
Pesta berjalan dengan meriah meski si empunya pesta tengah dilanda kekecewaan tingkat dewa. Bagaimana tak kecewa jika pria yang ia sukai ternyata malah sudah menikah dengan wanita lain.
Dengan hati suram ,Anita berusaha untuk terlihat bahagia di hadapan semua tamu yang merupakan teman-teman nya. Anita sendiri tahu tentang Iqbal saat ia tak sengaja bertemu Iqbal di ruangan papa nya ketika ia datang berkunjung ke kantor. Dan dari pertemuan pertama nya itu ia langsung jatuh hati pada Iqbal. Ia pun sering datang hanya untuk bisa bertemu ,namun sikap Iqbal saat bertemu dengan nya selalu biasa saja.
"Kamu mau minum ?"Tanya Iqbal
"Mau bang,dari tadi aku haus banget" jawab Sarah lirih
"Ya ampun ,kenapa kamu gak bilang sih,atau tinggal ambil pas ada pelayan , tadi kan pelayan nya kesini sambil bawa minuman" Gemas Iqbal
"Malu,hehehe....abis mereka ngeliatin aku terus " Jawab Sarah jujur
"Ya ampun,ya sudah kalau gitu aku ambilkan,kamu tetap di sini jangan kemana-mana " Ucap Iqbal kemudian beranjak ,ia menggeleng pelan melihat tingkah istrinya yang seperti itu
Ketika Iqbal pergi mengambil minuman,seorang pria datang menghampiri Sarah. Rupanya ia baru saja datang dan melihat Sarah yang nampak duduk sendirian. Wajah cantik dan penampilan Sarah yang seksi membuat nya tertarik dan langsung menghampiri nya.
"Hai, sendirian saja ,boleh aku duduk di sini?"Tanya nya
"Oh,iya , silahkan " Ucap Sarah membiarkan pria itu duduk di dekat nya ,ia beranggapan bahwa kursi itu bebas diduduki siapa saja
"Gokil....! Nih cewek cakep bener ya,seksi lagi. Dia siapa nya Anita kok gak bilang-bilang punya temen cantik dan seksi begini" Batin pria itu sambil memperhatikan Sarah dari ujung kepala hingga kaki.
"Kalau dilihat-lihat seperti nya body nya asli nih,bukan hasil oplasan " batin Adly
Sarah sendiri tak sadar jika ia sedang diperhatikan.
"Bang Iqbal mana sih ,kok lama banget " Gumam Sarah mulai merasa tak nyaman karena tak ada teman ngobrol,apalagi tatapan orang-orang padanya membuat nya semakin tak nyaman
"Namaku Aldy ,kamu ?" Ucap nya seraya mengulurkan tangan pada Sarah. Sarah yang melihat ada telapak tangan di hadapan nya pun menoleh
"Iya ,kenapa ?" Tanya Sarah
"Nama ku Aldy" Ucap nya percaya diri dengan menampilkan senyuman yang dibuat semanis mungkin agar gadis di samping nya terpesonanya
"Oh,ngajakin kenalan,kirain apa " Batin Sarah
"Aku ,....."Belum selesai Sarah berbicara,Iqbal datang menyela
"Saya Iqbal ,suami nya " Ucap Iqbal seraya menjabat tangan Aldy
"Oh,sudah punya suami rupanya ,maaf saya tidak tahu ,kalau begitu saya ke sana dulu " Ucap Aldy merasa kikuk
"Sial ! Sekali nya nemu cewek cantik dan seksi malah ada lakinya " Lirih Adly kesal. Ia langsung menghampiri Anita
"Hai Anita,makin cantik saja nih,selamat ya moga makin cantik " Ucap Adly seraya memberikan kado berukuran kecil yang ia simpan dibalik saku jas nya
"Ok , thanks ya udah datang ,apa nih kecil banget ?" Tanya Anita
"Buka aja ,aku beli nya langsung dari pabrik nya loh" Ucap Adly bangga
"Emang apaan ?" Tanya Anita lagi
"Dibilang buka aja , nanti juga tahu" Sahut Adly lagi,namun matanya malah melirik pada Sarah
Anita pun segera membuka kado tersebut.
"Jam tangan "Ucap Anita pelan
"ini jam tangan ,bukan jam tangan sembarangan,ini tuh desain terbaru,produk nya juga baru akan launching bulan depan,jam tangan dengan model seperti ini juga hanya akan di produksi lima buah saja ,jadi ini tuh limited edition. Keren kan "ujar Adly bangga ,rupanya ia adalah seorang pengusaha dan salah satu perusahaan nya adalah memproduksi jam tangan sekaligus memasarkan nya.
__ADS_1
"Wah,iya keren, thanks ya ,gak sia-sia aku punya temen pengusaha " Ucap Anita senang
"Ok ,gak masalah. Oh iya kamu kenal dengan wanita itu ?"Tanya nya menujuk pada Sarah
"Oh,dia istrinya Iqbal. Kenapa ,kamu naksir ?" Tanya nya
"Hehehe ....tadi nya ,tapi gak jadi deh " Sahut Adly
"Kenapa ?"tanya Anita
"Pake nanya lagi,ya kan dia udah jadi bini orang ,ya kali aku jadi orang ketiga ,apa kata dunia " Ujar Adly
"Padahal kalau kamu mau,aku bisa bantu kamu " Ucap Anita yang sedang merencanakan sesuatu
"Gak,ah. Aku gak mau aneh-aneh,cewek masih banyak kok"tolak Adly
"Kamu payah ah,gak bisa diajak kerja sama " keluh Anita mencebik
"Terserah,aku hanya mau hidup tenang dengan pasangan yang benar-benar tulus, percuma punya istri tapi dari hasil merebut. Lagian aku terlahir dari keluarga terhormat keturunan darah biru,dalam keluarga ku tak ada yang seperti itu. Bisa dicoret dari ahli waris aku kalau sampai aku jadi perusak rumah tangga orang,dan lagi gak ada yang bisa dibanggakan hubungan dari hasil merebut,karena suatu saat kita pasti akan mendapatkan balasan nya " Tutur Adly panjang lebar
Mendengar kata-kata teman nya itu, sedikit demi sedikit pintu hati Anita mulai terketuk.Ia merenungi setiap kata yang diucapkan teman nya itu.
Sedangkan di tempat nya ,Iqbal benar-benar terlihat seperti seorang suami yang selalu menjaga istrinya. Setiap ada yang mendekat ia dengan sigap menjadi tameng. Sama halnya dengan saat ini,seorang pria menghampiri dan mengajak Sarah untuk berdansa bersama ,padahal ia tahu jika Sarah datang bersama Iqbal ,namun ia tak memperdulikannya,karena ia fikir memang tidak apa-apa jika hanya mengajak Sarah berdansa.
"Maaf ,tapi aku tidak bisa dansa " Tolak Sarah
"Nanti aku ajarkan " Ucap pria itu
"Istri saya sudah menolak ,kenapa anda sangat ngotot ,maaf jangan samakan budaya anda dengan di sini,mungkin di tempat mu hal seperti itu memang sudah biasa dan dianggap sepele,tapi tidak negara ini.Semua harus ada tata krama dan kesopanan , sikap anda yang seperti ini sama saja dengan tak menghargai ku sebagai suami nya" Tegas Iqbal
"Oh,maaf kalau begitu,saya sudah terlalu lama tinggal di luar jadi lupa dengan kebiasaan di negeri sendiri " ucap pria itu membela diri lalu pergi setelah meminta maaf
"Tapi pesta nya kan belum selesai "
"Nunggu acaranya selesai bisa sampai lewat tengah malam,lebih baik kita pulang,kamu pasti sudah mengantuk kan " Ucap Iqbal
"Iya sih,tapi apa gak apa-apa kalau kita pulang ?" Tanya Sarah tak enak hati
"Gak apa-apa.Sebentar aku mau pamit dulu sama Anita ,gak enak walau gimana pun dia anak dari atasan aku ,gak apa-apa kan aku tinggal sebentar " Ucap Iqbal
"Iya ,gak apa-apa " Jawab Sarah
Iqbal pun berjalan menghampiri Anita yang saat itu sedang bercengkrama dengan teman-teman nya. Di sudut lain seorang pria memasukan obat serbuk pada minuman ,ia lalu berjalan menghampiri Sarah.
"Hai cantik,mau minum ?" Sapa nya menawari Sarah
"Tak usah ,aku sudah minum kok tadi" Tolak Sarah halus
"Siapa lagi sih ni cowok, perasaan dari tadi banyak banget cowok deketin aku " Gumam nya dalam hati
"Ayo lah "pria itu memaksa Sarah untuk meminum minuman yang ia bawa
"Ya sudah ,makasih ya "Ucap Sarah hendak menerima nya ,namun tiba-tiba Iqbal dagang dan segera mengambil minuman tersebut
Gluk.... gluk'
Dalam satu kali tegukan,Iqbal menghabiskan minuman nya lalu memberikan gelas kosong itu pada pria tadi.
"Ok,thanks ya minuman nya seger.Maaf saya dan istri harus segera meninggalkan pesta " Iqbal langsung pergi meninggalkan pria itu yang melongo
__ADS_1
"Waduh ,malah cowok nya yang minum sih "
Sementara itu di rumah Lala.
Azzam tiba-tiba ingin makan telur mata sapi setengah matang ,namun harus Lala yang membuat kan nya.
"Ya sayang ,mau ya ,gak susah kok ,tinggal cemplungin saja telur nya ke wajan kasih garem dan penyedap sedikit, please "pinta nya memelas
"Malam-malam begini mau telur ceplok,apa gak eneg,kan amis " Lirih Lala
"Bukan telur ceplok sayang,tapi telur mata sapi "
"Ya kan sama saja," sahut Lala
"Iya deh sama,tapi mau ya buatkan " Pinta Azzam lagi
"Kamu tuh aneh sayang ,orang mah malam-malam gini tidur kamu malah mau makan telur ceplok " heran Lala
"Telur mata sapi sayang " ralat Azzam
"Iya deh ,telur mata sapi.Ya udah tunggu sebentar aku buatkan dulu " Lala pun beranjak menuju dapur
Beberapa saat kemudian Lala kembali dengan membawa telur mata sapi nya Azzam.
"Kok begini,ini sih bukan setengah matang sayang ,tapi over cook ,yang kuning nya keras gak enak " cetus Azzam menolak telur buatan Lala
"Ya udah aku bikin lagi yang baru" Lala beranjak lagi,namun lagi-lagi telur yang Lala buatkan salah lagi,karena bagian kuning nya pecah
"Astaga Azzam ,kamu tuh aneh ih,gak biasa nya seperti ini" Keluh Lala
"Ya mau gimana lagi,aku mau banget makan telur mata sapi setengah matang ,yang kuning nya masih lumer gitu,tuh kan air liur aku hampir aja netes " Azzam menyeka bibir nya
"Terus ,aku bikin lagi nih ?" Tanya Lala
"Iya " Sahut Azzam tanpa dosa
"Kalau salah lagi ?"
"Ya udah yuk ,aku ajarin " Azzam pun mengajari Lala membuat telur ceplok yang ia inginkan
"Nah setelah diceplokin gini, buru-buru kasih bumbu takut nya keburu mateng" Perintah Azzam
"Nah kan ,ini telur ceplok " Ucap Lala
"Iya sih telur ceplok tapi ini tuh namanya telur mata sapi " Ucap Azzam masih kekeh dengan pendirian nya
"Haa....ya udah deh ,terserah kamu saja" Lirih Lala ,Azzam pun terkekeh
"Eh,udah tuh jangan lama-lama,takut nya over cook lagi " Azzam mengambil alih spatula lalu mengangkat telur itu lalu diletakan di atas piring
"Nah,ini namanya baru telur mata sapi setengah matang " Ucap Azzam dengan menatap penuh binar pada telur ceplok tersebut
"Hueeekkk.....idih,geli banget aku tuh sayang,nyium bau nya saja aku udah eneg,kamu malah makan masih mentah gitu" Lala berlari menuju wastafel untuk memuntahkan isi perut nya yang sudah tak dapat menahan rasa mual
Jika hanya bau nya saja ia masih dapat menahan ,akan tetapi melihat Azzam yang memakan nya dengan sangat lahap ,apalagi pas kuning nya yang lumer encer begitu membuat nya tak dapat lagi menahan rasa mual nya.
"Huuueeekkk....."
Bersambung.....
__ADS_1