
"Assalamualaikum pa..." Ucap Lala begitu ia mengangkat panggilan video call itu
"Waalaikumsalam,gimana kabar kamu ?" Tanya Banu ,namun ia mengerutkan kening saat melihat latar belakang di layar ponsel nya
"Kamu dimana ?" Tanya nya tanpa mendengar jawaban sebelum nya
"Di kantor polisi " Jawab Lala apa adanya
"Kamu bikin ulah apa lagi ? Mana Azzam,apa dia bersama kamu?"Tanya Banu lagi
"Siapa juga yang bikin ulah ,papa nih su'udzon saja sama anak nya sendiri. Ini Azzam ada kok " Lala segera mengarahkan ponsel nya pada Azzam
"Assalamualaikum pah "Ucap Azzam
"Waalaikumsalam,kenapa kalian berada di kantor polisi ,apa istri kamu membuat ulah ?" Tanya nya
"Tidak kok pah,kami hanya memberikan keterangan saja,ada kasus pembunuhan gitu ...."Azzam menceritakan yang sebenarnya,Banu nampak manggut-manggut mengerti
Petugas polisi yang masih memperhatikan pun menjadi semakin penasaran. Ia diam-diam menguping.
"Lalu sekarang apa sudah selesai?" Tanya Banu
"Alhamdulillah sudah kok,papa sedang dimana ,kok seperti nya papa di dalam tenda ?" tanya Azzam
"Iya nih,di sini terjadi bencana banjir,papa dan para TNI lain nya sedang membantu mengevakuasi para korban ,sekarang papa sedang istirahat" jawab Banu
"Innalilahi,iya pah,papa di sana hati-hati jaga kesehatan " Ucap Azzam
"Pah,aku ada sesuatu buat papa dan mama " cetus Lala mendekatkan dirinya pada Azzam
"Apa ?" Tanya Banu
"Nanti saja deh ,biar sekalian aku kasih tahu ibu sama bapak juga " cengir Lala
"Yee..niat banget bikin orangtua penasaran,ya udah sekarang waktu istirahat papa sudah abis ,nanti malam papa tagih cerita nya,kalian baik-baik ya yang akur, assalamualaikum " ucap Banu mengakhiri video call
Meski ia penasaran dengan ucapan putri nya tapi ia tetap ingin menunggu putri nya mengatakan nya ,ia yakin apa yang akan diucapkan putri nya adalah kabar baik.
"Waalaikumsalam " jawab Lala dan Azzam"
"Loh,bapak ngapain ? Pasti nguping ya " tuduh Lala pada petugas polisi yang di depan nya dengan nada bercanda
Petugas polisi tersebut terkesiap,"Sembarangan ,jangan asal tuduh kamu ya,sudah sana cepat pergi ke ruangan pak Iqbal ,beliau pasti sudah menunggu" Ucap nya gelagapan
"Kalau gak berasa ya biasa saja kali pak,lagian aku kan cuman bercanda ,hehehe" Cengir Lala
"Maaf ya pak,istri saya memang suka bercanda " lirih Azzam tak enak hati
"Hem "Sahut petugas polisi tersebut mengibaskan tangan nya pertanda ia meminta mereka segera pergi
Lala dan Azzam pun pergi menuju ruangan Iqbal. Sementara itu,Mila tiba-tiba merasa tak enak badan ,sudah dari malam ia meriang ,ia pun tak pergi kuliah.
"Hiks....hiks...." Di saat sakit seperti saat ini ia merasa sakit hati karena tak ada keluarga terutama ibu nya
Jika biasa nya ada ibu nya yang selalu standby ketika ia sakit, menyiapkan segala keperluan Mila ,apapun yang ia inginkan ibunya akan melayani nya sepenuh hati. Saat sakit Mila akan menjadi manja terhadap ibu nya.
"Huuuuhhuuu.....ibu ..." Lirih Mila dengan memegang erat selimut yang menutupi tubuh nya
Mila pun belum makan apapun,karena tak ada makanan matang di sana. Ada mie instan pun harus dimasak terlebih dahulu sedangkan untuk bangun saja ia tak bisa.
Ovan yang sudah berada di kampus pun celingukan mencari Mila.
__ADS_1
"Mila mana ya ,kok belum ketemu dari tadi,masa iya dia gak ngampus " gumam nya pelan
"Apa aku lihat ke kelas nya saja ya " fikir nya ,
Ovan pun pergi menuju kelas Mila. Hingga pada saat di koridor ia melihat Sarah yang sedang menghubungi seseorang.
"Eh,Sarah " panggil Ovan ,ia pun langsung berlari kecil menghampiri Sarah
"Iya Van?"
"Mila mana,kok daritadi gak kelihatan?" Tanya Ovan
"Justru itu ,dari tadi aku juga gak ketemu ,aku coba telpon gak diangkat-angkat " Jawab Sarah
"Duh,Mila kemana ya " gumam Ovan,"Eh....mau kemana ?" Tanya Ovan ketika melihat Sarah hendak beranjak
"Aku mau coba cari ke kosan nya ,kali aja dia masih di sana.Tuh anak bikin khawatir saja deh " Ucap Sarah
"Biar aku saja ,kamu sebentar lagi ada kelas kan" Ujar Ovan
"Iya sih ,tapi bagaimana dengan Mila ?" Tanya Sarah
"Udah ,biar aku saja yang lihat ke kosan nya,nanti aku kabari ada atau enggak nya " Ucap Ovan yang tiba-tiba merasa mengkhawatirkan Mila
"Ya udah deh,tolong ya Van !"
"Iya ,gak apa-apa,kamu tuh kaya sama siapa saja. Kita kan cs,begini doang mah bukan apa-apa,ya udah ya aku pergi dulu" Ovan pun segera pergi
"Semoga Mila gak apa-apa " Lirih nya lalu menuju ke kelas nya
Ovan melajukan motor nya menuju kosan Mila. Ia jadi menyesal karena pagi tadi ia tak menjemput nya. Ia fikir Mila sudah berangkat karena ia sendiri berangkat agak siangan.
"Kenapa perasaan aku jadi tidak enak begini ya , jangan-jangan terjadi sesuatu pada nya"Batin Ovan cemas ,ia pun mempercepat laju motornya
"Lampu nya masih nyala,masa iya dia gak ada " gumam nya
Ovan melihat seseorang keluar dari kamar kosan samping kamar Mila.Ia pun menanyakan keberadaan Mila.
"Maaf mbak ,mau tanya. Itu Mila kemana ya ?" Tanya nya
"Mila yang ngekos di kamar ini?"
"Iya " sahut Ovan mengangguk
"Gak tahu,aku gak mengasuh.Maaf aku buru-buru" ucap perempuan itu cuek lalu pergi begitu saja
"Dasar iwak peyek,ditanya baik-baik juga " kesal Ovan menggerutu
Ovan pun memutuskan untuk mengetuk pintu nya saja.
Tok tok tok
"Milaaaa....main yuk !"Ucap nya ,namun seketika ia terkesiap
"Haiisss ..... apa-apaan aku ,berasa waktu masih bocil " Ovan malah terkekeh sendiri dengan tingkah nya
Ovan kembali mengetuk pintu,
Tok tok tok
"Assalamualaikum,... Mila ! Mil...kamu ada di dalam tidak ?"
__ADS_1
Di dalam tentu saja Mila dapat mendengar suara Ovan,namun suaranya yang lemah membuat Ovan tak dapat mendengar nya.
"Ovan,aku di sini "lirih nya dengan berurai air mata
Saat Ivan masih terus mengetik pintu kamar kos Mila , seseorang datang menepuk pundak nya.
"Cari siapa ya ?" Tanya nya ,Ovan berjengkit kaget
"Aduh,jadi kaget aku tuh "Lirih nya pelan sambil mengusap dada nya
"Maaf Bu,saya teman nya Mila. Mila nya ada gak ya Bu,?Soal nya itu lampu nya masih menyala "ucap Ovan
"Loh iya masih nyala ,si Mila kemana ya ,kok tumben pergi gak bilang-bilang " Gumam ibu pemilik kos
Tahu jika yang di luar tak dapat mendengar suara nya ,Mila pun meraih jam weker dan melempar nya ke arah pintu.
Swiiinng '
Praaakkk'
Jam weker yang tak bersalah jadi hancur berkeping-keping mengenai pintu.
"Eh,suara apa tuh ?" Tanya Ovan menoleh pada pintu
"Jangan-jangan terjadi sesuatu sama Mila " Ucap ibu kos
"Kalau gitu aku dobrak ya Bu ,maaf nanti aku ganti pintu nya " Ovan meminta izin terlebih dahulu
"Iya gak apa-apa,dobrak saja !" Sahut ibu kos
Ovan pun segera mendobrak pintu ,dalam satu kali dorongan ,pintu pun sudah terbuka.
Brakkk'
"Mila !" Seru Ovan ketika melihat Mila yang menatap pada nya dengan wajah pucat.
"Mila " Ucap ibu kos ikut masuk bersama Ovan
"Ya Allah Mila ,kamu sakit? Kenapa gak hubungi aku ,tadi Sarah juga telpon,kamu gak angkat? Tanya Ovan seraya menyentuh kening Mila
"Ya Allah,panas banget. Kamu pusing ?" tanya Ovan ,Mila hanya mengangguk lemas. Ovan lalu mengusap air mata Mila yang terus mengalir
"Udah ,jangan nangis ,ada aku sekarang ,kita ke rumah sakit " ucap Ovan lalu menggendong Mila,namun kemudian ia terdiam
"Ya salam ,aku belum pesan taksi ,masa iya aku bawa kamu ke rumah sakit pake motor" Lirih nya
"Pake mobil ibu saja ,biar ibu yang antar " Ujar ibu kos
"Maaf ya Bu ,jadi merepotkan " Ucap Ovan tak enak
"Iya ,tidak apa-apa, sebentar ibu siapkan dulu mobil nya " Ibu kos tersebut segera berlari menuju rumah nya yang berada tak jauh dari kosan
"Dingin" Lirih Mila
Ovan yang merasakan tubuh Mila menggigil pun merasa tak tega ,ia lalu meraih selimut lalu menutupi seluruh tubuh Mila. Ovan pun mendekap tubuh menggigil itu dengan kepala Mila yang ia sandarkan ke dada nya.
Sesekali Ovan mengecup kepala Mila.
Tin tin...
"Kamu sabar ya , sebentar lagi kita ke rumah sakit " ucap Ovan mengelus punggung Mila yang terhalang selimut.Ovan pun kembali menggendong Mila ketika mobil sudah berada di depan kosan
__ADS_1
Bersambung....