melihat seorang nenek tua terjatuh. Mereka pun keluar dari dalam mobil.


"Nenek tidak apa-apa?"Tanya Lala sementara Azzam membantu nenek itu berdiri


"Tidak apa-apa ,tadi nenek hanya tersandung sesuatu" Jawab nenek itu


"Nenek rumah nya dimana ,biar kami antar pulang ?" Tanya Azzam


"Rumah nenek jauh nak,nenek hanya mau menjenguk anak nenek yang sakit " Jawab nya


"Kalau begitu biar kamu antar ke rumah anak nya nenek ya "Ucap Lala


"Gak usah ,rumah nya sudah dekat kok.Tuh yang di depan itu " Tunjuk nya pada sebuah rumah


"Ya sudah kalau gitu kita antar sampai depan rumah itu ya nek " Ucap Azzam


"Baiklah " Nenek itu akhirnya mau diantar Lala dan Azzam


Hingga sudah tiba di depan rumah ,nenek itu meminta Lala dan Azzam untuk segera pergi.


"Sudah ,terima kasih ya ,kalian sudah mau mengantar kan nenek "ucap nya


"Lebih baik kalian segera pergi , sebentar lagi pasti ada yang bukain pintu nya "


"Nanti saja nek ,setelah nenek masuk kami baru pergi " Tolak Azzam


"Gak apa-apa,kalian pergi saja ,nanti kalian telat " Ujar nenek itu lagi


"Gimana sayang ?" Tanya Lala


Azzam terdiam untuk sesaat. Memang saat ini ia tengah ditunggu dosen nya.


"Ya sudah ,kalau begitu kami pamit ya nek" ucap nya


"iya terimakasih ya ,kalian hati-hati " ucap nenek itu


Azzam dan Lala akhirnya pergi meninggalkan nenek itu di depan rumah yang konon kata nenek itu adalah rumah anaknya.


"Kamu merasa ada yang aneh tidak dengan nenek itu sayang?" Tanya Lala


"Entahlah,tapi sepertinya aku juga merasa aneh tapi entah apa"Sahut Azzam


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai. Azzam segera menuju ruangan dosen nya, sementara Lala pergi ke taman belakang kampus karena jam kuliah nya masih satu jam lagi.

__ADS_1


Saat Lala baru saja duduk ,ia melihat ada bayangan hitam yang menempel pada Roy.Lala terus memperhatikan nya. Tanpa disangka Roy pun menoleh ke arah Lala. Mata mereka bersirobok.


Roy yang diperhatikan seperti itu malah jadi GeEr. Dengan percaya dirinya ia berjalan sambil bersiul dengan gaya nya yang so cool. Pria itu mendekat dan menyapa Lala.


"Hai cantik, tumben sendirian saja,mana suami nya?" Tanya Roy


"Gila,ternyata dari dekat dia cantik banget,kenapa gue baru ngeh ya,tau gitu dari dulu gue deketin dia. Tapi kan dulu penampilan nya tomboi gila, bar-bar pula,gue jadi ilfil,tapi sekarang penampilan nya berubah seratus delapan puluh derajat " Gumam Roy membatin


"Tapi dia kan udah kawin ,udah pasti los dol tuh " lanjut nya membatin


Tiba-tiba Lala terkesiap lalu memilih beranjak.


"Eh,mau kemana ?" Tanya Roy


"Kamu sebaiknya kembalikan batu putih itu. Benda itu hanya akan membuat mu semakin tersesat" Ucap Lala


"Apa maksud Lo?" Roy terkesiap


"Gue hanya memperingatkan Lo,terserah Lo mau ikutin kata-kata gue atau enggak ,tapi saran gue kalo Lo pengen hidup lebih lama maka buang batu itu , kembali kan pada pemiliknya" Tutur Lala


"Huh,jangan sok tahu ! Batu putih apa maksud Lo " Sentak Roy ,namun tiba-tiba seseorang menepuk pundak nya


Pluk'


"Jaga nada bicara mu !" Ucap Azzam yang tak terima istrinya dibentak


"Apa masalah Lo ?" Tanya Roy seraya mengusap pundak nya yang tadi ditepuk Azzam


"Karena kamu udah bentak istri ku ,aku tak terima " Bela Azzam


"Sayang ,udah gak usah diladeni " Lala menarik Azzam agar menjauh dari Roy


"Tapi sayang ,dia udah kurang ajar sama kamu ,aku saja gak pernah bentak kamu " Azzam benar-benar dibuat kesal


"Gak apa-apa,cuman dibentak doang ,telinga aku mendadak budeg kok " Ucap Lala


"Tuh bini Lo aja bilang begitu ,Lo baperan amat jadi laki " ucap Roy dengan tatapan yang mengejek


"Sayang ,udah biarin saja " bisik Lala ketika ia melihat Azzam sudah mengepalkan tangan nya


"Kamu kok belain dia sih ,dia udah bentak kamu loh,masa kamu diam saja ,biasa nya juga kamu lawan " Azzam nampak heran dengan sikap istrinya itu


"Mulut cabe gak seharusnya dilawan tapi kalau dia nyerang ya lain cerita " Ucap Lala seraya menarik Azzam dan meninggalkan Roy


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2