
Di sebuah jalan yang sepi seorang perempuan nampak sedang marah-marah karena ban mobil nya bocor,ingin meminta bantuan tak ada kendaraan lain yang lewat, ponsel nya pun mendadak mati.
"Aaarrrggghhhh ......" perempuan itu berteriak kesal sembari menendang-nendang ban mobil nya yang nampak kempes
"Kenapa ban nya bisa bocor di sini sih ,mana sepi banget lagi ,ini juga hp kenapa mati,mana sudah malam banget " Lirih nya seraya melihat jam tangan nya yang menunjukkan pukul dua belas malam,angin pun berhembus membuat udara semakin dingin.
"Tau gini tadi ikut bareng yang lain saja " Gerutu nya sambil memeluk dirinya sendiri karena merasa kedinginan
"Terus aku harus bagaimana,masa iya diem terus di sini sampai pagi sih "
Perempuan itu pun tak bisa berbuat apa-apa selain masuk ke dalam mobil nya.
Brugh'
Tak ada pilihan lain ,selain menunggu sampai pagi di dalam mobil. Tak mungkin ia jalan kaki mencari bantuan,melihat jalanan yang gelap dan sepi saja sudah membuat nya ketakutan.
"Ayolah mata .... terpejam lah "lirih nya seraya memejamkan kedua mata nya
Akan tetapi tiba-tiba terdengar suara ketukan pada kaca mobil.
Tuk tuk tuk
Perempuan itu membuka mata dan melihat ke samping nya.
"Siapa yang mengetuk kaca tadi ?" Gumam nya sambil celingukan.Namun tak ada siapapun di sana
Dug dug dug
Ia terperanjat ketika bagian belakang mobil seperti dipukul-pukul.
"Siapa sih yang iseng " Ia mendengus kesal lalu keluar untuk melihat siapa yang sudah berani memukul mobil nya
"Wah ,parah beneran penyok " Geram nya melihat bagian atas bemper belakang mobil nya sudah penyok,namun ia tak menemukan siapa pun di sana
Ciiiiiiitttt '
Terdengar suara seperti goresan dari arah depan,perempuan itu lalu berjalan ke arah depan untuk melihat mobil nya. Firasat nya mengatakan jika suara goresan itu berasal dari mobil nya.
Dan benar saja dugaan nya,ternyata kini di bagian samping sampai ke depan terdapat goresan yang cukup dalam.
"Kurang ajar ! Siapa sih yang sudah bermain-main dengan ku !" Murka nya
"Astaga,mobilku ! Siapa sih yang udah iseng daritadi "
Namun ia merasa ada seseorang yang berdiri dibelakang nya,keringat nya seketika mengucur dengan deras disertai debaran jantung yang berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
Sesosok bayangan putih menyerupai pocong telah berdiri dibelakang nya. Ia dapat melihat dari pantulan kaca mobil nya.
Tenggorokan nya terasa tercekat serta nafasnya yang cepat disertai lutut nya yang terasa lemas membuat nya merasa ingin pingsan.
__ADS_1
Meski pikirannya tak ingin menoleh namun kepalanya malah bergerak menoleh.Seketika ia pun berteriak histeris.
"Aaaaaa......."
Bruk'
Meski tubuh nya sudah ambruk ke tanah tapi kesadaran nya tetap terjaga. Dengan tubuh bergetar ia mulai terisak ketakutan.
"Aaaaaa......" Ia menjerit lagi ketika tak hanya sosok pocong yang berdiri dihadapan nya
"Hihihihihi........" sosok perempuan berdaster putih tertawa menyeringai
"Jika kamu terus mengganggu rumah tangga orang lain ,maka kami akan datang setiap malam untuk mengganggu mu , hihihihi......" sosok kuntilanak nampak melotot pada perempuan itu
"Tidak hanya mengganggu ,kami juga akan merekrut mu jadi bagian dari kami,hahahaha....." Kini giliran pocong yang berbicara
"huuuuhhuuu.....ampun....jangan aku takut ...." perempuan itu pun menangis ketakutan,bahkan saking takut nya ia tak merasa jika dirinya sudah kencing di celana
"Bau apa nih, seperti bau kencing " gumam pocong
"Makanya kalau kamu takut dan tak ingin kami ganggu ,maka jangan pernah lagi berusaha untuk mengganggu suami orang ,jika itu terjadi kama bersiap lah untuk menjadi bagian dari kami " Ucap pocong itu tadi
"I...iya aku janji untuk tidak melakukan itu lagi ,tapi jangan ganggu aku " Ucap nya cepat
"Bagus ,kami pegang kata-kata mu,kalau gitu kami pergi dulu ,dadah Veena.....ihihihihihi......"
Wussshhh'
"Uhhuukk..... Uhhuukk....."
Saat asap putih mulai menipis sosok hantu pocong dan kuntilanak sudah tak ada.
Sedangkan di tempat tersembunyi nampak beberapa orang pria bertato cekikikan disusul sosok pocong dan kuntilanak tadi juga ikut bergabung bersama pria-pria itu.
Mereka melakukan tos tanpa suara karena mereka sudah berhasil menjahili Veena sesuai dengan arahan Lala.Mereka itu adalah para preman yang sebelum nya diminta Veena untuk mengerjai Lala.
Veena yang tak lagi melihat kedua hantu itu segera masuk ke dalam mobil. Meski ban mobil nya bocor ,ia terpaksa melajukan mobil nya. Setelah itu pasti ia akan membawa mobil nya ke bengkel.
"Hahaha.....kalian udah seperti hantu beneran tadi " Bos preman yang waktu itu ditangkap Lala pun nampak puas dengan hasil kerja anak buah nya ,ia segera mengabari Lala untuk memberi laporan jika ia dan teman-temannya sudah berhasil mengerjai Veena
"Bagus ,nanti aku kasih bonus kalau perempuan itu tak lagi datang mengganggu " Ucap Lala
"Siapa sayang ,bonus apa ?" Tanya Azzam yang ketika itu baru keluar dari kamar mandi. Mereka baru saja membersihkan diri setelah lelah bergulat. Padahal malam sudah sangat larut ,tapi mereka selalu menyegerakan mandi setelah selesai melakukan nya.
"Misi kita mengerjai Veena ,agar dia gak lagi datang mengganggu kita " Jawab Lala
"Kamu gak ngelakuin yang aneh-aneh kan sayang ?" Tanya Azzam khawatir
"Enggak lah " Lala pun menceritakan rencana yang sudah ia susun dan dilaksanakan dengan baik oleh para preman itu
__ADS_1
"Hahaha ....astaga sayang , ada-ada saja " Azzam tertawa mendengar penuturan Lala ,baginya ide nya itu sangat lah konyol
"Terus bagaimana caranya agar kedua hantu jadi-jadian itu bisa hilang dan datang seperti hantu beneran?" Tanya Azzam
"Aku menyarankan mereka untuk menggunakan bom asap " Sahut Lala
"Ya ampun ,kok kamu sampai kefikiran seperti itu sih ,kapan kamu merencanakan nya ,kok aku gak tahu?" Tanya Azzam lagi
"Waktu di dalam kelas , kebetulan dosen nya lama banget datang nya ,kebetulan aku langsung kefikiran buat ngerjain si Veena,ya udah aku chat saja bang Marco " Tutur Lala ,yang ternyata nama pimpinan preman tersebut bernama Marco.
"Terus kenapa ban mobil nya bisa bocor pas banget di area sana ?"Tanya Azzam lagi
"Entahlah ,mungkin mereka pake ranjau paku kali " Sahut Lala
"Apa menurut mu ,cara itu akan efektif,dia gak bakal datang lagi ?" Tanya Azzam
"Kita lihat saja nanti " Ucap Lala
"Sayang ,kamu mau ngapain?" Tanya Lala ketika melihat Azzam menurunkan celana nya
"Mau ganti pake sarung ,biar gak gerah ,kalau pake sarung kan lebih adem,biar gampang masuk nya " Sahut Azzam seraya menarik turun kan alis nya
"Ih,apa sih kok gitu " Ucap Lala mencebik
"Gitu gimana ? Aku kan bilang apa ada nya ,biar nanti kalau kamu dingin bisa lebih gampang masuk nya ,kita sarungan bareng kan lebih anget satu sarung berdua " Ucap Azzam seraya mengulum senyum
"Kamu tuh ,emang paling bisa jebak aku " Lala kembali mencebik
"Jebak apa sih ,aku gak ngerti?" Tanya Azzam pura-pura
"Halah,aku ngerti kok maksud kamu tadi apa ,cuman kamu belokin saja pas aku sudah mengerti arah pembicaraan mu kemana "
"Hihihihi......jangan su'udzon,gak baik " Ujar Azzam mencolek pinggang Lala ,hingga Lala menggeliat kegelian
"Ih,geli tau "Lala menghindar namun Azzam malah menarik Lala hingga ia jatuh ke atas tempat tidur ,Azzam lalu menindih dan menggelitiki Lala hingga Lala tertawa terpingkal-pingkal dibuat nya
"Hahaha.... adududuh....sayang ....hahaha ...ampun ...geli.....hahaha...."
Sementara itu di tempat lain Alena nampak gelisah karena kosan Deni terlihat kosong.Lampu nya pun nampak mati.Sudah lebih dari tiga jam bule itu menunggu Deni pulang namun sampai saat ini orang yang ia tunggu-tunggu tak pulang juga ,padahal jam sudah menunjukan lebih dari jam satu dini hari.
"Apa aku pulang saja ya,sudah malam sebentar lagi pagi ,besok saja aku datang lagi ,mungkin dia kerja lembur sampai pagi" Lirih nya ,ia pun memutuskan untuk pulang.
Di tempat lain
Deni yang tak terbiasa dengan segala fasilitas mewah di penthouse merasa canggung dan aneh sendiri, sampai-sampai ia tak bisa memejamkan mata nya.
"Ya Allah apa aku sedang bermimpi, bagaimana bisa aku yang hanya orang biasa bisa tiba-tiba diangkat jadi penerus kekayaan orang yang baru aku kenal,tapi kenapa rasanya aku sudah kenal lama dengan pak Kusuma " Pria itu membaringkan diri ditempat tidur dengan menatap langit-langit kamar nya
"Ibu,bapak. Seandainya aku benar-benar tidak mimpi aku akan buatkan rumah yang lebih bagus untuk kalian ,kalian juga tak usah bekerja lagi ,biar aku yang mencukupi segala kebutuhan kalian,semoga aku bisa memegang amanat pak Kusuma " Batin nya yang teringat akan kedua orang tua nya di kampung
__ADS_1
Bersambung......